Delayed Mate

Delayed Mate
chapter 110 s2


__ADS_3

Queen masih berada di kantin kantor untuk menemani Zio makan.Dan ketika melihat ponsel Zio yang berada di atas meja,tiba-tiba ia terfikirkan kata-kata Sinta,model yang tadi sempat bertemu dengan nya.


"Zi...aku boleh tanya sesuatu..?" tanya Queen tib-tiba.


"Nanya apa..?" jawab Zio tanpa melihat Queen.


"Kamu sudah punya pacar..?" tanya Queen dan seketika membuat Zio tersedak makanan nya.


"Uhuk...uhuk..uhuk..."


"Hati-hati..." ucap Queen memberikan Zio minum.


"Pertanyaanmu membuatku terkejut." jawab Zio.


"Kenapa harus terkejut...?apa pertanyaanku membuatmu tidak nyaman..?" tanya nya lagi.


"Bukan seperti itu.Lagian kamu kenapa tiba-tiba nanya seperti itu...?" kini Zio balik bertanya.


"Tadi,di dalam aku bertemu sama Hilda dan Sinta.Kamu kenal mereka kan..?" tanya Queen dan Zio menganggukan kepalanya.


"Kata nya kamu punya pacar orang Singapura." ucap Queen.


"Lalu...?kamu percaya sama mereka..?"


"Antara percaya dan gak percaya." jawab Queen.Kening Zio berkerut,sedikit bingung dengan jawaban Queen.


"Percayanya karena apa..?"


"Karena kamu seorang model.Bisa di pastikan kamu punya banyak teman wanita cantik di luaran sana.Jadi gak heran kalau kamu punya pacar." jawab Queen.


"Lalu,gak percayanya karena apa...?"


"Tadi salah satu dari mereka bilang kalau pacar kamu itu tante-tante.Kan sayang kalau wajah tampan mu ini harus di miliki tante-tante." jawab Queen kali ini dengan sedikit tertawa.


"Apa yang di katakan mereka memang benar.Aku sudah punya pacar dan umurnya memang di atas aku." kata Zio.Queen mengangguk-anggukan kepalanya.Tak ada keterkejutan sama sekali di wajahnya karena memang dari awal dia sudah bisa menebak jika Zio memang mempunyai kekasih.


"Lalu,kenapa kamu mau di kenalin sama aku..?" tanya Queen kali ini dengan mode serius.


"Dari dulu mimpiku adalah menjadi model di Valery.Gak mudah bagi aku mendapatkan posisi saat ini.Posisi yang di idam-idam kan model lain nya.Maka dari itu aku gak akan pernah menyia-nyiakan usahaku selama ini.Sedangkan papaku mempertaruhkan karirku jika sampai aku menolak perkenalan ini." jawab Zio.


"Maksudmu papamu akan menghancurkan karirmu,gitu..?" tanya Queen memperjelas dan Zio menganggukan kepalanya.


"Makanya kemarin aku bilang,sebelum kita pacaran dan menikah,kita harus pengenalan terlebih dulu.Biar papa gak curiga juga kalau aku sebenanrnya masih berhubungan sama Karina.


"Owh...namanya Karina."

__ADS_1


"Kamu gak marah Queen...?" tanya Zio.


"Ngapain marah..?itu hak kamu lah,mau kamu pacaran sama janda sekalipun ya terserah kamu." jawab Queen.


"Terus,apa yang harus kita lakukan selanjutnya..?"


"Ya gak ada.Kita tetap seperti ini lah.


" Apa kamu akan mengatakan nya pada Om Lino...?" tanya Zio.


"Kamu kerja di sini sudah berapa tahun Zi..?" tanya Queen balik.


"Kamu ini,bukan nya jawab pertanyaan ku malah nanya yang lain." katanya dengan kesal.Bisa-bisanyan Queen malah bertanya hal lain padanya.


"Ya jawab dulu makanya.Kamu kerja di sini berapa tahun.?"


"Hampir enam tahun lah." jawab Zio.


"Berarti kamu sudah cukup mengenal orang-orang di disini dong."


"Ya,kurang lebih seperti itu.Tapi kalau daddy dan kakak kamu kan aku baru saja mengenalnya karena mereka juga baru-baru ini kerja di sini." jawab Zio.


"Kalau kamu sudah mengenal mereka,berarti kamu mengenal dong Om Ryu bagaimana,Om Dafin dan juga Om Felix.?"


"Ya kenal lah Queen.Mereka itu di sini terkenal dengan atasan yang super tegas dan super jenius,tetapi baik hati.Mereka bisa tahu apapun sebelum orang lain mengetahuinya." jawabnya menceritakan bagaimana kagumnya dia kepada Ryu,Dafin dan juga Felix.Alasan utama Zio ingin menjadi model di Valery juga karena dia ingin menjadi model yang bisa di segani oleh semua orang seperti mereka.


"Hadeuh...Queena...bisa gak sih gak berbelit-belit.Gue gak paham tauk." Zio merasa gemas sendiri dengan pernyataan Queen yang membuatnya bingung.


"Haduh kamu ini!katanya pingin jadi kayak mereka.Tapi gak paham juga dengan apa yang aku bicarakan." ucap Queen yang juga ikut kesal lantaran Zio benar-benar tidak bisa memahami apa yang ia bicarakan.


"Kamu ngomongnya gak jelas Queen!".


"Dih...ya kamu nyan aja yang gak konek tuh otak kamu."


"Udah makanya jelasin apa maksudnya.?"


"Gak jadi lah!dah males aku." jawab Queen dengan cemberut.


"Lah...ayolah Queen.Jangan bikin aku penasaran lah." ucap Zio yang kini sudah mulai penasaran.


"Bodo'.Biarin aja kamu penasaran."


"Jangan begitulah.....Iya-iya aku minta maaf deh." Zio mengatupkan kedua tangan nya.


"Ayolah Queen.Siapa tahu dengan kamu mengatakan nyan itu bisa jadi pembelajaran bagi aku.Kamu tahu kan kalau aku tuh pingin jadi seperti mereka.Apalagi pas ketemu daddy dan kakak kamu itu.Aura Alpha nya kelihatan banget.Buat aku penasaran tauk." ungkapnya panjang lebar.

__ADS_1


Queen menarik nafasnya terlebih dulu sebelum menjelaskan pada Zio.


"Gini ya Zi.Tanpa aku bercerita,dan sebelum aku mengenalmu,bahkan sebelum kita di jodohkan.Mereka pasti sudah mengetahui latar belakang kamu itu seperti apa.Karena kamu ini sudah di katakan sebagai model inti di Valery jadi mereka pasti gak akan main-main lagi.Mereka pasti akan memantau semua yang kamu lakuin di luaran sana." tutur Queen mulai menjelaskan.


"Serius kamu..?kenapa aku baru tahu ya..?"


"Ya karena kamu juga gak akan pernah tahu lah.Mereka pasti sudah mengantongi informasi yang valid tentangmu dan keluarga kamu.Maka dari itu,jika suatu saat kamu memancing emosi dan kemarahan mereka,bisa jadi karirmu akan hancur bahkan bukan hanya karir saja,kelaurgamu pasti ikut terseret." jawab Queen sekali lagi.


"Waah...daebak!mereka benar-benar membuatku merinding."


"Santai saja.Asal kamu gak buat salah ya mereka gak bakal macam-macam juga."


"Dengan kata lain,Om Lino juga pasti tahu kalau aku sudah punya pacar dong Queen..?" tanya Zio.


"Ya,bisa jadi sih." jawab Queen.


"Tapi kenapa beliau masih mau jodohin kamu sama aku ya..?"


"Mana aku tahu." Queen mengedikan bahunya.


"Dah lah,gak usah di pikirin juga.Lagian ya,kita tuh gak akan tahu juga kedepan nya seperti apa.Bisa saja suatu saat nanti kamu bisa suka sama aku." godanya pada Zio.


"Puwih....!amit-amit,jangan sampai gue jatuh cinta sama cewek modelan kayak elo."


"Lah,memangnya kenapa sama aku..?aku cantik,baik lagi." katanya memuji dirinya.


"Iya,kamu baik cantik.Tapi manja." jawab Zio.


"Manja dari mananya..?"


"Jujur ya Queen,aku tuh sebenarnya gak suka cewek cengeng.Melihat kamu tadi pagi tangis-tangisan sama pak Clay tuh sebenarnya membuatku risih tahu gak." jawab Zio dengan malas.


"Itu karena kamu belum mengenalku terlalu jauh Zi,makanya kamu bisa berfikiran seperti itu.Suatu saat kalau kamu tahu yang sebenarnya,pasti kamu juga berubah pikiran." ucap Queen yang kemudian berdiri dari duduk nya dan meninggalkan Zio.


"Kamu mau kemana..?" tanya Zio.


"Mau pulang lah.Aku tunggu di parkiran ya." jawab Queen.


Setelah membayar,Zio pun menyusul Queen ke parkiran dan langsung mengantarnya pulang ke rumah.Meski masih dengan pikiran nya,Namun Zio mencoba untuk sebiasa mungkin dan tetap profesional dalam pekerjaan nya.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2