
Queen berada dalam kamarnya.Setiap malam dan sehabis makan malam,Queen akan langsung pergi ke kamarnya.Ia jarang sekali berkumpul bersama keluarganya yang lain.
Hampir setiap hari dan setiap malam,ia selalu duduk bersandar di headboarnya sambil terus memandangi foto besar yang terpampang di dinding kamarnya.Dia mana di situ ada foto dirinya,kakak,daddy dan juga Alm mommy nya.Foto di mana saat itu dirinya masih berusia tiga tahun,dan kakak nya berusia sembilan tahun.Sebenanrya Queen memiliki media sosial milik kakak dan juga daddy nya.Hanyan saja keduanya jarang mengupload foto masing-masing.
Ia tak tahu lagi bagaimana rupa daddy dan kakaknya saat ini.Karena hampir lima belas tahun ia tak bertemu dengan keduanya.
"Hiks...Daddy gimana kabarnya..? Queen kangen sama Daddy...hiks.Apa kesalahan Queen begitu besar,sehingga kalian gak mau bertemu dengan Queen...?" tanya nya Queen berbicara sambil melihat foto Daddy nya dan dengan air matanyanya yang terus mengalir.Ia begitu merindukan Daddy Lino dan juga kakak nya.
"Kalau tahu kalian akan ninggalin Queen,mungkin lebih baik dulu Queen menyusul mommy saja hiks..." Queen selalu menangis sambil terus memandangi foto keluarganya sampai ia puas.Dan setelah puas menangis ia akan langsung tidur.
Sedangkan di bawah,Oma Icha,Opa Reno.Derra dan juga Ryu sedang duduk bersama di ruang keluarga,begitu juga dengan Neo yang kebetulan baru datang.
"Tumben kamu kesini Neo,mau kemana.?" tanya Om Ryu.
"Mau ke rumah Oma Diva." jawab Neo.
"Mau ketemu Raisa ya..?" tebak tante Derra.
"Cie...kamu pacaran sama Raisa,Neo..?" tanya Opa Reno kini menggoda cucunya.
"Dih,siapa juga yang pacaran sama dia." jawab Neo malas.
"Terus kenapa sering banget ngapelin Raisa.?" tanya Om Ryu.Neo memutar bola matanya malas,bisa-bisanya Om nya itu tidak menyadari jika dirinya dan Raisa memang kuliah bersama dengan fakultas dan semester yang sama.Bahkan keduanya kini menjadi model di perusahaan Adhitama grup.
"Om Lupa kalau Neo dan Raisa itu satu fakultas yang sama,Satu kampus yang sama,bahkan kita model Adhitama grup Om." jawab Neo.Membuat Tante Derra,Oma Icha dan Opa Reno terkekeh karena melihat ekspresi Neo.
"Kamu gak punya pacar Neo..?" tanya Opa Reno.
"Gak punya Opa.Neo masih males buat pacaran." jawab Neo.
"Dah ah,Neo mau ke rumah Opa Dimas dulu.Daaa....." Neo berdiri dari duduk nya dan pergi menuju rumah Oma Diva dan Opa Dimas.Dan saag di luar ia bertemu dengan Om Vano dan juga keluarganya yang hendak berkunjung.
"Neo!?mau kemana kamu...?" tanya Om Vano.
"Mau ke rumah Opa Dimas,Om.Ketemu Raisa." jawab Neo sambil matanya melirik Hyuna yang berdiri di belakang bersama Arjuna.
"Owh,ya sudah.Om Ryu ada kan..?" tanya On Vano.
"Ada kok,di dalam.Lagi kumpul di ruang keluarga." jawab Neo.Ia pun langsung pergi menuju rumah Opa Dimas.Di mana memang Raisa sedang berada di sana bersama Ayah dan umma nya.
"Kamu ada masalah sama Neo,dek..?kok dia kayak cuek gitu lihat kamu nya...?" tanya Arjuna.
__ADS_1
"Enggak sih,biasa saja." jawab Hyuna dengan mengedikan bahunya.Maskipun ada masalah,Hyuna akan tetap mengatakan tidak ada masalah,karena dirinya memang terlalu malas jika harus memikirkam masalah yang lain.
"Assalamualaikum...." papi Vano dan keluarganya sama-sama mengucap salam sembari masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumsalam..." jawab Papa Reno dan yang lain.
Hyuna yang berada di belakang kedua orang tuanya merasa gugup dan takut.Seminggu sudah ia menghindar dari Appa nya sendiri dan hari ini ia akan bertemu lagi dengan Appa nya lagi.Berusaha melupakan hal-hal yang terjadi seminggu yang lalu mekipun masih terasa sangat sakit di hatinya.
Sampai di dekat,Papi Vano,mami Vania dan kedua anak nya langsungbmencium tangan Oma Icha dan Opa Reno secara bergantian.Setelah itu mami Vania mengambil alih gendongan baby boy dari tangan Tante Derra.
"Lucunya anak kamu Der,baru seminggu udah gemol aja ini badan nya." ucap Vania sambil mencium pipi baby boy.
"Iya kak,beratnya udah hampir empat kilo." jawab Derra.Ia bersyukur karena dalam waktu satu minggu,berat badan anak nya bisa memenuhi standart,bahkan lebih.
"Namanya siapa Ryu..?" tanya Vano.
"HYUNO ADHITAMA ADERALDO." jawaban Ryu membuat Hyna langsung menoleh pada Appa nya.Tetapi Appa nyan sama sekali tidak menoleh padanya.Appa nya memilih untuk berdiri dan langsung pergi meninggalkan ruang keluarga.Membuatnya langsung menundukan kepalanya lagi.
"Hyuna,kamu bawa apa itu sayang..?" tanya Bunda Derra mencoba menghibur Hyuna.Ia tahu jika saat ini anak nya pasti sedih karena melihat appa nya yang tiba-tiba pergi begitu saja tanpa berkata apa pun.
"Ini Bun,Hyuna cuma bisa beliin ini aja buat dedek bayi.Hyuna bingung mau beli apa bun.Jadi cuma bisa beliin kalung aja deh." jawab Hyuna sambil memberikan hadiahnya pada Bunda Derra.
Bunda Derra membuka hadiah tersebut yang ternyata adalah sebuah kalung kecil yang di desain khusus untuk bayi laki-laki.
"Iya,sama-sama." jawab Hyuna tersenyum.
"Tante,kabarnya L sama Clay bagaimana..?" tanya Vano.
"Alhamdulillah,mereka baik kok." jawab tante Icha.
"Mereka gak pulang..?sebentar lagi kan ulang tahun nya Queen..?masak gak pulang lagi..?gak kasihan apa sama Queen..?"
"Tante juga gak tau Van,kita doain saja mereka mau pulang." jawab Tante Icha mencoba menahan kesedihan nya.
🦉🦉🦉
Tok...tok..tok...
Pintu kamar Queen di ketuk dari luar.Membuat Queen langsung menghapus air matanya karena memang saat ini dirinya tengah menangis.
"Ya,sebentar." Queen beranjak dari duduk nya dan berjalan membuka pintu.Di lihatnya Om Ryu yang berdiri di depan kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa OM..?" tanya Queen.
"Di bawah ada Hyuna,gak mau nemuin kamu...?" tanya Om Ryu.Queen mengeryitkan dahinya.Bagaimana Hyuna bisa kesini disaat dia dan Appa nya sedang tidak baik-baik saja.
"Dia kesini sama siapa Om..?" tanya nya pada Om Ryu.
"Sama Om Vano dan yang lain." jawab Om Ryu.
"Owh...ya sudah,sebentar lagi Queen turun ke bawah.Mau cuci muka dulu." jawab Queen.Om Ryu tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Jangan sedih-sedih,Om gak suka lihat kamu nangis." ucap Om Ryu sambil mengacak rambut keponakan nya.
🍁🍁🍁
Queen turun ke bawah dan melihat Hyuna dan juga keluarga nya yang memang berada di ruang tamu.
"Tante Vania...." sapa Queen dengan tersenyum ramah.Ia berjalan mendekati tante Vania dan mencium tangan nya lalu berpelukan.Tante Vania adalah sahabat dari alm Mommy nya.Dan Queen sangat menyayangi tante Vania.Ia selalu menganggap tante Vania seperti mommynya sendiri.
"Tante kangen sama kamu Queen.Kenapa jarang ke rumah sih sekarang.?" tanya tante Vania.
"Iya Tan,kan mau ujian,jadi sibuk kerja deh." jawab Queen.
"Queen,Om Ryu kemana..?" tanya tante Derra.
"Tuh..." jawab Queen sambil melihat ke arah tangga.Di mana memang Om Ryu nyan sedang turun ke bawah.
"Kamu tumben ke sini malam-malam..?" tanya Queen pada Hyuna.
"Iya,papi ngajakin jengukin Hyuno." jawab Hyuna.
"Hyuno....?" Queen membeo.
"Iya,tuh ponakan kamu namanya Hyuno." jawab Hyuna.
"Waahhh....namanya sama persis sama kamu Hyuna." ucap Queen.
"Kan adik nya Hyuna,jadi harus sama lah." cetus tante Derra.Hyuna hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban apapun.Sebenarnya ia juga bahagia karena nama nya dan nama adiknya hampir sama.Namun,karena Appanya yang masih diam,mambuatnya memilih untuk diam juga.
.
.
__ADS_1
.
.