
Ryu memarkirkan mobilnya di sekitaran rumah sakit.Setelah itu ia langsung berlari masuk dan mencari ruangan di mana Vania berada.
"Permisi mbak,saya mau tanya pasien yang bernama Vania Agatha.?" tanya Ryu dengan nafasnya yang memburu.
"Ada di lantai dua pak,ruang anggrek nomer 003" jawab petugas resepsionis.Setelah mendapatkan informasi kamar Vania.Ryu bergegas pergi ke lantai dua.Mencari ruangan di mana Vania di rawat.Setelah ketemu,ia langsung membuka ruangan tersebut dan melihat Vania yang baru saja dari kamar mandi.Ryu langsung berjalan mendekati Vania dan mengangkat tubuhnya.Membuat si empunya langsung tersentak kaget karena tubuhnya yang tiba-tiba terangkat.
"Ryu!...kamu di sini...?" tanya Vania setelah Ryu mendudukanya di brankar dan membantunya bersandar.
"Kenapa kamu gak bilang kalau sakit..?" tanya Ryu khawatir.
"Maaf,aku kira kamu sedang marah.Dan lagi,semalam kan kamu lagi ke Bandung.Aku gak mau ganggu waktumu." jawab Vania dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Kamu tahu dari mana aku ke Bandung..?" tanya Ryu.
"Semalam Syeril memberitahuku." jawabnya lagi.
"Maaf karena aku gak merhatiin kamu.Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri sehingga aku melupakan kamu." ucap Ryu menyesal.
"Tak apa.Aku mengerti.Kamu gak bisa lepas dari masa lalumu Ryu.Dan aku cukup menyadari,sampai kapanpun aku gak akan bisa menggantikan posisinya di hatimu." ucap Vania terjeda.Ia menarik nafasnya sebelum akhirnya melanjutkan ucapanya.
"Aku rasa kita sudah gak bisa sama-sama Ryu.Lebih baik kita berteman saja.Mungkin dengan berteman,kita bisa memahami satu sama lain,dan aku gak akan menjadi beban lagi untukmu." lanjutnya lagi dengan menahan sesak di dadanya dan juga menahan air matanya.
"Maafin aku." Ryu menarik pelan tangan Vania ke pelukanya.Mencium pucuk kepala nya.Sedangkan Vania sendiri sudah menangis karena lagi dan lagi ia harus gagal dalam menjalin suatu hubungan.
"Kamu gak pernah menjadi beban untuk,ku.Hanya saja......." Ryu menggantung jawabanya.Benar-benar bingung harus mengatakan seperti apa pada Vania.
"Kamu gak bisa lepas dari bayang-bayang mantan kamu kan..?" tebak Vania dengan mendongakkan kepalanya.Menatap Ryu yang juga menatapnya.
"Maaf......" ucap Ryu.Vania melepas pelukanya.Sekarang,hatinya sedikit lebih lega.Mekipun masih ada rasa sakit,setidaknya, hubunganya dengan Ryu masih baik-baik saja.Dan ia berharap kedepan nya selalu baik,sekalipun suatu saat Ryu harus kembali pada Derra.
"Ngomong-ngomong.apa kamu tidak ke kantor..?sekarang sudah jam delapan lebih.?" tanya Vania.
"Emm...enggak deh.Aku mau menemani kamu saja,Aku bisa mengatur pekerjaan kewat sini." jawab nya dengan santai sambil mengeluarkan laptop yang tadi ia bawa.membuat Vania tersenyum.
"Kalau begitu,bisa belikan aku makanan..?aku lapar...?" pinta Vania dan di angguki Ryu yang langsung memesan makanan dari aplikasi online.
"Emm...bagaimana dengan Derra kemarin..?apa sudah bertemu suaminya..?" tanya Vania.
"Sudah." jawab Ryu.
"Lalu..?"
__ADS_1
"Ternyata suaminya sudah menikah lagi dengan wanita lain." jawab Ryu membuat mulut Vania terbuka dan matanya yang melebar.Kaget dengan pernyataan Ryu.
"Menikah lagi..?siri...?" tanyanya lagi dan Ryu menganggukan kepalanya.
"Astagfirullah,kenapa suaminya tega ya seperti itu,padahal Derra itu sudah baik sama dia.Dan setahu aku,Derra sangat mencintai dan menghormati suaminya" ucap Vania.
"Ya entahlah.Mungkin ada hal lain yang membuatnya sampai tega mengkhianati Derra." jawab Ryu.Dan Vania hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.Tak berapa lama kemudian pesanan Ryu pun datang.Dengan lembut ia melayani Vania walau sekarang keduanya sudah tidak memiliki hubungan apa-apa.
Siang harinya Syeril dan Villia datang untuk menjenguk Vania.Syeril yang masih kecewa dengan adik iparnya hanya diam tanpa menyapanya.Ia lebih memilih mendekati Vania dan mengajaknya berbicara.
"Elo kenapa deh sama Ryu,Ril..?apa ada masalah..?" tanya Syeril.
"Gak ada.Hanya saja,aku malas sama laki-laki model dia." jawab Syeril dengan malas.
"Laki-laki model dia..?memangnya dia kenapa..?" tanya lagi.
"Aku gak suka Van sama cowok yang plin-plan dan egois seperti Ryu.Jelas-jelas dia sudah punya pacar,tapi dia sama sekali gak perhatian sama kamu.Maunya apa coba." jelas Syeril dengan kesalnya setiap mengingat kelakuan Ryu.
"Sudahlah,jangan di pikirin.Dia masih muda.Wajar kalau seperti itu." jawab Vania.
"Muda darimananya.Ya karena dia gak bisa lepas dari bayang-bayang Derra.makanya dia seperti itu kepada para wanita."
"Sudah,jangan marah-marah.Kamu ini sedang hamil." ucap Vania menasehati sahabatnya.
"Belum Vil.Gue lupa.Coba nanti aku tanyakan ya." jawab Vania.Syeril mengerutkan keningnya,bingung dengan yang dibicarakan ke dua sahabatnya.
"Kalian ngomongin apa sih..?" tanya Vania.
"Villia tanya loker di kantor,kali aja ada.Dia mau ngelamar pekerjaan." jawab Vania.
"Owh..." Hingga siang hari,ketinganya masih betah untuk bersama.Syeril,Villia. dan Vania.Entah apa yang di bicarakan ketiganya hingga siang hari.Sedangkan Ryu sendiri memilih menyelesaikan pekerjaanya.
Ceklek....
Pintu ruangan terbuka.Lino dan Felix masuk ke dalam ruangan sambil membawa beberapa luch box.
"Elo seharian di sini Ryu..?" tanya Felix yang memilih duduk di sebelah Ryu.Sedangkan Lino berjalan mendekati istrinya.
"Gak seharian,kan ini masih siang bang." jawab Ryu dengan bercanda.
"Bang,gimana keadaan Derra..?apa dia baik-baik saja...?" tanya Ryu.
__ADS_1
"Memangnyan dia kenapa..?" tanya balik Felix.
"Abang gak tahu,apa pura-pura gak tahu..?"
"Lah,memangnya abang tau apa Ryu..?"
"Bang L gak cerita..?Om Dimas,atau...tante Diva, gak cerita sama abang apa...?"
"Gak ada yang cerita sama abang Ryu.Abang saja baru ketemu Lino barusan di kantor.Kalau sama papa dan mama,ya belum lah.Orang abang belum ke sana.Memangnya ada apa sih..?" tanya Felix semakin penasaran.Akhirnya Ryu pun menjelaskan semuanya kepada Felix.Di mana ternyata adik iparnya itu sudah menduakan Derra dan mengkhianatinya.
"Katanya dia bakal urus surat perceraian mereka." ungkap Ryu.
"Ya baguslah,biar adik gue segera terbebas dari dia." jawab Felix yang menanggapi pernyataan Ryu dengan santainya.
"Heran.....kenapa semua orang tanggapanya seperti itu ya.Apa memang Rafi seperti itu...?" tanya Ryu,ia begitu heran dengan keluarga Om Dimas yang begitu santai menanggapi rumah tangga yang sedang di hadapi Derra.
"Ya karena dari awal papa sama mama kurang menyukai pernikahan mereka." jawab Felix.Membuat Ryu melongo di buatnya.Sungguh di luar dugaan karena sebenarnya keluarga Om Dimas menentang pernikahan keduanya.
"Karena gak mau melihat Derra bersedih,papa dan mama mau gak mau menerima lamaran Rafi dengan tangan terbuka." ucap Felix mangawali ceritanya.
"Kenapa om dan tante gak setuju bang..?bukanya Derra sama Rafi pacaran juga lumayan lama..?"
"Entahlah.Abang juga gak tahu.Mungkin papa lebih setuju Derrah sama elo." jawab Felix membuat Ryu terkekeh.
"Ada saja." Ryu membeo.
"Mungkin setelah ini papa akan melamarmu untuk Derra,Ryu." ucap Felix membuat Ryu semakin terkekeh.
"Bang,Derra itu bukan barang yang bisa di ganti-ganti.Ryu yakin,setelah ini dia gak akan memikirkan pernikahan dulu."
"Ya iya sih,tapi abang yakin dia juga berharap bisa balik sama elo Ryu.Elo cinta pertamanya.Dan dia juga cinta pertamamu kan..?" tanya Felix.Dan Ryu hanya tersenyum tanpa menjawab.Dalam hatinya,ia memang berharap bisa kembali bersama Derra.Tetapi,tidak untuk saat ini.Ia akan memberi ruang bebas untuknya.Membiarkan Derra meraih keinginanya dan melanjutkan karirnya.
"Dah lah bang jangan di bahas.Gue gak enak sama Vania." Ryu akhirnya menghentikan topik pembicaraanya dengan Felix.
"Makanya,kalau elo gak yakin sama hati elo sendiri,jangan coba-coba deh ngasih harapan sama perempuan.Untung Vania itu perempuan baik-baik.Ya meski sering di sakiti laki-laki.Setidaknya dia gak pernah menaruh dendam sama siapa-siapa.Termasuk mantan-mantanya." jawab Felix..
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....