
Vano dan Vania masih berada di dalam kamar.Vania benar masih bingung dengan pernyataan suaminya itu.
"Kok diem sih..?apa kamu gak mau memulai semuanya..?" tanya Vano lagi.
"Bukan begitu mas.Selama ini kan aku sudah menjadi istri yang baik buat mas Vano.Apa semua itu masih kurang di mata mas..?" tanya Vania bingung.Vano tersenyum.Istrinya benar-benar membuatnya menyadari dan meyesali semua perbuatanya selama belasan tahun yang lalu.
"Mas tahu sayang.Kamu sudah menjadi istri yang baik buat mas Vano,bahkan lebih baik.Mas beruntung karena sudah punya kamu.Hanya saja, kali ini dan mulai sekarang mas mau menjadi suami seutuhnya buat kamu dan kamu menjadi istri seutuhnya buat mas." jawab Vano.
"Apa kamu gak mau memberikan mas anak lagi..?" tanya Vano seketika membuat Vania membelalakan matanya.Terkejut dengan pertanyaan suaminya.Ia juga tersadar jika selama lima belas tahun ini,suaminya memang belum pernah menyentuhnya sama sekali.
#Kenapa baru sekarang mas kamu menyadaei itu semua..?di saat kita sudah hampir memiliki cucu dari Ella?# tanya Vania dalam hatinya.Bahagia sekaligus sedih,itulan yang ia rasakan.Penantian nya selama belasan tahun sudah terbalaskan,hanya saja untuk memiliki anak lagi,Vania sudah tidak terfikirkan sama sekali.
Cup...
Vano mencium bibir istrinya.Membuat Vania tersadar.
"Kenapa bengong sih..?mas tanya dari tadi gak di jawab-jawab.?" tanya Vano cemberut.
"Bukan begitu mas.Aku kaget mas Vano tanya soal anak." jawab Vania.
"Memangnya kenapa..?kamu gak mau punya anak dari mas..?" tanya Vania.
"Bukan gak mau mas.Tapi kan kita sudah gak muda lagi.Dan juga kamu tuh udah mau dapat cucu dari Ella.Masak mau saingan sama mantunya sih..?" tanya Vani menggoda suaminya.
"Ya apa salahnya sih?lagian,anak-anak juga pasti mau kok." jawab Vano.Vania terdiam,ia gak tau harus menjawab apa lagi.Perubahan suaminya benar-benar membuat dirinya bingung.
"Sayang...apa mas boleh menyentuhmu..?" tanya Vano dengan lembut.
"Mas ini suami Vania.Jadi terserah mas Vano mau apain Vania.Asal jangan sakiti Vania dan Hyuna saja." jawab Vania.Sejak dari dulu ia sudah menunggu moment seperti ini.Dan hari ini semua penantianya sudah terbalaskan.Menjadi istri seutuhnya dari Alvano,suami yang sudah sangat ia cintai,
Dan tanpa pikir panjang.Setelah mendapatkan izin,Vano langsunh menjamah istrinya.Menuntaskan hasr4t nya yang sudah ia tahan selama lima belas tahun lamanya.
Dua jam bergulat di atas ranjang,Vano dan Vania akhirnya selesai menuntaskan semua. hasr4t keduanya.Vano tumbang di samping Vania yang sudah lemas karena tenaga suaminya yang begitu kuat.
"Makasih ya sayang.Maaf kalau sudah membuatmu lelah." ucapnya sembari menutupi tubuh istrinya dengan selimut.Sedangkan dirinya memilih turun dan berjalan menuju kamar mandi.Membersihkan badan nya yang sudah dangat berkeringat.
🦉🦉🦉
Siang hari,Arjuna dan Hyuna sudah sampai di rumah.
"Assalamualaikum.." salam keduanya saat masuk ke dalam.
"Waalaikumsalam." jawab papi Vano yang sedang duduk bersantai di ruang tamu.Arjuna dan Hyuna berjalan mendekat dan mencium tangan papi Vano.
"Papi tumben di rumah..?" tanya Arjuna.
"Iya,tadi papi gak enak badan.Jadi gak ke kantor deh." jawab papi Vano.
"Mami mana pih..?" kini Hyuna balik bertanya.
"Mami lagi istirahat di kamar.Kalian lapar gak..?" tanya Papi Vano.
"Laper lah pih." jawab Arjuna sambil mengusap perutnya.
"Ya sudah,ganti baju sana.Papi ajak makan di luar." ucap papi Vano.Hyuna dan Arjuna saling tatap dan tersenyum.Mereka senang, akhirnya papinya bisa meluangkan waktu untuk mereka.
__ADS_1
"Mami gak di ajak Pih..?" tanya Hyuna.
"Iya,papi bangunin mami dulu." jawab Papi Vano yang kemudian berdiri dari duduk nya dan pergi ke kamar nya.
"Kak,tumben papi hari ini ceria ya.Gak kayak biasanya..?" tanya Hyuna.
"Pasti papi habis dapat jackpot gratis dari mami." jawab Arjuna sambil tertawa.
"Apaan tuh.?" tanya Hyuna bingung.
"Adalah.Anak kecil gak boleh tahu." jawab Arjuna sambil mengecak gemas rambut Hyuna.
"Ish...KAKAK...!!!!" teriak Hyuna kesal karena kakak nya sudah mengacak-acak rambutnya.
Di kamar.
Vano berjalan ke arah ranjang dan duduk di bibir kasur.Menatap istrinya yang masih tertidur pulas.
"Aku benar-benar bod0h,karena sudah menyia-nyiakan istri sebaik dan sesabar kamu yank." ucap nya sembari membelai rambut Vania.
"Eungh..."Vania perlahan membuka matanya,menatap suaminya yang juga sedang menatapnya.Vania kembali teringat dengan pergulatanya nya tadi pagi bersama sang suami.
"Mas...kamu sudah bangun..?" tanya Vania.
"Ayo bangun,aku mau ajak kamu sama anak-anak makan di luar.Arjuan sama Hyuna pasati sudah nungguin." ajak Vano.Vania bangun dari tidurnya dan duduk bersandar di headboard.Ia merasa sedikit kesakitan di bagian intinya.
"Kalau aku gak ikut gimana..?" tanya Vania.
Mata Vano menyipit "kenapa gak ikut..?" tanya nya penasaran.
"Kamu pergi sama anak-anak saja ya,itung-itung me time." lanjutnya
"Ya sudah,mau di bungkusin aja makananya..?"
"Iya deh,bungkusin aja nasi rames ya." pesan nya pada suaminya.
"Ya sudah,mas berangkat dulu ya sama anak-anak." pamit Vano.Ia mencium kening istrinya.Setelah itu,ia pergi meninggalkan kamarnya.Membiarkan istrinya untuk beristirahat.
Vano turun ke bawah dan melihat ke dua anak nya yang ternyata sudah menunggu di bawah.
Kedua anak nya memang seumuran.Tatapi,Arjuna bisa menjadi kakak yang baik untuk Hyuna.Arjuna sangat menyayangi Hyuna.Dan dia akan marah jika ada yang menyakiti adik nya.
"Kalian sudah siap...?" tanya papi Vano.
"Mami mana pih..?" bukan nya menjawab,Hyuna langsung bertanya tentang keberadaan mami nya.
"Mami gak ikut sayang.Katanya masih capek." jawab papi Vano.
"Capek..?capek ngapain..?" tanya nya. penasaran.
"Haish...sudah,jangan ditanya dek.Nanti kalau kamu sudah nikah pasti ngerti." kata Arjuna.
__ADS_1
"Sudah gapapa,kita pergi bertiga saja." ucap papi Vano.Ketiganya pun pergi dengan Arjuna yang menyetir.Hyuna duduk di jok belakang dan Papi Vano berada di samping Arjuna.
📱Me \=> Mami..🗣️🗣️
📱Mami \=> Iya sayang,kenapa..?
📱Me \=> Mami kenapa gak ikut...?
📱Mami \=> Mami capek sayang.Lagian,jarang-jarang kan kamu pergi sama papi.
📱Me \=> Iya sih.Tapi tumben sih mam,papi ngajakin aku sama kakak pergi.Gak biasanya deh🤔
📱Mami \=> Papi kangen sama kalian.Makanya pingin ngajakin kalian pergi.
📱Me \=> Ya sudah,mami ada,nitip sesuatu gak nanti...?
📱Mami \=> Tadi sudah pesen sama papi.
📱Me \=> Oke deh.
Dua puluh menit kemudian mobil Arjuna sampai di parkiran Mall.Hyuna mendongak,menatap sekitarnya.
"Loh,kok ke mall Kak..?" tanya nya pada Arjuna.
"Ya gapapa dek,mumpung lagi sama papi.Sekalian lah kita shoping-shoping.Kapan lagi kita habisin uangnya papi." ucap Arjua sambil tertawa renyah.
"La kan katanya mau makan.?"
"Ya nanti lah,shoping dulu baru makan." jawab Arjuna.Papi Vano hanya tersenyum.Hatinya begitu bahagia ketika melihat kedua anak nya. yang begitu kompak.
"Ya sudah,ayo kita masuk.Sekalian kima makan di dalam juga." kata papi Vano sambil membuka pintu mobil.Hyuna berjalan di tengah antara papi Vano dan Arjuna.Ia begitu bahagia karena bisa menghabiskam waktu dengan papi nya.
"Kakak mau beli apa..?" tanya Hyuna sambil berejalan.
"Gak tau.Enak nya beli apa ya dek..?" tanya balik Arjuna.
"Kalian yang gak punya apa..?" tanya papi Vano.
"Kita sudah punya semuanya Pih.Gimana kalau kita minta mentahan nya saja.Kan lumayan bisa buat beli kado ulang tahun nya Queen." pinta Arjuna tanpa sukan.Sedangkan Hyuna hanya diam.Karena sebelumnya ia tak pernah meminta uang pada papinya maupun Appanya.Setiap bulan, papi Vano memang selalu mentransfer sejumlah uang pada rekening ke dua anak nya.Dan Hyuna jarang sekali memakainya karena terkadang mami Vania yang langsung memberinya uang cash.
"Ya sudah,nanti papi transfer ke rekening kalian." jawab papi Vano.
"Yes....!makasih pih." ucap Arjuna.
"Makasih ya pih..." Hyuna juga berterima kasih.
"Iya,sama-sama.Ya sudah,ayo makan." ajak papi Vano.Keduanya menganggukan kepalanya dan langsung berjalan menuju restoran yang berada di dalam Mall.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya man teman karena up nyan sedikit terlambat,author harus bagi waktu buat yang lain soalnya