
Malam hari Vania dan Villia pergi menuju rumah sakit untuk melihat keponakan barunya yang baru di lahirkan Syeril.Tadi siang keduanya memang sudah mendapat kabar baik dari Lino.Tetapi,karena pekerjaan mereka yang banyak akhirnya Vania dan Villia baru menyempatkan datang di malam hari.
Lima belas menit perjalanan,Vania dan Villia akhirnya sampai di rumah sakit di mana Syeril di rawat.Keduanya langsung berjalan menuju ruangan di mana Syeril berada.
Tok...tok...tok...
Vania mengetuk pintu ruangan.Dan tak berapa lama kemudian Lino membuka pintu tersebut dan saat masuk ternyata ruangab masih rame dengan kedatangan para kerabat dari Lino.Vania sempat mencuri pandang pada Ryu yang terlihat sangat cuek padanya.Namun,setelah itu ia kembali berjalan mendekati Syeril.
#Haish....masa bodolah sama dia#
"Vania....Villia..." seru Syeril ketika melihat kedua sahabatnya datang.
"Syeriiillll.....selamat ya atas kelahiran anak kamu.Semoga jadi anak yang sholeh,berbakti pada keluarga dan tentunya jadi anak cantik." ucap Vania mendoakan anak Syeril.
"Makasih ya Van,Vil.Kalian udah relain datang ke sini,padahal kan kalian capek habis kerja."
"Apaan sih elo,Ril.Kalau untuk ponakan sih mana ada capeknya sih." kata Villia sambil terkekeh.
"Eh iya,ini.Ada titipan dari uncle Gib." ucap Vania sambil memberikan kotak kecil pada Syeril.
"Gibran...?" tanya Syeril dan di angguki Vania.
"Kok dia tahu aku dah lahiran,?dan....ini?!kenapa hadiahnya bisa di kamu...?" tanya Syeril,merasa aneh pada adiknya yang tiba-tiba tahu jika dirinya sudah melahirkan.
"Ini hadiahnya sudah seminggu yang lalu Ril.Dia nitip ke aku.Katanya suruh ngasih kalau elo udah lahiran." jawab Vania menjelaskan.
"Kok tumben di titipin sama elo Van.?" tanya Syeril sekali lagi.
"Ya mana gue tahu.Dah ah jangan banyak tanya,nanti elo bisa tanya sendiri sama dia." kata Vania yang langsung menyerahkan kotak kecil tersebut.Setelah itu ia mulai mengambil alih gendongan baby Q dari tangan Syeril.
Dan tanpa ia sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Vania dari jauh.Ya,siapa lagi kalau bukan Ryu.Meski terlihat cuek dan masa bodoh.Namun,Ryu selalu mencoba mencuri pandang pada Vania tanpa di ketahui oleh saudaranya yang lain.Ryu merasa ada yang berbeda dari Vania setelah ia memecatnya beberapa minggu yang lalu.Setelah berhenti dari perusahaan milik Ryu,kini Vania terlihat lebih cantik dan dewasa.
"Ekhem...." Villia berdehem.Membuat Ryu langsung tersadar dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah.
"Ck!! Dasar buaya kadal." cibir Villia,membuat Syeril dan Vania saling pandang.Bingung dengan apa yang di ucapkan Villia.
"Kenapa dia...?" tanya Syeril.
__ADS_1
"Gak tau.Btw,yang lain mana Ril..?kok cuma ada bapak-bapak di sini..?" tanya Vania karena di dalam ruangan memang hanyan ada Lino,Ryu,Mark,Niko,Felix dan juga Dafin.
"Tadi udah ke sini sorean.Sekarang udah pada pulang.Kasihan anak-anak." jawab Syeril.
"Owh...iyak..iyak..." Vania mengangguk-anggukan kepalanya.
"Eh iya Ril.Siapa nama anak elo...?" kini giliran Villia yang bertanya.
"QUEENASHA ADHITAMA PUTRI." jawab Syeril.
"Bagus,namanya cantik,secantik orangnya." kata Vania sambil terus bermain dengan Baby Q.
Malam semakin larut.Vania dan Villia masih setia berada di rumah sakit.Selain keduanya,Ryu juga masih berada di rumah sakit.Dan hanya Ryu karena yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Van,gue ngantuk bege,pulang yuk..." ajak Villia.
"Elo pulang dulu aja Vil.Gue masih mau di sini,dan lagi gue bosen di rumah sendirian." jawab Vania.
"Elo mau nginep sini...?" tanya Villia.
"Ya,kalau gue males pulang,gue di sini aja lah nemenin Syeril."
"NEMENIN SYERIL!!!" tegasnya dengan penuh penekanan.Membuat Villia langsung terkekeh,begitu juga dengan Syeril.
"Ya udah,gue pulang duluan ya.Tapi ntar elo di anter siapa Vania...?"
"Gampang,gue punya chanel ojol banyak." jawab Vania bercanda.
"Dasar....yowdah,gue duluan ya."
"Hati-hati Vil..." ucap Syeril dan di acungi jempol oleh Villia.
"King,gue pamit pulang duluan ya.Nitip Vania." kata Villia yang juga pamit kepada Lino.
"Iya,hati-hati." jawab Lino.
Kini,di ruangan hanya tinggal Vania,Syeril,Lino dan juga Ryu.Vania duduk di samping brankar.Sedangkan Lino duduk di sofa bersama dengan Ryu.
__ADS_1
"Syer,bulan depan kayaknya gue mau balik ke Jerman deh." ucap Vania dengan tiba-tiba.membuat mata Syeril langsung membola,terkejut dengan apa yang diucapkan Vania.
"Maksud elo...?" tanya Syeril.
"Gue mau nyusulin bokap sama nyokap gue Ril." jawab Vania.
"Elo mau tinggal di sana..?" tanya Syeril lagi.
"Mungkin.Papa sudah nyuruh gue ke sana Ril.Buat bantu di perusahaanya." jawab Vania kini dengan sedikit lesu.
"Yaaah....kalau elo ke sana,kita gak akan ketemu lagi dong Van" ucap Syeril yang tiba-tiba mendadak ikut sedih.
"Ya bisalah Ril.Nanti kan gue bisa pulang ke sini lagi.Lagian juga masih belum pasti Ril,gue jadi pulang ke sana apa enggak."
"Kalau jadi,elo harus bilang sama gue Van.Jangan tiba-tiba elo ngabarin setelah elo ada di sana."
"Iya Syeril sayang..." jawab Vania sambil terkekeh.
Sepanjang malam Vania menemani Syeril hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Ryu terbangun dari tidurnya dan melihat Vania yang sedang duduk sendirian di ujung sofa sambil memainkan ponselnya.Malam ini Vania memilih untuk menginap di rumah sakit karena dirinya yang memang bosen jika di rumah sendirian.
"Bang,laper gak..?gue mau cari makan..?" tanya Ryu setelah dari kamar mandi.
"Boleh deh.Kamu mau makan gak yank..?" tanya Lino pada Syeril yang sedang menyusui baby Queen.Jangan tanya reaksi dari Ryu karena hal tersebut sudah biasa ia lihat saat dirinya masih menjadi idol di Korea dulu.
"Terserah deh,yang penting gak pedes.Van,elo mau makan gak..?" tanya Syeril,membuat Vania langsung menoleh.
"Gak usah Ril,gue masih kenyang." jawab Vania yang kembali fokus pada ponselnya.
"Ya sudah,aku tinggal dulu." kata Ryu yang kemudian keluar dari ruangan.Ryu melewati Vania sambil matanya sedikit melirik nya.
#Kenapa dia cuek sekali# batin Ryu saat melewati Vania yang sibuk sendiri dengan ponselnya.
.
.
.
__ADS_1
.