Delayed Mate

Delayed Mate
chapter 81 s2


__ADS_3

Hari semakin malam.Papi Vano dan Mami Vania memilih untuk undur diri.Sedangkan Hyuna dan Arjuna memilih untuk tinggal beberapa jam lagi karena mereka masih ingin menemani Queen.Dan saat ini,ketiganya sedang berada di halaman belakang.


"Queen,minggu depan elo ulang tahun kan,kira-kira daddy elo pulang gak..?" tanya Arjuna.


"Entahlah,aku gak tau." jawab Queen dengan mengedikan bahunya.


"Sabar ya Queen,aku yakin Om Lino dan kak Clay pasti pulang." jawab Hyuna menyemangati Queen.


"Gak pulang juga gakpapa Queen.Lagian,aku sudah terbiasa tanpa mereka juga kan." jawab Queen mencoba untuk tersenyum,meski hatinya saat ini sedang sangat sakit.


"Sabar,masih ada aku yang siap nemenin kamu." ucap Arjuna sambil merangkul pundak Queen.


"I no,I no..." balas Queen sambil tersenyum.


"Aku ke dalam dulu ya.Haus,mau ambil minum dulu." ucap Hyuna yang kemudian pergi ke dalam.Hyuna masuk ke dalam dan berjalan menuju dapur.Dan saat di dapur,ia berpapasan dengan Appa nya yang juga akan pergi ke dapur.Dan karena Hyuna sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti ini dari appa nya,Hyuna pun hanya diam saja dan dengan santai mengambil minuman di samping Appanya yang juga sedang mengambil minum.


"Kok belum pulang...?" tanya Appa Ryu dengan tiba-tiba.Seketika membuat Hyuna terkejut,tetapi ia berusaha menyembunyikan nya.


"Iya,Kak Arjuna masih mau di sini." jawab Hyuna singkat.


"Sudah malam loh ini,nginep sini saja ya.?" tawar Appa Ryu.


"Gak usah Appa.Bentar lagi pulang kok." jawab Hyuna yang kemudian pergi meninggalkan Appanya.


#Alhamdulillah,Appa sudah mengajak Hyuna bicara.Terima kasih Tuhan.Semoga Appa gak marah lagi sama Hyuna.# batin Hyuna.Ia tersenyum bahagia karena Appa nya yang sudah mulai berbicara dengan nya.


Ryu mengambil ponselnya dan menghubungi Arjuna.Memintanya untuk mengajak Hyuna pulang karena hari semakin malam.Dan Ryu tidak akan tega jika anak nya pulang terlalu malam.


"Dek,pulang yuk.Udah malam nih.Kasihan,nanti mami nungguin.* ajak Arjuna.


"Ya sudah,ayo pulang.Queen juga butuh istirahat kan.Besok ketemu lagi di sekolah.*ucap Hyuna.


"Iya,besok ketemu lagi di sekolah ya." jawab Queen.Ketiganya mulai masuk ke dalam rumah.


"Ada bapak elo Hyun." celetuk Arjuna.


"Iya tau,ayo pamitan dulu." jawab Hyuna yang kemudian berjalan mendekati Appa nya yang sedang berdiri si dekat tangga.


"Appa,Hyuna pamit ya.Mau pulang." ucap Hyuna mendekati Appa nya hendak bersalaman.Ia mengulurkan tanganya.Bukan nya membalas,Appa Ryu justru menarik tangan anak nya lalu memeluknya.


"Maafin Appa ya sayang,karena sudah marah-marah sama Hyuna." ucap Appa Ryu sambil mengelus rambut panjang anak nya.Hyuma yang memang dasar nya manja dan cengeng, langsung menangis.Ia tak bisa membendung air matanya lagi.Satu minggu sudah ia tak bertemu dan bertegur sapa dengan Appa nya sendiri dan itu sebenanrya membuat nya sedih.Hyuna sangat mencintai Appa nya.Maka dari itu,ia akan langsung sedih jika appa nya marah padanya.


"Hiks...Appa jahat,hiks..." Hyuna menangis sesenggukan sambil terus memeluk erat Appa nya.


"Iya,maaf sayang.Karena Appa sudah gak percaya sama Hyuna.Appa janji, mulai sekarang,Appa akan percaya sama Hyuna." ucap Appa Ryu.


"Hiks...hiks...hiks..." Hyuna terus menangis.Ia tak perduli jika saat ini ada Arjuna dan Queen yang sedang memperhatikan diri nya.

__ADS_1


#Beruntung nya kamu Hyun.Bisa baikan lagi sama Appa kamu.Kapan ya aku bisa seperti itu?# tanya Queen dari dalam hatinya.Ia manatap Hyuna dan Om Ryu dengan mata berkaca-kaca.


"Aku masuk ke kamar dulu ya Ar,dah ngantuk banget." ucap Hyuna yang kemudian berjalan ke arah tangga.


"Hyun,aku masuk kamar dulu ya." kata nya pada Hyuna.Membuat si empunya langsung melepas pelukan nya.


"Iya,aku juga mau pulang kok.Ketemu besok ya Queen." jawab Hyuna dan di angguki Queen.


"Sudah sana,pulang.Ini sudah terlalu malam.Arjuna,hati-hati bawa mobilnya." pesan Om Ryu.


"Siap Om." jawab Arjuna.


"Ya sudah,Hyuna pulang duluan ya Appa.Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam..." jawab Appa Ryu.


🌻🌻🌻🌻


Pagi harinya,Hyuna sudah kembali ceria karena semalam ia sudah berbaikan dengan Appa nya.


"Pagi,mami,papi.Kak Juna." sapa nya dengan semangat.Ia mencium pipi mami Vania dan juga pipi kakak nya.Sedangkan papi Vano, ia lewati karena Hyuna tahu jika papi nya tidak menyukai itu.


"Tumben pagi-pagi sudah ceria..?" tanya Mami Vania.


"Biasa mi,habis baikan dia sama Appa nya." jawab Arjuna.


"Iya,semalam Appa minta maaf sama Hyuna Mih." ucap Hyuna.


"Ekhem..." papi Vano berdehem.Membuat ketiganya langsung terdiam dan mulai melanjutkan makan masing-masing.Setelah selesai sarapan,Hyuna dan Arjuna pamit berangkat menuju sekolah.


"Kita berangkat ya.Assalamualaikum..." salam keduanya berpamitan.


"Waalaikumsalam." jawab Mami Vania dan papi Vano.


"Kamu gak kerja mas..?" tanya Vania pada suaminya.


"Enggak,kayaknya aku lagi kurang enak badan." jawab Vano.


"Kamu sakit mas..?apa perlu kita ke dokter...?" tanya Vania mendadak khawatir.


"Gak usah,aku mau istirahat saja di rumah." jawab Vano.Setelah selesai makan,Vano langsung pergi kembali ke kamarnya.Begitu juga dengan Vania,selesai membereskan meja makan,ia menyusul suaminya ke kamar.


Vania membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya yang sedang tidur dengan tengkurap.Ia pun berjalan mendekat dan naik ke atas tempat tidur.


"Mas...apa mau aku pijitin...?" tanya Vania.


"Emmmm.." Vano hanya menjawab dengan deheman mulutnya saja.Vania pun mulai mamijit punggung suaminya dengan perlahan.Vano berbalik bapan membuat Vania terkejut.

__ADS_1


"Eh...kenapa mas..?apa pijitan nyansakit...?" tanya Vania.


"Enggak,pijitan nya gak sakit kok." jawab Vano.Ia bangun dari duduknya dan bersandar di headboard.


"Sini deh,deketan sama mas." pinta Vano.Vania pun mendekat dan ikut bersandar hanya saja Vano menarik istrinya agar bersandar di dadanya.Sedikit membuat Vania kaget,karena sebelumnya suaminya tidak pernah seperti ini.


Vania memang menikah dan menjadi istri seorang Alvano.Tetapi,hanya istri pengganti dan bukan istri sepenuhnya.Karena sejak menikah hingga sekarang,Vano belum menyentuh nya sama sekali.Mereka memang tidur dalam satu kamar,tetapi keduanya tidur secara terpisah karena Vano yang ketika tengah malam akan berpindah tidur di sofa.


Vania sendiri,meski ada rasa sedih tetapi ia tetap menerima semua itu.Meski tak menjadi istri seutuhnya,Vania cukup bahagia karena suaminya yang masih mau menerima dirinya dan anak nya walau dalam keadaan apapun.Vano menerima dirinya tanpa syarat.Maka dari itu Vania dengan ikhlas menerima semua perlakuan suaminya selama tidak ada KDRT di dalam rumah tangganya,


"Mas kenapa sih..?" tanya Vania bingung.


"Mas cuma kangen sama kamu." jawab Vano.Ia membelai rambut istrinya yang tergerai indah.


"Hah...?!perasaan mas gak makan aneh-aneh deh tadi.Kenapa mendadak kangen sama Vania..?"


"Memangnya gak boleh mas kangen sama kamu..?" tanya Vano lembut.


"Boleh sih,gak ada larangan.Cuma aneh saja.Sebelumnya kan mas gak pernah seperti ini." jawab Vania sedikit menyindir suaminya itu.


"Kamu marah sama mas..?"


"Enggak lah.Buat apa marah."


"Atas perlakuan mas selama lima belas tahun ini,kamu sama sekali gak marah...?" tanya Vano sekali lagi.


"Enggak mas.Vania gak marah kok.Vania akan marah ketika mas gak adil sama Juna dan Hyuna.Itu saja." jawab Vania sambil menatap suaminya.Di kehidupan Vania,hanya Hyuna lah kebahagiaanya.Jika anak nya itu terluka,ia akan sangat sedih.Ia tak pernah memikirkan kebahagiaan nya sendiri.Karena selama anak nya bahagia,ia juga akan bahagia.


Mendengar jawaban istrinya.Vano benar-benar merasa malu dan menyesal karena sudah menyia-nyiakan istrinya selama ini.Semalam ia bermimpi bertemu dengan mendiang kedua istrinya.Ibu kandung Ella dan juga ibu kandung Arjuna.Dimana keduanya meminta Vano untuk menerima istrinya yang sekarang dan membahagiakan nya seperti saat Vano membahagiakan keduanya dulu.


Keduanya ingin melihat Vano bahagia dengan memperlakukan Vania seperti Vano memperlakukan keduanya dulu.Vano sendiri memang sampai sekarang belum bisa dengan sepenuh hati menerima kehadiran Vania.Ia masih terbayang-bayang alm Della dan itu yang membuat dirinya sulit untuk menerima Vania.


"Apa kamu mau memulai dari awal lagi sama mas..?" tanya Vano.Vania mengerutkan dahinya,bingung dengan pertanyaan suaminya ini.


"Mas Vano ini ngomong apa sih..?Vania gak ngerti deh.?" Vania balik bertanya pada suaminya.


"Mas mau,kita mengawali hubungan ini lagi sayang.Mas mau kamu menjadi istri seutuhnya buat mas." jawab Vano sambil menggenggam tangan istrinya dan menatap nya dengan serius.


.


.


.


.


.

__ADS_1


lanjut lagi gak nih...?jangan lupa coment ya


__ADS_2