
Makan malam pun selesai.Om Reno mengajak seluruh keluarganya menuju Club untuk bersenang-senang selagi belum belum di buka.
"Papa ayo!katanya mau nge Dj.?" tanya Jessy mendekati papanya yang sedang duduk bersama dengan para Om nya.
"Aduh...sama Om Ryu saja sayang,atau enggak sama uncle Mark tuh,dia juga bisa main Dj." jawab Papa Saga enggan menuruti permintaan anaknya.
"Gak mau.Maunya papa saja.Ayolah papa...nanti tidur sama Jessy deh,janji." rayunya dengan menunjukan kedua jarinya membentuk huruf V.
"Dih...ngrayu papa ya." ucap Saga menarik anaknya sehingga duduk di pangkuannya lalu mencium pipinya berkali-kali.Setelah itu Saga berdiri dan berjalan naik ke atas panggung.Menuruti permintaan Jessy.
"Abang nurut banget sama Jessy kak." kata Ryu ketika melihat abangnya yang begitu menuruti Jessy.Padahal dulu Saga selalu menolak permintaan siapapun yang menyuruhnya untuk bermain Dj.
"Iyalah bang,orang Jessy anaknya.Ya pasti di turutin lah." jawab Firly.
"Kalian mau diputerin lagu apa..?bintang kecil..?atau balonku..?" tanya papa Saga sambil tanganya terus mengutak atik alat Dj.
"Kok balonku sih Pah." jawab Jessy cemberut.
"Ya terus apa kak?" tanya papa Saga sekali lagi.
"Terompet pemersatu bangsa..." jawab Clay,Kenzo dan Jessy secara bersamaan.Begitu juga dengan Ara dan Ella.Membuat papa Saga melebarkan matanya karena kaget.
"Astaga....kalian tahu dari mana judul lagu itu...?" tanya papa Saga menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Pasti Ella tuh bang yang tau." teriak Ryu sambil tertawa.
"Enak aja.Gak ya." bela Ella.
"Ayo papa puterin lagunya." pinta Clay sekali lagi.
"Iya...iya..." Saga pun mulai memainkan musiknya dengan jari-jarinya yang juga bermain alat Dj.Membuat para bocil bergoyang dengan senang.
"Sayang ya personilnya kurang.Coba saja ada Gathan,Zico,Oliv,Elif dan juga Arland.Pasti tambah rame." kata mama Icha ketika melihat betapa bahagianya melihat cucu-cucunya sekarang.
"Oh iya,besok jadi jenguk Ayah kan ma..?" tanya Ryu.
"Jadilah sayang.Kan kamu juga belum jenguk Ayah.Lagian ayah tuh sudah kangen sama kamu juga,nenek,daddy Bima, mommy Andin.Mereka kangen sama kamu tau gak." jawab mama Icha
"Iya,bener tuh kata mama kamu. Oma tuh kangen sama kamu.Nanyain mulu kapan kamu punya anak." kata Vano membuat semua orang terkekeh.
"Oh,jadi oma mintanya gue punya anak dulu bang,kagak nikah dulu.?" tanya Ryu yang langsung mendapat getokan dari mama Icha.
"Mulut kamu!sekalinya ngomong nglantur.Mau pusaka kamu mama potong habis.?" ancam mama Icha.Membuat Ryu langsung memegang juniornya.
"Mama nih,ancamanya ngeri deh.Bang Vano tuh salahin jangan Ryu." kesalnya ambil mengelus kepala.
"Ryu..?" panggil Vano.
"Apaan...?" Ryu menoleh ke arah Vano dengan malas.
__ADS_1
"Tuh..!" Vano menunjuk Derra dengan mata dan dagunya.Membuat Ryu langsung menoleh dan melihat Derra yang duduk sendiri di dekat kaca jendela.
"Elo ada masalah sama dia dek..?" tanya Lino.
"Gak ada." jawab Ryu cuek.
"Masak..?"
"Dahlah biarin aja.Kali aja dia pingin sendirian.Jangan di ganggu." jawab Ryu yang kemudian berdiri dan berjalan kearah panggung.Bergabung dengan Mark dan juga para bocil.
Tak hanya Vano dan Lino yang merasa ada sesuatu dengan Derra.Kedua orang tuanya pun juga merasa seperti itu.Namun keduanya tak mau terlalu mencampuri urusan anaknya sebelum dia bercerita kepada keduanya.
"Div,anak elo kenapa..?" tanya Icha.
"Entahlah Cha,gue juga gak tau.Derra tuh gak pernah cerita apa-apa sama gue dan Dimas.Selalunya di pendam sendiri." jawab Diva sambil menatap jauh anaknya yang sedang duduk sendiri.
"Semoga saja gak terjadi apa-apa ya Div.Semoga Rafi dan Derra selalu di beri kebahagian." kata Icha mendoakan.
"Aamiin..."
Malampun semakin larut.Keluarga papa Reno akhirnyan memilih untuk pulang.Dan karena Felix ijin libur,akhirnya Lino dan Dafin mulai mempersiapkan Clup nya yang sebentar lagi dibuka.
"Ryu,kamu anterin kak Syeril dulu ya.Abang mau nunggu anak-anak datang dulu baru pulang." titah Lino pada adiknya.
"Oke bang." jawab Ryu dengan mengacungkan jempolnya.
"Hyung!apa aku boleh di sini..?" ucap Mark meminta izin pada Ryu.
"Iya," jawab Mark dengan menganggukan kepalanya.
"Pah,Derra juga pulang ya.Rafi lagi sakit kasihan kalau sendirian." ucap Derra yang juga berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Ya sudah kamu sekalian saja pulangnya sama Ryu.Kan jalanya searah." kata Lino yang meminta Derra untuk pulang bersama Ryu.
"Gak usah bang,Derra naik taksi sajalah.Kasian bang Ryu pasti capek kalau harus ngenterin Derra juga."
"Gapapa,dia malah semangat Der,kalau nganterin elo.Ya gak bang..?" tanya Firly menggoda.
"Sudah,lebih baik kamu pulang diantar sama Ryu sana dek.Lagian gak baik kalau perempuan pulang sendirian,apalagi ini sudah malam sekali." kata papa Dimas yang juga menyuruh anak nya pulang bersama Ryu.
"Ayo Aunty kita pulang sama-sama."Clay tiba tiba menggandeng tangan Derra dan juga tangan mommynya.Mengajak keduanya menuju mobil milik Ryu.Sedangkan Ryu sendiri sudah berjalan lebih dulu untuk mengambil mobil.
Di sepanjang perjalanan Derra hanya diam sambil menatap ke luar jendela.Ia memikirkan keadaan suaminya yang tadi sempat dipukul oleh Ryu.Meski dirinya tau jika suami dan mertuanya salah,namun Derra masih menghormati keluarga suaminya.Sebenarnya Derra masih mencintai suaminya.Namun karena sifat suaminya yang sedikit berubah membuatnya menjadi sedih dan tak ada lagi niatan untuk mempertahankan rumah tangganya.Hinaan yang selalu di ucapkan mertuanya membuatnya mantap ingin berpisah dengan Rafi.Mungkin dengan seperti ini,nanti kehidupanya dan Rafi bisa menjadi lebih baik.
"Uncle,mau nginep di rumah Calvin gak..?" tanya Clay dengan tiba-tiba dari belakang kemudi.
"Besok-besok saja ya.Kalau sekarang,nanti kasihan uncle Mark sendirian gak ada temen tidurnya." jawab Ryu dari depan dan sesekali melihat kaca spion.
"Memangnya Uncle Mark gak berani tidur sendiri apa..?" tanya Clay sekali lagi.
__ADS_1
"Ya berani saja.Tapi nanti uncle Mark bingung nyariin Uncle.Nantilah,sekalian ajak uncle Mark juga.Kita pesta di rumah Clay ya." jawab Ryu
"Asiap uncle...." Clay mangacungkan kedua jempolnya,membuat mommynya tersenyum ketika melihat anaknya yang begitu senang.
"Aunty juga ikut ya..?" tanya Clay pada Derra.Tetapi,yang di tanya hanya diam,dan masih dengan lamunanya.
"Aunty..." panggil Clay sekali lagi dan Derra masih saja diam.Membuat Clay menjadi kesal.
"AUNTY DERRA!!" teriaknya akhirnya membuat Derra tersadar dan langsung menghadap ke belakang.
"Ya!kenapa Clay..?" tanya balik Derra dengan sedikit kebingungan.
"Aunty melamun ya..?"
"Maaf sayang,tadi Aunty kepikiran sama Om Rafi.Kan lagi sakit." jawab Derra beralasan.
"Om Rafi sakit anty..?" tanya Clay terkejut dan Derra menganggukkan kepalanya.
"Rafi sakit apa dek..?" tanya Syeril.
"Em...itu kak.Hanya terpleset di kamar mandi " jawab Derra berbohong.Membuat Ryu yang berada di sampingnya sedikit menahan tawanya karena ia sangat tau betul apa yang membuat Rafi sakit.
"Clay,kamu tadi nanya apa..?" tanya Derra.
"Aunty nanti ikut ya kalau ada pesta dirumah Calvin..?"
"Pesta..?pesta apa..?" tanya Derra sekali lagi dengan kebingunganya.
"Issh...anty nih...pesta yang malam-malam kayak di rumah Opa itulo anty.Yang bakar-bakar."
"Owh,barbeque..?"
"Nah itu,nanti ikut ya anty.?"
"Iya.Nanti ya kalau urusan anty audah selesai.Nanti Clay telfon anty ya." ucap Derra dengan tersenyum.
"Asiyap aunty..." jawab Clay sekali lagi dengan mengacungkan jempol tanganya.
.
.
.
Bersambung.....
Maaf ya ges ya ini author masih bisa up satu episode dulu.Nanti kalau viewernya nambah author bakal rajin up dan lagi author masih sibuk baget,banyak orang punya hajat dan author sering bantu2 jadi cukup capek kalau harus nyambi nulis.Ini beberapa episode memang sudah author siapin dari beberapa hari lalu sebelum author sibuk.
Mohon di maklum ya ges ya
__ADS_1
Author sayang klean🥰🥰
Tetap semangat ya