Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 42


__ADS_3

Satu minggu berlalu,Ryu tak kunjung memberinya jawaban atas tantangan yang ia inginkan.Dan pada akhirnya Vania memutuskan meninggalkan Indonesia.Namun sebelum itu ia akan berkunjung terlebih dulu ke rumah Syeril untuk melihat baby Queen dan juga berpamitan padanya.


"Hai Ril."sapanya saat sudah di rumah Syeril.


"Van...tumben elo kesini pagi-pagi?" tanya Syeril.


"Iya Ril,gue mau pamit sama elo dan juga baby Queen." jawab Vania.Membuat dahi Syeril berkerut.


"Maksdnya..?"


"Gue harus ke Jerman,Ril." jawab Vania. seketika membuat mata Syeril membola.


"Sekarang...?hari ini...?" tanya nya dan di angguki Vania.


"Kenapa mendadak Van..?"


"Iya Ril,mama sama papa sudah ngotot banget nyuruh gue ke sana."


"Bohong banget elo Van.Gue tau om dan tante gak akan nyuruh elo buru-buru ke sana.Apa elo ada masalah Van..?elo gak mau cerita sama gue.?" tanya Syeril.Dirinya merasakan ada yang berbeda dengan Vania saat ini.Seakan ia sedang menyembunyikan sesuatu yang entah apa itu.Yang jelas,Syeril harus tau itu karena dirinya sudah menganggap Vania seperti keluarganya sendiri.


"Cerita sama gue Van,barang kali gue bisa bantu elo." kata Syeril.


"Gak ada Syer.Gue gak ada masalah apa-apa kok.Beneran." jawabnya dengan memaksaka senyum.


"Apa ada sesuatu yang sudah terjadi antara elo dan Ryu..?" tanya Syeril.


Deg...


Hati Vania kembali berdenyut ketika mendengar nama Ryu di sebut.Ingatanya satu minggu lalu kembali memenuhi pikiranya.Matanya mulai memanas.Hatinya kembali sakit dan hancur.Namun,sebisa mungkin Vania menahan agar air matanya tak jatuh.


"Gue gapapa Ril,seriusan kok." jawabnya dengan sedikit bergetar.


"Apa Ryu sudah menyakitimu Van..?" tanya Lino yang tiba-tiba datang dengan menggendong baby Queen dan menyerahkanaya pada Syeril.Vania terdiam atas pertanyaan yang di berikan Lino.Bingung harus menjawab seperti apa.


"Kalau elo gak mau cerita sama kita,mulai sekarang kita gak akan pernah menganggap elo keluarga kita." kata Lino dingin namun penuh ketegasan.

__ADS_1


"King,jangan seperti itu.Di sini aku cuma punya kalian.Kalau kalian menghindariku,lalu siapa lagi yang akan menjadi tempatku berkeluh kesah." jawabnya kali ini bersamaan dengan air matanya yang jatuh.


"Hiks...hiks..hiks..." Vania memegang dadanya yang begitu sesak.Meratapi nasibnya yang sekarang ini.


"Vaaan.....elo kenapa bisa begini sih..?ada apa..?pliss cerita sama kita Van.?" tanya Syeril khawatir.Pada akhirnya Vania pun menceritakan pada Syeril dan Lino.Hanya mereka berdua karena dirinya melarang Syeril atau pun Lino untuk memberitahu siapapun.


"Hiks...hiks...hiks...maafin aku King.Maaf,karena aku sudah membuat semuanya menjadi rumit hiks..." ucapnya sambil menundukkan kepalanya.Lino menghela nafasnya.Lagi dan lagi,terjadi lagi hal-hal yang pernah ia rasakan dahulu.


#Tuhan....kenapa semua anak papa seperti ini ya..?padahal papa adalah orang yang sangat baik.Tetapi kenapa kelakuanku dan Ryu seperti ini..?#


Ia tak menyangka jika adiknya akan menjadi sepertinya dulu saat merusak Syeril.Tetapi yang berbeda kali ini,Vania memilih mundur dan ingin meninggalkan Ryu dari pada memperjuangkan harga dirinya.


"Apa elo gak mau minta pertanggung jawaban dari adik gue..?" tanya Lino datar dan Vania hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku gak mau merusak hubungan Ryu dan Derra.Plis...aku mohon sama kalian,jangan beritahu hal ini kepada siapapun.Aku mohon." jawabnya sambil mengatupkan kedua tanganya.


"Van,ini masalah besar.Kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana..?kalau kamu hamil gimana..?" tanya Syeril.


"Biar itu jadi urusanku Ril.Yang pasti,aku mohon.Jangan kasih tahu siapapun ya.King....aku mohon."


******


Malam hari nya dengan tergesa-gesa,Ryu datang ke rumah kakak iparnya.Dengan nafas yang tak beraturan,Ryu masuk ke dalam rumah dan menemui kedua kakaknya yang sedang duduk bersama di ruang keluarga.


"Hosh...hosh...hosh....kak..." panggilnya dengan nafas tersengal.Membuat Syeril dan Lino menoleh.


"Om Ryu malam-malam kenapa lari-lari sih..?" tanya Clay yang kebetulan masih berada di ruangan tersebut.


"Calvin,masuk kamar sama mom ya.Temenin adiknya bobok." titah Daddy Lino.Clay menganggukan kepalanya lalu mengajak mommy Syeril ke atas.Menidurkan baby Queen yang sudah terlelap.


"Mau ngapain kamu ke sini..?sampai teegesa-gesa gitu...?" tanya Lino yang sebenarnya sudah tahu tujuan Ryu menemuinya.


"Bang,Ryu mau bicara sama kak Syeril.Kok kak Syeril malah pergi sih..?" tanya Ryu.


"Ya!kamu gak lihat kakak kamu pergi nidurin Queen..?" tanya Lino mulai sedikit emosi dengan pertanyaan dari adiknya.

__ADS_1


"Abang tahu kalau Vania sudah pergi..?" tanya Ryu kini dengan hati-hati.Takut abangnya akan marah.


"Menurutmu..?" Lino menaikan satu alisnya,menatap Ryu.


"Ayolah bang,jangan berbelit-belit.Plis...kasih tau Ryu bang." rengeknya memohon.


"Memangnya kamu mau apa dengan nya.?apa kamu menikahinya..?" tanya Lino dan seketika Ryu terdiam.


"Sudahlah Ryu,jangan cari Vania lagi.Biarkan dia hidup bahagia.Kamu itu sudah cukup membuat hatinya hancur." jawab Lino memperingati Ryu.


"Biarkan dia bahagia Ryu,biarkan dia menjalani hidupnya dengan tenang.Dia yang memilih sendiri,jadi abang mohon,lupakan dia." Tambahnya lagi dan mau tak mau Ryu harus pasrah menerima semua ini.Semua akses keberadaan Vania sudah tertutup.Tak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaanya.Begitupun dengan Syeril dan juga Lino.Keduanya hanya tahu masalah Vania dan Ryu tanpa mengetahui keberadaan Vania.


*****


Satu tahun berlalu.Ryu kembali menjalani kehidupanya dengan seperti biasa.Hubunganya dengan Derra juga sudah semakin dekat.Meski belum menikah,namun keduanya sudah seperti suami istri.Derra juga sering menginap di apartemen milik Ryu.Seperti sekarang ini.Sudah satu minggu Derra berada di apatemen.


"Abang sudah pulang..?" Derra menyambut kepulangan Ryu dengan senyum bahagia.


"Iya dek." jawab Ryu yang langsung menjatuhkan dirinya di sofa.Merasakan tubuhnya yang sangat lemah karena lelah bekerja.


"Abang kenapa..?sakit...?" tanya Derra berjalan mendekati Ryu.Menempelkan punggung tanganya di kening Ryu.


"Enggak dek.Abang cuma capek aja,seharian kerja.Kamu gimana..?sudah enakan badan nya..?" tanya nya balik bertanya,karena tiga hari yang lalu Derra ijin libur bekerja karena keadaanya yang kurang sehat.


"Lumayan kok bang.Nanti Derra mau pulang ke rumah mama ya.Abang mau ikut gak..?"


"Iya,nanti ya.Abang mau iatirahat dulu." jawab Ryu yang kemudian berdiri dari duduknya dan melangkah pergi menuju kamarnya.Mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2