Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 48


__ADS_3

Satu minggu berlalu.Villia dan Niko sudah mengunjungi tiga negara untuk mencari keberadaan Vania.Tetapi nihil.Keduanya sama sekali tak menemukan keberadaan Vania.Polisi setempat mengatakan jika tidak ada warga asing yang bernama Vania yang menetap di tiga negara tersebut.


"Huuuh.....kemana lagi aku harus mencari keberadaan kamu Van." ucap Villia sambil menatap lurus ke depan.Perlahan air matanya turun ke pipi.Sudah hampir satu tahun lebih Vania pergi meninggalkanya dan Syeril tanpa kabar sama sekali.Membuatnya sedih dan merasa kehilangan.Karena Vania adalah sahabat yang sangat baik.Tak hanya Vania.Mama dan papanya juga sangat baik.Setelah kepergian orang tua Syeril.Keluarga Vanialah yang mengurus semua kebutuhan Syeril,termasuk biaya sekolah dan kuliahnya.


"Sabar ya...kita pasti bisa menemukan Vania." ucap Niko yang terus menghibur Villia agar tak sedih dan putus asa.


"Kita harua cari dia di mana lagi Nik...hiks....kita sudah keliling tiga negara hiks...tapi belum juga menemukanya." jawabnya sambil terus menangis.Niko yang tak tega melihat Villia menangis langsung mendekat dan memeluknya.Mengelus kepalanya dengan lembut.


"Aku sudah menyuruh beberapa anak buahku untuk mencarinya di beberapa negara.Dan mudah-mudahan pencarian mereka membuahkan hasil." jawab Niko menyakinkan Villia.


"Lagian,kita juga masih bisa mengunjungi negara yang lain kan?kita belum ke Itali,Aurtralia,Turki dan lain-lain." tambahnya lagi.Villia melepas pelukanya.Menatap Niko yang juga sedang menatapnya.


"Enggak Nik.Kita gak bisa lanjutin pencarian kita." ucap Villia.Membuat Niko mengerutkan dahinya.


"Kenapa enggak..?kamu sudah gak mau nyari sahabat kamu..?" tanya Niko.


"Bukan begitu Niko.Kita sudah satu minggu di sini.Kamu dan aku sudah meninggalkan pekerjaan terlalu lama.Apalagi kamu.Kasihan Mark kalau harus menghandle semuanya.Begitu juga dengan ku.Aku gak mungkin terus-terusan menyuruh Syeril untuk bekerja.Dia punya keluarga yang harus di urus." jawabnya terjeda.


"Lebih baik kita pulang.Kita serahkan semuanya pada anak buahmu.Nanti,kita bisa mencarinya lagi.Tetapi,untuk sekarang.Lebih baik kita kembali ke Indonesia dulu." tambahnya menjelaskan semuanya pada Niko.Dengan terpaksa,Niko pun akhirnya menuruti semua keinginan Villia.Sementara waktu keduanya memilih untuk pulang dan menyelesaikan pekerjaan masing-masing.Nanti,jika ada waktu lagi,keduanya akan kembali mencari keberadaan Vania.


*******


Di saat Villia dan Niko sudah lelah dengan pencarianya.Kini giliran Ryu dan Derra yang akan memulai mencari keberadaan Vania.Selain bulan madu,keduanya juga akan sesekali mencari Vania.


"Mark,titip perusahaan ya.Sementara kamu handle dulu,selagi Niko belum kembali." ucap Ryu.Dirinya juga tahu jika Niko pergi untuk mencari Vania.Namun,Ryu tidak pernah bertanya pada Mark karena takut membuat adik angkatnya itu marah.Alhasil,Ryu hanya diam dan membebaskan apapun yang di lakukan kedua saudara angkatnya itu.


"Iya,hyung hati-hati.Nunna,jagain Ryu hyung ya.Takutnya dia nakal lagi disana." kata Mark yang juga sedikit menggoda Derra.


"Kamu tenang saja,kalau hyung mu nakal,aku bakal tinggalin dia langsung." jawab Derra.Ryu dan Derra pun pergi.Mulai perjalananya ke Kanada terlebih dulu sebelum akhirnya keduanya mengunjungi rumah baru Saga yang ada di Itali.


Saat memasuki pesawat,keduanya sedikit kaget dengan apa yang dilihat.Satu tempat yang hampir seperti kamar pengantin sudah di siapkan oleh maskapai penerbangan kali ini.


"Yank...ini..?kamu yang pesan..?" tanya Derra tak percaya.


"Enggak kok.Aku gak pesan.Kan kita di kasih tiketnya sama bang Dafin yank." jawab Ryu.


"Berarti bang Dadaf dong yang udah nyiapin ini semuanya..?" tanya Derra.

__ADS_1


"Iya kali..."


"So sweet ya....ngerti banget kalau kita ini pengantin baru." jawab Derra sambil tertawa dan kemudian masuk ke dalam kamar tersebut.


"Makasih ya mb atas pelayananya." jawab Ryu.


"Sama-sama.Kami juga sudah menyiapkan makanan untuk anda berdua.Dan selamat menikmati perjalananya." ucap sang pramugari yang kemudian pergi meninggalkan Ryu.Pesawat pun mulai lepas landas.Derra dan Ryu mulai menikmati perjalanan mereka.


Selama di pesawat,keduanya saling bercerita satu sama lain.Derra sempat menanyakan bagaimana bisa suaminya itu tidur bersama dengan Vania.Karena yang dia tahu,suaminya sempat memecat Vania dan mengatakan jika sudah tidak menyukai Vania


Awalnya Ryu menolak untuk bercerita.Tetapi,karena ancaman mematikan dari istrinya,akhirnya mau tak mau Ryu menceritakan semuanya tanpa di kurangi satupun.


"Sudah ya yank,ini tuh udah masa lalu.Jangan di ungkit lagi." ucap Ryu sedikit was-was.Takut membuat istrinya marah.


"Iya...iya.Lagian,kamu ini kenapa..?aku kan cuma nanya gitu doang.?" tanya Derra dengan menahan tawanya karena melihat ekspresi suaminya yang sedikit takut.


"Yank,kita ini baru menikah.Mau bulan madu lagi.Tapi kamu malah ngajakin aku bahas masa lalu.Ya gimana aku gak takut yank.Aku takut kamu marah lah." jawab Ryu dengan memanyunkan bibirnya.Membuat Derra semakin tak bisa menahan tawanya.


"Ututu.....kenapa harus manyun gitu sih suami aku ini.Jelek tau kalau manyun gitu." ucap Derra gemash.


"Manja banget sih kamu sekarang." kata Derra.


Ryu membuka matanya dan mendongak.Menatap nakal pada istrinya.Membuat Derra merasa aneh.


"Kenapa..?" tanya Derra bingung.


"Enak kali ya yank kalau kita haneymoon di pesawat.." jawabnya dengan senyum penuh arti.Ia bangun dari duduknya dan mencari seseorang.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan..?" tanya salah satu pramugari yang kebetulan lewat.


"Jangan bangunkan saya dan istri saya sebelum sampai ya.Saya harus menyelesaikan sesuatu." jawab Ryu.Seakan mengerti arti dari ucapan Ryu.Sang pramugari langsung menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Apa bapak mau saya siapkan makanan..?" tanya nya pada Ryu.


"Tiga jam.Setelah itu,tolong siapkan makanan untuk saya dan istri saya." jawab Ryu.


"Baik pak." ucapnya menganggukan kepalanya.Setelah itu Ryu langsung mengunci pintu dan berjalan mendekati istrinya.Mangangkat tubuhnya dan membawanya naik ke atas kasur.

__ADS_1


Dengan lembut Ryu mulai mencium istrinya.Mulai dari kening,mata,pipi dan berakhir di bibir.*******-******* kecil namun,mampu membuat susatu di bawah sana langsung bereaksi.


Ciuman yang semula di bibir,kini berpindah pada leher dan berakhir pada dua buah gundukan yang membuatnya sangat bergairah.Selain mulutnya.Tanganya pun tak tinggal diam,terus mer3mas pyud4r4 istrinya.


"Aah....." satu des4han pun keluar dari mulut manisnya.Hanya des4han kecil.Karena Derra cukup menyadari jika saat ini dirinya sedang berada di dalam pesawat.


"Keluarkan saja yank.Kamar kita kedap suara kok." jawab Ryu dengan suaranya yang sudah purau karena dirinya yang sudah bermain-main dengan inti sang istri.


"Aah...Ryu....aah...geli...." Derra terus mengelijang.Merasakan sensasi yang berbeda kala suaminya mulai bermain-main di bagian intinya.Satu hal yang membuat Derra semakin meminta lebih.


Satu jam berforplay,Derra akhinya mencapai pelep4sanya.Nafasnya terengah-engah dengan peluh yang sudah membasahi tubuhnya.Ryu kembali mencium bibir istrinya.


"Love you..." bisiknya berbarengan dengan juniornya yang ia masukkan ke dalam lubang kenikmatan milik Derra.


Jlep...


"Aahh...." Des4hanya lagi saat sudah merasakan benda hangat yang sudah memenuhi intinya.


"Sakit gak..?" tanya Ryu dengan pelan dan Derra hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


Setelah itu,Ryu memulai dengan kegiatan intinya.Menggerakkan juniornya maju mundur.Dan terus membuat sensasi yang membuat dirinya dan istrinya merasa sangat puas.


Dua jam berlalu Ryu belum juga mencapai pelepasanya.Dan kini,berganti Derra yang memimpin pertempuran ranjang keduanya.Memberikan servis yang baik untuk suaminya.Bergerak ke atas dan kebawah,maju dan mundur.Membuat Ryu semakin berg4irah.


"Arrkh...sayang...." Ryu terus mendes4h.Merasakan servisan dari istrinya yang benar-benar membuatnya candu.Hingga satu jam berikutnya akhirnya Ryu sudah tak bisa menahanya dan mulai membalikan tubuh Derra dan mulai memompa dengan ritme lebih cepat.


"Aah..Ryu...a-ku gak...ahh...kuat..."


"Tahan sayang..." jawab Ryu menambah kecepatanya hingga akhirnya ia mencapai pelepasanya.Ryu langsung tumbang di samping sang istri dan menutupi seluruh tubuh keduanya dengan selimut.Menunggu pesawat sampai di negara tujuan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2