Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 22


__ADS_3

Ryu sampai di rumahnya saat jam tujuh malam bersamaan keluarganya yang sedang berkumpul di ruang tamu sebelum makan malam.


"Kamu sudah pulang Ryu...?" tanya papa Reno ketika melihat anaknya berjalan masuk ke dalan rumah.


"Iya pah." jawabnya yang langsung manjatuhkan tubuhnya di sofa dan menyandarkan kepalanya di pundak sang mama.


"Capek...?" tanya mama Icha.


"Iya ma..." jawab Ryu sembari memejamkan matanya.


"Tadi Vania nyariin dompetnya,sudah ketemu belum..?"


"Ada di laci kamar.Besok Ryu bawa,sekalian kerja." jawab Ryu.


"Ya sudah gih kamu mandi sana,terus kita makan malam dulu,habis itu kamu istirahat.Kamu kelihatan capek banget Ryu." ucap mama Icha sambil mengelus kepala Ryu.


"Ryu langsung istirahat sajalah.Kalian makan saja duluan." jawabnya yang kemudian berjalan menaiki tangga.


Sampai kamar,Ryu langsung menjatuhkan dirinya di kasur.Mengistirahatka tubuhnya karena terlalu capek.


******


Di tempat lain,khususnya di kamar Vania,sedari tadi terus melihat ponselnya,berharap Ryu akan menghubunginya.Tetapi nihil.Tak ada panggilan atau satu pesanpun dari seseorang yang entah beneran menjadi pacarnya atau hanya main-main.


"Tadi pagi Ryu kenapa ya..?kok ke akunya dingin banget.Apa aku punya salah ya..?" pertanyaan itu selalu muncul di benaknya.


📤By💞 \=> By,.....


Vania mengirimi Ryu pesan singkat.Tetapi,gak ada balasan sama sekali.Membuatnya semakin khawatir.Ia pun mencoba menghubungi Ryu dan hasilnya sama.Tak ada jawaban sama sekali.


"Kalau aku tanya Syeril ganggu gak ya..?takutnya dia sudah tidur.."


"Haish.....bikin galau aja." saking galaunya,Vania sampai berguling-guling di kasur.


"Bodo' lah.Tidur saja.Besok juga pasti ketemu kan di kantor." ucapnya yang akhirnya memilih untuk tidur padahal jam dinding masih menujukan pukul sembilan malam.Dan belum waktunya Vania untuk tidur.Ia pun terpaksa dan mencoba untuk memejamkan matanya.Tetapi sangat susah untuk dirinya tidur sebelum mendapat kabar dari Ryu.


Ting....


Bunyi notif membuatnya langsung mengambil ponselnya dan melihat pesan yang barusan masuk.


📥Villia sari \=> Vania sayang,apa kamu belum tidur..


📤Vania \=> Belum Vi,kenapa..?


📥Villia \=> Gue kesitu ya,gabut nih.


📤Vania \=> Terserah elo aja.


📥Villia \=> Oke,otw....


Karena Villia akan ke rumahnya,akhirnya Vania memilih untuk keluar dari kamarnya dan menunggu Villia di ruang tengah.


Ting tong....


Bel pintu berbunyi.Vania pun bejalan untuk membukanya.


"Assalamualaikum,Vania sayang." Villia mengucap salam lalu memeluk Vania.


"Waalaikunslam," jawab Vania.Keduanya pun berjalan menuju ruang tengah.


"Mana oleh-oleh dari Korea...?" tanya Villia.


"Oleh-oleh mata elo soak.Gue ke sana melayat Villia.Gak berlibur." jawab Vania menepuk jidatnya.


"Kirain liburan juga Vania....elo kesana seminggu weh." ucap Villia yang kemudian menyambar minuman di depanya.


"Ya karena yang berduka itu salah satu member dari grup idolnya Ryu dulu Vi.Dan dia full nemenin temenya yang lagi berduka sampai hatinya tenang dan ikhlas." jawab Vania.

__ADS_1


"Temenya duda dong,ganteng gak Van..?" tanya Villia.


"Ganteng lah,idol Korea mana ada sih yang jelek." jawaban Vania membuat Villia terkekeh.


"Kasihan ya,masih mudah dah jadi duda."


"Elo ke sini mau apa Villia sari...?" tanya Vania tiba-tiba.


"Gue mau minta bantuan sama elo Van."


"Bantuan..?apa..?" tanya Vania.


"Tanyain sama Ryu dong,ada lowongan gak di kantornya..?gue pen pindah kerja.Bosen gue kerja di sana,kagak ada teman yang sefrekuensi." jawab Villia.


"Emm....ya udah,besok coba gue tanya ya." ucap Vania dan Villia menganggukan kepalanya.


"Btw,di garasi kok ada dua mobil Van..?punya siapa..?" tanya Villia.


"Punya Ryu " jawab Vania membuat mata Villia mambulat senpurnya.


"Oh my god....elo jadian sama Ryu...?" tanya Villia tak percaya.


"Entahlah Vil,gue sendiri gak tau." jawab Vania sendu.Villia memicingkan matanya dan bertanya.


"Maksud elo..?" tanya Villia.Dan Vania pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya.Dimana dia masih merasa bingung dengan sifat Ryu yang kadang lembut dan kadang juga dingin padanya.


"Ternyata Ryu itu pria misterius ya Van." ucap Villia sambil terkekeh.


"Lain dari pada yang lain sih kayaknya.Gue sampe takut sendiri.Kenapa gue sampai bisa jatuh cinta sama dia." jawabnya sendu.Membuat Villia tertawa.


"Karena elo emang mudah sekali jatuh cinta dan mudah sekali sakit hati.Tapi,semoga kali ini elo tahan lah.Elo ingat Van.Saingan elo cinta pertamanya Ryu.Ya meski dia sudah punya suami.Elo tetap harus hati-hati sih." nasehat Villia pada sahabatnya.


"Iya.Vil,gue tahu.Mudah-mudahan aja gue tahan dan sabar." jawab Vania.


******


"Astaga.....kebo banget gue tidur.Dari jam tujuh malam." gumamnya berbicara sendiri.Ia pun turun dari kasur dan langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk berangkat kerja.Dan karena mobil miliknya masih berada di rumah Vania.Ryu pun akhirnya menghububgi supir kantornya.


[Hallo Dodi..?]


[Iya bos...]


[Jemput saya di rumah ya ]


[Asiap bos,sekarang!]


[Vania sudah datang belum..?]


[Sudah bos.Bu Vania sudah datang dari jam tujuh]


[Ya sudah.]


[Oke bos,sekarang saya berangkat]


Setelah menghubungi supirnya,Ryu membuka pesan di ponselnya.Ada beberapa pesan dari teman-temanya di grup SMA dan juga grup lainya.Dan juga pesan dari Vania yang tak sempat ia balas.


"Maaf ya.Saking capeknya,aku sampai lupa balas pesan kamu." ucapnya dengan tersenyum kala melihat chat dari Vania.


*****


Ryu masuk ke dalam gedung kantornya dan langsung berjalan menuju lif khusus yang langsung ke lantai lima,dimana ruanganya berada.


"Pagi pak." sapa Vania saat Ryu berjalan melewatinya.


"Pagi.Tolong buatkan saya kopi ya." titah Ryu dan di angguki Vania.Ia langsung pergi ke pantry untuk membuat kopi.


"Pagi bu Vania...." sapa ofice girl yang bernama Popy dan kebetulan sedang berada di pantry.

__ADS_1


"Pagi...." jawab Vania tersenyum.


"Mau bikin kopi ya bu..?" tanya popy.


"Iya...."


"Tumben buk,bikin kopi..?" tanya nya lagi.


"Buat pak bos." jawab Vania.


"Owh..." popy mengangguk-anggukan kepalanya.Setelah selesai,Vania langsung mengantar kopi tersebut ke ruangan Ryu.


Tok...tok...tok...


Vania mengetuk pintu ruangan.


"Masuk...." jawab Ryu dari dalam.


*


*


"Ini kopinya..." ucap Vania sambil menaruh kopi tersebut di meja.


"Makasih..." jawab Ryu tanpa mengalihkan pendanganya dari dokumen-dokumen yang ada di depanya.


"Sama-sama.Kalau begitu saya permisi." ucapnya yang kemudian keluar dari ruangan.Dan karena masih jam kerja,keduanya sama-sama fokus dengan pekerjaan masing-masing.Vania juga kembali meneruskan pekerjaanya yang tertunda.


Ting...


📥Villia Sari \=> Vania cantik,gimana dengan lokernya..?ada gak..?


📤Vania \=> Belum aku tanyaka Vil.Ryu lagi sibuk,aku gak berani tanya.Nanti ya kalau jam isyirahat.


📥Villia Sari \=> Oke deh.Gue mau ke toko dulu.Mau nitip kue gak..?


📤Vania \=> Nanti deh istrahat kirim gue tiramisu ya sama macha.


📥Villia Sari \=> Oke deh.selamat bekerja Vania sayang.


Tring....


"Vania,ke rungan saya sekarang." perintah Ryu dari telfon kantor. Vania pun langsung meletakan ponselnya dan beranjak dari duduknya,berjalan cepat menuju ruangan bosnya.


"Iya pak..?"


BRAKK!!!


Ryu membanting map tepat di depan Vania.Membuatnya langsung terkejut.


"Siapa yang buat laporan ini..?" tanya Ryu dingin.


"S-saya pak." jawabnya terbata.


"Apa kamu gak pelajari dulu sebelum membuat laporan hah..?!" sentaknya lagi-lagi membuat Vania terkejut.


"Kamu pelajari lagi laporan sebelumnya dan kamu buat ulang laporan yang baru,saya mau hari ini harus sudah selesai." perintahnya tanpa ada bantahan.


"Baik pak." jawab Vania mengambil kembali map tersebut dan berbalik meninggalkan ruangan.Tanpa sepengahuan Ryu,Vania sudah meneteskan air matanya,karena baru kali ini ia di bentak oleh seseorang.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2