Delayed Mate

Delayed Mate
chapter 89 s2


__ADS_3

Quen kembali ke ruang perawatan sambil menenteng tas kresek yang berisi snack yang tadi di belikan oleh tante Monica.Ia jalan terlebih dulu dan meninggalkan Daddy dan ibu sambungnya yang masih jauh di belakangnya.


Queen yang berjalan dengan perasaan senang tiba-tiba langkahnya terhenti saat ada beberapa perawat melewatinya sambil mendorong brankar jenazah.Membuat tubuhnyan langsung bergetar hebat karena ketakutan.Queen membalik badan,air matanya sudah luruh membasahi pipinya dengan wajah nya yang nampak pucat.


"Queen...." tante Monica mendekat kala melihat keadaan Queen yang bagitu mengkhawatirkan.


"Kamu kenapa sayang..?" tanya Tante Monica panik.


"Tak-kut...Q-queen tak-kut t-tan-te." jawab nya terbata,ia langsung memeluk erat tubuh tante Monica hingga akhirnya kesadaranya mulai melemah dan pingsan.


"Queen....!Ya Allah..." tante Monica begitu terkejut saat melihat Queen yang tiba-tiba pingsan.Sama halnya dengan istrinya.Lino juga begitu terkejut saat melihat keadaan putrinya yang seperti ini.Banyak yang belum ia ketahui tentang putrinya ini yang membuatnya begitu penasaran.


"Mas...bawa dia ke ruangan." titah Monica.Lino langsung mengangkat tubuh Queen dan membawanya ke ruang perawatan di mana Papa nya di rawat.Sampai di ruangan,Lino langsung merebahkan tubuh mungil Queen di sofa bed yang ada di ruangan.


"L...Queen kenapa...?" tanya mama Icha panik.


"L gak tau mah,tiba-tiba dia pingsan." jawab L.


"Apa asam lambungnya naik..?" tanya papa Reno.


"Tadi dia sudah minum obat mual nya Pa." kini Monica yang menjawab pertanyaan mertuanya.


"Queen sayang...kamu kenapa lagi nak.?" Oma Icha kembali menangis ketika melihat cucunya yang lagi-lagi pingsan.Beliau mengusap keringat yang terus bercucuran di dahi Queen.


"Maaf ma,Monica kurang menjaga Queen." ucap Monica meminta maaf kepada mertuanya.Baru sebentar ia mengajak Queen pergi,ia sudah merasa menjadi ibu yang kurang baik untuk Queen.


"Sudahlah,jangan menyalahkan diri sendiri.Queen hanya lelah.Sebentar lagi dia pasti sadar." jawab mama Icha.Sedangkan Lino sedari tadi sudah pergi meninggalkan ruangan.Ia pergi menghubungi bunda Clara yang kebetulan masih bertugas di rumah sakit.


Ceklek...


Bunda Clara masuk dan langsung memeriksa Queen.


"Gimana keadaan Queen kak.?" tanya Icha.


"Queen hanya syok.Pasti dia habis melihat sesuatu yang membuat nya ketakutan.Sebentar lagi pasti dia siuman." jawab Bunda Clara sendu.Sudah seringkali bunda Clara melihat Queen seperti ini dan itu membuat beliau sedih.


"Setelah ini,jangan membuatnya seperti ini lagi." peringat bunda Clara seakan penuh makna.Setelah itu,beliau pergi meninggalkan ruangan.


Hampir tiga puluh menit Queen pingsan.Tak ada tanda-tanda ia akan siuman.Membuat mama Icha semakin khawatir.Ia pun meminta kakak nya untuk memasangkan infus untuk cucunya.Clay,Lisa dan Aiden juga sudah kembali.Clay begitu terkejut ketika melihat Queen dengan keadaan yang sangat memprihatin kan.


#Ada apa dengan nya..?# tanya Clay dalam hati.Ia ingin bertanya,namun egonya terlalu tinggi untuk mengucapkan nya.


"Mom,Queen kenapa..?" tanya Lisa yang duduk di samping Queen yang masih saja pingsan.

__ADS_1


"Mommy juga gak tau sayang.Tadi tiba-tiba dia pingsan di pelukan mommy." jawab Mommy Monica nampak sedih.Lisa mencoba menggenggam tangan Queen dan mengajaknya berbicara.


"Queen,kamu kenapa..?" tanya Lisa,namun Queen hanya diam dan tak merespon apapun.Ia menatap suaminya yang sepertinya juga merasa khawatir dengan keadaan Queen.Ia pun berdiri dan mendekati Clay.


"Yank,sini deh.Siapa tahu kalau kamu yang ngajakin dia ngomong nanti Queen bisa bangun." kata Lisa.


"Kok aku sih yank.Gak ah." tolak Clay mengalihkan pandangan nya.


"Ish...kamu ini kan kakaknya.Ayo di coba.Kamu gak lihat tadi,semuanya sudah mencoba dan gak ada reaksi apapun dari Queen.Hanya tinggal kamu dan Daddy yang belum.Ayolah yank." Lisa menarik tangan suaminya dan mau tak mau akhirnya Clay menuruti permintaan istrinya.Ia membantu Clay menggenggam tangan Queen.


"Nah,kamu genggam terus tangan nya sampai dia merespon ya," kata Lisa.


Clay menggenggam tangan Queen dan menatap wajah adik nya yang begitu pucat dan sayu.Lima belas tahun Clay tak pernah tahu wajah adik nya seperti apa.Ia begitu membenci Queen karena Clay masih menganggap Queen lah yang bersalah atas meninggalnya mommy Syeril.Tetapi,ketika ia kembali ke Indonesia dan melihat keadaan Queen yang begitu memprihatinkan membuatnya begitu sedih dan sakit.


#Pucat sekali wajahmu dek# kata Clay dalam hati.Matanya berkaca-kaca kala melihat keadaan Queen saat ini.Dengan kedua tangan nya,Clay terus mengusap punggung tangan Queen.Mencoba memberinya kehangatan.


Sama hal nya dengan Clay.Sebenanrya Lino juga merasa khawatir dengan keadaan Queen.Tetapi Lino yang sekarang berbeda dengan Lino yang dulu.Sekarang,Lino terlalu keras kepala dan masih enggan menyapa Queen.


Clay terus mengusap punggung tangan adik nya tanpa berkata apa-apa.Lidahnya masih kelu hanya untuk mengajak Queen berbicara.


"Mom..mata kak Queen keluar air." ucap Aiden ketika melihat air keluar dari sudut matanya.Menandakan jika Queen sedang menangis.


"Queen...bangun sayang...ini Oma sayang..." Oma terus membangunkan Queen hingga akhirnya Queen pun sadar.Membuat semuanya langsung lega.


"Oma..Queen kenapa lagi..?" tanya Queen.


"Kamu tadi pingsan Queen." jawab Oma Icha.


"Queen..." tante Monica mendekkati Queen dan memeluknya.


"Maafin tante ya sayang,karena gak merhatiin kamu."


"Tante gak salah kok.Jadi gak perlu minta maaf." jawab Queen.


"Sayang,tadi kamu kenapa pingsan..?apa ada hal yang kamu ingat atau lihat..?" tanya Oma Icha.


"Tadi gak sengaja Queen lihat orang meninggal Oma.Makanya Queen pingsan." jawab Queen jujur.


"Astaga sayang.Oma kan sudab bilang,jangan lewat kamar jenazah." ucap Oma Icha.


"Iya Oma,maaf Queen lupa." jawab nya cengengesan.


#Kenapa aku merasa tadi kak Clay pegang tangan ku ya..?# Queen menatap kakak nya dari jauh dan membuatnya tersenyum.

__ADS_1


"Sudah jam sepuluh,Queen,kamu besok sekolah kan..?" tanya Opa Reno.


"Iya Opa." jawab Queen.


"Clay,bisa kamu antar adik kamu pulang..?" pinta Opa Reno.


"Iya Opa." jawab Clay setuju.Ia pun mengantarkan Queen pulang.Tak hanya Clay,Lisa dan Aiden juga ikut pulang karena mereka juga harus beristirahat.


"Kak Queen,ini tadi kak Clay beliin kak Queen sate." ucap Aiden memberikan sate untuk Queen.


"Maaf ya Den.Kakak sudah kenyang banget.Kalau banyak makan nanti asam lambung kakak bisa kambuh.Kamu buang aja deh." jawab Queen seketika membuat Clay menghentikan mobilnya secara mendadak.Ia langsung berbalik dan mengampil paksa sate yang Aiden pegang lalu membuangnya.Membuat Lisa dan Aiden begitu terkejut karea baru kali ini keduanya melihat Clay yang begitu menakutkan.Setelah melempar bungkusan sate tersebut.Clay kembali menjalankan mobilnya.


"Hiks...hiks...hiks.." lagi lagi Clay menghentikan mobilnya saat mendengar tangisan dari Aiden.


"Aiden kenapa..?" tanya Lisa.


"Kak Clay jahat! " jawabnya dengab air matanya yang terus mengalir.Clay berbalik dan manatap Aiden.


"Kakak minta maaf.Sudah ya jangan nangis.Gimana kalau besok kita liburan.Besok hari minggu kan.?" rayu Clay yang sukses membuat Aiden menghentikan tangisan nya.


"Janji ya kita liburan.?" tanya Clay.


"Iya.Dah jangan nangis lagi." jawab Clay.


Queen yang duduk di sebelah Aiden mencoba untuk cuek meski hatinya sakit karena melihat perlakuan kakaknya yang begitu sangat menyayangi Aiden.


Mobil Clay akhirnya memasuki pelataran Adhitama house.Ke empat nya turun dan langsung masuk ke dalam rumah yang sudah nampak sepi karena penghuninya yang sudah beristirahat.


"Kak,kamar Aiden di mana..?" tanya Aiden.


"Maaf Aiden,kakak gak tau kamar kamu dimana.Tapi kamu bisa tidur di kamar Daddy kamu.Cari saja namanya L room." jawab Queen yang kemudian pergi terlebih dulu meninggalkan Clay,Lisa dan Aiden.


.


.


.


.


.


Guys ada yang bawa bawang gak sih..?kok Author nangis ya😭😭

__ADS_1


__ADS_2