Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 27


__ADS_3

Sore harinya,Vania sudah di perbolehkan untuk pulang.Dan karena Ryu harus ke bandara untuk menjemput Mark Dan Niko.Alhasil,Vania akhirnya pulang bersama dengan Villia.


"Gimana perasaan elo Van...?" tanya Villia.Dia baru tahu kalau ternyata Vania sudah memutuskan hubunganya dengan Ryu.


"Baik Vil.Memangnya kenapa..?" tanya Vania.


"Elo gak sakit hari Van.Elo baru putus dari Ryu...?"


Vania tersenyum kecut. "Gue sudah sering sakit hati Vill.Jadi,di buat biasa sajalah." jawab Vania.


"Hati elo terbuat dari apa sih Van,bisa kebal banget sama perlakuan cowok" ucap Villia geleng-geleng kepala.


Sampai di rumah,Villia langsung mengantar Vania ke kamarnya.Membantunya untuk duduk di tempat tidurnya.Setelah itu Villia menyiapkan makan untuk nya.Dan semua itu tak lepas dari pandangan Vania.Ia bersyukur bisa memiliki sahabat seperti Villia dan Syeril.Mereka saling manyayangi,mendukung dan selalu ada di saat salah satunya sedang tidak baik-baik saja.


*****


Di tempat lain,Derra dan papa Dimas sudah mendatangi kantor pengadilan agama untuk mendaftarkan gugatan cerai intuk Rafi.Papa Dimas meminta pengacaranya untuk mengurus lebih cepat proses perceraian Derra dan Rafi.


"Apa tidak ada permintaan pembagian harta gonogini...?" tanya pak pengacara yang bernama Dery.


"Gak ada Om.Harta apa yang mau aku perjuangkan." jawab Derra.Karena selama menikah,Rafi belum pernah memberinya sesuatu.Hanya perhiasan saja yang pernah Rafi berikan padanya.


"Kalau nanti suami kamu meminta hak bagaimana..?" tanya Om Dery,membuat Derra tertawa sumbang.


"Mau minta apa dia Om.Dia jadi seperti saja karena keluarga Om Reno.Lalu,apa yang akan dia minta." jawab Derra membuat sang om Dery mengerti.


"Baiklah,om akan mengurus semuanya.Kamu tidak perlu datang ke pengadilan agar suratnya cepat keluar." ucap nya dan di angguki Derra.Setelah itu papa Dimas dan Derra pergi kembali ke rumahnya.Tetapi,sebelum itu,Derra meminta papanya untuk membelikanya sesuatu untuk di bawa pulang ke rumahnya.


"Assalamualaikum...." Derra mengucapkan salah saat memasuki rumahnya.

__ADS_1


"Alaikumtalam...." jawab gadis kecil nan cantik dengan rambutnya yang tertutup hijab.


Melihat keponakanya yang berada di rumahnya,Derra langsung tersenyum senang.Ia lantas berlari kecil mendekati keponakanya sambil menenteng tas kresek.Berjongkok dan mensejajarkan tingginya dengan Raisa dan setelah itu menciumi pipi gembul Raisa.


"Kenapa kamu cantik sekali sayang....persis seperti bunda." puji Derra kepada Raisa,anak dari Qila dan Felix.


"Dak mau.Lalisa milip ayah Anty" jawabnya sambil melipat tanganya di dada dan jangan lupakan bibirnya yang sedah mengerucut setiap kali ada yang mengatakan jika dirinya mirip bunda Qila.Melihat keponakanyan merajuk,bukanya minta maaf,Derra justru terkekeh lucu,begitu juga yang lain.


"Iya...iya...Raisa mirip ayah." ucap Derra yang memilih mengalah.Setelah bergurau dengan Raisa.Derra duduk bergabung bersama keluarganya.Duduk di samping Felix,abang kesayanganya.


"Kenapa kamu gak cerita dek kalau ada masalah sama Rafi sampai seperti ini....?" tanya Felix sambil menyentil kening adik kesayanganya.


"Kalau Derra cerita,pasti abang ngereog." jawab Derra dengan mengerucutkan bibirnya.Membuat Felix menjadi gemas.


"Ya iayalah Dek,siapa yang gak akan marah kalau melihat saudaranya di sakiti oleh laki-laki.Apalagi itu suaminya sendiri.Kalau saja tadi Ryu gak cerita sama abang,pasti sampai sekarang abang gak akan tahu.!" jawab Felix setengah emosi.Membuat semua yang ada di ruangan menjadi senyap.Raisa yang biasanya cerewet juga langsung terdiam karena melihat ayahnya yang sedang marah.


"Bunda,ayah malah-malah tama anty bunda." ucap gadis kecil tersebut sambil duduk di pangkuan bundanya.


"Belalti anty Deya natal ya Bunda..?" tanya Raisa dan di angguki bunda Qila.Karena dirinya juga gak akan mungkin menjelaskan kepada anaknya.


"Maaf bang.Derra cuma gak mau abang khawatir." ucapnya sambil menundukkan kepalanya.Felix menghela nafasnya.Ia tak menyangka jika rumah tangga adiknya akan jadi seperti ini jadinya.Memang,dia sedikit mengerti faktor utama yang membuat rumah tangga adiknya dan Rafi menjadi seperti ini.Tetapi,Felix tidak bisa berbuat apa-apa karena semuanya juga sudah menjadi kehendak sang pencipta.


"Lalu,apa semua sudah di urus...?" tanya Felix dengan nada yang sudah lembut.


"Sudah,semua sudah di urus sama Om Dery." jawab Derra.


"Apa ada pembagian harta gonogini..?" tanya Felix,membuat papa Dimas langsung terkekeh.


"Apa yang mau di bagi Fel..?Derra saja semenjak menikah sama Rafi hidupnya tetap seperti itu.Apa dia mau mengambil pakaian yang sudah di belinya untuk Derra...." kata papa Dimas membuat Felix tak faham dengan kata-kata papanya.

__ADS_1


"Maksud papa..?"


"Bang,apa yang perlu di bagi.Selama menikah,Rafi hanya memberi Derra perhiasan,itupun masih tersimpan rapi di rumah dia.Begitu juga dengan tas,sepatu dan yang lain yang pernah Rafi kasih sama aku.Kalau pakaian memang Derra bawa pulang.Tapi masak iya mau di ambil sih..?"


"Kalau dia meminta yang sudah di berikan selama menikah gimana Der..?" tanya Qila.


"Kayaknya gak akan Qil.Karena Rafi bukan tipe seperti itu.Apalagi di sini yang salah dia.Yang mengkhianati dia.Jadi gak mungkin dia berbuat sejauh ini." jawab Derra.


"Mertua kamu...?" tanyanya lagi.


"Kalau itu sih bisa jadi.Tapi ya udah sih,kalau ibunyan Rafi minta ganti uang yang selama ini di berikan Rafi,ya bakal aku kasih semua.Orang masih utuh di bank." jawab Derra sekali lagi dengan santai seperti tanpa ada beban.Tetapi,Felix dapat melihat kesedihan dari mata adiknya yang berkaca-kaca.Ia lantas menarik lengan adiknya dan memeluknya.Menyalurkan kasih sayangnya yang sudah lama tidak ia berikan semenjak keduanya menikah dan mempunyai kesibukan masing-masing.


"Maafin abang ya Dek.Karena abang kurang merhatiin kamu." ucap Felix dengan penuh penyesalan.Ia merasakan punggung Derra bergetar.Tanda adiknya sedang menangis.


"Sakit bang...hiks...hiks...hiks..." karena tak kuasa menahan air matanya.Akhirnya Derra menangis di pelukan abangnya.Pelukan yang sudah sangat lama ia rinduka.Raisa yang sedang duduk di pangkuan bundanya langsung turun dan berjalan mendekati tantenya yang sedang menangis di pelukan ayahnya.


"Anty...janan nanis.Antik dak kacih bayon tama ayah." ucap Raisa kecil dengan cadelnya.Membuat Qila,mama Diva dan papa Dimas tersenyum.Derra mendongak.Melihat keponakanya yang juga sedang melihatanya.Tangan Raisa terulur untuk mengusap air mata Derra.Membuat si empunya tersenyum haru.


"Aaaaaa....ponakan anty..." Derra beralih memeluk Raisa.Menghirup aroma wangi khas anak kecil.


"Jan nanis agi ya anty,janan cedih,nantik jeyek tayak onyet." ucap Raisa sambil nengusap air mata Derra.Membuat semua keluarga juga merasa terharu dengan perlakuan Raisa kepada Derra.


"Makasih ya peri kecil aunty." jawab Derra dengan tersenyum lalu memeluk Raisa.


#Seandainyan aku bisa memberimu anak Raf.Mungkin semua gak akan seperti ini.#


.


.

__ADS_1


.


.💞💞


__ADS_2