
Kabar jika Ryu masih enggan bertemu Vania sudah sampai ke telinga papa Reno dan mama Icha.Dan itu membuat keduanya sedikit kecewa dengan anak nya tersebut.Papa Reno akhirnya mengajak serta istri dan juga menantunya untuk menemui langsung Vania dan Hyuna yang saat ini masih berada di Itali.Begitu juga dengan Firly dan Dafin yang juga ikut di perjalanan mereka.
Sampai di Itali.Papa Reno dan mama Icha langsung di sambut hangat oleh Saga dan juga Celline.Meski mereka datang karena ingin bertemu Hyuna.Saga dan Celline tetap senang karena bisa mengobati rasa kangen dengan keluarganya.
"Dimana dia..?di mana cucu mama Ga..?di mana Vania..?" tanya mama Icha bertubi-tubi.
"Mereka masih di atas mah.Jessy dan Hyuna masih mandi dengan Vania." jawab Saga.Meski kecewa,perlahan Saga mulai bisa menerima kehadiran Hyuna.Ia juga sadar jika Hyuna memanglah tidak bersalah.Dia hanya balita yang dilahirkan dari kesalahan Ryu dan Vania dan tak seharusnya Hyuna mendapat perlakuan yang tidak baik.Jessy dan istrinya saja sesayang itu dengan Hyuna,maka dari itu Saga juga akan berusaha menyayangi Hyuna,toh Hyuna dan Ara tak berbeda jauh.Jika dirinya bisa menyayangi Ara itu berarti Hyuna juga berhak di sayangi.
"Apa Ryu masih belum bisa di hubungi...?" tanya papa Reno yang kini sudah duduk di ruang keluarga,begitu juga dengan yang lain.Mereka sudah sangat ingin membahas masalah Ryu dan Vania yang tak kunjung usai.
"Sudah pah,Ryu sebenanrya sudah tahu semuanya,tapi dia masih gak mau datang ke sini,padahal Derra sudah ngotot pingin ke sini." jawab Lino.
"Lalu...?apa yang membuat Ryu gak mau ke sini Kak..?" tanya mama Icha.
"Ryu masih gak percaya kalau Hyuna itu anak kandungnya.Dia mau Hyuna melakukan tes DNA." bukan Lino yang menjawab pertanyaan mama Icha,melainkan Chan.Dia begitu gemas dengan adik sepupunya tersebut,gemas ingin memberinya satu bogeman mentah agar Ryu bisa menyadari semuanya.Jika di pikir,ia dan Ryu tak ada bedanya.Memiliki anak di luar nikah.Hanya saja, dulu Chan lebih mempercayai kehamilan Salsa, sedangkan Ryu meragukan anak yang di lahirlan oleh Vania.Dan tanpa mereka sadari Vania sudah mendengar semua apa yang di katakan oleh Chan.
"Ya sudah,Hyuna kita tes DNA saja." celetuk Firly memberi saran.
"TIDAK PERLU...!!!" ucap Vania dengan lantang,sehingga membuat semuanya langsung menoleh padanya.
#Kamu memang brengsek Ryu,Kamu sudah berkali-kali menyakitiku,tapi rasa cintaku yang terlalu besar sehingga aku tidak bisa membencimu dan selalu terlena olehmu.Tetapi hari ini,sepertinya rasa cintaku akan terkalahkan oleh rasa benciku ketika mendengar kamu ingin melakukan tes DNA kepada Hyuna.Sebegitu gak percayakah kamu padaku dan Hyuna,Ryu...?# tanya Vania dalam hati.
Ia berjalan menuruni tangga dengan menggendong Hyuna.Dan satu tangan nya menggendeng tangan Jessy.
Meskipun saat ini hatinya sangat marah dan juga kecewa,namun dia masih mempunyai sopan santun.Vania berjalan mendekati mama Icha dan papa Reno.Menyalami keduanya secara bergantian.Setelah itu ia berpelukan dengan Syeril.Sahabantnya yang selalu mendukung apapun keputusan nya.Mama Icha menatap wajah Hyuna yang begitu mirip dengan Ryu.Sangat cantik dan menggemaskan.
__ADS_1
"Mommy dedekna tantik mommy tayak Queen." ucap Queen ketika melihat Hyuna.Vania menundukan kepalanya dan menatap Queen.Ia lantas menurunkan Hyuna di samping Queen.
"Hyuna,salim dulu sama semuanya sayang." titah mami Vania pada anak nya.Hyuna pun nurut dan menyalani semua orang.
"Hayoo....namatu Queen,tamu tapa..?" tanya Queen.
"Atu Yuna.Namatu Yuna." jawab Hyuna.
"Yuna,main yuk di tana," ajak Queen yang langsung menggandeng tangan Hyuna dan mengajaknya bermain.
"Neo ikut..." katanya yang juga ikut menyusul Queen dan Hyuna.Sedangkan Jessy dan Clay sudah lebih dulu bermain PS.
"Vania....aku kangen sama kamu Van." Syeril langsung memeluk Vania.Ia bersyukur akhirnya bisa bertemu sahabatnya lagi.
"Kenapa kamu tega sih ninggalin aku sama Villia.?" tanya nya dengan menangis.Ia tak menyangka jika akhirnya bisa bertemu kembali dengan Vania.
"Kamu jahat tau gak.Villia dan Niko selalu nyari kamu Van.Kamu pandai banget bersembunyinya." kata Syeril cemberut.Membuat Vania sedikit terkekkeh.
"Kata siapa...?buktinya suami kamu bisa nemuin aku Syer." jawab Vania.
"Vania...maafin tante ya,karena gak bisa mendidik anak tante untuk bertanggung jawab perbuatanya." kini mama Icha berjalan mendekati Vania dan mengatupkan kedua tangan nya.Meminta maaf kepada Vania atas apa yang sudah di lakukan Ryu.
"Tante gak perlu minta maaf.Ini semua salah kita berdua,dan semuanya sudah terjadi.Vania menerima semuanya." jawab Vania.Kini semuanya sudah duduk di ruang keluarga.Kecuali Felix,Firly dan Dafin yang memilih menemani anak-anak bermain.
"Kenapa kamu pergi Van..?kenapa tidak meminta pertanggung jawaban dari Ryu...?" tanya papa Reno.
__ADS_1
Vania tersenyum kecut lalu menjawab."Waktu itu,Vania sudah memberi waktu Ryu selama satu minggu untuk memutuskan semuanya Om.Selama itu Vania menunggu dan ternyata Ryu sama sekali tak menemui Vania.Jadi Vania memutuskan untuk pergi.Percuma saja Vania menunggu kalau yang di tunggu ternyata gak akan pernah datang." jawab Vania.Semua terdiam,mereka tak menyangka jika Ryu bisa melakukan ini pada Vania.Terlebih mama Icha,beliau sangat kecewa dengan Ryu,apalagi tadi Chan sempat mengatakan jika Ryu masih tidak bisa menerima kehadiran Hyuna.Begitu juga dengan Syeril yang juga ikut kecewa dan juga marah kepada Ryu.
"Maaf sebelumnya.Setelah kejadian dua tahun lalu.Aku sama sekali tidak pernah dekat dengan lelaki manapun,kecuali Oppa Daniel,Eonni Ayana dan juga Refa.Mereka yang sudah membantu Vania selama di Kanada.Jadi,jika kalian ingin tes DNA dari Hyuna,maaf Vania gak akan setuju karena itu artinya kalian tidak mempercayai kehadiran Hyuna." tambahnya lagi.Dan di saat semuanya terdiam tiba-tiba ada yang mangucap salam.Membuat semuanya menoleh,terlebih Vania yang langsung terkejut saat melihat orang tersebut yang tak lain adalah Ryu dan Derra.
Deg....
Deg...
Deg...
Jantung Vania kembali berdegup.Matanya mulai memanas ketika mengingat kejadian dua tahun yang lalu.Keduanya sempat bertatap muka sebelum akhirnya Vania memutus pandangan nya ke sembarang arah.
"Vania permisi dulu." ucap nya yang kemudian pergi meninggalkan keluarga Adhitama.Vania kembali teringat akan ucapan Chan dimana Ryu ingin mengetes DNA Hyuna.Dan itu membuatnya semakin membenci Ryu.Bahkan mungkin saat ini rasa bencinya jauh lebih besar dari rasa cintanya.
"Kalian...!!kok gak ngabarin kalau mau ke sini...?" tanya Celline yang kemudian berjalan mendekati Derra.Keduanya berpelukan dan setelah itu Derra berjalam mendekati keluarganya.
"Aku mau susulin Vania dulu ya." ucap Syeril yang juga pergi meninggalakn keluarganya.Sama halnya dengan Vania.Syeril juga saat ini enggan melihat Ryu.Rasanya ia begitu marah kepada adik iparnya tersebut yang dengan seenaknya meragukan Hyuna.
.
.
.
.
__ADS_1
.