
Sampai di Korea, terlebih dulu Ryu mengajak Vania menuju apartemenya.Sedangkan Mark juga menuju apartemenya sendiri.Setelah itu, mereka pergi menuju rumah duka.Dimana rumah Niko berada.
"Ryu,Mark..." pekik Dita ketika melihat keduanya turun dari mobil.Membuat Kai dan Reyhan langsung menoleh.Mark yang sudah tidak sabar langsung berlari masuk dan berhambur memeluk Kai sekaligus menangis.
"Dimana Niko Hyung..?" tanya Mark.
"Di di dalam." jawab Dita.
"Nunna,aku titip Vania.Tolong kamu temani dia ya." ucap Ryu dan di angguki Dita.Ryu berjalan masuk ke dalam bersama dengan Reyhan,Kai dan juga Mark.Saat di dalam betapa terkejutnya dia ketika melihat empat peti berada di dalam rumah Niko.
"Nik...?" panggil Ryu,membuat Niko langsung menoleh dan berjalan mendekati Ryu dan memeluknya.Menangis sejadinyan di pelukan Ryu.
"Aku gak punya siapa-siapa lagi Ryu hiks...hiks...hiks..." ucap Niko sesenggukan.Tak hanya Ryu.Mark dan Vania juga terkejut dengan apa yang di lihatnya.
#apa satu keluarga meninggal semua ya..?# tanya Vania dalam hatinya.Vania melihat banyak orang berjas hitam datang ke rumah Niko.Saling memberikan dukungan kepada Niko dan juga turut berbela sungkawa.
"Maaf,boleh aku bertanya..?" tanya Vania pada Dita dalam bahasa Inggris.
"Ya,boleh." jawab Dita.
"Apa mereka satu keluarga." tanya Vania.Sebelum menjawab terlebih dulu Dita menarik nafas panjangnya dan membuangnya secara perlahan.
"Kamu tau foto wanita itu..?" Dita menunjuk di mana foto Jisso berada.
"Dia adalah istri dari pria di sana,yang sedang memeluk Ryu.Sedangkan foto wanita dan laki-laki di sana adalah orang tua dari Jisso.Dan wanita itu,ibu dari Niko.Suami Jisoo." ucap Dita menjelaskan.
"Mereka mengalami kecelakaan pesawat saat akan kembali ke Korea untuk menyusul Niko." tambahnya lagi dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
"Maaf ya aku membuatmu sedih." ucap Vania tak enak hati.
"Tak apa.Btw...kamu..?pacarnya Ryu..?" tanya Dita.
"Bukan.Aku sekretarisnya di kantor." jawab Vania membuat Dita tersenyum.
"Masih saja Ryu seperti itu." ucap Dita menggelangkan kepalanya.
"Maksdnya..?" tanya Vania bingung.
"Mungkin kau sekretaris istimewanya,hanya saja tanpa status apapun." jawab Dita.Vania terdiam.Bingung harus menjawab seperti apa.Dia memang dekat dengan Ryu.Namun,kedekatanya..?entah,seperti apa Vania sungguh tidak tahu.
"Dulu di dorm Ryu juga seperti itu,dekat dengan managernya sendiri.Namanya Yerin.Mereka dekat seperti orang pacaran,tetapi Ryu sama sekali tak pernah memberi status apapun kepada Yerin.Sampai akhirnya Yerin ternyata mengkhianatinya dan menikah dengan manager grupnya.
"Oh ya,Ryu gak pernah cerita apapun kepadaku." ucap Vania.Dia memang mengenal Ryu,tetapi dia tidak mengenal dekat seperti apa Ryu.Yang Vania tahu,dulu Ryu pernah dekat dengan Derra,entah itu pacaran atau tidak.Vania juga tidak mengetahuinya.
"Ryu memang seperti itu.Tak pernah mau memberi status apapun kepada wanitanya.Menurutnya,jika jodoh,maka mereka akan bersatu.Tetapi jika tidak,pasti akan ada badai yang datang untuk memisahkan keduanya." jalas Dita sekali lagi dan akhirnya membuat Vania mengerti.
__ADS_1
"Apa kau mencintai Ryu..?" tanya Dita.
"Sejujurnya aku memang sudah jatuh hati padanya.Tetapi,aku terlalu takut untuk memulai sebuah hubungan.Karena aku pernah merasakan sakit yang amat mendalam karena laki-laki." jawab Vania dengan jujur.Dita tersenyum dan menepuk pundak Vania.
"Yakinlah,jika dia jodobmu.Pasti kalian akan bersatu.Hanya satu sih pesanku.Jangan pernah berpaling.Mungkin saat ini Ryu gak memberi status apapun sama kamu tapi yakinlah,jika dia sudah nyaman denganmu dia tidak akan berpaling.Kalaupun berpaling pasti dia akan meminta ijin padamu." ucap Dita terjeda.
"Meski menyakitkan,tapi itulah Ryu.Jika kamu berani memasuki hatinya,kamu juga harus siap menghadapi badai yang nanti akan datang nantinya." lanjutnya lagi.
"Kau sangat mengenal Ryu ya."
"Hampir delapan tahun aku bersamanya.Datu dorm bersama yang lain.Kita semua cukup tahu bagaimana seorang leader Ryu." jawan Dita.
Karena keasikan mengobrol.Dita dan Vania sampai tak sadar jika waktu semakin malam.Sebagian para pelayat sudah pergi dan hanya menyisakan para member The_1 dan juga management lainya.Dita mengajak Vania mendekati yang lain.
"Sayang..." panggil Dita pada Kai.Membuat si empunya menoleh.
"Apa kamu capek..?" tanya Kai.
"Sedikit.Perutku kram,dari tadi duduk dan berdiri terus." jawab Dita sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Kamu hamil..?" tanya Vania.
"Iya.Dua bulan." jawab Dita.
"Selamat ya.Semoga dia sehat selalu." ucap Vania.
"Mau pulang sekarang..?" tanya Kai.
"Kamu gak nemenin Niko..? Dia butuh kalian." ucap Dita dan bersamaan dengan Ryu yang juga mendekati Dita,Kai dan Vania.
"Nunna,aku boleh minta tolong." ucap Ryu dengan tiba-tiba.
"Minta tolong apa..?" tanya Dita.
"Bisakah nunna menemani Vania dulu.Aku gak bisa ninggalin Niko sendirian." jawab Ryu.
"Ya sudah.Yank,biar aku pulang sama Vania saja.Biar dia menginap di rumah kita." ucap Dita yang akhirnya mengajak Vania untuk pulang ke rumahnya.
"Apa tidak merepotkan..?" tanya Vania tak enak hati.
"Enggaklah,lagian suamiku juga disini.Jadi kalau kamu ikut,aku ada temenya di rumah." jawab Dita tersenyum.
"Baiklah kalau begitu." jawab Vania menyetujui.
"Aku mau bicara sebentar sam Vania." ucap Ryu yang kemudian menarik tangan Vania dan membawanya pergi menjauh.
__ADS_1
"Kamu mau bicara apa Ryu..?" tanya Vania.
"Maaf ya,aku gak merhatiin kamu tadi.Niko sangat membutuhkanku,dan aku gak tega kalau harus ninggalin dia.Gapapa kan kalau kamu tinggal di rumah Dita." ucap Ryu sambil mneyelip anak rambut Vania.
"Ya gapapa lah.Mau marah juga gak bisa karena suasana duka juga kan." jawab Vania.
"Besok aku jemput kamu di rumah Dita.Ikut ke acara kremasi." ucap Ryu.
"Ryu,aku gak bawa punya resmi.Kamu pasti tahukan yang aku maksud." tanya Vania membuat Ryu tersenyum.
"Nanti sekalian aku bawakan.Sudah,sekarang kamu pulang ke rumah Dita dulu ya." Kta Ryu dan diangguki Vania.
Dita dan Vania akhirnya pulang ke rumah untuk beristirahat.Sedangkan yang lain memilih tinggal dan menemani Niko.
"Istri kamu gak diajak ke sini Rey..?" tanya Ryu.
"Enggak Ryu,sama mama gak boleh.Kandunganya masih rawan untuk naik pesawat." jawab Reyhan,dan Ryu mengangguk-anggukan kepalanya.
"Hyung..!tadi,siapa yang datang sama kamu..?" tanya Kai yang sedari tadi sudah penasaran dengan Vania.
"Dia sekretarisku di kantor." jawab Ryu.
"Sekretaris model apa yang sampai di bawa ke Korea..?" tanya Kai sedikit menggoda.
"Sudah dipastikan,nasibnya pasti seperti Yerin." celetuk Reyhan.Dan Ryu hanya tersenyum miring.
"Kai,bagaimana semua ini terjadi..?Om dan tante..?Jisso..?" tanya Ryu.Sedari tadi ia sebenarnya sudah penasaran dengan apa yang terjadi.Tetapi,karena melihat Niko yang sangat terpuruk,akhirnya Ryu mengurungkan niatnya untuk bertanya.
"Dulu waktu mereka masih di Australia,Niko mendapatkan job di Korea dan mengharuskan dia tinggal di sini,sampai projectnya berakhir.Karena Jisso gak sabar dan sangat ingin bertemu Niko.Akhirnya dia dan keluarganya beserta mamanya Niko nyusulin ke Korea dan berniat tinggal bersama juga.Tapi naas,pesawat yang mereka tumpangi nabrak tebing.Membuat semua penumpang meninggal." jelas Kai panjang lebar.
"Kasihan Niko hyung.sudah gak punya siapa-siapa." ucap Mark sedih.
"Dia masih punya kita Mark." jawab Ryu.
"Hyung,bawa dia pergi.Sepertinya dia trauma untuk tinggal di sini." kata Kai.Sebelum Ryu datang, Kai sangat kuwalahan menghadapi Niko yang terus berteriak seperti orang gila.
"Nanti coba ku bicarakan denganya." jawab Ryu.
Ryu dan yang lain terus menemani Niko yang sedang berduka.Meski Niko hanya diam dengan tatapan kosong.Namun dia sedikit lebih tenang katena ada para sahabatnya yang berada di sisihnya.
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung......