
Masih di situasi yang sama.Derra masih menunggu jawaban dari Rafi.Lima bulan lalu, Rafi meminta ijin untuk membuka usaha di Bandung.Dan tanpa rasa curiga,Derra mengijinkanya.Tetapi,hari ini,apa yang Derra lihat benar-benar mengiris hatinya.
"Kenapa kamu tega sekali mengkhianatiku,Raf...?" tanya Derra dengan mata berderai air mata.Hatinya sungguh sakit karena suami yang sudah sangat ia cintai tega mengkhianatinya.
"Der...b-bukan mak-"
"Padahal aku sudah sangat mempercayaimu.Aku sama sekali tidak pernah menaruh curiga padamu.Tapi ternyata kepercayaanku tak berarti apa-apa bagimu.Kamu benar-benar tega melakukan ini sama aku Raf." lanjutnya lagi memotong ucapan Rafi.Tanpa Rafi mejelaskan,Derra seakan tahu apa yang sudah di lakukan suaminya karena mertuanya sudah menginginkanya dari dulu.
Dengan berderai air mata,ia melangkah maju,mendekati mertuanya yang sedari tadi menatap tak suka padanya.
"Sekarang ibu senang ka..?anak ibu satu-satunya sudah menuruti keinginan ibu untuk menikah dengan wanita lain dan mengkhianati ku.?" tanya Derra.Air matanya terus mengalir.Hatinya benar-benar sakit.Jauh lebih sakit saat Ryu meninggalkanya ke Korea.
"Dek,.." Ryu yang sedari tadi berdiri jauh langsung mendekatinya dan menarik tangan Derra.
"Ayo kita pulang.Jangan buang tenagamu untuk orang yang gak punya hati seperti mereka." ucap Ryu sambil menatap dingin pada Rafi,Sheina dan juga Ibu Rafi.
"Maafkan aku Der.Aku hanya ingin memenuhi keinginan ibu." ucap Rafi.
Derra menyunggingkan senyumnya. "Kamu bukan hanya memenuhi keinginan ibumu.Tapi juga keinginanmu dan aku cukup mengerti.Setelah ini,kami tidak perlu datang ke rumah.Aku akan mengantar barang-barangmu dan juga mengantar surat cerai kita nanti." jawab nya yang kemudian pergi meninggalkan Rafi,Sheina dan ibunya.
"Derra tunggu..!" panggil Rafi hendak menyusul Derra,Namun sudah di cegah oleh Sheina.
"Sudahlah,jangan di kejar." ucapnya mencegah Rafi.
"Tapi Sheina..."
"Sudahlah Raf.Dulu kamu bingung kan mencari alasan untuk menceraikanya.Sekarang dia sudah tahu sendiri kan kalau kamu sudah menikah dengan Sheina.Jadi kamu gak perlu lagi memberi dia alasan.Biarkan dia pergi dan kamu segera urus perceraian kamu.Kamu ingat ya sekarang, Sheina sedang hamil dan dia butuh perhatian kamu." ucap Ibu Sintia memperingati Rafi.
*****
Sedangkan di dalam mobil,Derra hanya terdiam dengan tatapan matanya yang kosong.Hancur sudah rumah tangga yang ia bina selama kurang lebih dua tahun.Ia tak menyangka jika Rafi akan menyakitinya sampai sejauh ini.
"Sudahlah dek,gak usah terlalu di fikirkan.Kamu kan sudan melewati ini semua sudah lama.Jadi buat apa kamu sedih...?" tanya Ryu.
"Aku gak sedih bang.Aku hanya menyesal.Kenapa gak dari dulu saja aku ceraikan dia." jawab Derra cemberut.Membuat Ryu langsung terkekeh.
"Ya karena kamu itu bodoh.Mau-mau saja kemakan rayuan nya dia." jawab Ryu semakin membuat bibir Derra mengerucut.
"Ya gak gitu juga bang.Iya kalau dalam masa pacaran aku bisa mutusin dia.Ini kan masalahnya rumah tangga bang.Aku ingin menikah itu hanya sekali,aku pingin bahagia seperti saudaraku yang lain.Tapi sepertinya keberuntungan gak berpihak padaku." ucap Derra sambil menghapus air matanya yang tiba-tiba turun.
"Coba kamu nunggu aku sedikit lebih lama Der.Pasti semuanya gak akan seperti ini." gumam Ryu dengan pelan.Ia menoleh sebentar.Melihat mata Derra yang sembab.
__ADS_1
"Sudah,jangan di fikirkan.Kamu harus kuat.Selesaikan masalahmu denganya dan setelah itu, kamu bebas melakukan apapun sesuai keinginanmu." ucap Ryu menasehati Derra.
Meski terlihat tenang,tetapi,dalam hatinya Derra merasakan kesedihan yang amat dalam.Ia mengingat kembali bagaimana dulu ia mengenal Rafi dan juga ibunya yang sangat baik padanya Selalu memanjakanya.Apapun yang ia mau pasti akan di turuti.Dan sekarang,hanya karena satu hal ibu mertuanya dan suaminya menyakitinya berkali kali dan lebih parahnya lagi suaminya mengkhianatinya.Perbuatan yang tak bisa di maafkan lagi oleh nya.
*****
Pagi harinya Derra sudah menceritakan semuanya kepada ke dua orang tuanya dan meminta papanya untuk membantunya mengurus perceraianya dengan Rafi dan papa nya pun menyetujuinya.
"Kenapa gak dari kemarin saja kamu ceraikan suami kamu itu dan menikah lagi sama Ryu." ucap papa Dimas membuat Derra langsung tersedak makananya
Uhuk...uhuk...uhuk..
"Papa.!Derra belum cerai pah,sudah ngomong nikah lagi saja.Lagian siapa juga yang mau nikah lagi." jawab nya dengan kesal karena papanya malah membicarakan pernikahan lagi padahal dirinya baru akan mengurus perceraianya dengan Rafi.
"Memangnya kamu gak mau nikah lagi..?" tanya papa Dimas.
"Untuk selanjutnya Derra masih ingin sendiri.Derra mau kembali berkarir tanpa memikirkan pernikahan." jawabnya dengan serius.
"Kalau Ryu nanti ngajakin kamu nikah gimana..?" tanya papa Dimas lagi
"Aku tolak!" jawabnya sekali lagi dengan tegas
"Karena Derra mau memantabkan hati dulu sebelum melangkah jauh lagi."
"Ya sudah,terserah kamu saja.Yang penting sekarang,kamu urus perceraian kamu dengan Rafi.Biar kamu cepat terbebas dan bisa melanjutkan hidupmu lagi." nasehat papa Dimas dan di angguki Derra.
******
Tak hanya Derra yang sudah membicarakan masalahnya dengan papanya.Ryu juga sudah memberitahu keluarganya tentang masalah yang di hadapi Derra.Cukup membuat mama Icha terkejut dan tak percaya jika Derra beneran akan bercerai dengan suaminya.
"Berarti nanti kalau Derra sudah resmi bercerai dengan Rafi.Abang beneran nikahin dia dong..?" tanya Firly.
"Entahlah,abang gak tau." jawab Ryu mengedikan bahunya.
"Kok gak tau,bukanya itu yang abang inginkan..?"
"Iya sih.Tapi kalau dia gak mau gimana..?" tanya Firly.
"Di paksa saja." jawa Firly yang kemudian terkekeh.
"Ryu,bagaimana kerjaan kamu..?apa semuanya baik.." tanya papa Reno tiba-tiba mengalihkan pembicaraan ke dua anaknya.
__ADS_1
"Baik kok pah.Sejauh ini semuanya baik dan gak ada masalah." jawab Ryu.
"Baguslah kalau begitu.Jangan sampai hanya karena kamu sibuk dengan urusan orang lain,pekerjaan kamu jadi terbengkalai.Apalagi saat ini Mark gak ada.Kasihan Vania kalau harus kamu suruh mengurus semuanya." ucap papa Reno membuat Ryu langsung teringat dengan Vania.Sudah sejak semalam tak ada kabar sama sekali dari Vania.
"Ryu,apa kamu sudah tahu kabar tentang Vania..?" tanya Syeril dengan tiba-tiba.
"Enggak kak..?memangnya kenapa.?" tanya Ryu.
Syeril menyunggingkan senyumnya.Menatap sinis adik iparnya.
"Bukanya kamu ini pacarnya Vania..?masak pacarnya masuk rumah sakit sampai gak tau." sindirnya seketika membuat Ryu menghentikan makan nya dan menatap kakak iparnya.
"Vania masuk rumah sakit kak..?kenapa..?apa dia sakit..?" tanya Ryu bertubi-tubi.Sungguh dirinya begitu terkejut dengan ucapan Syeril.
"Ya mana kakak tahu.Kan kamu pacarnya.Harusnya kamu lebih perhatian dong sama pacar kamu.Bukan malah perhatian sama suami orang." hardiknya seketika membuat Ryu marah.
"Kak Syeril kenapa ngomong gitu sih,meski Derra itu suami orang, dia tetap yang utama bagiku." ucap Ryu dengan tegas.
"Owh,bagitu ya.Ya sudah, lanjutkan saja seperti itu terus." jawab Syeril yang kemudian pergi dari meja makan.
"Bang,istri elo kenapa sih..?pagi-pagi sudah marah-marah.?" tanya Ryu.
"Ya siapa yang gak marah Ryu.Vania masuk rumah sakit,dia melupakan makan siangnya karena pekerjaan dari kamu kemarin.Memangnya kamu memberi pekerjaan Vania apa?sampai dia harus melupakan makan siangnya..?" tanya Lino.
"Gak banyak kok.Aku cuma menyuruhnya memperbaiki laporan yang dia buat sendiri." jawab Ryu.
"Beraoa banyak laporanya..?" tanya papa Reno.
"Ya lumayan banyak pah.Kalau di kerjakan pagi bisa sampai sore." jawab Ryu.
"Ya itu.Karena pekerjaan itu,Vania melupakan makan siangnya.Dan asal kamu tahu,Vania itu punya asam lambung akut.Dia gak bisa telat makan Ryu.Makanya, kenapa kakak ipar kamu sampai marah." jawab Lino
"Kamu tahu,Vania di sini gak punya siapa-siapa Ryu.Jadi,kamu bisa pikir sendiri kan kalau dia sampai masuk rumah sakit.Siapa yang mengurusnya..?sudah pasti dia mengurus dirinya sendiri Ryu." lanjutnya lagi yang kemudian pergi menyusul istrinya.Sedangakan Ryu sendiri hanya terdiam sambil mencerna semua ucapan kakak ipar dan abangnya.
"Ryu pergi dulu mah,Pah." pamitnya yang langsung menyambar tas,jas dan juga kunci mobilnya.Menghidupak mesin mobilnya dan langsung meninggalkan halaman rumahnya.
.
.
Bersambung...
__ADS_1