
Hai hai readers.Author is back.
Gimana?.masih mau lanjut apa ending nih...?
Jangan lupa coment di bawah ya.Dan kita selesaikan perjalanan rumah tangga double V dulu ya.Setelah itu kita lanjut ke Deryu....
...----------------...
Vania naik ke atas.Menyusul suaminya yang sudah lebih dulu pergi ke kamar.Ia membuka pintu kamarnya dan melihat anak nyan yang masih tertidur dengan pulas.
Ia berjalan menuju kamar ganti dan menyiapkan baju untuk suaminya.Setelah itu, Vania kembali lagi ke bawah.Menyiapkan kopi dan camilan untuk suaminya.
Ting...tong....
Bel rumah berbunyi.Vania pergi untuk membukakan pintu.Dan ketika pintu terbuka di lihatanya Mark yang sudah berdiri dengan penampilanyan yang sedikit berbeda.
"Nunna"
"Mark..." seru keduanya secara bersamaan.Mark hendak memeluk Vania.Namun dengan ceoat Vania mencegahnya.Membuatnya cemberut dan memundurkan langkahnya.
"Kenapa gak mau di peluk Nunna..?aku kangen sama Nunna.?" tanya Mark sedih.
"Maaf Mark.Aku hanya tidak mau ada kesalah pahaman saja sama suamiku." jawab Vania.
"Ayo masuk,kamu mau jemput Ella kan..?" tanya nya dan di angguki Mark.Vania mempersilakkan Mark untuk duduk.Sedangkan dirinya kembali ke belakang untuk membuatkan minuman.
"Kamu di sini Mark..?" tanya Vano sambil menuruni tangga dan berjalan mendekati Mark.
"Iya bang.Aku mau jemput Ella.Dia minta anterin ke toko buku." jawab Mark.
"Toko buku beneran apa bohongan..?" tanya Vano menggoda.
"Beneran bang.Masak bohong sih." jawab Mark cemberut.
"Ini minumnya Mark.Sebentar ya aku panggilkan Ella dulu." kata Vani yang kemudian berjalan ke atas,menuju kamar Ella.
"Bang,Mark mau minta ijin boleh gak sih..?" tanya Mark.
"Mau pergi sama Ella.?ya silakan." jawab Vano santai.
"Bukan itu bang." ucapnya memelas.Membuat Vano sedikit heran,kenapa tingkah Mark saat ini seperti anak kecil yang merindukan ibunya.
"Lalu..?apa..?" tanya Vano lagi.
"Boleh gak sih aku peluk nunna..?aku kangen sama dia bang.Dia sudah seperti kakak bagiku.Awal aku berada di Indonesia,selain keluarga mama Icha.Hanya nunna yang aku kenal.Tadi aku mau peluk nunna dia gak mau " jawab Mark sedih.
"Kenapa gak mau...?" tanya Vano mengetes.
"Nunna gak mau ada kesalah pahaman." jawab Mark.
"Owh...." Vano mengangguk-anggukan kepalanya saja.
"Jadi..?boleh gak bang...?" tanya Mark sekali lagi.
"Iya boleh,tapi hanya sebentar." jawab Vano.Mark tersenyum,ia senang akhirnya bisa melepas rasa rindunya dengan Vania.
__ADS_1
"Iya,janji cuma bentar kok." jawab Mark girang.Tak berapa lama kemudian Ella turun.dan di belakangnya ada Vania juga turun dengan menggendong Hyuna yang baru saja bangun tidur.
"Who is....?" tanya Mark pada Vano
"Vania daugther." jawab Vano seketika membuat Mark terkejut.
"What...!!" niatnya ingin nemeluk Vania batal karena dirinya terkejut ketika melihat gadis kecil berada di gendongan Vania.
"Nunna....he is your daughter...?" tanya Mark sambil menunjuk Hyuna.
"Hemm...." Vania menganggukan kepalanya.
"Waaaah......" Mark mendekat dan langsung mengangkat tubuh Hyuna.
"Kenapa kamu cantik sekali sayang....siapa namanya..?" tanya Mark.
"Tanya sendiri lah." jawab Vania.
"Hai cantik,siapa namamu sayang...?" tanya Mark.
"My name is Yuna,uncle." jawab Hyuna
"Yuna...?" Mark menatap Vania.
"Hyuna..." Vania membenarkan.
"Owh...kamu cantik sekali seperti mama kamu."
"Butan cepelti Appa ya...?"
"Ote...." jawab Hyuna dengan mengancungkan jempolnya.
"Gak jadi kamu meluk nunna mu...?" kini Vano bertanya.Membuat Vania langsung menatap heran pada suaminya.
"Tadi dia ijin,katanya mau peluk kamu." kata Vano seakan mengerti arti tatapan istrinya.
"Gak jadi deh.Aku peluk Hyuna saja sudah cukup." jawab Mark.
"Uncle,ayo.keburu malam,nanti sama papi gak boleh pergi." ucap Ella mengajak Mark untuk berangkat.
"Oke baiklah.Nanti aku ke sini lagi.Aku bakal ajak Villia dan Niko hyung.Kalian belum bertemu kan pastinya.?" tanya Mark.Vania terdiam,mekipun kangen ia tak berani meminta keduanya untuk datang karena takut menganggu ketenangan suaminya.
"Bang,boleh ya nanti kita kesini..?" tanya Mark meminta izin.
"Terserah kamu." jawab Vano.Mark tersenyum senang.Setelah itu ia dan Ella berpamitan untuk pergi ke toko buku.
"Apa tidak apa-apa Niko dan Villia kesini...?" tanya Vania tak enak hati.
"Kenapa harus gak boleh.?kamu juga kan belum bertemu mereka..?"
"Iya sih.Cuma takut mas Vano terganggu aja." kata Vania dengan menundukan kepalanya
"Enggak kok.Lagian aku sudah cukup mengenal mereka." jawab Vano.Vania mendongak,menatap suaminya yang juga menatapnya.
"Sejak kapan...?" tanya Vania.
__ADS_1
"Ya sekitar satu tahun yang lalu."
"Owh...tapi mas,itu tadi kenapa Mark bisa dekat sama Ella sih...?" tanya Vania.Ia begitu penasaran,bagaimana bisa Mark dekat dengan Ella.
"Entahlah,mas juga gak tau.Yang pasti Mark itu ngotot banget pingin kenalan sama Ella."
"Terus mas ijinin...?"
"Ya,gak ada salahnya lah di coba.Sepertinya dia juga baik."
"Iya sih.Dari pertama aku mengenalnya dia memang baik." Vania mengangguk-anggukan kepalanya.
"Mami...Yuna lapel..." ucap Hyuna berjalan mendekati Vania.Vano mengangkat tubuh Hyuna dan mendudukan nya di pangkuan.
"Tadi mami bikin puding kan..?udah set belum...?" tanya Vano seketika membuat Vania terkejut dengan panggilan yang keluar dari mulut suaminya.Vania menatapa intens mata suaminya yang sedari dulu penuh dengan kejujuran.
#Sejak aku mengenalmu gak pernah ada kebohongan di matamu Mas.Aku berdoa semoga kedepan nya aku bisa menjadi istri yang baik untuk keluarga kita.Dan semoga kamu juga menjadi ayah sekaligus suami yang baik untuk keluarga kita juga#
Cup....
Vano mengecup singkat bibir Vania.Membuat si empunya langsung tersadar.
"Jangan ngelamun,gak baik." ucap nya dengan lembut.
"Papi,delap ini." kata Hyuna.Vano melepas tanganya yang ia gunakan untuk menutup mata Hyuna.
"Maasss....ada Hyuna." Vania memukul pelan lengan suaminya.
"Makanya,jangan melamun.Ini lo anaknya sudah lapar." jawab Vano.
"Iya...iya.Sebentar ya sayang.Mami ambilkan dulu pudingnya." ucap Vania kemudia berdiri dan meninggalkan suami dan anaknya.
******
Di tempat lain,setelah memarkirkan mobilnya,Mark dan Ella masuk ke dalam Mall dan mencari buku yang di perlukan Ella.Saat jalan berdua,banyak sekali yang memperhatikan keduanya karena memang saat ini Mark masih memakai pakaian kerjanya.
"Gak malu nih jalan sama aku...?di lihatin banyak orang loh?" tanya Mark.
"Ngapain malu..?memangnya kita buat salah apa..?"
"Ya kali aja,biasanya ada loh yang malu jalan sama Om-om." jawab Mark.
"Selama papi dan mami memberi izin.Ngapain Ella harus malu sih uncle.Ella mah no coment sama tanggapan orang.Biarin aja." ucap nya dengan santai.Mendengar jawaban Ella membuat Mark tersenyum.Ternyata gak salah jika dirinya memilih Ella.
"BTW,nanti kita ke supermarket yuk.Belanja daging,kita BBQ an di rumah kamu." ucapnya memberi usul.
"Boleh.Tapi ijin papi dulu lah Om."
"Gak usah.Nanti kalau marah biar Om yang tanggung jawab."
"Ya sudah.Ayo,kita beli buku dulu habis itu ke supermarket." ajaknya yang kemudian menarik lengan Mark.
.
.
__ADS_1
.