
"Saya terima nikah dan kawin nya Vania Adelia dengan mas kawin tersebut tunai." jawab seseorang setelahh mengucapkan ijab qobul pagi ini.
Sah....
Seru semua orang dengan lega namun juga tersirat kesedihan di hati masing-masing.Bagaimana tidak sedih,jika pada akhirnya mereka harus kehilangan seseorang yang sangat mereka cintai.Terlebih seorang suami yang harus kembali kehilangan seorang istri untuk yang ke dua kalinya.
Alvano Putra Bima.Anak tunggal dari kakak pertama Icha.Lagi dan lagi ia harus ikhlas kehilangan istri untuk yang ke dua kali nya dan meninggalkan anak mereka yang masih berumur satu tahun.Dan yang lebih menyakitkan lagi,sebelum Dilla meninggal.Ia meminta Vano untuk menikahi Vania.Karena ternayta Dilla tahu jika suaminya sempat mencintai Vania sebelum akhirnya memilih menikah dengan nya.Tiga tahun pernikahan mereka,Vano memang menjadi suami yang bertanggung jawab.Sekalipun tak pernah ia memikirkan masa lalunya.Vano selalu menyayangi keluarganya.Sampai di tahun ke dua,Dilla dinyatakan Hamil.Membuat suami dan juga anak sambungnya begitu bahagia karena keluarga kecil mereka akan bertambah.
Namun Tuhan berkata lain.Dia saat umur Arjuna sudah menginjak satu tahun.Vano dan Ella harus kembali kehilangan Dilla karena kecelakaan maut yang merenggut nyawanya.Dan kali ini Dilla meminta Vano untuk menikahi Vania.Awalnya Vano menolak keras permintaan istrinya,begitu juga dengan Vania.Ia juga sangat terkejut dengan semua yang ada di hadapan nya.Menikah dengan Vano,bahkan tak ada dalam benaknya sama sekali.Sedari dulu,Vania hanya menganggap Vano sebagai atasan dan rekan bisnisnya saja.Tak tersirat dalam hatinya untuk menyukai Vano,bahkan mengharapkan sebuah pernikahan dengan nya.Tetapi karena Dilla yang terus memohon dan mendesak,akhirnya keduanya pun menyetujui dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya,Vania hanya pasrah kepada Tuhan.Setelah mengucapkan ijab qobul.Dilla langsung menhembuskan nafas terakhirnya.Namun sebelum itu ia kembali mengatakan pada Vano,agar setelah ia pergi,Vano tidak meninggalkan Vania.Dilla juga sempat meminta Vania agar selalu menjaga Arjuna dan juga Ella.
Setelah selesai memakamkan Dilla.Papa Reno dan semua keluarganya memilih untuk pulang.Mama Andin mengajak Vania yang sekarang menjadi menantunya menuju rumah Vano yang berada di dekat rumah bunda nya.
"Sayang,ini rumah Vano.Sekarang kamu tinggal di sini." ucap mama Andin mengantarkan Vania menuju kamar Vano.
"Tante,apa Vania harus tinggal di sini...?semuanya terasa mendadak Tan.Vania masih belum bisa menerima ini semua.?" tanya Vania.Ia masih begitu syok dengan keadaanya saat ini yang sudah menjadi istri sah dari Vano.
"Mommy,mulai sekarang jangan panggil tante ya.Karena sekarang kamu menantu mommy." titah mommy Andin.
"I-iya Mom..." jawab Vania dengan sedikit gugup.
"Kamu kan sekarang suaminya Vano.Jadi kamu harus tinggal di sini.Kamu gak usah khawatir.Mungkin awalnya memang berat.Tetapi,lambat laun Vano pasti akan menerima kamu.Yang sabar,oke." ucap Mommy Andin.Mencoba menenangkan Vania agar tidak terlalu takut.
"Tapi mas Vano belum berbicara apapun tan,eh maksud saya mom.Maaf Vania belum terbiasa.Vania gak mau membuatnya marah.Lebih baik Vania pulang saja ke rumah Vania,Mom."
"Van...." panggil Syeril yang tiba-tiba muncul.Membuatnya dan mommy Andin langsung menoleh.
"Syeril,aku gak bisa tinggal di sini dulu Syer." ucap Vania.
"Sementara kita tinggal di sini dulu ya Van.Semua orang juga tinggal di sini kok,sampai tujuh harinya kak Dilla.Jadi nanti setelah itu,kamu bisa bicara sendiri sama bang Vano." kata Syeril menjelaskan.
"Ya sudah,mommy tinggal dulu ya.Syeril,kamu tenani Vania dulu ya " pinta mommy Andin.Syeril menganggukan kepalanya.Dan setelah mommy Andin pergi.Kini hanya tinggal Vania yang Syeril yang masih berada di kamar utama milik Vano.
__ADS_1
"Ril,apa yang harus aku lakuin setelah ini Ril..?aku bingung harus bagaimana..?" tanya Vania.Ia begitu bingung harus memulainya dari mana.
"Ya kamu jadi istri yang baik buat bang Vano dan juga ibu yang baik buat Ella,Arjuan dan Hyuna." jawab Vania.
"Ril,aku takut Mas Vano gak bisa nerima Hyuna."
"Bagaimana gak bisa Van,kalau pada akhirnya Hyuna itu anak nya.Meskipun dia gak nikah sama kamu,Hyuna akan jadi keponakan nya juga kan."
"Tapi ini kan beda ceritanya Ril." kata Vania.Dia begitu khawatir dengan Hyuna kedepan nya bagaimana.Vania bisa terima jika nanti akhirnya ia yang akan di hina.Tetapi,ia tidak akan menerima jika suatu saat nanti Hyunalah yang harus menerima semua kesalahan yang sudah ia perbuat di masa lalu.
"Sudah Van,jangan di fikirkan.Jalani saja semuanya dengan ikhlas.Aku yakin Tuhan sudah mempersiapkan semuanya.Dan kamu harus sabar Van.Kamu percaya sama aku ya."
"Huft....aku takut Syer,aku takut banget." ucap Vania dengan mata berkaca-kaca.Sebelumnya ia tak pernah mengharapkan sebuah pernikahan sama sekali setelah apa yang sudah ia perbuat di masa lalu.
Vania akan selalu menerima apapun itu.Sekalipun tak menikah pun,Vania akan menerimanya.Kesalahan nya di masa lalu menjadikanya untuk berfikir lebih jauh lagi dalam memilih keputusan.Namun,peristiwa beberapa jam yang lalu membuatnya melupakan semua angan-angan nya.Dan sekarang,Vania harus bisa menerima semua yang sudah di gariskan oleh Tuhan padanya.
*******
Vania juga melihat Hyuna yang duduk masih di pangkuan Ryu.Membuatnya cukup lega,karena perlahan,Ryu bisa menerima Hyuna tanpa syarat apapun.
#Apa lagi rencanamu Tuhan.Apakah aku harus terus bersabar dengan semua yang Engkau berikan.Semoga apapun yang Engkau berikan,bisa menjadi kebahagiaanku dan Hyuna di kemudian hari# Vania mengusap air matanya.Hatinya begitu perih saat mengingat takdir yang menimpanya kali ini.Vania menghela nafasnya.Pasrah dengan semua yang terjadi.
"Mami...." panggil Hyuna mendekati Vania.
"Hyuna....." Vania nemeluk Hyuna.Menghirup dalam-dalam wangi khas dari anak perempuan yang membuat hatinya sedikit lebih tenang.
"Mami napa tedih...?" tanya Hyuna.
"Mami gak sedih sayang.Mami cuma capek sayang " jawab Vania sambil menatap anak nya dengan mata berkaca-kaca.
"Talo tapek mami tidul lah.Nau Yuna nemenin...?" tanya Hyuna lagi.Membuat Vania langsung tersenyum dan kembali memeluk anak nya.
__ADS_1
"Kalian di sini...." ucap Derra yang tiba-tiba datang.Vania mendongak menatapa Derra yang baru saja datang.
"Der,apa aku boleh pinjam suami kamu dan nitip Hyuna sebentar...?" tanya Vania.
"Boleh kok kak.Pinjam saja." jawab Derra yang kemudian mengajak Hyuna untuk pergi.
"Ayo Hyuna,kita pergi.Appa sama Mami mau bicara dulu." ajak nya yang kemudian membawa Hyuna pergi.
Kini,keduanya sudah berada di taman belakang.Tepatnhha keduanya kini duduk berdua di sebuah ayunan.
"Maaf,kalau aku harus menganggu waktu kamu.Tapi,aku harus membicarakan ini semua." ucap Vania memulai pembicaraan.
"Kamu mau bicara apa...?" tanya Ryu
.
.
.
.
Hai readers....gimana perasaan kalian...?
seneng apa sedih nih karena Vania gak bersatu sama Ryu..?
Nah,kenapa Vania tiba-tiba sama Vano,karena memang di pikiran Author sejak dari dulu Vania bersatu dengan Vano.
Dan kenapa harus di bikin seperti ini dulu,ya karena kalau gak seperti ini gak akan ada ceritanya dan gak bakal bikin kalian emosi tingkat tinggi.Jadi maafkeun Author kalau harus di bikin seperti ini.
Semoga kalian tetap menikmati cerita dari Author ya.
__ADS_1
Selamat membaca....