
Setelah membersihkan diri.Ryu dan Dera kaluar dari kamar.Keduanya meninggalkan pesawat dan berjalan keluar bandara.
Tak hanya Dafin yang sudah memberinya hadiah tiket pesawat.Lino juga memberinya hadiah,yaitu penginapan hotel bintang tujuh yang cukup terkenal di Kanada.
"Yank,Firly sama bang L kan sudah ngasih kamu hadiah ya? Lalu,hadiah dari bang Saga apa..?" tanya Derra karena dia memang belum mengetahui kado dari Saga.
"Bang Saga kadonya mobil yank.Masih ada di shoroom." jawab Ryu.
"Mobil..?mobil apa lagi sih yank..?bukanya mobil kamu sudah banyak ya..?" tanya Derra.
"Aku minta beliin Ferari." jawab Ryu sambil menyengir.
"Kamu ini.Jangan kebanyakan mobil yank.Aku gak suka.Mobilku kan juga sudah ada.Kamu juga ada tujuh kan.?masih mau nambah lagi." Derra menggeleng-gelengkan kepalanya.Heran dengan suaminya yang suka sekali mengoleksi mobil.
"Iya...nanti kalau sampai di rumah, mobilnya aku jual beberapalah." jawab Ryu yang kemudian merangkul istrinya dan mengajaknya menuju hotel yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.
Hari ini tak ada jadwal.Ryu dan Derra memilih istirahat di kamar hotel.Mengistirahatkan tubuhnya yang cukup lelah karena perjalanan di pesawat.
(bukan lelah karena pertempuranya ges ya.ðŸ¤)
Ting....
Satu pesan masuk di ponsel milik Ryu.
📨Bang S \=> Sudah sampai kah..?
📨Ryu \=> Sudah bang.Baru mau istirahat.
📨Bang S \=> Baiklah,selamat menikmati bulan madunya.Nanti kalau mau ke rumah abang jangan lupa kasih tahu dulu (tiket gratis)
📨Ryu \=> Asiyap bos
Setelah membalas pesan dari abangnya.Ryu kembali meletakan ponselnya di atas meja,lalu menyusul istrinya yang sudah tertidur dengan pulas.
*****
Sama halnya dengan Ryu dan Derra.Saga dan Celline juga masih menikmati masa istirahat mereka setelah semalam sampai di Itali.Apalagi Saga yang harus merayu anaknya yang saat ini masih saja marah karena dia harus tinggal di Itali dan terpisah dari saudaranya yang lain.
"Jessy di mana Ma..?" tanya Saga pada istrinya yang baru saja dari luar.
__ADS_1
"Ada di kamarnya.Dia gak mau keluar sama sekali dari kemarin Pah.Mama Khawatir.Dia belum makan loh." jawab mama Celline.
"Sudah,biarkan saja.Nanti biar papa bujukin dia." ucap Saga yang kemudian mulai mencumbu istrinya.
Sore harinya,sesuai ucapanya.Papa Saga mulai berusaha membujuk anak perempuanya yang super duper pemarah itu.Beruntungnya ada kunci cadangan,sehingga membuat papa Saga bisa masuk ke dalam kamar anaknya yang sedari tadi di kunci.
Ceklek...
Papa Saga membuka pintuk kamar dan melihat anaknya yang sedang meringkuk di tempat tidur.Entah itu tidur atau hanya pura-pura saja.
"Sayang....cantiknya papa..." ucap papa Saga mulai membangunkan anak nya dengan sehalus dan selembut mungkin.
"Bangun yuk sayang...sudah mau malam.Kamu belum makan loh."
"Jessy gak laper." jawab Jessy dengan ketus.
"Hei,anak papa kenapa ketus gitu jawabnya.Papa sama mama gak pernah ngajarin Jessy seperti itu.Apa Jessy mau lihat papa marah..?" tanya Papa Saga pura-pura serius.Membuat Jessy langsung mambuka selimutnya dan menatap papanya yang ternyata tengah menatapnya dengan serius.
"Ayo bangun.!" titah papa Saga dengan tegas.Seketika itu membuat Jessy langsung bangun.Meski dengan memanyunkan bibirnya,Jessy tetap menuruti perintah papanya.Karena dia hanya takut kepada papanya saja.
Setelah berganti pakaian,Jessy langsung turun ke bawah.Bergabung dengan papa dan mamanya yang sudah menunggunya untuk makan malam.
"Itu saja." jawab nya sambil menunjuk udang balado.Mama Celline pun mengambilkan udang balado kesukaan Jessy dan menaruh di piring anaknya.
"Setelah makan,papa tunggu Jessy di ruang kerja." ucap papa Saga dingin.Membuat Jessy bertambah takut.Ia menjawab dengan menganggukan kepalanya saja.Setelah itu mulai menyuap makananya ke dalam mulutnya.
Setelah selesai makan Jessy langsung pergi ke atas.Di mana ruang kerja papa Saha berada.
Tok...tok...tok...
"Masuk...." jawab papa Saga dari dalam.Jessy masuk dan duduk di sebelah papa Saga yang sudah menunggunya sambil duduk di sofa.
"Papa mau bicara apa sama Jessy." tanya Jessy dengan pelan.
"Jeje marah sama papa dan mama..?" tanya Saga to the point.Jessy mejawab hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa bersuara.Walau marah.Jessy tak akan mungkin memberitahu papanya.Dia takut membuat papanya marah dan mendiamkanya karena kelemahan Jessy ada saat papanya sudah diam.Dan itu membuatnya sedih.Papa Saga memiringkan badanya lalu manatap anaknya yang hanya menundukan kepalanya saja.
"Papa tahu,Jeje gak suka tinggal di sini dan mau tinggal sama Opa dan Oma.Tapi Jeje harus mengerti.Papa dan mama cuma punya Jeje.Kalau Jeje di Indonesia,nanti papa sama mama gimana..?" Papa Saga mulai mendekat dan memeluk anaknya dari samping.
"Kamu satu-satunya penghibur papa sama mama kalau lagi capek karena kerjaan sayang.Tiap pulang kerja terus lihat Jeje,capeknya hilang.Di ganti dengan kebahagiaan karena bisa melihat mama sama jeje.Begitu juga sebaliknya mama." ucap Saga mulai memberi Jessy pengertian.
__ADS_1
"Kalau seandainya kamu gak ikut ke sini,nanti kalau mama sama papa pulang kerja gimana..?siapa yang akan menggantikan rasa capek papa sama mama..?" tanya Saga.Jessy diam.Sedikit mengerti dengan apa yang di ucapkan papanya.
"Jeje mengerti kan maksud papa sayang.Lagian,kita di sini gak lama kok.Paling setahun dua tahun.Habis itu pulang ke Indonesia.Jadi Jeje yang sabar ya."
"Setahun dua tahun itu lama Pa." ucap Jessy masih dengan mode cemberutnya.
"Enggak sayang.Percaya deh sama papa.Pasti nanti kamu betah di sini." kata papa Saga meyakinkan anaknya.
Jessy menghela nafasnya.Mau marah seperti apapun,kaputusan papanya tak akan bisa di ganggu gugat.Mau tak mau dirinya harus bertahan sesuai yang papa Saga katakan.Setahun,dua tahun.
"Janji cuma setahun ya Pah.Habis itu kita kembali ke Indonesia." ucap Jessy.
"Iya.Dah ah.Papa gak suka lihat anak papa manyun gitu.Cantiknya hilang tau gak."
"Iya...ya...Btw hari ini papa ada kerja gak..?" tanya Jessy.
"Emm....gak ada.Kenapa memangnya..?" tanya papa Saga.
"Jalan-jalan yuk pah.Mumpung papa sama mama belum mulai kerja." jawab Jessy dengan antusias.
"Mau jalan-jalan kemana..?"
"Terserah papa.Ke Mall juga gapapa.Yang penting jalan-jalan."
"Ya sudah gih,siap-siap.Papa kasih tahu mama juga." ucap papa Saga seketika membuay Jessy senang.
Cup...
"Jeje sayang papa." kata Jessy setelah mencium pipi papa Saga.Dan setelah itu ia pergi keluar.Pergi ke kamarnya dan mulai bersiap.
.
.
.
.
.
__ADS_1