Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 19


__ADS_3

Lima hari sudah Ryu,Mark dan Vania berada di Kore.Pekerjaan ketiganya sudah mulai menumpuk.Reyhan sudah kembali lagi ke Jerman karena istrinya yang terus mencarinya di tambah lagi pekerjaanya yang juga sudah menumpuk.


Keadaan Niko juga sudah mulai membaik.Dia sudah bisa menerima kepergian seluruh keluarganya.Hanya saja,sekarang Niko memilih tinggal di apartemenya,karena dia sudah tidak mau tinggal di rumahnya.Rumah yang membuatnya kembali teringat dengan seluruh keluarganya termasuk mendiang istrinya.


"Hyung...apa aku boleh tinggal di sini bersama Niko hyung...?" tanya Mark meminta ijin.Mark benar-benar tidak tega kalau harus meninggalkan Niko seperti ini.Walau bagaimanapun Niko masih dalam masa berkabung.Ia takut kalau di tinggal sendirian,akan berbuat macam-macam.


"Baiklah kalau itu mau kamu.Nanti urusan pekerjaan biar aku dan Vania yang urus." jawab Ryu.


"Kalau gitu aku pulang dulu ya.Kasihan Vania sendirian di apartemen." lanjutnya lagi dan langsung pergi meninggalkan apatemen Niko.


Ting...



Setelah membalas pesan singkat dari Derra,Ryu langsung melajukan mobilnya menuju apartemen.


Tit..tit..tit...tit..


Ceklek...


Ryu membuka pintu apartemen dan masuk ke dalam.


"Assalamualaikum...." ucap Ryu sedikit keras.


"Waalaikimsalam..." jawab Vania dari dalam kamarnya.Tak berapa lama Vania keluar dan menyambut Ryu dengan tersenyum.


"Kamu sudah pulang..?" tanya Vania berjalan mendekati Ryu.


"Sudah.Apa kamu sudah makan..?aku lapar..?" tanya Ryu.


"Kamu lapar..?mau aku masakin..?" tanya Vania.


"Boleh deh.Aku masuk kamar dulu ya,mau mandi." jawab Ryu berlalu meninggalkan Vania.Setelah selesai dengan mandinya Ryu menyusul Vania yang sedang sibuk memasak di dapur.


"Masak apa..?" tanya Ryu tiba-tiba melingkarkan tanganya di perut Vania.Menempelkan dagunya ke pundak.Mendapat perlakuan dari Ryu yang seperti ini sejujurnya membuat Vania melayang.


"Ryu...." panggil Vania tanpa menghentikan kegiatan masaknya.


"Hemm..." jawab Ryu sambil terus memperhatikan Vania.


"Apa selalunya kamu begini sama cewek lain.?" tanya Vania.


"Maksudnya..?" Ryu memicingkan matanya.


"Memberikan harapan yang entah itu nyata atau hanya harapan semu." jawab Vania.Ryu melepas pelukanya,merasa bingung dengan pernyataan Vania.


"Maksud kamu apa..?kamu gak suka di perlakukan seperti ini...?" tanya Ryu mendadak dingin.Membuat Vania sedikit takut.Takut kalau Ryu marah.Dengan tenang,Vania pun manjawab.


"Bukan seperti itu Ryu.Kamu memperlakukanku seakan aku ini kekasihmu.Tetapi,kamu gak pernah ngasih aku status yang jelas.Aku perempuan Ryu,aku punya perasaan.Kamu tampan,dan pemerhati.Siapa yang gak akan jatuh cinta kalau di perlakukan seperti ini." jawab Vania akhirnya bisa mengutarakan uneg-uneg yang sudah lama ia pendam.


"Sudahlah Ryu,tak perlu di fikirkan." Vania tiba-tiba mengalihkan pembicaraanya.Terlalu takut untuk dirinya jika harus membuat Ryu marah.Meski umur Vania lebih tua dari Ryu.Namun dia hanyalah perempuan lemah dan manja jika sudah berhadapan dengan laki-laki yang ia cintai.Vania kembali membalikan badanya dan kembali meneruskan masaknya.Berusaha melupakan kejadian yang baru saja terjadi.


Sedangkan Ryu sendiri masih diam seperti patung.Mencerna semua ucapan Vania.Ucapan Vania mengingatkan dirinya ke masa lalu,dimana dulu ia tak memberi status apapun pada Derra dan Yerin sampai akhirnya keduanya memiliki jalan kehidupan masing-masing.


#apa aku harus memulainya dari sekarang..?apa aku harus membuang jauh sifatku ini?apa aku harus menerimamu di hatiku Van..?# pertanyaan itu mulai muncul di pikiranya.


Melupakan Derra memanglah hal yang paling sulit yang Ryu lalukan sampai sekarang.Meski ia belum bertemu lagi dengan Derra,tapi Ryu mempunyai banyak waktu untuk bertemu denganya karena memang saat ini Derra yang sudah kembali ke rumahnya.Tetapi,untuk kembali padanya?Ryu sama sekali tidak berfikir akan kembali pada Derra.Jika ditanya ia akan selalu menjawab apa adanya yang bisa membua dirinya bahagia.


Ryu kembali membalik tubuh Vania.Mematikan kompor dan menatap dalam mata hazel wanita di depanya ini.

__ADS_1


"R-Ryu...kamu mau apa..?" tanya Vania sedikit gugup.


"Maaf,karena sudah membuatmu menunggu." jawab Ryu dengan lembut.


"Haa...?maksud kamu apa..?aku gak ngerti Ryu..?" tanya Vania mendadak cengo'


"Mari kita mulai dari awal.Aku mau kamu menjadi kekasihku." jawab Ryu dan kali ini membuat Vania melongo.Kaget dengan apa yang ia dengar.


"Jangan bercanda Ryu.Aku gak suka di bercandain."


"Apa aku kelihatan bercanda..?" tanya Ryu memicingkan matanya dan mulai mendekatkan wajahnya sedekat mungkin.Perlahan,namun pasti.Ryu mulai menarik pinggang Vania dan mencium bibir ranum Vania.Ciuman yang sangat lembut hingga membuat Vania merasa melayang.


"Mmmmpt...." Ryu terus *****@* bibir Vania.Ciuman lembut yang berubah menjadi ciuman panas yang memabukkan.Tangan Ryu mulai menjelajahi seluruh tubuh Vania.Mustahil jika Ryu tak menginginkan lebih.Dia lelaki dewasa yang normal.Apalagi saat ini di apartemen hanya tinggal mereka berdua.Tetapi,ia berusaha untuk tidak bebuat yang lebih dari yang saat ini ia lakukan.


"R..yu..ahh...." satu des@han keluar dari mulut Vania kala Ryu mulai b3rcumbu di lehernya.Meninggalkan jejak merah keunguan,tanda kepemilikanya saat ini.


"Ryu stop!" Vania menghentikan kegiatan Ryu.Mendorong pelan dada Ryu.


"Kenapa..?" tanya Ryu dengan tatapan sayu,seperti menahan sesuatu di sana.


"Katanya kamu lapar..?" tanya Vania menatap Ryu.


"Boleh gak makan kamu saja." godanya membuat Vania tersipu malu.


"Ryuuuu...ayolah,sebentar lagi kita mau pulangkan.?"


"Sebentar saja yank,setelah itu kita makan." jawab Ryu hendak melanjutkan cumbuanya.


"Tidak Ryu,cukup!nanti kita bisa keblabasan." kata Vania mencegah dengan pupy eyesnya.Mambuat Ryu gemas dan langsung mencubit hidung Vania lalu mencium keningnya.


"Ya sudah.Kamu lanjut masaknya.Aku mau ke kamar mandi sebentar." ucap Ryu berjalan meninggalkan Vania.


//jika kamu sudah barani masuk ke dalam hati seorang Ryu,maka kamu harus bisa menghadapi badai yang akan datang di antara hubungan kalian//


Itulah ucapan yang selalu Dita sampaikan kepada Vania.


"Semangat Vania,kamu memang mudah jatuh cinta dan kamu mudah sekali patah hati,So kamu harus bisa menghadapi semua itu." monolognya menyemangati dirinya sendiri.


Satu jam kemudian Ryu keluar dengan rambutnya yang masih basah.Padahal tadi dirinya sudah mandi.Tetapi,karena sesuatu hal,membuatnya harus mandi lagi.


"Sudah selesai..?" goda Vania dengan menahan tawanya.


"Dasar..." Ryu mengecup singkat bibir Vania dan setelah itu duduk di depanya.


"Kamu sudah beres-beres belum..?" tanya Ryu.


"Sudah kok.Tinggal berangkat." jawab Vania sambil menyiapkan makanan untuk Ryu.


"Maaf ya,selama di sini aku gak merhatiin kamu.Aku gak tau kalau Niko akan sampai segila ini." ucap Ryu menyesal.


"Tak apa.Aku mengerti kok." jawab Vania.


"Apa Mark ikut pulang..?"


Ryu menggelengkan kepalanya." enggak,dia mau menemani Niko dan membujuknya agar mau pindah ke Indo.Bekerja denganku di kantor." jawab Ryu.


"Lalu..?yang menggantikan Mark siapa..?"


"Kamulah.Selama Mark gak ada." jawab Ryu membuat Vania langsung mengerucutkan bibirnya.Karena itu artinya pekerjaanya akan semakin bertambah.

__ADS_1


"Kenapa..?" tanya nya ketika melihat wajah cemberut dari seseorang yang baru saja menjadi kekasihnya.


"Pekerjaanku akan semakin bertambah." jawab Vania cemberut.


"Kan sementara sayang," ucap Ryu.


"Ya udahlah,terima aja.Namanya rejeki.Kan lumayan gajinya bertambah." jawabnya sambil tertawa.Membuat Ryu ikut tertawa.


"Nanti ku tambah dua kali lipat." cetusnya membuat Vania membulatkan matanya karena terkejut.


"Jinja Ryu..?" tanyanya tak percaya.


"Asal kau merubah panggilanmu itu." jawab Ryu.Vania mengerutkan keningnya,tak paham dengan apa yang di katakan Ryu barusan.


Ryu memegang tangan Vania dan menatapnya." sekarang aku sudah jadi pacar kamu,jadi jangan panggil nama lagi.Aku tahu kalau umur kita beda dan kamu lebih tua dariku tapi seenggaknya kamu bisa kan hargai aku..?" tanya Ryu dengan sungguh-sungguh,membuat Vania tersentuh dengan ucapan Ryu barusan.


#Apa ini mimpi..?aku beneran jadi pacarnya Ryu,?# tanya Vania dalam hatinya.Ia masih belum percaya jika saat ini sudah berstatus sebagai kekasih seorang Ryu.


"Sayang..?kamu dengar kan yang aku katakan..?" tanya Ryu seketika membuyarkan lamunan Vania.


"Hah..!iya.?kenapa..?"


"Kamu gak dengar aku bicara tadi..?" tanya Ryu dingin.


Gleg....


Vania menelan salivanya saat melihat wayah Ryu yang langsung berubah menjadi dingin dan menakutkan.


"Dengar kok." jawab Vania takut-takut.


"Apa..?"


"Aku gak boleh panggil nama kan..?lalu aku harus panggil apa..?" kini giliran Vania balik bertanya.


"Terserah kamu.Kalau di kantor kamu boleh panggil aku pak.Tapi kalau di luar pekerjaan jangan panggil aku pak."


Vania nampak berfikir. "Gimana kalau aku panggil By..?"


"Apa Itu..?" tanya Ryu.


"Hubby..." jawab Vania.


Ryu tersenyum lalu menjawab. "Boleh."


Akhirnya setelah pembicaraan singkat hari ini,Ryu dan Vania resmi berpacaran.Entah Ryu beneran cinta atau hanya pelampisan saja,yang pasti Vania akan berusaha membuatnya nyaman saat bersama denganya.


.


.


.


...Bersambung......


Yaaah...Ryu jadian sama Vania deh..


Maafin author ya buat kalian kecewa.


Tapi mau gimana lagi,yang muncul di otak author hanyan itu.dan belum terpikirkan Ryu akan kembali sama Derra.Karena sampai sekarang Author belum nemu benang merahnya jadi nikmati dulu prosesnya akan jadi seprti apa suatu hari nanti.

__ADS_1


__ADS_2