Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 37


__ADS_3

Sampai di rumah sakit,Lino langsung di sambut oleh beberapa perawat karena saat di jalan tadi,ia sudah menghubungi pihak rumah sakit.Dan saat ini,dirinya sudah berada di dalam ruang operasi.Menemani Syeril yang tengah berjuang melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan.


"Yank,kenapa aku gak boleh menghubungi orang rumah..?" tanya Lino sambil terus mengajak Syeril berbicara agar istrinya itu tidak mengantuk.


"Gak usah yank,nanti saja kalau operasinya sudah selesai dan aku sudah di pindah di ruang perawatan." jawab Syeril.Ya,Syeril memang melarang suaminya untuk menghubungi siapapun,termasuk kedua orang tua nya.Karena dirinya tak mau membuat semua keluarganya panik.Apalagi saat ini Clay juga sedang berada di rumah Oma dan juga Opa nya.


"Ya sudah iya.Nanti kalau anak kita sudah lahir,aku langsung telfon papa." jawab Lino.Sambil terus menunggu proses operasi berjalan,tak hentinya Lino mengajak Syeril berbicara dan sesekali bercanda.Karena atas anjuran dokter agar tak sampai membuat istrinya mengantuk dan tidur.


Oek....oek...oek...


Satu jam berlalu,Syeril dan Lino akhirnya mendengar suara tangisan seorang bayi perempuan.Membuat keduanya terseyum penuh haru.


"Makasih sayang..." ucap Lino yang kemudian mencium kening Syeril dan juga mengecup kilas bibir istrinya.Setelah itu ia mulai menggendong bayi nya dan tak lupa mengadzani nya.


"Selamat datang ke dunia anak daddy yang cantik.Bang Calvin pasti senang kalau kamu ternyata sudah lahir." ucap Lino dengan lembut sambil terus mencium halus pipi anak perempuanya.


"Sayang,aku juga pingin cium." kata Syeril,membuat Lino langsung berbalik dan berjalan mendekati istrinya.


"Hai baby Q....akhirnya kamu datang juga sayang.Abang Cal,pasti bahagia,kalau tahu ternyata adiknya sudah lahir." ucap nya sambil mencium pipi gembul baby Q.


"Aku tinggal sebentar ya sayang,sekalian mau ngabarin orang rumah dulu."


"Iya,jangan lupa kabari Vania dan Villia ya." pinta Syeril dan di angguki Lino.Setelah itu Lino keluar dari ruang operasi dan membawa bayinya menuju ruang perawatan untuk bayi yang baru lahir.Setelah itu ia langsung menghubungi seluruh keluarganya.


"Kenapa baru bilang sih L kalau ternyata Syeril itu lahiran..?" tanya mama Icha sambil menahan geram karena mendengar kabar dari anaknya jika ternyata menantunya sudah lahir.Dan mama Icha baru mengetahuinya sekarang.


"Mah,sama Syeril,L gak boleh kabar-kabar dulu sebelum anak kita lahir.Sudah ya gak usah di perpanjang lagi.Yang penting sekarang mama siap-siap ya,jangan lupa ajakin Calvin ya " Dengan lembut,Lino berusaha menjelaskan kepada mamanya yang menurutnya super cerewet jika sudah berhubungan dengan cucu dan juga menantunya.


"Ya sudah.Sebentar lagi mama ke sana sama papa dan juga yang lain.Kamu laper gak..?mau di bawain makanan...?" tawar mama Icha.


"Iya deh.Sekalian sama Syeril juga ya ma."


"Iya.Ya sudah ya mama tutup.Assalamualaikum.


"Waalaikumsalam."


Setelah mendapat kabar dari putranya,Mama Icha langsung memberitahu seluruh keluarganya dan mereka pun langsung berangkat menuju rumah sakit.Sedangkan di rumah sakit,Lino meminta pihak rumah sakit untuk menempatkan istrinya di ruangan vvip khusus keluarga Adhitama.


"Selamat siang tuan dan nyonya." ucap perawat rumah sakit sambil mendorong box bayi.Mengahantarkan bayi mungil yang baru saya di lahirkan oleh Syeril.

__ADS_1


"Siang suster." jawab Syeril.


"Ini bayinya,nyonya Syeril bisa mulai belajar mneyusuinya." kata sang suster sambil mengambil bayi mungil dengan berjenis kelamin perempuan dan memberikanya pada Syeril.


"Makasih ya sus." ucap Lino berterima kasih.


"Sama-sama tuan.Kalau begitu saya permisi,kalau butuh sesuatu bisa pencet tombol nya." kata sang suster dan di angguki Lino.Syeril mulai belajar menyusui anak nya dengan di temani suami tercintanya.Merasakan kembali apa yang dulu pernah ia lakukan pada Clay saat masih bayi.


"Jadi kangen sama Calvin." kata Syeril sambil menatap anak nya.


"Nanti juga ke sini sama mama." ucap Lino yang senantiasa menemani istrinya.


"Kamu sudah punya nama buat anak kita..?" tanya Syeril.


"Sudah..." jawab Lino menganggukan kepalanya.


"Siapa...?"


"Adalah,nanti saja kalau semua sudah kumpul." jawab Lino.Dan gak berapa lama kemudian semua keluarganya datang menjenguknya.Clay,Kenzo,dan Jessy langsung berlari mendekati brankar.Ketiganya ingin melihat bayi mungil yang dulu selalu mereka ajak bicara saat masih di perut Syeril.Tak hanya Clay,Kenzo dan Jessy.Mama Icha dan yang lainya juga ikut mendekat.Mengucapkan kata selamat untuk kelahiran baby Q.


"Aduuh....cucu Oma,cantiknya,kamu nak....persis seperti mommy kamu." ucap mama Icha sambil menatap bayi mungil yang sedang berada di gendongan mama Icha.


"Boleh gendong gak Ril..?" tanya Celline.Saat melihat baby Q,Celline benar-benar merasa gemas dan ingin menggendongnya.


"Firly sama Ryu gak ikut ke sini...?" tanya Lino.


"Firly nanti nunggu Dafin.Kalau Ryu,gak tau deh mama." jawab mama Icha.


"Ma,dedeknya Clay cantik ya.Jessy juga mau punya dedek kalau cantik gini." ucap Jessy sambil menoel-noel pipi gembul baby Q.


"Kode keras tuh kak.Jeje dah minta adik loh." kata Lino menyindir Celline.


"Nanti dulu.Nunggu baby Q besar ya." jawab mama Celline sambil tersenyum menatap anaknya.


"Papa kapan pulang sih mah..?" tanya Jessy yang tiba-tiba teringat oleh papanya yang sedang berada di Turki.Mengunjungi Opa Arya yang saat ini sedang sakit.


"Tiga hari lagi papa pulang sayang." jawab mama Celline.


"Lama banget" katanya sambil memanyunkan bibirnya.Karena, semenjak Opa Arya sakit,Papa nya sering sekali ke Turki,sehingga membuat waktu kebersamaanya sedikit berkurang.Jessy juga jarang sekali bertemu papanya karena saat papanya pulang dari kantor, dirinya sudah tidur,begitu juga dengan sebaliknya.

__ADS_1


"Jessy....sini sama Opa sayang." Opa Reno melambaikan tanganya,menyuruh Jessy agar mendekat kearahnya.


"Iya Opa." jawab Jessy yang kemudian berjalan mendekati Opa Reno dan duduk di pangkuanya.


"Kangen sama papa..?" tanya Opa Reno.


"Iya Opa." jawab Jessy sedih.Opa Reno langsung mengambil ponselnya dan memulai panggilan video dengan papa Saga.


"Hallo,Assalamualaikum..." ucap papa Saga menjawab panggilan Opa Reno.


"Waalaikumsalam." jawab Opa Reno dan Jessy.


"Kenapa Pah..?" tanya Saga.


"Ini,anak kamu nyariin." jawab papa Reno.


"Kenapa Je...?" kini Saga beralih bertanya pada anaknya.


"Papa kapan pulang...?dedeknya Clay sudah lahir." ucap Jessy,membuat Papanya sedikit terkejut.


"Tante Syeril sudah melahirkan..?" tanya Papa Saga dan di angguki Jessy.


"Papa cepet pulang!suruh Om Chan saja gantiin papa!" kata Jessy dengan ketus.


"Iya,besok papa pulang ya sayang" jawab papa Saga.Ia tahu jika saat ini,anaknya itu pasti sedang marah karena lagi dan lagi ia meninggalkanya ke Turki.


"Ya sudah,awas kalau papa gak pulang lagi,Jeje gak mau ketemu sama papa."


"Eh,kok gitu sih sama papanya..


Iya-iya papa janji,besok pagi papa sudah di rumah ya.Dah ah,jangan manyun hitu dong sayang.Cantiknya ilang nanti." Rayu Papa Saga.Kalau sudah begini,mau gak mau Saga harus pulang lagi ke Indonesia.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2