
Sore harinya semaunya sudah siap-siap pergi ke mall.Hyuna juga sudah rapi dan cantik dengan pakaian nya sore ini.
"Ututu...anak bunda cantik sekali." puji Derra ketika melihat Hyuna.
"Appa nana Dunda..?" tanya Hyuna.
"Appa sedang tidur.Hyuna mau bangunin appa...?" tanya Derra dan Hyuna menganggukan kepalanya.Keduanya pun akhirnya pergi ke kamar atas untuk membangunkan Ryu.
Sampai di kamar,Hyuna langsung naik ke atas punggung Ryu dan langsung membangunkan nya.
"Appa danun Appa...danun...." Hyuna membangunkan Ryu dengan menepuk ounggung Appanya dan seskali menjambak rambutnya.Membuat si empunya langsung bangun.
"Hyuna..!!kamu ngapain di atas sini..?turun gak..?!" ucapnya marah,membuat Hyuna langsung turun.
"Bisa gak sih kamu gak gangguin Appa..!kamu tahu kan Appa sedang tidur..?" tanya Ryu kini dengan marah-marah.Kepalanya sedikit pusing karena bangun tidur mendadak.
"Maap appa,tadi Dunda tuluh Yuna dagunin Appa." jawab Hyuna seperti biasa.Tak ada raut kesedihan diwajahnya.
"Sekarang mana bunda...?"
"Mandi." jawab Hyuna singkat.Ia kemudian turun dari tempat tidur dan berjalan pelan-pelan menuju sofa dan menunggu bundanya selesai mandi.
Sepuluh menit kemudian,Derra keluar dari kamar mandi dan melihat Ryu yang masih tiduran di kasur,sedangkan Hyuna duduk di sofa.
"Kamu sudah bangun...?" tanya Derra.
"Hemm..." jawab Ryu cuek dan kemudian berjalan ke kamar mandi.
"Sayang,Oppa kenapa." tanya Derra.
"Dak tau." jawab Hyuna mengedikan bahunya.
"Dunda,antik mami ada dak...?" tanya Hyuna tiba-tiba.
"Gak tahu sayang,memangnya kenapa..?" tanya balik bunda Derra.
"Yuna nau puyan tama mami tama papi." jawab Hyuna.Mendengar jawaban Hyuna,Derra langsung terkejut.
"Katanya mau nginep...?" tanya Bunda Derra.
"Dak jadi deh,nau puyan aja." jawab Hyuna.
#Apa tadi kak Ryu marahin Hyuna ya...?# tanya Derra dalam hati.
******
Karena pekerjaan Vano yang banyak, akhirnya hanya Vania yang ikut jalan-jalan ke Mall.Sedangkan Vano,nanti akan menyusul jika semua pekerjaanya selesai.
__ADS_1
"Mami....." teriak Hyuna ketika melihat maminya.Ia berlari mendekati mami Vania dan naik ke atas pangkuanya.
"Sayangnya mami,udah cantik." dengan gemash,Vania mencium pipi gemol Hyuna.
"Mami,antik Yuna itut puyan ya.?" pinta Hyuna.Mami Vania mengerutkan dahinya.
"Katanya mau nginep...?"
"Dak jadi deh.Di lumah tama mami aja " jawab Hyuna.Tanpa pertanyaan lagi,mami Vania hanya menganggukan kepalanya saja.Ia tidak ingin bertanya pada Derra karena ketika melihat Ryu turun,Vania tahu apa yang membuat anak nya sampai meminta pulang.Padahal tadi pagi Hyuna sangat semangat karena akan menginap di rumah Appanya.
"Papi nana mami...?"
"Papi kerja sayang,nanti nyusul." jawab mami Vania.
*****
Skip Mall...
Hyuna,Jessy dan semua anak kecil sudah berada di salah satu tempat bermain di sebuah Mall terbesar di Jakarta.Kebetulan Ella dan Mark berada di sana,jadi mereka memilih menjaga Hyuna dan yang lain di tempat bermain.Sedangkan para orang tua memilih menunggu di food center yang ada di mall tersebut.
"Abang mau makan apa..?" tanya Derra.
"Nanti saja.Abang mau lihat anak-anak dulu deh." jawab Ryu yang kemudian berdiri dari duduknya dan pergi ke tempat bermain.
"Tadi minta makan,sekarang malah pergi.Himana sih..?" Derra menggeleng-gelengkan kepalanya.Heran melihat suaminya yang berubah-ubah mood nya.
"Biarin aja Der.Siapa tahu bang R mau mendekatkan diri sama Hyuna." celetuh Firly.
Ryu berjalan ke playground dan langsung bergabung bersam Ella dan Mark yang juga sedang bermain bersama Clay dan yang lain.
"Main apa Je..?mau Om temenin gak..?" tanya nya mendekati Jessy.
"Om,Jeje kan sudah sama Clay dan Kenzo.jangan ganggulah.Om ke sana aja sama Quenn dan yang lain." jawabnyan sambil menunjuk Queen yang memang sedang bermain dengan Neo dan Hyuna.
"Dih,dasar bocil.Di temenin main gak mau." Ryu berdiri dan berganti mendekati Queen dan Neo.Bermain dengan keduanya.Sedangkan Hyuna bermain di temani Ella dan Mark.
"Yuna tini Yuna..." panggil Queen,Hyuna pun mendekat dan duduk di samping Queen.
"Ih,Hyuna jangan disini,Hyuna sama Uncle Malk aja " ucap Neo yang malah melarang Hyuna untuk bermain dengan dirinya dan Queen.
"Bialin Neo,Atuh nau nain tama Yuna.Napa hayo..?"
"Gak boleh!Hyuna nakal." jawab Neo dengan medorong dada Hyuna sehingga ia hampir saja jatuh,dan untungnya ada Mark dan Ella yang berada di belakang Hyuna.
"Neo,gak boleh gitu." ucap Ella menasehati Neo.
"Biarin..!!" jawab Neo dengan ketus.
"Neo,gak boleh gitu.Kajja,uncle belikan es crim." kata Ryu yang langsung mengajak Neo dan Queen pergi dan tanpa mengajak Hyuna.
__ADS_1
"Mami..." Hyuna berlari mendekati maminya yang ternyata sudah berdiri tak jauh dari tempat mereka.
Hup....
Mami Vania menggendong Hyuna lalu menciumnya.Bahkan tak perduli dengan Ryu yang berjalan melewati keduanya.Hyuna dan Vania seakan kompak menganggap Ryu hanyalah bayangan masa lalu yang tak harus mereka ingat.
"Hai sayang....gimana main nya..?seneng gak...?" tanya mami Vania
"Teneng don,di tenenin untle Malk tama tatak Eyya." jawab Hyuna.Vania tersenyum.Meski hatinya begitu sakit ketika melihat Ryu memperlakukan anak nyaseperti itu,Namun, Vania juga tetap mencoba biasa saja.Memendam sendiri kesedihan dan kekecewaan nya.
"Ya sudah.Hyuna mau es crim juga gak..?" tanya Mami Vania.
"Gak deh mami,Yuna nau main aja." jawab nya yang kemudian meminta di turunkan dari gendongan maminya.Beberapa saat kemudian,Neo dan Quenn datang sambil membawa es krim.
"Yuna!ini es tin tamu." ucap Quenn sambil memberikan es crim pada Hyuna.
"Hyuna dak ninta di beyiim es tim." jawab Hyuna bingung,karena memang dirinya tidak minta di belikan es krim.
"Appa tamu beyiin,Yuna." kata Queen.Hyuna dan Vania sama-sama menatap Ryu yang sedang duduk bersama Mark dan Ella.
"Sana,bilang terima kasih sama Appa." perintah Vania pada anak nya.
"Ote mami." jawab Hyuna.Ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Ryu.
Cup...
Hunya mencium pipi Ryu,membuat si empunya terkejut,ia menoleh dan menatap Hyuna yang sedang tersenyum.
"Matatih Appa,dah di beyiin es tim." ucap Hyuna dengan tulus.Ryu masih diam,tertergun dengan apa yang di lakukan anak nya.Hyuna masuh berumur satu tahun,tetapi pemikiranya sudah seperti orang dewasa.Ryu tak pernah sekali melihat wajah sedih Hyuna kecuali saat anak nya tersebut mencari maminya,barulah ia melihat anak nya sedih.Selebihnya,ia selalu melihat Hyuna dengan wajahnya yang selalu ceria dan tersenyum.
Plak..
Hyuna memukul paha Appa Ryu.Membuat Appanya langsung sadar dari kamunan nya.
"Apa denal Yuna nomon gak..?" tanya Hyuna dengan kesal namun wajahnya masih terlihat imut.
"Iya dengar..." jawab Ryu gelagapan.
"Telus napa gak jawab..?" tanya Hyuna.
"Jawab apa..?" tanya Appa Ryu balik sambil menggaruk rambutnya karena bingung harus menjawab apa.
"Ish...Appa!!Tadi Yuna bilan,matatih dah di beyiin es tim." katanya lagi.
"Owh..itu.Iya sama-sama." jawab Appa Ryu.Entah mengapa,tadi saat melihat Hyuna yang seakan masa bodo dengan kelakuan nya,membuat dirinya sakit hati.Padahal sebelumnya ia selalu membuat Hyuna sedih.
#Apa aku harus mempercayai adanya Hyuna..?# tanya Ryu dalam hati sambil terus menatap Hyuna yang sedang menikmati es crim cup yang baru saja ia belikan.
.
__ADS_1
.
.