Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 54


__ADS_3

Malam harinya, semuanya sudah berkumpul di rumah mama Icha.Terkhusus di halaman belakang.Sebelumnya,mama Icha sudah menyiapkan tempat makan malam untuk keluarga besarnya dan sekalian merayakan kepulangan Gibran.Jadilah,malam ini mereka semua sudah berkumpul di halaman belakang.


"Tadi bolos ya sekolahnya..?" tanya papi Vano pada Ella.


"Iya.heheheh...maaf ya Pih,Ella bolos sekolah." jawabnya meminta maaf.


"Di maafkan.Lain kali gak boleh begitu ya.Suka boleh,mengidolakan boleh.Tapi jangan sampai mengorbankan sekolah kamu ya sayang.Papi gak suka." jawab papi Vano.


"Iya Pi.Ella janji ini yang terakhir kok." Jawab Ella yang kemudian memeluk papi Vano dengan erat.


"Gibran,gimana di sana karirnya..?lancar kan." tanya Mark.


"Lancar hyung.Alhamdulillah." jawab Gibran.


"Sudah punya pacar belum..?" kini giliran Niko yang bertanya dan Gibran hanya menjawab dengan senyuman.


"Gak ada Hyung.Gibran gak mau pacaran dulu.Masih mau fokus sama karir." jawab Gibran.


"Masak ganteng-ganteng gak punya pacar Dek..?" tanya Firly.


"Gak ada kak.Lagian ,ngapain nanyain pacar sih..?penting apa..?"


"Ya kali saja kamu sudah punya pacar.Kan bisa di kenalin ke sini dek." jawab Firly.


Setelah selesai dengan makan malam,para orang tua memilih berbincang-bincang di dalam.Sedangkan yang lain berpindah di gazebo.


"Om Gibran...." panggil Ella saat sudah berada di dekat Gibran yang sedang duduk sendiri di ayunan sambil bermain ponsel.


"Ella...ada apa..?" tanya Gibran.


"Ella boleh duduk sini gak..?" tanya Ella.


"Ya boleh lah.Duduk saja." jawab Gibran yang kemudian menggeser duduknya.Ella pun duduk di samping Gibran.Sedangkan dari jauh,Vano,Lino dan yang lain menatap Ella dan Gibran yang sedang duduk berdua.


"Sepertinya apa yang di katakan Chan benar bang,kalau Ella suka sama Gibran." ucap Lino.


"Kalau itu benar terjadi,masak Gibran nikah sama Ella sih.Bang Vano besanan sama mama." celetuk Firly di iringi dengan sedikit tertawa,ia tak bisa membayangkan jika memang Ella dan Gibran berjodoh pada akhirnya nanti.


"Pikiran kamu kajauhan Fir.Ella masih kecil.Dan abang juga gak akan merestuinya." jawab Vano yang masih tetap menatap Ella dan Gibran dari kejauhan.Entah mengapa,Vano merasa jika Gibran kurang menyukai anak nya.Dan ia tak akan terima jika suatu saat Ella akan bersedih.


"Mau di larang sekeras apapun,kalau jodoh ya gak bisa di pisahin lah bang.Abang harus terima." kata Firly mengingatkan.


"Iya kalau jodoh.Kalau gak jodoh ya abang juga bakal berusaha misahin mereka." jawab Vano yang kemudian pergi masuk ke dalam rumah.Mungkin untuk sekarang ia akan membiarkan anaknya melakukan apa yang dia mau,selama masih dalam batas wajar dan masih di pantau olehnya dan para saudara sepupunya .Tetapi,jika sudah di lingkup luar,Vano akan sangat melarang anak nya untuk berdekatan dengan laki-laki manapaun.


"Dasar,keras kepala." gumama Firly


Back to Ella-Gibran.


"Om Gibran gimana kabarnya..?" tanya Ella basa basi.


"Baik,kan tadi kamu juga tahu kalau om baik-baik saja." jawab Gibran datar dan tanpa menatap Ella.

__ADS_1


"Hehehe...basa basi lah Om.Ella bingung mau ngomong apa sama Om." ucap Ella sambil emnggaruk kepalanya.


"Aneh kamu La." Gibran kembali terfokus pada ponselnya dan membiarkan Ella yang duduk di sampingnya.


"Om Gibran berapa lama di Indo...?" tanya Ella lagi.


"Hanya dua minggu." jawab Gibran


"Sebentar sekali Om."


"Iyalah,kerjaan aku banyak."


"Owh...kalau gitu,temenin Ella liburan yuk.Kita ke pantai." ajak Ella dengan antisias


"Gak mau ah,Om lagi males kemana-mana.Enak di rumah aja." jawab Gibran menolak ajakan Ella.


"Yaah....ya sudah gapapa lah." kata Ella dengan lesu.


#Kenapa rasanya Om Gibran beda banget ya sekarang.Seperti tak menyukai Ella sama sekali.# ucapnya dalam hati.


Kini keduanya saling diam tanpa perbincangan apapun,sampai akhirnya Ara datang dan bergabung dengan keduanya.


"Cie...berdua aja yang lain berasa ngontrak ya." celetuknya yang kemudian duduk di samping Gibran.Dan kini posisi Gibran berada di tengah antara Ella dan Ara.


"Kamu dari mana..?" tanya Gibran.


"Dari dalam." jawab Ara.


"Iyalah,memangnya mau bawa apa..?"


"Ya apa kek gitu,di dalam gak ada makanan ringan apa..?"


"Ya tadi sih ada.Tapi gak Ara bawalah." jawabnya. dengan santai.


"Dasar kamu nih.Mau jajan gak..?" tanya Gibran.


"Maulah,mana..?"


"Ya di supermarket Ara.Temenin kakak yuk..?" ajak Gibran yang kemudian berdir dan langsung menarik tangan Ara tanpa sadar jika masih ada Ella di sana.


"Eh...." Ara reflek melepas pengangan tangan nya karena dirinya merasa tak enak hati dengan Ella yang sedari tadi hanya diam saja.


"Kak Ella,ikut yuk." ajak Ara.Ella mendongak dan menatap Gibran yang seakan cuek kepadanya.


"Gak deh dek.Kakak tunggu di sini saja." jawab Ella.


"Beneran..?" tanya Ara.


"Iya " jawab Ella dengan tersenyum.Pada akhirnya Ara dan Gibran pun pergi meninggalkan Ella di ayunan sendirian.Sepergian Gibran dan Ara.Ella masih memilih duduk sendiri di ayunan hingga akhirnya Mark datang mendekatinya.


"Sendirian aja nona cantik." ucapnya yang kemudian duduk di samping Ell.

__ADS_1


"Iya Om.Gak ada temen nya." jawab Ella.


"Mau di temenin gak..?" tanya Mark.


"Boleh..." jawab Ella.


"Tapi gak di sini."


"Hah...!maksudnya..?" tanya Ella bingung.


"Di temenin sambil jalan-jalan.Ke stret food yuk.Kita kulineran."


"Dimana...?jauh gak...?" tanya Ella.


"Ya gak juga sih,di Bintaro."


"Ella ijin papi dulu ya.Soalnya sudah malam juga."


"Boleh.Yuk sekalian Om ijinin." ajak Mark yang kemudian berdiri.Mengajak Ella untuk masuk dan meminta ijin pada Vano.Sampai di dalam,Mark langsung meminta ijin kepada Vano untuk mengajak Ella jalan-jalan di pasaraya malam yang berada di Bintaro.Dan dengan berat hati,Vano pun mengijinkan anak nya.Awalnya ia enggan untuk memberi ijin.Tetapi,karena bujukan istri nya,akhirnya ia pun mengijinkan anak nya untuk keluar dengan Mark.


Kaduanya pun berjalan bersmaa keluar rumah,dan saat di sudah di luar keduanya berpapasan dengan Gibran dan Ara yang kebetulan baru kembali dari supermarket.


"Kak Ella,mau kemana..?" tanya Ara.


"Mau pergi Ra." jawab Ella singkat.


"Kemana..?ikut dong " rengeknya meminta untuk ikut.


"Ke Bintaro.Mau kulineran." jawab Ella sekali lagi.


"Iku dong,Om..!Ara ikut ya..?" tanya nya meminta ijin untuk ikut dengan Ella dan Mark.


"Bo-..."


"Gak boleh...!" Ella langsung menjawab dengan cepat permintaan Ara.


"Kamu kalau mau pergi sama Om Gibran saja.!Ayo Om kita pergi,keburu malam." ucap Ella yang langsung menyeret Mark untuk pergi menuju mobil.


#Kak Ella kenapa ya..?apa dia marah karena aku pergi sama Kak Gibran ya..?# tanya Ara di dalam hatinya.Entah mengapa ia merasa Ella kali ini sedikit berubah.


.


.


.


.


.


sedikit penggalan cerita Gibran dan duo gadis cantik ya guys.Untuk cerita selanjutnya tunggu di kamar baru ya,yang entah kapan Author buat hehehe...

__ADS_1


__ADS_2