
Sore hari Saga dan Celline sudah sampai di rumah setelah seharian bekerja.Saat memasuki rumah,keduanya sudah melihat Vania dan Hyuna yang sudah rapi dengan pakaian nya,begitu juga dengan Jessy yang juga sudah cantik dan wangi.
"Waaah....sudah pada cantik-cantik nih.Pada mau ke mana..?" tanya mama Celline berjalan mendekati Jessy dan Hyuna.
"Mami,tante Vania mau pulang." ucap Jessy dengan tiba-tiba.Membuat Celline langsung mendongak,menatap Vania yang sedikit menundukan kepalanya.
"Kamu mau pulang ke mana Van..?" tanya Celline.
"Aku sama Hyuna akan tinggal di apartemen Refa kak." jawab Vania.
"Kenapa gak nginep sini saja..?di sini kan banyak kamar kosong Vania." kata Celline yang meminta Vania dan Hyuna untuk tinggal.
"Gak usah kak.Lebih baik Vania tinggal di apartemen saja.Vania gak enak kalau harus tinggal di sini.Ngrepotin kak Celline dan kak Saga." jawabnya dengan lembut,Awalnya Vania memang akan tinggal di rumah bos nya jika nanti ia di terima kerja.Tetapi,saat mengetahui jika bosnya adalah Saga,Vania langsung memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen Refa.
"Kamu gak ngerasa di repotin kok Van.Iya kan sayang,?" tanya Celline kali ini menatap penuh harap pada suaminya.Sedangkan Saga belum juga menanggapi ucapan istrinya.Sebenanrnya Saga juga keberatan jika Vania tinggal di sini.Entahlah,Saga merasa kurang menyukai Vania.Seandainya dia tidak mengenal Vania,mungkin Saga bisa memecatnya langsung.Tetapi,kali ini Saga tidak bisa berbuat apa-apa.Meski kurang menyukai keberadaan Vania dan Hyuna,Saga sadar,jika masih ada darah keluarga Adhitama yang mengalir di dalam tubuh mungil Hyuna.
"Ayolah Van,kamu tinggal di sini saja ya..?" pinta Celline sekali lagi dengan penuh harap.Ia benar-benar tak ingin jika Vania menginap di apartemen Refa.
"Lain kali saja ya kak.Sekarang Vania tinggal dulu di rumah Refa.Besok-besok Vania tinggal di sini." jawab nya memberi pengertian kepada Celline.
"Janji ya,lain kali kamu harus menginap di sini." ucao Celline.
"Iya...Hyuna!,bonekanya di kembalikan ke kakak Jes dulu ya sayang besok di pinjam lagi." pinta Vania pada Hyuna yang dengan senantiasa memeluk erat boneka tersebut.
"Dak mau mami,mau bawak puyan te lumah." jawab Hyuna kini dengan mata berkaca-kaca.Vania berjongkok di hadapan Hyuna.
"Sayang,tapi ini boneka kesayangan kakak Jes.Kalau nanti kakak Jes sedih gimana..?besok kan Hyuna kesini lagi.Nanti Hyuna bisa pinjam lagi bonekanya.Sekarang kasih ke kak Jes dulu ya sayang." Vania terus merayu anaknya agar memberikan boneka milik Jessy.
"Hiks...hiks...hiks...Yu-na hiks...dak mau hiks..." ucapnya kali ini dengan menangis sesenggukan.Membuat Mama Celline dan Jessy merasa kasihan.
"Sayang...besok kan Hyuna ke sini.Besok Hyuna bisa bermain dengan nya lagi." rayu Vania kali ini dengan suara sedikit melemah.Sebenanrya Vania sudah tak sanggup lagi merayu Hyuna,karena anaknya tersebut cukup keras kepala.Tetapi dia juga cukup sadar,kalau Hyna masih belum di terima di keluarga Adhitama dan Vania juga tidak mengharapkan itu.Tanpa keluarga Adhitama,Vania akan terus berusaha untuk membahagiakan anak kesayanganya.
"Sudah Van,biarkan di bawa Hyuna." kata Celline.
"Jangan kak,ini boneka kesayangan Jessy.Aku gak mau anak ku menjadi perebut barang milik orang lain." jawab Vania seakan mengingatkan dirinya sendiri agar tetap pada betasanya.Selalu mencoba dan berusaha menjaga jarak dengan keluarga Adhitama.
Dengan muka di tekuk,akhirnya Hyuna memberikan boneka tersebut kepada Jessy.
"Betok,Yuna injam agi ya tak Jes." kata Hyuna meminta.
__ADS_1
"Iya,besok Hyuna ke sini lagi ya,temani kakak Jes." jawab Jessy dan Hyuna menganggukan kepalanya
Cup...
Jessy mencium pipi Hyuna.Baru pertama kali bertemu Hyuna,Jessy langsung jatuh cinta pada batita tersebut.Apalagi Jessy sendiri merasakan jika wajah Hyuna sangat miripp dengan Uncle Ryu nya.Membuatnya semakin gemas pada Hyuna.
"Kalau begitu,Vania pamit ya kak.Assalmualaikum."
"Waalaikunsalam Hati-hati ya Van." ucap Celline dan di angguki Vania yang kemudian keluar dari rumah Saga.
Setelah Vania pergi,Saga langsung mengangkat tubuh mungil Jessy dan membawanya menuju kamar.
"PAPA !! Jeje kaget..." ucap nya terkejut.
"Papa kangen sama Jeje," jawab papa Saga.
"Lah,kan tadi siang ketemu papa." ucap Jessy.Membuat mama Celline mengeryitkan keningnya.
"Siang..?memangnya tadi papa pulang..?ngapain..?" tanya mama Celline.
"Aku lupa kalau kamu kerja,jadi tadi aku pulang mau makan siang." jawab Saga sambil menyengir.
"Kebiasaan deh suka lupa " Celline menggeleng-gelengkan kepalanya.Ketiaganya berjalan menuju tangga dan pergi ke kamar atas.
"Hah..!!uncle mau ke sini..?ngapain..?" tanya Jessy lebih dulu.
"Kangan sama Jeje katanya." jawab papa Saga.Celline menatap curiga pada suaminya,seperti ada yang di sembunyikan.
"Je,kamu masuk kamar dulu ya.Mama mau bicara sama papa." titah mama Celline.
"Oke mah." jawab Jessy yang kemudian turun dari gendongan papa Saga dan berjalan menuju kamarnya.
"Lino ke sini mau apa yank...?" tanya Celline pada intinya.
"Kan sudah aku bilang,kangen sama Jeje." jawab Saga.
"Gak mungkin,pasti kamu sudah kasih tahu Lino ya kalau Vania di sini...?"
"Ngapain,kan aku sudah bilang juga,ini privasinya Vania,Ma...Kalau dia gak minta,papa gak akan ngasih tahu siapa-siapa." jawab Saga.
__ADS_1
"Lah itu tadi..?kenapa Lino bisa ke sini?"
"Ya,tadinya papa cuma mau cerita sama L saja dan minta saran dia,eh ternyata di sudah tahu duluan kalau Vania ada di sini." jawab Saga.,Saga melempar kemejanya ke sembarang arah dan
kemudian merebahkan tubuhnya di kasur.Tidur dengan berbantal kan paha milik istrinya.
"Hah...!!L sudah tahu Pa..?"
"Iya.Papa sendiri juga kaget waktu L bilang bakal ke Itali dan membicarakan masalah Vania."
"Tahu darimama ya dia Pah..?" tanya Celline sambil berfikir.
"Entahlah.Cepat sekali dia mendapatkan informasi tentang Vania." jawab Saga.
"Apa mungkin L akan mempertemukan Vania dengan Ryu..?"
"Semoga saja tidak." jawab Saga dengan cepat.Membuat Celline langsung menundukan kepalanya menatap suaminya yang sedang memejamkan matanya.
"Kok gitu...?" tanya Celline.
"Papa sebenanrya kurang menyukai keberadaan Vania dan anak nya." jawab Saga.Membuat Celline sedikit terkejut dengan ucapan suaminya.Dia berfikir suaminya justru sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Vania dan keponakanya.
"Papa gak suka dengan Hyuna...?kenapa..?"
"Entahlah ma.Papa hanya mengkhawatirkan perasaan Derra.Papa gak bisa bayangin bagaimana nanti jika dia bertemu dengan Vania dan juga anak nya.Anak dari suaminya." jawab Saga sambil menerawang jauh.Celline terdiam,perkataan suaminya juga ada benarnya.Apalagi faktor perceraian Derra dengan Rafi dulu,karena Derra yang belum bisa memberinya anak.Hingga membuat Rafi berselingkuh.
"Tapi mama yakin,Ryu tidak akan mengkhianati Derra."
"Tapi papa gak yakin sama Vania." kata Saga.
"Lalu,apa kita akan tetap mempekerjakan Vania di rumah ini...?"
"Entahlah ma,Kita lihat nanti saja."
.
.
.
__ADS_1
.
.