
"Kira-kira Queen setuju gak ya mah kalau daddynya menikah lagi...?" tanya Ryu.Dan tanpa mereka sadari,sedari tadi Queen sudah mendengar semuanya dari balik pintu saat ia akan masuk.Dan kali ini hatinya benar-benar hancur.Daddy nya menikah,tanpa sepengetahuan nya.Queen berlari pergi meninggalkan ruangan Opa nya di rawat.Ia memilih pergi ke taman untuk menenangkan hatinya.
"Hiks...hiks...hiks..." Queen menangis sesenngukan.Ia tak menyangka jika Daddy dan kakak nya bisa setega ini padanya.Selama hampir lima belas tahun ia menunggu kedatangan mereka berdua.Ingin berkumpul kembali dengan keduanya,namun kenyataan berkata lain,Daddy nya telah menikah lagi dengan wanita lain dan tanpa mamberitahunya bahkan meminta izin padanya.
#Mommy....hiks...Queen kangen sama Mommy hiks...# Queen terus saja menangis tanpa henti,sampai ada seseorang memberinya sapu tangan.
Queen mendongak,menatap seseorang yang berdiri di sampingnya.
"Kak Zico...." serunya saat melihat Zico,anak dari Darrel dan Nadia yang memang tinggal di Indonesia.Umur Zico tiga tahun lebih tua dari Queen.Sepantaran dengan Neo.
"Kamu ngapain nangis di taman?sendirian lagi.?" tanya nya sambil duduk di sebelah Queen.
"Kak Zico ngapain ke sini...?" bukan nya menjawab,Queen malah balik bertanya.
"Ngapain..?ya jengukin Om Reno lah." jawab Zico.
"Owh..." Queen mengangguk-anggukan kepala nya.Setelah itu ia kembali terdiam.
"Kamu kenapa..?apa ada masalah..?" tanya Zico lembut.Queen menggeleng-gelengkan kepala nya.Enggan menjawab pertanyaan Zico.Hatinya kembali sakit saat mengingat Daddy nya.
#Om Gibran....Queen Rindu sama Om Gibran,kenapa Om Gibran gak mau pulang juga,Queen benar-benar butuh sama Om.# ucap nya dalam hati.Setiap kali Queen merasa lelah,ia akan selalu teringat Gibran.Adik dari Alm mommy nya yang kini tinggal di Korea bersama sang istri.
Dari samping,Zico menatap Queen yang terlihat begitu hancur.Zico sangat tahu bagaimana Queen,karena selama ini hanya dirinya lah teman curhat Queen selain Hyuna dan Arjuna.
Grep....
Zico menarik Queen dalam pelukan nya.Membiarkan Queen menangis sepuasnya.Dan benar saja,dalam sekejap, Queen menangis,maluapkan kekesalanya pada Daddy dan juga kakak nya.
"Hiks...kenapa Daddy begitu jahat sama Queen hiks...?" tanya nya sesenggukan.Kali ini ia benar-benar merasa kecewa dengan Daddy nya.Zico merasa pelukan Queen semakin erat,dan itu menandakan bahwa dirinya benar-benar kecewa dan lelah.Dan sudah di pastika gadis di sampingnya ini sebentar lagi akan pingsan.Dan benar saja,perlahan kesadaran Queen melemah,matanya mulai tertutup.Zico yang sudah hafal dengan kebiasaan Queen langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya ke dalam.
__ADS_1
Zico membuka pintu ruangan di mana Om Reno di rawat.Dan saat masuk,semua yang ada di ruangan begitu terkejut saat melihat Queen.
"Astaga Zico..." ucap Tante Icha ketika melihat cucunya pingsan.
"Zico,Queen kenapa pingsan..?" tanya Mommy Nadia.
"Biasa Mom,dia kalau lagi sedih ya begini." jawab Zico setelah menidurkan Queen di sofa rumah sakit.
"Maksudnya..?"
"Queen sepertinya sudah tau kalau Om Lino menikah lagi dan mempunyai anak." jawab Zico.Tante Icha,Om Reno dan Om Ryu langsung melototkan matanya.
"Apa!!siapa yang memberitahu Zico.?" tanya Tante Icha.
"Zico gak tau tante,tadi Zico melihat Queen nangis sendirian di taman." jawab Zico.
"Apa mungkin dia tadi mendengar pembiacaran kita..?" tanya Papa Reno.
"Kita bukan gak mau ngasih tahu dia Zico.Tapi Om dan Tante masih cari waktu yang pas.Dan lagi,kita juga nunggu Gibran pulang." jawab tante Icha.
"Semua orang seakan-akan nyalahin Queen,padahal musibah itu datang nya juga dari Tuhan.Queen juga kalau tahu gak akan minta pergi kan waktu itu.Selama lima belas tahun dia sudan sabar menerima semua nya.Dia menahan kerinduanya pada daddy dan kakak nya,tapi yang ada,mereka berdua seakan melupakan Queen.Padaha dulu mereka sangat menyayangi Queen." tutur Zico panjang lebar.Ia juga ikut merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Queen.Sebenarnya, Zico mencintai Queen,beberapa kali ia menyatakan cinta pada Queen,tatapi selalu di tolak lantaran Queen yang masih ingin menunggu daddy dan kakaknya pulang lalu meminta izin pada keduanya.Dan Zico,dengan sabar menunggu hari itu tiba.Ia selalu menjadi sandaran setiap kali Queen merasa sedih dan menjadi orang pertama yang selalu ada untuk Queen.
"Queen sayang....maafkan Oma sayang,karena sudah membuat kamu kecewa,Oma hanya gak mau membuat kamu semakin sedih dengan semua keputusan yang di ambil Daddy kamu.* ucap Oma Icha,beliau begitu sedih saat melihat keadaan Queen yang begitu memperihatinkan.Tak hanya Oma Icha.Semua orang juga ikut sedih.Sama halnya Queen,sebenarnya Oma Icha,Opa Reno dan yang lain nyan juga sedikit kecewa dengan keputusan Lino yang memilih untuk menikah lagi apa lagi tanpa sepengatuan Queen.Tetapi,Lino adalah Lino,seseorang yang sudah sangat berubah semenjak istrinya meninggal.Menikah pun sebelumnya tak memberitahu siapapun kecuali Felix dan Saga.Sampai akhirnya Saga memberitahukan semua itu pada mama dan papanya.
Queen membuka matanya dan melihat Oma Icha yang sedang menangis sambil bersimpuh di sampingnya.
"Oma..." ucap nya memanggil Oma Icha.Ia bangun dan duduk bersandar di bantu oleh Zico yang sedari tadi memang sudah menemaninya.Melihat cucunya yang sudah sadar,Oma Icha langsung memeluknya dan menangis.
"Maafin Oma sayang,maafin Oma." ucap Oma Icha.Tak hanya Oma Icha.Opa Reno,Tante Firly dan Tante Nadia juga ikut menangis.Sedangkan Om Ryu,Opa Darrel dan Zico memilih untuk diam.
"Oma kenapa nangis sih Oma..?apa Queen buat salah..?" tanya Queen.
__ADS_1
"Kamu gak salah sayang.Oma yang salah,Oma salah karena tidak memberitahukan mu tentang pernikahan Daddy." ucap Oma Icha sedih.
Quen menarik nafas nya,Sebenanrya begitu sulit ia menerima semuanya.Kecewa,ia sudah pasti sangat kecewa dengan semua orang.Tetapi,ia sendiri juga gak bisa memaksa semuanya.Oma,Opa,tante dan Om nya sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang.Sedikitpun tak pernah mereka memarahi Queen.Apalagi,Om Ryu dan tante Firly yang setiap tahun tidak pernah telat untuk merayakan ulang tahun nya.Neo,meski sikapnya yang begitu dingin dan cuek,adik sepupunya itu juga selalu melindunginga.Berusaha ada setiap kali ia membutuhkan nya.Maka dari itu,semarah apapun Queen ia tak akan bisa marah kepada semua orang karena dirinya juga sangat menyayangi mereka semua.
"Sudahlah Oma,jangan di bahas lagi.Queen sudah ikhlas menerima semunya Oma.Queen capek Oma.Queen lelah kalau harus merasa sakit lagi.Queen gak mau nangis lagi Oma.Queen ingin bahagia meski tanpa Daddy dan kakak." jawab nya dengan sendu.Perkataan Queen benar-benar menyentuh hati semua Orang.Om Ryu berjalan mendekati Queen dan langsung memeluknya.
"Kamu anak Om Ryu.Kalau daddy gak mau sama kamu.Om Ryu,papa,tante Firly dan semua orang akan menyayangimu dan selalu menjadi garda terdepan untuk Queen.Jadi Om minta,mulai sekarang Queen gak boleh sedih lagi ya.Apapun yang Queen mau,Om akan berusaha pernuhi selama Om Ryu bisa." tutur Om Ryu.Queen tersenyum.Meski dalam keadaan sedih,ia masih bahagia karena banyak orang yang menyayanginya.
"Queen sayang sama Om Korea." ucap Queen memeluk erat Om Ryu nya yang ia juluki dengan Om Korea.
"Om juga sayang sama Queen." jawab Om Ryu.
"Tante Firly juga mau kali di peluk." ucap Tante Firly yang juga ikut beegabung dengan Firly,Oma Icha dan Om Ryu.
"Jadi terharu kalau melihat mereka." celetuk Darrel yang berada di samping Reno.
"Ya,begitulah Rel,hampir lima belas tahun seperti itu.Kita selalu mencoba membuat Queen selalu tersenyum dan selalu bahagia,meski sebenanrya kita semua juga tahu kalau Queen sedih." ucap Reno.
"Semoga suatu saat Queen bisa berkumpul dengan keluarganya lagi." doa Darrel dan di Amiini Reno.
.
.
.
.
Hai readers...makasih ya buat kaliam yang sudah coment2,author seneng deh kalau banyak yang dukung,pdhal ceritanya gak sebagus yang lain.
Sekali lagi makasih ya man teman🫰🫰
__ADS_1