
Malam itu juga Papa Reno dan semua keluarganya terpaksa pulang.Begitu juga dengan Saga dan Celline yang harus ikut pulang.Vania dan Hyuna juga ikut pulang ke Indonesia karena permintaan Papa Reno.
"Mami,tita nau temana...?" tanya Hyuna.
"Kita mau pulang sayang." jawab Mami Vania sembari membereskan baju-baju miliknya dan Hyuna.
"Puyan temana...?" tanya Hyuna lagi
"Ke Indonesia sayang." jawab mami Vania lagi.
"Di mana tu mami...?"
"Di rumahnya Oma Icha dan Opa Reno."
"Owh...Appa itut...?" tanya Hyuna lagi dan kali ini Vania memilih diam dan tidak menjawab pertanyaan anak nya.Selesai membersekan semuanya,Vania langsung mengajak Hyuna keluar kamar dan turun ke bawah.Sambil menyeret koper,Vania menggandeng tangan Hyuna.
"Aduh...." Hyuna meringis saat merasakan sakit di lututnya.
"Kenapa sayang...?" tanya Vania khawatir.
"Atit ami..." jawab Hyuna dengan mata berkaca-kaca.
"Ayo,mami gendong." Vania langsung mengangkat tubuh anak nya dan membawanya turun.
"Atit ami...hiks...hiks..." katanya lagi kali ini dengan menangis.
"Cup...cup...nanti mami tiupin ya lukanya."
"Hyuna kenapa Van..?" tanya Celline ketika melihat Hyuna menangis.
"Lututnya kerasa sakit kak,jadi dia nangis deh." jawab Vania.
"Hyuna...mau gendong tante gak...?" Derra menawarkan diri untuk menggendong Hyuna.Ia ingin mencoba mendekatkan diri pada Hyuna.
"Tapi Yuna belat.Ate kan tecil,antik alo jatuh bimana...?" tanya Hyuna yang seketika membuat Derra terkekeh.
"Hyuna,kok ngomongnya gitu sih.Gak boleh sayang." ucap Vani menasehati anak nya.
"Gapapa kak,kan memang badanku kecil.Tapi tante kuat kok.Mau coba gak...?" tanya Derra lagi.
"Emmm....boyeh deh." jawab Hyuna yang langsung merentangkan tangan nya dengan tersenyum.Dengan senang,Derra langsung mengambil alih gendongan Hyuna dari tangan Vania.
"Belat dak ate Yuna nya..?" tanya Hyuna
"Enggak kok.Hyuna gak berat." jawab Derra.
Setelah semuanya selesai beres-beres.Lino langsung mengajak semuanya berangkat menuju bandara.Hyuna berada satu mobil dengan Ryu,mama Reno dan mama Icha.Sedangkan Vania berada satu mobil dengan Lino,Saga dan yang lain nya juga.
Sampai di bandara semuanya langsung masuk karena pesawat akan segera terbang.Di dalam pesawat, Hyuna juga duduk bersama dengan Derra dan Ryu.Meski Ryu terlihat diam dan cuek,tetapi ia juga membiarkan Hyuna dengan segala tingkahnya.
"Hyuna,mau makan gak...?" tanya Derra.
__ADS_1
"Dak deh tate,Yuna nau nimum aja." jawab Hyuna.Dahi Derra berkerut,ia tak mengerti apa yang di ucapkan Hyuna.
"Apa itu ..?" tanya nya bingung.
"Nimun ate ail tutih yan belwalna." jawab Hyuna
"Haa....?kak...?kamu ngerti gak apa yang di ucapkan Hyuna...?" tanya Derra menatap Ryu yang sedang tiduran.
"Dia mau minum dek." jawab Ryu dengan matanya yang terpejam namun sedari tadi ia juga mendengarkan apa yang di ucapkan Hyuna.
"Owh...Hyuna mau minum...?"
"Iya ate,pi yan berwalna ya.."
"Oke,tunggu ya tante pesan dulu."
Di tempat lain Vania duduk sendirian sambil membaca majalah yang di sediakan oleh pesawat.Ia masih bingung kenapa Lino mengajaknya untuk pulang ke Indonesia padahal ia juga bukan bagian dari keluarganya.Ia pun beranjak dari duduknya dan pergi ke tempat Syeril berada.
"King,boleh pinjam Syeril gak..?" tanya Vania,Lino menganggukan kepalanya lalu berdiri meninggalkan keduanya.
"Kenapa Van..?" tanya Syeril,Ia baru saja membaringkan Queen yang sedang tertidur.
"Gue mau tanya,kenapa gue di ajak pulang ke Indo sih Syer...?" tanya Vania.
"Ya kan mama mau Hyuna ikut.Lagian kalau kamu di sini mau sama siapa Van..?"
"Kan ada Refa." jawab Vania.
"La itu,aku jadi bingung.Kenapa aku di suruh ikut.?" Vania menggaruk rambutnya yang tidak gatal.Sedangkan Syeril hanya mengedikan bahunya karena dirinya juga tidak mengerti apa-apa.
"Gimana sama Hyuna,Van..?" kini berganti Syeril yang bertanya kepada Vania.
"Gak tau,dia kan sama bapak nya." jawab Vania dengan mengedikkan bahunya.
"Apa kamu sudah ikhlas jika Hyuna di rawat sama Ryu dan Derra.?"
"Ikhlas lah,asal mereka mau menyayangi Hyuna seperti anak nya.Dan bukan menjadikan nya sebagai pancingan." jawab Vania.Membuat Syeril bingung dengan jawaban Vania.
"Maksudnya...?" tanya Syeril bingung.
"Ada kalanya seseorang merawat anak hanya karena sebagai pancingan karena orang tersebut belum bisa hamil juga.Dan setelah hamil anak tersebut di lupakan." jawab Vania menjelaskan.
"Kamu berfikir mereka seperti itu...?" tanya Syeril.
"Bisa iya bisa enggak.Tapi ya sudah lah.Terserah apa kata Tuhan." jawab Vania pasrah.Mungkin ini memang sudah takdirnya hidur seperti ini.Menjadi ibu tanpa mempunyai status pernikahan.Semua adalah kesalahan nya di masa lalu.
"Van,boleh aku bertanya serius sama kamu...?"
"Tanya apa lagi..?"
"Jika suatu saat kamu menikah dan suami kamu menyinggung status kamu saat ini bagaimana..?atau suami mu menjadikan Hyuna sebagai kelemahan untuk menjatuhkanmu bagaiamana...?" tanya Vania dengan serius.
__ADS_1
"Ya sebelum aku menikah,aku harus menyiapkan mental yang kuat agar bisa menghadapinya." jawab Vania.
"Gimana kalau kamu menikah sama Niko saja Van,dia kan baik." usul Syeril,membuat Vania terkekeh.
"Gak lah Syer.Aku gak cinta sama dia."
"Lalu,kamu cintanya sama siapa..?" tanya Syeril mengetes.
"Kamu mau jujur apa bohong....?"
"Ya jujurlah oneng.Masak bohong sih." Syeril menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan Vania.
"Aku cintanya sama papanya Hyuna." jawab Vania.Membuat Syeril langsung diam tanpa bisa berkata lagi.
Vania menyunggingkan senyumnya." kamu tenang saja,walaupun aku cinta sama dia,aku sama sekali gak berharap bisa sama dia.Aku gak bakal jadi pelakor kok."
"Aku percaya sama kamu Van." ucap Syeril sambil menepuk bahu Vania.
Pagi hari,semua keluarga Papa Reno sampai di Indonesia.Hyuna,Clay,Jessy dan Queen masih tidur dan masing-masing dari mereka di gendong oleh orang tua masing-masing.Vania juga melihat Hyuna di gendong oleh Ryu.
#Hatimu terlalu sulit di tebak Ryu.Semoga saja kamu menerima Hyuna dengan ikhlas dan tanpa tujuan apapun# kata Vania dalam hati ketika melihat Hyuna berada dalam gendongan Ryu.Karena para anak-anak sedang tidur.Alhasih hanya beberapa saja yang pergi ke rumah sakit.Calline,Syeril,dan Derra memilih tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak.Sedangkan Vania di minta untuk ikut karena dari pihak keluarga yang meminta.
"Tante,kenapa Vania harus ikut...?" tanya Vania mendadak bingung.
"Tante juga gak tau sayang.Kita akan tahu nanti di rumah sakit." jawab mama Icha.
Sama halnya dengan Vania,Ryu juga penasaran mengapa Daddy Bima menyuruh Vania untuk ikut.Padahal Vania bukan lah bagian dari keluarganya.
Dari samping,Lino melihat raut wajah Ryu yang nampak kebingungan.Seperti ada yang sedang di pikirkan.
"Mikirin apa elo..?" tanya Lino membuka suara.
"Gak mikir apa-apa." jawab Ryu singkat.Membuat Lino terkekeh.
"Ryu...Ryu....jangan rakus kamu.Apa-apa mau kamu dapatin." cibir Lino.Membuat Ryu langsung menoleh ke samping dan menatap tajam wajah kakak nya.
"Apanya yang rakus L.." tanya papa Reno.
"Ryu,pah.Mau poligami katanya." jawab Lino terkekeh.Membuatnya mendapat bogeman dari samping,siapa lagi kalau bukan Ryu yang memukul pelan lengan abang nya.
"Apaan sih elo bang!.Siapa juga yang poligami.Abang bohong pah.Ryu gak ada niat ya mau poligami."
"Ya kalau kamu niat, papa tinggal coret kamu dari KK." jawab papa Reno dengan santai.Saga yang duduk di sebelah papa Saga hanya bisa terkekeh ketika mendengar ancaman dari papa nya.Begitu juga dengan mama Icha.Sedangkan Vania,meski mendengar semuanya,ia memilih untuk diam dan memainkan ponselnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.