Delayed Mate

Delayed Mate
chapter 109 s2


__ADS_3

...Hai hai guys...gimana kabar kalian semua...?maaf ya Author baru bisa up lagi....


...Sebelum kita lanjut, Author mau minta pendapat kalian nih,enaknya kita buat kamar baru apa kita lanjut di sini ya..?...


...Karena sepertinya cerita Queen ini sedikit lebih panjang dari cerita-cerita sebelumnya..?...


...Manurut kalian gimana nih..?...


...Kasih komen ya siapa tahu membantu banget buat Author...


...Dan terima kasih sebelumnya ya🥰...


...****************...


 


Setelah menunggu,akhirnya Clay datang menghampiri adik nya.


"Queen..." sapa nya pada Queen.


"Oppa..." jawab Queen memanggil Clay dengan sebutan Oppa.Membuat Clay langsung tersenyum.Sedangkan Hilda dan Sinta langsung terkejut ketika mendengar panggilan Queen kepada Clay yang artinya kakak.


"Pak Clay..." Hilda dan Sinta menundukan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat kepada atasan nya.


"Kalian pergilah,dan ingat!dia anak dari direktur di sini.Jadi,jika kalian melihatnya berkeliling di sini,biarkan saja." ucap Clay memberitahu Hilda dan Sinta.


"Baik pak.Dan maafkan atas tindakan kami berdua nona." ucap Hilda meminta maaf kepada Queen.


"Sudahlah lupakan.Lagian kalian juga tidak sepenuhnya bersalah kok.Kalian hanya mematuhi aturan di kantor ini dan saya salut dengan kedisiplinan dan ketegasan kalian.Semoga kalian berdua sukses di masa mendatang." jawab Queen seraya mendoakan keduanya.


"Dan satu lagi.Jangan panggil saya Nona.Panggil saja Queen." tambahnya lagi.


"Baik.Terima kasih atas doanya Queen.Kalau begitu kita permisi dulu." pamitnya pada Queen dan juga Clay.


"Kamu ngapain ke sini dek..?" tanya Clay dengan lembut.Dan lagi-lagi sapaan Clay yang begitu lembut membuat Queen merasa terharu sekaligus bahagia.Ia tak menyangka jika saat ini dirinya dan juga kakak nya bisa kembali bersama setelah sekian lama ia menunggu.


"Hei..." Clay menyadarkan Queen.


"Kenapa diem sih..?Oppa nanya sama kamu ini.?" tanya Clay sekali lagi.Dan kali ini Queen tak menjawab,melainkan memeluk Clay dan langsung menangis


"Eh...." Clay terkejut ketika melihat adik nya yang malah menangis sesenggukan di pelukan nya.


"Hiks...hiks...hiks...Queen...hiks...kangen...hiks..sama Oppa...hiks..." ucap Queen dengan terbata-bata.Ia benar-benar tak menyangka jika saat ini bisa memeluk


kakak nya.


Clay tersenyum sambil membelai rambut panjang adik nya.Membiarkan Queen memeluknya sampai puas.Clay mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menghubungi seseorang


📱[Zico,kamu gantikan pekerjaan saya dulu ya.]


📱[Memangnya elo mau ke mana bang.] tanya Zico.


📱[Mau nemenin Queen dulu.Dia lagi di kantor.]


📱[What!!sama siapa bang..?]


📱[Ya sama Zio lah tadi.Sekarang dia lagi nungguin Zio pemotretan.]


📱[Owh..ya dah,gue lanjut kerja dulu lah.] ucap Zico dengan suara lemasnya lalu menutup panggilan nya.


"Dasar..." Clay menggeleng-gelengkan kepalanya.Merasa kasihan dengan Zico karena tak akan ada harapan lagi baginya untuk mendekati Queen.


"Sayang,ayo kita ke kantin.Kamu pasti belum makan kan.?" tanya Clay sambil membelai rambut Queen.Membuat si empunya langsung melepas pelukan nyanl dan mendongak,menatap Clay yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum.


"Belum..." jawab Queen sambil mengerucutkan bibirnya,membuat Clay langsung terkekeh.


"Manja sekali adik Oppa ini.Kajja...!Oppa temenin makan di kantin." ucap Clay yang kemudian menggandeng tangan Queen dan mengajaknya ke kantin.


Sampai di kantin.

__ADS_1


Clay langsung memesan beberapa makanan untuk Queen dan sekaligus menemaninya makan siang.


"Oppa gak makan..?" tanya Queen.


"Oppa sudah makan tadi sama yang lain nya." jawab Clay.


"Owh...ya sudah,Queen makan dulu ya." ucap nya dan di angguki pleh Clay.Dengan lahap,Queen memakan makanan nya sampai habis.Membuat Clay merasa gemas saat melihat betapa lahap nya Queen ketika makan.Berbeda sekali saat mereka baru pertama kalo bertemu.


"Baru kali ini Oppa lihat kamu makan lahap sekali dek." ucap Clay seraya menyingkirkan anak rambut Queen.


"Iyakah..?perasaan sama saja dengan biasanya." jawab nya tanpa menatap Clay.


"Beda sayang.Kali ini kamu terlihat sangat bahagia sekali." ucap Clay.


"Ya itu karena Queen makan nya di temani Oppa ku tersayang." jawab nya kemudian tersenyum manis pada kakak nya.


"Dasar..ya." Clay mencubit gemas hidung mancung sang adik.


ting....


Ting...


ting...


Ponsel Queen berbunyi berkali-kali.Tanda ada beberapa pesan yang masuk.Ia pun langsung mengambil ponsel dan melihat siapa yang sedang mengirim pesan untuk nya.


✉️Zio \=> Kamu di mana..?


✉️Me \=> Di kantin,sama Oppa.Why..? Have you finished shooting it..?


✉️Zio \=> Yes, I'm done


✉️Me \=> Ya sudah,kamu ke sini saja.Aku tungguin.


✉️Zio \=> Iya...


"Iya.Dia sudah selesai dengan pekerjaan nya." jawab Queen.


"Oppa...Queen boleh minta bantuan gak..?" tanya Queen dengan tiba-tiba.


"Boleh,bantuan apa memangnya.?" tanya Clay


"Oppa bisa gak cari informasi tentang seseorang.?" pertanyaan Queen membuat dahi Clay berkerut.


"Kenapa Queen..?apa ada sesuatu di antara kalian berdua..?" tanya Clay kini dengan serius.


"Tadi,waktu Queen bersama dua model tadi.Salah satu dari mereka bilang kalau Zio ternyata sudah mempunyai kekasih Oppa.Katanya dia salah satu model di Singapura." jawab Queen.


"Model di Singapura..?model apa..?"


"Entahlah.Tapi katanya tante-tante." jawaban Queen seketika membuat Clay langsung tertawa.


"Oppa kenapa ketawa?apa ada yang lucu.?" tanya Queen bingung.


"Gak ada sayang.Oppa cuma kaget saja.Zio itu masih muda.Kenapa dia mau berpacaran sama tante-tante." jawab Clay.


"Mungkin saja dia cantik Oppa." kata Queen.


"Ya mungkin saja Zio hanya di jadikan pelampisan saja."


"Maksud Oppa..?"


"Sudah lah.Jangan terlalu penasaran.Coba nanti Oppa cari ya.Kamu tahu namanya..?"


"Emm...siapa ya Oppa...?Queen sepertinya lupa." jawab nyan menyengir.


"Dasar ya.Ya sudah,nanti di rumah kita bahas lagi.Masih ada yang harus Oppa tanyakan sama kamu." ucap Clay yang kemudian berdiri hendak meninggalkan Queen karena Zio sudah mulai berjalan mendekati Queen.


"Oke Oppa." jawab Queen dengan mengacungkan jempol nya.

__ADS_1


"Sudah selesai pemotretan nya..?" tanya Queen setelah berada di dekatnya.


"Sudah.Kamu kok makan dulu sih...?padahal aku mau ngajak kamu makan di Rich." ucap Zio sedikit kesal lantaran Queen yang sudah makan terlebih dulu.


"Aku di traktir Oppa,Zi.Jadi sayang kalau di tolak." jawab Queen.


"Kalau kamu mau ngajakin makan lagi,ya ayo.Aku dah selesai nih." tambahnya lagi dan seketika membuat Zio terperangah.Baru saja ia melihat Queen menyelesaikan makan nya dan sekarang Queen malah mengajaknya makan lagi.


"Kamu nih ternyata makan nya banyak juga ya.Mana gak ada jaim-jaim nya lagi di depan aku." kata Zio menggeleng-gelengkan kepalanya.Baru kali ini ia bertemu dengan gadis seperti Queen.


"Ya ngapain aku harus jaim?" tanya Queen.


"Ya biasanya kan cewek kalau di depan cowok tuh pasti jaim,nunjukin sisi keanggunan nya.Lah ini kamu.Mana ada anggun-anggun nya."


"Memang yang bilang aku anggun siapa..?kalau kamu pingin tahu aku.Ya seperti inilah aku." jawab Queen.


"Kamu gak bisa jadi cewek anggun gitu..?"


"Ya bisa lah.Ada saat nya di mana aku akan menjadi gadis yang anggun dan ada saat nya di mana aku jug bisa menjadi gadis tomboi,manja,pemarah,dan pemaaf." jawab nya dengan jelas.


"Di depan ku...?bisa gak kamu anggun sedikit saja." pinta Zio.Membuat Queen langsung terkekeh.


"Untuk apa..?kamu gak suka dengan aku yang seperti ini..." tanya Zio.


"Bukan gak suka.Kalau di depan ku kamu boleh lah berlagak seperti.Tapi kalau di depan orang asing kan kamu harus jaga imej kamu juga." jawab nya.


"Ya bisa lah.Memangnya kamu mau nunjukin aku ke semua orang..?"


"Ya gak sekarang juga Queen.Nanti lah."


"Kapan..?dan...untuk apa kamu menunjukan ku kepada seseorang..?kita kan gak pacaran.Haruskan aku mengenal orang-orang di sekitarmu..?" pertanyaan Queen kali ini membuat Zio langsung terdiam.Ia bingung harus menjawab apa karena dirinya sendiri jug belum yakin dengan perasaan nya nanti kepada Queen akan seperti apa.


"Sudah,jangan terlalu di fikirkan.Ini,kamu jadi traktir aku gak...?" tanya Queen.


"Gak jadi!kamunya udah makan gitu." jawab Zio.


"Ya kan aku bisa makan lagi Zio."


"Gak ada.Entar kamu gendut,aku gak suka." jawab nya tegas.


"Dih...memangnya kamu siapa,soksok an nglarang aku...?" tanya Queen cemberut.Zio berjalan mendekati Queen dan membisikan sesuatu di telinga Queen.


"Calon suami kamu kan..!" jawab Zio seketika membuat Queen langsung melototkan makan nya.


Deg...deg...deg...


Perkataan Zio barusan membuat jantung Queena berdetak lebih kencang.Namun,ia berusaha sebiasa mungkin agar Zio tak curiga.


#Astaga...kenapa di bilang seperti itu saja aku langsung degdeg'an ya.?# tanya Queen dalan hatinya.


Plak...


Queen berusaha menetralkan debaran jantungnya saat ini dengan berpura-pura memukul lengan Zio sekaligus menatapnya dengan tajam.


"Dah ah,kalau kamu gak mau makan,anterin aku pulang saja." pinta nya dengan ketus.


"Enak aja.Aku laper tauk.Kamu temenin aku makan sebentar.Setelah itu aku anterin kamu pulang.


" Ya sudah..." jawab Queen pasrah,ia pun menunggui Zio sampai selesai makan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2