
Pagi harinya semua nya sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan.Hari ini Opa Reno akan pulang dan mereka sangat senang karena bisa berkumpul kembali di rumah utama.
"Pagi kak Queen." sapa Aiden.
"Pagi..." jawab Queen tersenyum tipis.
"Queen,jalan-jalan yuk..?" ajak Neo.Queen melirik Neo sebentar lalu kembali fokus pada makanan nya.
"Gak!makasih.Aku mau ke rumah Hyuna." jawab Queen menolak ajakan Neo.
"Yaa...kamu nih gimana sih,aku udah capek-capek ngebatalin janji aku sama Raisa hanya demi kamu,eh kamunya gak mau." kata Neo dengan kesal.
"Aku gak nyuruh kamu batalin janji kamu sama Raisa.Kamu sendiri kan yang batalin.Jadi,ya jangan salahin aku dong." jawab Queen dengan ketus.
"Kamu nih nyebelin tahu gak.!".
"Kamu juga lebih nyebelin.Sekarang kamu bisa ngerasain kan gimana jadi aku ketika dengan seenaknya kamu batalin janji-janji basi kamu itu." balas Queen.
"Sudah-sudah.Kenapa harus berdebet di depan makanan sih.Neo,Queen.Nanti saja di bahas lagi.Sekarang makan ya." titah papa Saga dengan lebut.
"Queen gak nafsu makan Pa.Mending Queen cari bubur aja di taman." jawab Queen yang kemudian berdiri dari duduk nya dan pergi meninggalkan semua orang.
Clay yang melihat Queen yang pergi dengan tiba-tiba langsung menyusulnya.Membuat semua orang ikut memperhatikan keduanya.
"Biarkan mereka sendiri Lisa.Mungkin Clay ingin berbicara dengan Queen." kata Saga mencegah agar Lisa tidak menyusul suaminya.
"Iya Om." jawab Lisa kembali meneruskan makan nya.
Sedangkan di taman,Queen sedang duduk sendiri menunggu tukang bubur yang biasanya lewat di area kompleks.
Brum..brum...
Suara deru motor membuat Queen langsung mendongak dan menatap seseorang yang tengah berhenti di depan nya.
"Kak Rendi." sapanya saat melihat Rendi.
"Hai...Kamu ngapain di sini...?" tanya Rendi.
"Lagi nunggu tukang bubur kak.Mau beli bubur ayam." jawan Queen.
"Bang Ben..?tukang bubur yang biasa lewat sini..?" tanya Rendi.
"Iya..." jawab Queen menganggukan kepalanya.
"Kamu telat,dia sudah keluar kompleks." jawab Rendi.
"Serius...?" tanya Queen dan Rendi menganggukan kepalanya.
"Yaaah....gagal deh makan buburnya." ucap nya langsung mengerucutkan bibirnya,membuat Rendi gemas pada gadis yang baru kemarin ia kenal.Ia pun turun dari motornya dan mendekati Queen.
"Kamu mau banget buburnya..?" tanya Rendi.
"Ya mau lah.Kan Queen belum sarapan." jawab Queen.
__ADS_1
"Memangnya pembantu kamu gak masak..?" tanya Rendi sekali lagi.
"Masak sih,cuma Queen lagi males makan di rumah.Banyak parasit." jawab nya terkekeh.
"Ya udah,nih kongsi sama gue ya.Kebetulan gue beli dua." ucapnya lalu mengeluarkan satu porsi bubur ayam dan ia berikan kepada Queen.
"Beneran ini buat Queen kak...?trus kakak gimana..?" tanya Queen.
"Ini,masih ada satu." jawab nya sambil menunjuk bubur satunya
"Owh...makasih ya kak.Besok-besok Queen ganti buburnya." katanya sambil membuka bubur tersebut.
"Ganti dengan ngedate mau gak..?" tanya Rendi seketika membuat Queen tersedak bubur yang baru saja ia masukan ke dalam mulutnya.
"Uhuk...uhuk..uhuk..." Queen terbatuk-batuk karena terkejut mendengar ucapan Queen
"Haish...pelan-pelan makan nya Queen." Rendi memberinya minum sebari mengelus punggung Queen.
"Kak Rendi ngagetin,jadinya Queen kesedak kan." balasnya setelah minum.Dan tanpa mereka sadari,sedari tadi Clay sudah memperhatikan keduanya.Ada sedikit rasa iri kala melihat Queen yang begitu akrab dengan Rendi.
"Rumah kamu di mana sih Queen..?kok bisa sampai sini..?" tanya Rendi.
"Tuh di sana,ADHITAMA HOUSE." jawab Queen.
"Waah,kamu bagian dari Kaluarga Adhitama..?" tanya Rendi dan Queen menganggukan kepalanya.
"Tapi kok aku jarang lihat kamu...?"
"Ya aku memang jarang keluar kak.Paling sekali dua kali." jawab Queen.Keduanya pun akhirnya makan dengan lahap dengan di sertai candaan yang sesekali membuat keduanya tertawa.
#Tuhan...apa hari ini Queen bermimpi..# tanya nya dalam hati.Ia begitu terkejut karena melihat kakak nya dengan tiba-tiba datang dan mengajaknya pulang.
"Siapa Queen..?" tanya Rendi.
"Entahlah,Queen gak kenal." jawab nya dengan mengedikan bahunya.Ia mulai mencoba mengabaikan kakak nya walau sebenanrya sangatlah berat baginya.Mendapat penolakan dari Queen membuat Clay merasa kecewa.Ia mengepalkan tangan nya dan manatap tajam pada Queen.Tanpa bicara lagi.Clay langsung menarik Queen dan membawanya pergi.Membuat si empunya terkejut hingga buburnya jatuh ke tanah.
"KAKAK!!LEPASKAN QUEEN!!" teriaknya meminta di lepaskan.Clay diam,ia sama sekali tak mau mendengarkan Queen.Terus membawanya pulang kw rumah utama.
"LEPAS KAK!!" sentaknya lagi akhirnya Clay melepas pegangan nya.Menatap Queen dengan sangat tajam.Sedangkan Queen sedari tadi sudah meras sedih karena perlakuan kakak nya.
"Kakak gak suka kamu dekat dengan dia." ucap Clay marah.
"Atas dasar apa kakak gak suka?!.Dia teman Queen,terserah Queen mau main sama siapa saja.Bukan urusan kakak!" jawab Queen membalas tatapan Clay tak kalah tajam.
"Itu urusanku karena kamu adik ku.!" kata Clay dengan tegas.
Queen tersenyum kecut lalu menjawab."Ck!sejak kapan aku menjadi adik mu KALANDRA?bukankan kamu sudah memutus tali persaudaraan di antara kita semenjak mommy meninggal..?kamu dan daddy tersayangmu itu,sekarang bukan siapa-siapa ku lagi.Jadi mulai sekarang jangan campuri urusanku." jawab Queen dengan tegas.
Plak....
"L......." seru semua orang ketika menyaksikam Lino yang dengan tega menampar pipi anak perempuan nya.Lino yang saat itu baru datang bersama dengan istri,mama Icha dan Papa Reno begitu terkejut ketika mendengar teriakan Queen yang ternyata sedang bertengkar dengan Clay.Tak hanya Clay,semua yang di dalam rumah juga ikut keluar.Mereka begitu khawatir dengan keadaan Queen.
Tetapi,siapa sangka.Saat mendengar perkataan Queen,membuat Lino begitu marah sehingga ia tega menampar anak nya.
Plak...
__ADS_1
Kini berganti mama Icha yang dengan tiba-tiba menampar Lino.Dan ini adalah kali ke dua mama Icha menampar anak nya.Dulu mama Icha menampar Lio saat terjadi malam panas Lino dengan syeril.
"Kenapa kamu tega menampar Queen,L kenapa..?" tanya mama Icha mulai marah.
"Lima belas tahun dia menunggu kamu dan Clay.Apa gak ada rasa rindu kamu sama Queen..?tidak lihatkah kamu bagaimana menderitanya dia L,apa kamu lupa semalam anak mu sampai pingsan Hah..!!itu semua karena dia punya Trauma yang mendalam L.Tapi dia tetap berusaha tersenyum,selalu menyembunyikan kesedihan nya dari kita." jelas mama Icha kini mulai menangis.Saga yang sudah malas melihat Lino langsung membawa ke dua orang tuanya masuk.Begitu juga dengan Neo yang membantu Queen masuk dan membawanya masuk ke dalam.
Queen yang merasa pipinya sangat panas hanya bisa diam.Air matanya seakan sudah mengering.Ia sama sekali tidak menangis kala melihat orang yang selama ini ia rindukan lagi-lagi membuatnya sedih.
"Aku bisa sendiri Neo.Gak perlu di bantu." ucap Queen melepas rangkulan Neo.
"Sudah diam.Jangan membantah." ucap Neo denga tegas.Neo membawa Queen ke dalam kamarnya dan mulai mengompres pipi saudara perempuanya dengan es batu.
"Kamu kalau mau nangis,nangis saja Queen." ucap Neo.
"Gak!ngapain nangis." jawab Queen.Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
☎ "Hallo Njun.."
☎ "Hallo Queen,ada apa..?" tanya Arjuna.
☎ "Minta nomornya kak Rendi dong,kamu punya gak..?" tanya Queen.
☎ "Waah,ada gerangan apakah sehingga kamu memi ta nomornya Rendi..?" tanya Arjuna mencoba menggoda Queen.
☎ "Bawel Njun...dah ah,aku tunggu ya bye...
☎ "Eh..eh..eh..tunggu!main tutup-tutup aja.Kamu jadi ke rumah gak..?" tanya Arjuna.
☎ "Gak jadi Jun.Aku habis perang dunia ke tiga sama daddy.So,aku gak jadi ke rumahmu deh." jawab Queen
☎ "What...!! Fix elo harus jelasin besok di sekolah Queen."
☎ "Iya,sekarang kasih gue nomornya kak Rendi.
☎ "Iya-iya.bentar."
"Siapa itu Rendi..?" tanya Neo yang sedari tadi sudah mendengar pembicaraan Queen dan Arjuna.
"Senior dari sekolah lain.Kebetulan dia teman nya Arjuna juga." jawab Queen.
"Lalu..?kenapa kamu minta nomornya..?masak cewek minta nomor cowok sih..?"
"Aku mau minta maaf sama dia karena tadi sudah ninggalin dia gitu aja pas kita lagi maKan bubur.Belum juga habis,si manusia nyebelin narik tangan aku." jawab Queen memanyunkan bibirnya.
"Apa kamu marah sama bang Clay..?" tanya Neo kini menatap Queen dengan serius.
"Mana bisa aku marah sama orang yang sangat aku sayangi Neo..Aku sangat menyayangi kak Clay dan Daddy.Hanya saja hatiku sudah begitu hancur karena mereka sampai-sampai aku lupa bagaimana memperbaikinya lagi." jawab Queen dengan menatap lurus ke depan.Air matanya benar-benar sudah mengering.Sekarang,Queen hanya ingin bahagia dengan caranya sendiri.
.
.
.
.
__ADS_1
Sambil nunggu buka,baca novel dulu man teman selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan...🙏🙏