
Masih di kediaman Adhitama.Papa Reno,Mama Icha masih mendengarkan penjelasan dari Lino.
"Makanya,kenapa tadi L minta pendapat papa dulu,karena L juga gak mau gegabah dengan tiba-tiba mempertemukan Ryu dan Vania.Mereka berdua sekarang sudah berbeda.Ryu sudah menikah dan Vania juga pasti gak mau ada di antara ke duanya." tambahnya lagi.
"Sekarang,kamu pesankan mama tiket.Mama mau ke Itali.Mama mau bertemu sama Vania." pinta mama Icha.
"Mah,jangan dulu.Kita harus menghargai privasi Vania.Biarkan L bicara dulu sama dia." kata papa Reno mencegah istrinya.
"Tapi pah.Mama gak sabar pingin ketemu cucu mama."
"Mah,benar apa yang di katakan papa.Biar L saja yang ke sana.Syeril yakin kok,Vania gak akan kabur lagi apalagi nanti kalau L bilang mama pingin ketemu cucunya." ucap Syeril yang juga mencoba memberi pengertian pada mertuanya.
Akhirnya,dengan segala rayuan.Mama Icha pun setuju.Beliau akan menunggu kedatangan Vania beserta cucunya di Indonesia.
Tepat jam sebelas malam,Lino dan Felix berangkat menuju Bandara.Dalam perjalanan,Lino sempat menghubungi abang nya dan meminta abangnya untuk mencegah Vania pergi.Karena dirinya yakin,setelah pertemuanya dengan Saga,Vania pasti akan meninggalkan pekerjaanya langsung.Kali ini Lino tak mau lagi kehilangan jejak Vania.Ia akan menyelesaikan semuanya.
"Elo yakin L,Vania gak akan kabur lagi..?" tanya Felix saat masih di mobil.
"Yakin." jawabnya dengan singkat.
"Lalu..?Ryu bagaimana L..?kalau dia gak mau ketemu sama Vania gimana..?" tanya Felix.
"Gue gak perduli sama urusan Ryu dan Vania,Fel.Yang gue peduliin hanya ponakan gue.Dia masih kecil,dan dia gak ngerti apa-apa.Di sini yang salah dan berdosa adalah Ryu dan Vania.Jadi itu urusan mereka.Yang gue mau hanya melihat ponakan gue bahagia dan gak merasa kekurangan kasih sayang." jawab Lino.Felix mengganggukan kepala nya.Merasa kagum dengan sahabatnya ini.Kebaikan Lino memang sudah tidak di ragukan lagi.Lino benar-benar memiliki hati yang tulus seperti papa Reno.Meski ke empat anak papa Reno memang baik,tetapi Lino jauh lebih baik.Ia selalu bisa mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang timbul di dalam keluarganya tanpa menyakiti hati siapapun.Mereka berempat akan saling melengkapi dan saling mengingatkan jika ada yang salah.
Sampai di Bandara keduanya masih menunggu kedatangan Chan.Dan setelah ia datang,ketiganya langsung masuk ke dalam karena pesawat mereka yang sebentar lagi akan berangkat.
Hampir lima belas jam perjalanan, ketiganya akhirnya sampai di Itali.Saga dan Celline juga sudah menunggu kedatangan ke tiga adik nya.
"Loh..!Chan ikut...?" tanya Celline ketika melihat adik nya tersebut.
"Iya,katanya kangen sama elo..." jawab Lino ngasal.
"Dih,siapa juga yang kangen sama Celline.Kan gue elo ajak dudul."
__ADS_1
"Gue gak ngajak elo,gue cuma nawarin.Elo aja yang ikut." jawab Lino mengelak.Saga,Celline dan Felik hanya bisa menggelangkan kepalanya saja saat melihat perdebatan Chan dan juga Lino.
"Sudah berdebatnya..?" tanya Saga dingin.Membuat keduanya langsung diam.
"Ayo pulang,kalian pasti capek." ajak nya dan ketiganya pun menganggukan kepalanya.
*****
Sedangkan di rumah Saga,Vania masih belum mengetahui jika sebentar lagi dirinya akan bertemu dengan Lino dan juga yang lain.
"Jes..." panggil Vania pada Jessy yang sedang asik bermain dengan Hyuna.
"Ya tante,kenapa..?" tanya Jessy.
"Emm..sepertinya hari ini tante terakhir bekerja di sini deh.Kemungkinan besok tante udah gak bekerja di sini." jawab Vania.Membuat Jessu terkejut dan langsung menghentikan aktivitasnya.Ia menatap Vania dengan serius.
"Kenapa tante mau berhenti kerja..?apa Jeje ada buat salah...?apa Jeje nakal..?atau Jeje sudah nyakitin tante...?" tanya Jessy bertubi-tubi.Ia merasa sedih karena Vania yang akan pergi meninggalkan nya.Maski baru dua hari bekerja,Jessy sudah sangat menyayangi Vania dan Hyuna.Apalagi sebelumnya Jessy juga sudah mengenal Vania.Ia sudah menganggak Vania seperti tante nya sendiri.
"Enggak kok.Jeje gak ada buat salah sama Tante,tapi sepertinya tante gak bisa lanjut Je." jawab Vania.Ia bingung harus menjawab bagaimana lagi.Ia tidak mungkin mengatakan jika dirinya masih belum siap jika seandainya nanti akan bertemu keluarga Saga.Jessy tak tahu apa-apa.Dan Vania gak mungkin mengatakan itu semua.
"Bukan Jes,bukan itu masalahnya.Aduh gimana ya,tante bingung jawab" Vania menggaruk ujung rambutnya.Bingung harus menjawab seperti apa lagi pertanyaan dari Jessy.
"Assalamualaikum..." seru Saga dan Celline secara bersamaan.
"Waalaikunsala....Papa...." Jessy berlari mendekati papanya dan mengadukan apa yang tadi Vania katakatan.
"Papa,tante Vania mau berhenti kerja.Tante mau ninggalin Jeje.Papa bilangin tante Vania biar gak pergi pah,Jeje gak mau,Jeje gak mau pisah sama Hyuna pa." adu nya dengan mata berkaca-kaca.Vania yang berada sedikit lebih jauh dari Saga dan keluarganya hanya bisa diam.
"Van,beneran kamu mau berhenti kerja..?" tanya Celline berjalan mendekati Vania.
"Iya kak.Sepertinya Vania gak cocok kalau harus kerja di sini.Vania mau balik ke Kanada saja." jawab Vania.
"GAK ADA YANG BOLEH PERGI DARI SINI SEBELUM SEMUANYA SELESAI...." ucap sedeorang yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah.Vania membelalakan matanya manatap Lino.
__ADS_1
"King...."
Satu kata keluar dari mulutnya.Ia tak menyangka jika akan bertemu dengan Lino dan di tambah lagi ada Felix dan juga Chan.Hatinya begitu bergemuruh.Takut,sedih,bahagia,semuanya jadi satu.Kalau sudah begini Vania gak akan bisa kemana-kemana.Memohon pun percuma karena Lino tak akan pernah mengijinkan nya sampai semuanya selesai.Dua tahun sudah ia meninggalkan masalahnya dengan Ryu,dan sudah saatnya Vania menyelesaikan nya.
"Mami...." Hyuna yang berada di samping Vania langsung meminta untuk di gendong.Balita tersebut takut dengan suara keras dari Lino.
"Ayok puyan,Yuna tatut." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.Siap untuk menangis.Lino,Felix dan Chan menatap jauh Hyuna.
"MashaAllah,cantik juga bibitnya Ryu." celetuk Felix dengan pelan.Lino berjalan mendekati Hyuna dan berjongkok di depan nyan karena posisi saat ini Hyuna masih berdiri sambil memegangi kaki Vania.Dan jangan lupakan boneka anjing kesayangan nya yang selalu ia peluk.
"Hai sayang....kamu kaget ya sama suara Uncle..?" tanya Lino lembut dan Hyuna menjawab dengan menganggukan kepalanya.
"Maafin Uncle ya karena sudah buat buat kamu kaget.Emm...uncle boleh tau nama kamu gak..?" tanya nya lagi sambil mengulurkan satu tangan nya.
"Yuna...namatu Yuna." jawab Hyuna membalas uluran tangan Uncle nya.
"Yuna...?"
"Hyuna uncle,namanya Hyuna." Jessy memperjelas nama Hyuna.
"Owh,Hyuna.Mana yang bagus." jawab Lino dengan tersenyum lembut.Ia berdiri dan kali ini menatap dingin wanita yang menjadi ibu dari Hyuna.
"L,sebaiknya kamu istirahat dulu.Masalah ini kita selesaikan nanti malam saja.Kasihan Felix dan Chan pasti capek." kata Saga.Lino menoleh dan menatap ke dua sepupunya.
"Kalian istirahat saja.Gue mau bicara sama Vania dulu." kata Lino datang.Vania menelan salivanya.Ia harus siap-siap menghadapi suami dari sahabatnya ini yang super menakutkan,menurutnya.
"Hyuna,Jessy.Ikut mama yuk.Kita jajan di luar." ajak mama Celline.
"Yuna boyeh ninta es tim Mama..?" tanya Hyuna.
"Boleh dong sayang.Ayo,kita pergi sama Papa " jawab Mama Celline.Keduanya oun akhirnya ikut dengan mama Celline dan Papa Saga.Felix dan Chan memilih untuk duduk bergabung dengan Lino dan Vania yang kini juga sudah duduk di ruang keluarga.
"Kalian gak istirahat...?" tanya Lino.
__ADS_1
"Gak deh L.Nanti saja." jawab Felix,ia mulai mengeluarkan laptopnya dan mulai melanjutkan pekerjaan nya.Begitu juga dengan Chan.Keduanya memang membawa pekerjaan mereka agar saat pulang nanti pekerjaan mereka tidak terlalu banyak.