Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 32


__ADS_3

Malam harinya,seluruh keluarga Adhitama lansung berkumpul di rumah mama Icha untuk melihat keadaan Syeril.Derra dan keluarganya juga berada di sana untuk melihat keadaan Syeril.


"Gimana keadaan kak Syeril tante..?" tanya Derra.


"Alhamdulillah.Baik sayang.Dia lagi istirahat di kamar." jawab mama Icha.


"Lagian kenapa sih,Vania malah ngajakin kak Syeril ke Mall..?sudah tau kan dia, kalau kak Syeril itu hamil besar.Kalau terjadi apa-apa gimana sama kak Syeril..?mau dia tanggung jawab..?" cerocos Ryu dengan sedikit emosi.


"Gak usah nuduh kalau gak tau yang sebenarnya." sindir Niko tanpa melihat Ryu.Membuat di empunya menoleh.


"Maksud elo..?" tanya Ryu.


"Kalau bukan kakak ipar elo yang ngrengek minta pergi jalan-jalan.Vania juga gak akan mau.Dia juga tahu kali keadaan sahabatnya saat ini." jawab Niko.


"Ya kan dia bisa cari alasan buat nolak ajakan kak Syeril."


"Dengan membiarkan kakak ipar elo nangis kejer di mall,...?"


"Sudah stop!!kenapa jadi berdebat sih.Niko,sebaiknya kamu makan sekarang.Mama lihat sedari tadi kamu belum makan sama sekali." kata mama Icha menyurus Niko.


"Niko gak laper tante.Nanti saja,Niko makan di apartemen." jawab Niko.Ia kemudian berdiri dan berjalan ke atas,menuju kamar Mark.


"Dia kenapa bang...?kok kayak lagi badmood..?" tanya Firly saat melihat Niko seperti cuek.


"Mana abang tau." jawab Ryu yang hanya mengedikan bahunya.


*****


Di dalam kamar,saat ini Syeril sedang di temani anak dan juga suaminya.Di tambah dengan Gibran yang sedang menghubungi kakaknya melalui panggilan video pada ponsel miliknya.


"Uncle Gibran kapan pulangnya...?" tanya Clay sambil duduk bersandar di samping mommy nya.


"Nantilah lima tahun lagi." jawab Gibran.


"Lama uncle,Calvin sudah kangen sama uncle.Masak dari Calvin lahir belum pernah bertemu uncle sih." ucap nya sambil mengerucutkan bibirnya.Membuat Gibran dan Syeril teekekeh gemas karena melihat ekspresi bocah yang kini sudah berusia hampir tujuh tahun.


"Ya mau gimana lagi Clay,Uncle masih belum boleh pulang,Dan lagi,uncle kan masih sekolah juga." jawab Gibran mencoba memberi pengertian kepada keponakanya tersebut.


"Ya deh ya deh....Calvin bakal nungguin uncle pulang.Tapi janji ya,nanti kalau uncle pulang harus temani Calvin main sampai puas."


"Iya...iya...Uncle janji.Tapi kamu juga harus janji sama Ucle,jadi anak yang baik ya.Gak boleh nakal.Kan sebentar lagi punya adik,harus jadi abang yang baik buat adik nya ya." kata Gibran menasehati.Membuat Clay sedikit bingung dengan kata-kata GibrCm an.


"Abang...?" Calvin membeo,


"Iyalah,kan sebentar lagi mommy melahirkan dan Clay punya adik."


"Memang iya Mom...?" Clay menoleh pada mommy nya.


"Iya sayang.Sebentar lagi kamu jadi abang kan kalau adiknya sudah lahir." jawab mommy Syeril.


"Kayak anty Pily manggil Daddy sama Om Ryu ya mom..?" tanya nya lagi dan di angguki oleh mommy nya.

__ADS_1


"Ya sudah,Calvin mau bobo dulu ya mom.Uncle,Cal bobok dulu ya." ucap Clay berpamitan kepada Gibran dan juga mamanya.


"Oke Boy." jawab Gibran dengan mengacungkan jempolnya.


"Bang L kemana kak..?" tanya Gibran.


"Ada kok,lagi tidur di sebelahnya Calvin." jawab Syeril.


"Owh,ya sudah ya,Gibran mau lanjut lagi,masih banyak tugas." ucapnya mengakhiri panggilan dengan kakaknya.


"Iya,jangan lupa ya,bulan depan di usahain pulang." kata Syeril yang juga meminta adiknya untuk pulang.


"Iya,nanti di usahin.Ya sudah ya,titip salam buat mama sama papa."


"Iya..."


"Assalamualiakum."


"Waalaikumsalam."


Setelah mengakhiri panggilanya dengan Gibran,Syeril lalu menaruh ponselnya di atas meja dan bersiap untuk tidur,menyusul suami dan anaknya yang sudah lebih dulu tidur.


"Suatu saat,kamu harus jadi anak yang kuat ya sayang.Harus jadi orang yang penuh dengan kesabaran." ucap Syeril sambil mengelus perutnya dan memejamkan matanya.


*****


Esok paginya,dan pagi-pagi sekali,Ryu sudah rapi dengan pakaianya.Semalam,Derra mengajaknya untuk menghadiri pesta pernikahan mantan suaminya.Siapa lagi kalau bukan Rafi dan juga Sheina.


"Mau kemana kamu pagi-pagi gini...?" tanya papa Reno yang berpapasan dengan Ryu saat akan turun ke bawah.


Papa Reno mengerutkan dahinya."Ke Bandung..? Ngapain..?" tanya Papa Reno.


"Mau menghadiri pesta pernikahan mantan suaminya Derra." jawab Ryu membuat papa Reno langsung melebarkan matanya karena terkejut.


"Hah...mantan suami..?"


"Iya papa,si Rafi itulo,"


"Bukanya mereka baru bercerai ya.Masak iya Rafi langsung mau nikah saja.Masa idahnya Derra saja belum habis lho."


"Ya,mana Ryu tau pah.Dah ah Ryu jalan dulu pah." jawabnya yang kemudian mencium punggung tangan papa Reno dan berjalan keluar rumah,menuju rumah Derra.


Sedangkan di kantor,karena Ryu pergi ke Bandung,akirnya Niko yang harus menggantikan nya.


"Pagi pak Niko." sapa Vania ketika Niko datang


"Pagi.!siapkan berkas untuk meeting pagi ini dan nanti siang ya." pinta Niko dan di angguki Vania yang kemudian mulai menyiapkan berkas tersebut.


"Nunna,hyung kemana..?" tanya Mark yang memang tidak mengetahui kemana Ryu pergi.


"Aku gak tau Mark.Coba kamu tanya saja sama Niko." jawab Vania.

__ADS_1


"Gak ah.Nanti Niko hyung marah lagi." jawab Mark sambil melipat tanganya di dada dan mengerucutkan bibirnya.


"Hah!ya sudah,nanti saja cerita sama nunna ya.Sekarang aku harus memberikan berkas ini sama Niko." ucap Vania yang kemudian pergi menuju ruangan Niko.


Tok...tok....tok...


Setelah mengetuk pintu ruangan,Vania langsung masuk dan berjalan mendekati meja kerja Niko dan memberikan berkas untuk meeting.


"Apa kamu sudah memeriksanya...?" tanya Niko sambil membolak balikan berkas tersebut.


"Sudah,tadi Mark juga sudah memeriksanya." jawab Vania.


"Hmmm....baiklah.Ayo kita ke ruang rapat sekarang." ucap Niko yang kemudian berdiri dari duduknya dan pergi berjalan keluar ruangan.


Satu jam berlalu meeting masih saja belum berakhir karena masih ada yang harus di jelaskan oleh Niko tentang tender yang sebentar lagi akan mereka mulai.Niko tak mau,jika project kali ini nanti di menangkan oleh lawan nya.


"Pak Niko,apa tidak sebaiknya bapak bertanya dulu dengan pak Ryu?karena walau bagaimanapun dia kan direktur di perusahaan ini.Kita juga harus meminta pendapat dari beliau juga kan..?" tanya Aril,yang juga sebagai tim dari tender kali ini.


"Ya kalau kamu ingim bertanya,silakan kamu hibungi dia sekarang." jawab Niko dingin.


"Aril,!pak Ryu sudah menyerahkan project kali ini untuk pak Niko agar di tangani olehnya.Jadi apapun keputusan pak Niko,pak Ryu akan menyetujuinya." ucap Vania memberi penjelasan kepada Aril.


"Tapi kan pak Niko ini baru saja bergabung dengan tim kita bu Vania.Kalau nanti ada salah bagaimana.?"


"Kita harus percaya karena pak Ryu juga mempercayainya." jawab Vania sekali lagi.


"Yayayaya...tapi maaf sebelumnya,sepertinya saya tidak bisa bergabung kalau pak Niko yang mendampingi project kali ini." ucap Aril yang malah menolak kehadiran Niko.Membuat semua yang sedang meeting menjadi terkejut.


"Silakan kamu mengundurkan diri,apa yang lain ada yang mau ikut dengan Aril.?" tanya Mark yang tiba-tiba mengeluarkan suaranya.


"Kalau tidak ada maka meeting hari ini saya tutup.Dan untuk pak Aril,mau anda mengundurkan diri atau tidak itu terserah anda." ucap Niko yang kemudian pergi meninggalkan ruang rapat dan di ikuti Mark dan juga Vania.


"Aril,kenapa kamu malah mengundirkan diri dari tim..?" tanya Hasan.


"Gue gak bisa percaya sama dia San.Dia kan baru kerja di sini.Bisa saja tender kali ini kalah." jawab Aril dengan santai.


"Awas nyesel loe Ril.Kalau sampai tender kali ini berhasil,elo gak akan bisa bergabung di tender berikutnya." kata Hasan.


"Gapapa gue bisa cari tim lain." jawabnya yang kemudian pergi dari ruang rapat.


.


.


.


.


Hayo pada nungguin ya🤭🤭


Maaf ya baru bisa menyempatkan untuk update

__ADS_1


Happy new year man teman ya


Semoga di tahun 2023 kalian menjadi lebih baik🥰


__ADS_2