Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 62


__ADS_3

Masih di situasi yang sama.Lino,Felix dan Chan masih duduk di ruang keluarga bersama dengan Vania.


"Bagaimana kabarmu Van..?" tanya Lino basa basi.


"A-alhamdulillah L,A-aku baik." jawab nya gugup.Vania benar-benar takut menghadapi Lino.Dan baru kali ini ia berhadapan dengan seorang Lino.


"Aku to the poin saja ya Van.Mama ingin aku membawa Hyuna pulang ke Indonesia.Apa kamu mengijinkan..?" tanya Lino,Vania terkaget.Ia mendongak dan menatap Lino yang juga sedang menatapnya namun dengan tatapan dingin.


"Maaf L,tapi aku gak mau pisah sama Hyuna.Dia anak ku,darah daging ku." jawab Vania lirih.


"Aku tahu.Tapi dia cucu dari papa dan mama ku.Dia keluarga Adhitama.Papa dan mama ingin Hyuna bisa berkenalan dan dekat dengan mereka." kata Lino.Ia mengambil ponsel dari sakunya dan mulai menghubungi seseorang tanpa sepengatahuan Vania.


"Van,kalau boleh gue tanya.Apa elo mau bertemu sama Ryu...?" kini berganti Felix yang bertanya pada Vania.


"Enggak!aku gak mau bertemu dengan nya.Kalian boleh membawa Hyuna,mengenalkanya pada keluarga kalian, tetapi dengan satu syarat."


"Apa..?" tanya Vania.


"Jika Ryu dan keluarga kalian menerima kehadiran Hyuna.Tetapi,jika salah satu keluarga kalian tidak menerima Hyuna.Mohon maaf,aku gak akan mengijinkanya.Aku gak mau membuat Hyuna terluka.Hyuna memang masih kecil,tapi dia bisa membedakan mana orang yang tulus menyayanginya dan mana orang yang kurang menyukainya." jawab Vania panjang lebar.


"Kenapa elo gak mau ketemu sama Ryu..?" kini giliran Chan yang bertanya.


"Aku gak mau nerusak hubungan Ryu dan Derra.Kehadiran Hyuna saja bisa menjadi kesalah pahaman di antara mereka.Makanya, kenapa aku memilih untuk pergi dari kehidupan mereka berdua.Kalau boleh aku memilih,lebih baik aku pergi lagi sejauh mungkin sampai kalian gak mau lagi bertemu dengan ku.Tetapi,aku juga gak bisa egois jika pada akhirnya kalian menginginkan Hyuna juga." jawab Vania sekali lagi.Dan tanpa di sadari oleh ketiganya,sedari tadi ada seseorang yang ternyata sudah mendengar semua jawaban dan penjelasan Vania dari balik ponsel milik Lino.Siapa lagi kalau bukan Ryu dan Derra.Lino sengaja menghubungi mereka berdua agar nantinya tak ada kesalah pahaman di antara mereka.


"Apa elo masih mencintai Ryu...?" pertanyaan satu ini membuat Vania terdiam.Bohong bila dia tak mencintai Ryu,apalagi di antara keduanya sudah ada Hyuna.Tetapi,sebisa mungkin Vania terus meyakinkan dirinya jika dia dan Ryu memang tidak berjodoh dan tidak mungkin bersama.


"Enggak.Aku sudah tidak mencintai Ryu." jawab Vania berbohong.Sedangkan Lino sendiri bisa melihat mata cinta dari Vania ketika dirinya menyebut nama adik nya.

__ADS_1


Vania menghela nafasnya." kalau kalian ingin membawa Hyuna pergi,silakan.Aku tidak akan akan melarang nya.Asalkan Hyuna mau." ucap Vania dengan ikhlas.


"L,apa elo akan memberitahu Ryu...?" tanya Chan.


"Entahlah,kita lihat nanti saja.Sekarang ,gue mau istirahat.Nanti kita bicara lagi Van.Istriku ingin kamu menghubunginya.Dia sangat merindukanmu." kata Lino yang kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Vania.


#apa yang harus aku lalukan..apa aku siap bila harus melepas Hyuna pada ayahnya# tanya Vania dalam hatinya.


*******


Di Kanada Ryu dan Derra sudah mendengar semua yang di katakan Vania.Ryu bingung harus bagaiamana,bertemu lagi dengan Vania adalah hal yang tidak di inginkan.Tetapi di sana juga ada anak nya,darah dagingnya dan gak mungkin dia menelantarkanya.Mama nya akan sangat marah jika dirinya sampai menelantarkan anak nya.


"Sayang,kita ke Itali yuk.Aku pingin ketemu sama Hyuna." pinta Derra dengan tiba-tiba.Membuat lamunan Ryu langsung buyar.


"Kamu kan masih sakit yank.Nanti saja ya kalau sudah sembuh." ucapnya mencoba mencari alasan agar istrinya tidak mengajaknya ke Itali.Karena jujur,Ryu masih sangat enggan untuk bertemu dengan Vania.apalagi anak nya.


"Kita rawat dia sebagai pancingan yank,siapa tahu nanti aku bisa hamil setelah kita merawat Hyuna." kata Derra memberi ide pada suaminya.


"Mana ada begitu yank."


"Ada yank,orang tua dulu-dulu selalu bilang gitu kok.Ayolah,kita rawat Hyuna ya.Dia kan juga anak kamu yank.Masak kamu mau nelantarin dia sih."


"Bukan gitu yank,tapi aku masih gak siap buat ketemu sama dia." jawab Ryu.


"Kenapa gak siap...?apa masih belum percaya kalau itu anak nya kamu...?" tanya lagi dan kini Ryu terdiam.Sejujurnya sangat sulit sekali untuknya menerima semua ini.Vania meninggalkanya begitu saja tanpa bicara apapun setelah mereka melakukan hubungan terlarang waktu itu.


"Lihat nanti ya.Sekarang,jangan bahas ini dulu." ucap Ryu yang kemudian pergi meninggalkan Derra.

__ADS_1


*******


Seminggu berlalu.Ryu masih belum terfikirkan untuk menemui anak nya yang saat ini berada di Itali.Padahal Derra sudah sangat ingin bertemu dengan Hyuna.Derra sama sekali tak mempermasalhkan status Hyuna yang terlahir dari rahim Vania.Karena dia tahu,Hyuna hanyalah anak yang terlahir dari kesalahan Ryu dan Vania.Dan tak seharusnya Hyuna mendapat perlakuan yang tidak baik.Hyuna tetaplah Hyuna,bagian dari keluarga


Adithama.Cucu dari mama Icha dan papa Reno.


"Sayang,ayolah.Aku ingin bertemu dengan Hyuna." rengek Derra yang terus mengajak suaminya pergi menemui Hyuna.


"Kakak masih belum siap dek.Plis...kamu ngertiin kakak dong.Kakak masih belum bisa menerimanya." jawab Ryu yang juga terus memberi jawaban yang sama setiap Derra mengajaknya menemui Hyuna.Derra memberenggut.Lagi-lagi suaminya menolak ajakan nya.


"Kalau begitu biar aku pergi sendiri saja ke Itali." kata nya dan seketika membuat Ryu menatap tajam padanya.


"Kamu bisa ngertiin aku gak sih Der!aku masih gak mau bertemu dengan nya,aku gak mau berhubungan lagi dengan nya.Aku gak mau nanti terjadi apa-apa pada rumah tangga tangga Derra.Kamu ngerti gak sih!!" ucap Ryu dengan tegas dan sedikit emosi.


"Kalau sampai Hyna tahu aku adalah papanya,apa kamu siap jika suatu saat nanti dia memintaku kembali pada Vania..?apa kamu siap dek..?" tanya Ryu.Derra terdiam,bingung harus menjawab apa.Kalau sudah begini ia harus kembali mempertimbangkan semua ucapan suaminya.Ia tak akan rela jika suatu saat nanti Hyuna meminta Ryu kembali pada Vania.Derra tak akan rela.


"Sudahlah,jangan memintanya.Aku masih belum bisa menerima ini semua Dek.Gak bisa.!" kata Ryu yang akhirnya nyerah dengan semua yang terjadi.Pikiranya benar-benar kacau,rasa peyesalan kini menyeruak dalam dirinya.Jika waktu bisa di putar kembali,mungkin dulu Ryu akan menolak rayuan Vania.Tetapi,nasi sudah menjadi bubur,semua sudah terjadi dan ia harus menerimanya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2