
Dor...dor...dor...
"Vania buka pintunya...." Ryu terus menggedor pintu kamar Vania,berharap gadis tersebut akan membuka pintu untuknya.
"Van,aku mohon buka pintunya atau aku dobrak.!" ucapnya lagi dengan keras.
Ceklek...
Vania hanya membuka sedikit pintu kamarnya.
"Apalagi Ryu...?" tanya nya menatap Ryu dengan matanya yang sembab.
"Maafin aku." jawab Ryu mengutarakan permintaan maaf nya.
"Iya,sudah aku maafkan.Sekarang kamu boleh pergi." pintanya hendak menutup kembali pintu kamarnya,namun Ryu sudah mencegahnya lebih dulu.
"Tunggu Van,aku harus bicara sama kamu."
"Mau bicara apalagi Ryu,aku harus membereskan koper ku."
"Aku akan membantumu,plis...aku mohon." pintanya sekali lagi dan akhirnya Vania memberinya izin untk membantunya membereskan koper.Vania berjalan ke arah kamar ganti.Mengambil koper dan mulai menyiapkan perlengkapanya yang akan di bawa kw Jerman.
"Berapa lama di sana..?" tanya Ryu.
"Entahlah,aku gak tau." jawabnya singkat.
"Kenapa mendadak..?" tanya nya lagi.
"Sebenarnya gak mendadak karena mama sudah nyuruh beberapa minggu yang lalu,hanya saja aku menunggu baby Q lahir.Dan sekarang dia sudah lahir,jadi aku bisa tenang jika pergi ke Jerman." jelasnya lagi.
"Mau aku temenin ke sana...?" tanya Ryu.Membuat Vania tersenyum miring.Baru beberapa minggu yang lalu Ryu memecatnya dengan tanpa hormat,lalu sekarang, ia kembali berbicara manis padanya.Sungguh membuat nya sedikit kesal.
"Gak usah,aku bisa pergi sendiri.Dan lagi,Niko akan mengantarku ke Jerman." jawab Vania seketika membuat mata Ryu membulat.
"Kamu ada hubungan apa dengan Niko...?" tanya nya dingin.
"Gak ada hubungan apa-apa,hanya sebatas rekan kerja." jawab Vania dengan tenang,meski saat ini dirinya tahu jika Ryu sedang menahan amarah.
"Ck..!rekan kerja katamu...?rekan kerja mana yang mau mengantarkan ke Jerman,jangan-jangan kalian ada hubungan khusus." kata Ryu
__ADS_1
"Ya kalau aku ada hubungan sama Niko memangnya kenapa..?toh aku bukan siapa-siapa kamu kan." jawab nya lagi dengan santai.Entah mengapa,mendengar jawaban dari Vania membuat hati Ryu langsung bergemuruh,emosinya memuncak.Ia langsung menarik tangan Vania dan membawanya keluar dari kamar ganti.
Brukk.....
Ryu menghempas tubuh Vania di atas kasur,lalu menindihnya.Membuat Vania terkejut dan ketakutan.
"Ryu,apa yang kamu lakukan..?" tanya Vania ketakutan.Hari semakin malam dan Vania melihat Ryu seperti bukan Ryu,melainkan orang lain.
"Kenapa kamu lebih memilih Niko di banding aku Vania..?kenapa..?!" tanya Ryu kini dengan sedikit berteriak.
"Maksud kamu apa Ryu..?aku gak ngerti..?" tanya nya balik.
"Aku tahu kamu sangat mencintaiku Van,tapi kenapa kamu justru memilih Niko.Harusnya kamu milih aku sayang..." jawabnya dengan emosi.
"Ryu,Ku mohon lepaskan aku Ryu,aku harus membereskan semuanya." kali ini Vania mencoba untuk memberontak,mencoba melepas dirinya dari kungkungan Ryu.
"Tidak semudah itu sayang.Kamu harus jadi milik ku dulu." ucap nya seketika membuat Vania terkejut.
"Kamu gi-la ya?.Minggir Ryu,ini sudah sangat malam dan besok pagi aku harus berangkat." Vania terus memberontak.
"DIAM!!" sentak Ryu seketika membuat Vania terdiam.Air matanya luruh seketika.Takut dengan apa yang di lakukan Ryu.Tak di pungkiri,rasa cinta Vania kepadanya memang masih ada.Tapi untuk memilikinya,Vania sudah ikhlas melepasnya dengan wanita yang di cintainya.Ia akan selalu memendam rasa cintanya sampai ia menemukan sosok lelaki yang mampu menghapus rasa cintanya pada Ryu.
"Hiks...hiks...hiks...kenapa kamu seperti ini sama aku Ryu hiks...aku benci kamu,aku benci kamu hiks...." sambil melipat bajunya dan memasukkan ke dalam koper,Vania juga terus menangis.Merasakan sakit di hatinya.
Ryu keluar dari kamar mandi dan tak melihat Vania sama sekali dan ia yakin Vania sedang berada di kamar ganti.
Tok...tok..tok...
"Van...bisa buka pintunya..?aku janji gak akan macam-macam lagi sama kamu." ucap Ryu kali ini dengan pelan.
"Sebaiknya kamu pulang Ryu,tinggalkan aku sendiri." jawab Vania dari dalam.
"GAK!! Aku gak mau ninggalin kamu.Plis...buka pintunya." ucap Ryu kali ini dengan memohon.
"Sudahlah Ryu,untuk apa lagi kita bicara?diantara kita sudah selesai.Kenapa kamu masih mengangguku Ryu.Aku capek Ryu kalau harus berurusan sama kamu lagi."
"Pliis...ini yang terakhir kalinya,setelah ini aku gak akan ganggu kamu lagi,tolong bukain ya." mohonya sekali lagi,dan mau tak mau Vania pun akhirnya membuka pintu untuknya.Membiarkan Ryu masuk dan melakukan apapun yang ia suka.
"Boleh aku besok mengantar kamu ke bandara...?" tanya Ryu kini dengan lembut.
__ADS_1
"Tak perlu Ryu.Aku sudah sama Niko." jawab Vania.
"Aku tetap akan mengantar mu dan aku gak mau di bantah." tegasnya kali ini tanpa bantahan.Vania menghela nafasnya.Sudah terlalu capek jika harus menghadapi sikap Ryu yang seperti ini.
"Terserah kamu saja.Aku sudah capek Ryu." jawab Vania.Ia berdiri hendak meninggalkan Ryu,namun tanganya sudah di tarik masuk ke dalam pelukanya.
"Maaf,maaf atas perbuatanku tadi yang sudah membuatmu takut." ucap Ryu sambil memeluk Vania.Dan kali ini ia bicara dengan selembut mungkin.
#Ada apa denganmu Ryu,?aku sungguh tak bisa mengerti akan perlakuanmu ini.# batin Vania.Dirinya benar-benar merasa heran dengan sikap Ryu yang seperti ini.
"Jangan seperti ini Ryu." kata Vania lirih.Membuat Ryu langsung melepas pelukanya dan menatap Vania yang menundukan kepalanya.
"Maksudnya..?" tanya Ryu.
"Jangan membuatku semakin mengharapkanmu Ryu hiks....kamu hanya mencintai Derra,di hati kamu hanya ada nama Derra." jawabnya kali ini dengan sesenggukan.Hatinya begitu sakit jika mengingat bagaimana Ryu lebih memilih Derra di bandingkan dirinya saat dulu mereka masih berpacaran.
"Maaf...." hanya itu kata yang bisa di ucapkan oleh seorang Ryu.Dirinya tak tahu harus berbuat apa lagi.Ryu memang masih mencintai Derra,namun tak di pungkiri,ketulusan cinta Vania juga mampu membuat hatinya berdesir dan seakan ingin memilikinya,memiliki yang lebih.
"Lihat aku Van.!" pinta Ryu.Vania pun mendongak,menatap wajah Ryu dengan dekat.Pelan tapi pasti,Ryu mulai mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Vania.Menggiringnya menuju tempat tidur dengan bibir keduanya yang saling bertautan.
"Emmpt....emmmpt...." dengan lembut Ryu terus mencium bibir Vania.Ciuman yang awalnya lembut menjadi ciuman yang sangat panas.Tangan Ryu juga mulai berani menjelajahi seluruh tubuh Vania.Membuat si empunya mengelijang kegelian karena sentuhan lembut Ryu.
"Ahhhhh......R-Ryu...g-geli." de-sahanya di sela-sela ciuman keduanya.
"Nikmati saja." jawab Ryu dengan suaranya yang sudah purau,seakan menahan sesuatu di sana.
.
.
.
.
.
Skip dulu ges....
Hayo tebak mereka lagi ngapain🤭🤭
__ADS_1
Yang gak suka dengan ceritanya juga boleh di skip kok gak maksa kalian🙏