
Di Indonesia Syeril sedang menyiapkan beberapa baju untuk suaminya yang akan berangkat ke Italia malam nanti bersama dengan Felix dan juga Chan yang ternyata ingin ikut dalam perjalanan keduanya.Sedangkan Dafin,memilih di rumah untuk membantu Niko dan juga Mark mengurus perusahaan.
"Assalamualaikum..." ucap Lino saat masuk ke dalam kamarnya.
"Waalaikunsalam.Kamu sudah pulang...?" tanya Syeril dengan tersenyum ketika melihat suaminya pulang.Ia berjalan mendekati suaminya.
Cup....
Syeril mengecup sekilas bibir suaminya yang selalu menggodanya.Membuat Lino tersenyum dan menarik kembali istrinya dan menciumnya lebih dalam.
"Clay sama Queen mana..?" tanya nya setelah melepas ciuman nya.
"Ada kok di taman belakang,sama Mama dan papa.Firly juga ada di sini sama Neo." jawab Syeril.
"Owh...ya sudah,aku mandi dulu ya." ucapnya yang kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Setelah selesai membersihkan dirinya.Lino dan Syeril turun ke bawah,ikut bergabung dangan keluarganya yang sedang bersantai di paviliun.
"Om Ino...." sapa Neo saat melihat Lino.Berlari mendekati Lino bersama dengan Queen.
"Eit...eits...kenapa lari-lari sih." kata Lino yang langsung mengangkat tubuh keduanya.Queen berada di gendongan sebelah kanan,sedangkan Neo berada di gendongan sebelah kiri.
"Papi mana Om...?" tanya Neo.
"Papi masih di jalan.Sebentar lagi juga datang." jawab Lino.
"Sama capa...?" tanya nya lagi.
"Sama Om Niko dan Om Mark." jawab Lino lagi.Ia menurunkan Neo dan juga Queen di depan istri dan adik nya.
"Pah,ada yang mau Lino bicarain sama papa." ucap nya menatap Papa Reno.
"Bicara ya bicara saja L." jawab papa Reno santai.
"Gak di sini pah."
"Gitu ya,main rahasia-rahasiaan,mama gak di ajak." celetuk mama Icha dengan sedikit cemberut.
"Sama mam,Firly juga gak diajak." kata Firly mendominasi.
"Ayo ke dalam.Kita bicara di dalam." ucap Papa Reno yang kemudian berjalan masuk ke dalam paviliun.Lino berdiri dan mengikuti papanya dari belakang.Sebelum berangkat ke Itali,Ia akan terbih dulu berbicara pada papanya.Meminta saran dan juga pendapat untuk masalah Vania yang saat ini sedang berada di rumah abang nya.
"Mereka mau bicara apa ya ma..?" tanya Firly penasaran.
"Mama gak tau sayang,coba nanti mama tanya sama papa." jawab Mama Icha.
Di dalam paviliun,Lino sudah menceritakan semuanya kepada papa nya.Di mana ia sebenanrya sudah mengetahui dari lama keberadaan Vania.Tetapi,Lino memilih diam dan membiarkan Vania untuk mengurus semuanya sampai tiba waktunya dirinya akan menemuinya.
"Jadi,kamu sebenanrya sudah lama mengetahui keberadaan Vania..?" tanya papa Reno menatap anak nya.
__ADS_1
"Iya Pah.Dan sekarang Vania ada di rumah abang.Menurut papa gimana..?"
"Apa abang sudah memberitahu Ryu tentang keberadaan Vania...?" tanya Papa Saga.
"Kayaknya sih belum." jawab Lino.
"Menurut papa,apa Lino kasih tahu Ryu ya,tentang keberadaan Vania..?" tanya Lino.
"Jangan dulu bang.Kamu juga harus minta persetujuan Vania dulu.Dia memilih meninggalkan Ryu,itu berarti dia sudah gak mau berhubungan dengan Ryu.Kalau dengan tiba-tiba kamu kasih tau Ryu,takutnya Vania jadi gak nyaman."
"Tapi kan mau gak mau mereka harus ketemu Pah.Ada anak nya Ryu yang sedang bersama Vania." kata Lino.
"Papa tahu,dia anak kandung Ryu.Tetapi dia lahir di luar nikah,dan Ryu sebenanrya gak berhak untuk bertanggung jawab.Apalagi Vania memilih pergi kan.Tetapi,karena kita masih punya hati,meski terlahir di luar nikah,dia tetap anak Ryu.Ada darah Adhitama mengalir dalam tubuhnya.Akan sangat tidak adil jika kita tidak memperdulikan nya L." tutur papa Reno.
"Apalagi kalau sampai mama tahu,dia bisa marah besar kan kalau kita bersikap seperti itu."
"Lalu,apa yang harus Lino lakukan pah..?"
"Kamu ajak Vania bicara baik-baik.Kalau dia tidak berkebaratan untuk mempertemukan anaknya dengan Ryu,Maka pertemukan mereka.Tetapi,jika Vania menolak beri dia waktu dulu,jangan memaksanya." jawab papa Reno.
"Ya sudah besok L,akan bicara sama Vania."
"Kapan kamu berangkat...?" tanya papa Reno.
"Nanti malam pah,sama Felix dan juga Cham." jawab Lino.
"Ya suda,hati-hati." ucap papa Reno dan Lino mengangguk-anggukan kepalanya.Setelah selesai bicara,keduanya kembali bergabung dengan keluarganya.Menghabiskan waktu bersama sebelum magrib tiba.
"L cerita kalau dia sudah mengetahui kabar tentang Vania." jawab papa Reno dan seketika membuat mama Icha terkejut sampai membelalakan matanya.
"APA...?! Vania sudah ketemu Pah..?lalu..?bagaimana Pah..?ada dia mempunyai anak dari Ryu...?" tanya mama Icha bertubi-tubi.
"Mama...tanya keadaanya dulu dong."
"Astagfirullah.....iya mama lupa Pah.Keadaanya bagaimana..?ada dia baik-baik saja..?" tanya mama Icha kembali.
"Vania sekarang di rumah Saga mah,dia bekerja sebagai pengasuhnya Jessy." jawab papa Reno.
"APA?!! jadi pengasuh..?kok bisa Pah...?" lagi-lagi mama Icha dengan keterkejutan nya.
"Papa juga gak tau nah,gimana awal ceritanya.Yang pasti,nanti malam Lino ke sana itu ya pingin ketemu sama Vania."
"Apa dia memiliki anak dari Ryu pa..?" tanya mama Icha yang begitu sangat penasaran.
"Iya mah,dia sudah punya anak dan sekarang umurnya satu tahun." jawab papa Reno.Mendengar jawaban papa Reno,mama Icha langsung merosot ke lantai,dadanya tiba-tiba sesak dan air matanya langsung mengalir.
"MAMA!" melihat istrinya yang menangis,papa Reno langsung mendekat dan memeluknya.
"Hiks...kita sudah bersalah pah,hiks...kita sudah mentelantarkan Vania hiks..." mama Icha terus menangis,hatinya sakit ketika membayangkan Vania dengan sendirian mengurus semuanya.Mama Icha tak bisa membayangkan bagaimana susahnya Vania selama dua tahun ini dengan kehamilan dan kelahiran anak nya.
__ADS_1
"Ssst...sudah,mama jangan nangis ya.Sekarang Vania baik-baik saja mah." ucap Papa Reno menenangkan istrinya.Mama Icha langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan kamar.Membuat papa Reno sedikit terkejut dan langsung menyusul istrinya.Papa Reno sudah bisa menebak,jika istrinya pasti akan menemui anak nya.
Tok...
tok ..
Tok...
"L...buka pintunya..." titah mama Icha dari luar.Tak berapa lama pintu terbuka.L melihat mamanya dengan mata yang sembab dan kemudian ia menatap papanya yang berdiri di belakang mama nya.
"L ke-" perkataan mama Icha terpotong karena L sudah menjawab terlebih dulu.
"Masuk dulu ma,kita bicara di dalam.Nanti Firly dan Dafin dengar." ucap L yang kemudian menyuruh ke dua orang tuanya masuk.
"Queen tidur sama Firly,L...?" tanya papa Reno saat tak melihat cucu perempuanya.
"Iya Pah,sama Clay juga." jawab L.
"Jelaskan sama mama,kenaoa kamu gak bilang kalau sebenanrya kamu sudah mengetahui keberadaan Vania...?" tanya mama Icha to the point,membuat Syeril langsung terkejut.
"Vania..?kamu sudah mengetahui keadaan Vania yank...?" tanya Syeril juga.Lino dan menatap papa Reno,karena dia bisa menebak jika papa Reno sudah menceritakan semuanya dengan mama Icha.
"Huh....iya ma.Lino sudah tahu dari dulu." jawab nya pasrah.
"DULU L..?lalu...?kenapa kamu gak kasih tahu aku..?aku selalu menunggu kabar Vania,tapi kamu malah menyembunyikanya.." tanya Syeril kini denggan sedikit emosi.Vania adalah sahabatnya yang sudah ia anggap seperti saudarnya.Hampir setiap hari Syeril mencari informasi keberadaan Vania.
"Sekarang kamu harus jelaskan sama mama,kenapa kamu menyembunyikan ini semuanya Lino.
"Lino sengaja menyembunyikan semuanya,karena Lino pingin tahu,sampai berapa jauh Vania bertahan dengan kesendirianya,Mah.Kalian tahu kan,Vania yang memilih jalan nya sendiri tanpa memikirkanya terlebih dulu.Dia memilih mundur tanpa memikirkan apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari.Sampai akhirnya Lino tahu jika dia hamil,L masih ingin tahu seberapa bertahanya dia tanpa kita.Bukan L mau menyembunyikan semuanya,tetapi L mau tahu apa dia bisa bertahan dengan semua keputusan yang ia ambil." katanya menjeda.
"Vania wanita kuat Mah,dia menjaga apa yang sudah Tuhan beri padanya.Sedikit pun Vania tidak pernah mengeluh." tambahnya lagi.
"Kamu tahu dari mana..?" tanya Syeril.
"Di Kanada,Vania tinggal bersama Daniel.Dokter kandungan yang kebetulan bertugas di Kanada.Daniel sudah menikah dan istrinya juga sedang hamil.L juga sudah menemui Daniel dan berkenalan dengan nya " jawab Lino.Kita berdua sudah seoakat untuk tidak memberitahu Vania kalau kita sudah bertemu sebelumnya.
"Jadi,semua ini kamu yang mengatur L..?" tanya Papa Reno yang juga ikut terkejut dengan semua yang di jelaskan oleh anak nyan ini.Sungguh papa Reno tak menyangka jika Lino bisa melakukan semuanya tanpa melukai hati siapapun.
"Ya begitulah.L gak mau gegabah dengan menemui Vania langsung Pa.L masih mau tahu seberapa jauh Vania menjaga dan merawat anak nya.Selama dua tahun ini,L selalu mencari informasi tentang Vania dan semuanya.Kalau tak ada keponakan L di sana,mungkin L akan diam saja dan membiarkan Vania.Tetapi,ada ponakan L di sana,L gak mau terjadi apa-apa sama dia.Jadi L terus memantaunya." jawab Lino panjang lebar.
Syeril menghela nafas nya.Merasa lega dengan semua penjelasan suaminya.Ia juga kagum dengan suaminya yang begitu tulus menyayangi semua orang.Sekalipun ia tak pernah membedakanya.Salah atau pun tidak,L akan selalu menyayangi dan melindungi orang terdekatnya.
Tak hanya Syeril,mama Icha juga bangga dengan anak nya ini,yang memiliki sifat seperti suaminya.Selalu menghawatirkan keadaan orang di sekitarnya.Mama Icha mendekat dan memeluk Lino.
"Mama bangga sama kamu L.Kenapa sih kamu selalu membuat mama naik darah.Gak bisakah kamu kasih tahu mama sama papa dulu L.?" tanya mama Icha setelah pelukan nya.Mama Icha benar-benar merasa greget dengan anaknya yang satu ini.
"Maafin L.L cuma gak mau membuat semuanya berantakan.Terlebih waktu itu kita kan juga lagi sibuk menyiapkan pernikahan Derra dan juga Ryu." jawab L.
.
__ADS_1
.
.