
Subuh berkumandang.Hyuna terbangun dari tidurnya dan langsung menangis.Membuat Derra langsung terbangun karena mendengar tangisan nya.Sedangkan Ryu,masih betah dengan tidurnya
"Sayang....kamu kenapa nangis...?" tanya Derra.
"Mau mami,Dunda,hiks...." jawab Hyuna dengan sesenggukan.Ia sudah memanggil Derra dengan sebutan Bunda.
"Hyuna mau sama mami...?" tanya nya sekali lagi dan Hyna menganggukan kepalanya.Derra bangun dan langsung menggendong Derra.Mengajaknya menuju kamar dimana Vania berada.
Tok...
tok...
tok...
Derra mengetuk pintu kamar Vano.Dan tak berapa lama pintu terbuka.Derra dan Hyuna melihat Vano yang sudah segar dengan memakai baju koko dan juga sarung.Jangan lupakan kopyah untuk menutupi kepalanya.
"Derra...!kenapa dek..?" tanya Vano.Ia melihat Hyuna dengan mata yang sembab.Vano sudah mengetahui Hyuna siapa dan ia tidak mempermasalahkan nya sama sekali.
"Kak Vania ada bang..?ini,Hyuna nangis pingin ke mamanya?." tanya Derra.
"Ada kok.Baru selesai sholat.Sini,biar dia sama abang dulu.Maminya lagi ngaji soalnya." jawab Vano yang kemudian mengambil alih gendongan Hyuna.
"Ya sudah,Derra balik kamar dulu ya.Sayang,Bunda ke kamar dulu ya.Hyuna sama papi dulu." kata Derra seketika membuat Hyuna bingung.Derra langsung pergi kembali ke kamarnya,dan Vano juga membawa Hyuna masuk ke dalam kamarnya.Saat sudah di dalam,Hyuna melihat maminya yang sedang mengaji dan karena tidak mau menganggu,akhirnya Vano menurunkan Hyuna di kasur dan menemaninya bermain.Tak berapa lama kemudian Vania selesai mengaji.Ia melipat kembali mukenanya dan menyimpanya ke dalam lemari.Setelah itu ia berjalan mendekati Hyuna.
"Hyuna kok di sini...?" tanya nya basa basi,karena yang sebenarnya,Vania sudah mengetahui jika anak nya sudah di sini.
"Yuna kanen mami." jawab nya dengan mata berkaca-kaca.Vania naik ke atas dan mendekati Hyuna.
"Maafin mami ya sayang " ucap Vania juga dengan matanya yang berkaca-kaca.Ia sedih karena seharian ini sedikit menelantarkan anak nya karena masalah yang sedang ia hadapi.Vano yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya memilih untuk bangun dan keluar dari kamarnya.Membiarkan Vania dan Hyuna sendirian di kamar.
#Maafin aku mas,karena sebagai istri,aku belum bisa melayanimu# ucap Vania dalam hati ketika melihat suaminya keluar kamar.
"Pagi mom...." sapa Vano pada mommy Andin.
"Vano,kamu ke sini sayang?istri kamu mana...?" tanya mommy Andin.
"Vania lagi nemenin anak nya mom.Kayaknya masih ngantuk." jawab Vano.
"Owh...sini deh,mommy mau bicara sama kamu." mommy Andin mengajak Vano duduk di meja makan.
"Mommy mau bicara apa..?" tanya Vano.
"Apa kamu menerima pernikahan ini sayang...?" tanya Mommy Andin.
"Mau nolak pun juga percuma Mom.Vano melakukan semua ini karea Dilla." jawab Vano.Mommy Andin menghela nafas.Sejujurnya beliau juga begitu sulit menerima semua ini.Pernikahan dadakan dan tanpa ada rasa cinta.Membuatnya takut jika suatu saat nanti pernikahan anak nya akan kembali gagal.Apalagi Mommy Andin mengetahui jika anak nya pernah sakit hati karena cintanya yang di tolak Vania.Akan sangat sulit bagi Vano untuk memulainya lagi.
__ADS_1
#Semoga suatu saat kamu bisa menerima Vania kembali di dalam hati kamu nak#doa mommy nyan dalam hati.
"Ya sudah,trus ini kamu mau ke mana..?" tanya Mommy ketika melihat Vano masih dengan baju koko dan sarung nya.
"Vano mau ke makam sebentar mom." jawab Vano yang kemudian berdiri dari duduk nya.
"Ya sudah,hati-hati ya." ucap mommy dan di angguki Vano.
Vano masuk ke dalam mobil nya dan siap untuk berangkat menuju makam.Tetapi,sebelum itu ia akan memberitahu Vania terlebih dulu.Meski belum bisa mencintai Vania,ia akan selalu menghargai pernikahan nya dan juga menghargai Vania sebagai istrinya.
📨Vano \=> Aku ke makam dulu.
Vano mengirim pesan singkat kepada Vania.Entah di balas atau tidak,yang pasti ia sudah mengabari istrinya.
******
Tring.....
📨Vano \=> Aku ke makam dulu.
Vania membuka pesan dari suaminya.
📨Me \=> Iya,hati-hati mas.Emm...apa hari ini mas Vano ke kantor..?
📨Vano \=> Tidak,aku mau ke rumah sakit.
📨Vano \=> Boleh.Kamu siap-siap saja.Setelah ini kita berangkat.
📨Me \=> Iya.
Setelah membalas pesan suaminya,Vania langsung turun dari tempat tidur dan mulai membersihkan dirinya.Mengganti pakaian nya dan juga menyiapkan pakaian untuk suaminya juga.Hyuna masih tidur dan ia akan menitipkan nya pada Derra.
Di luar, semua orang sudah berkumpul di ruang tamu sambil menunggu sarapan yang sedang di siapkan oleh para ART.Mereka juga sudah rapi dengan pakaian masing-masing.Para lelaki sudah rapi dengan baju kerja,karena memang nereka harus bekerja kembali.
"Vania mana...?" tanya Mama Icha.
"Masih di atas kali Ma.Soalnya tadi Hyuna nangis minta di temenin maminya." jawab Derra.
"Assalamualaikum..." Vano masuk ke dalam rumah dan mengucapkam salam.
"Waalaikumsalam." jawab semuanya sambil menoleh ke arah suara.
"Waaah....ganteng juga bang Vano kalau pakai baju koko sama sarung." celetuk Firly memuji penampilan Vano.
"Dari mana bang...?" tanya Saga.
__ADS_1
"Dari makam." jawab Vano.Setelah itu ia langsung berjalan ke atas,menuju kamarnya.
"Mah,kira-kira bang Vano bisa nerima kak Vania gak ya...?" tanya Firly yang juga ikut sedih dengan nasib Vania kali ini.
"Doain saja dek." jawab papa Reno.
"Btw,ini bang R kemana sih Der..?" tanya Firly sekali lagi.
"Masih tidur Fir." jawab Derra.
"AllahuAkbar.....begadang apa ya tuh orang Jam segini belum bangun." kata Firly sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Ceklek...
"Assalamualaikum." ucap Vano.
"Waallaikumsalam." jawab Vania.Ia berjalan mendekati Vano dan mencium punggung tangan suaminya.
"Aku sudah siapin baju ganti buat mas Vano,semoga suka." ucap Vania.
"Hmm...aku mandi dulu." jawab Vano.Ia pun langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Sedangkan Vania kembali duduk di kasur,menemani Hyuna yang sedang tidur.
"Aku ajak Hyuna apa gak ga ya..?aku kangen sama kamu nak." ucap Vania sambil mengelus pipi Hyuna.Beberapa dua hari ini, semenjak kembali ke Indonesia,ia memang jarang menghabiskan waktu dengan Hyuna.Apalagi statusnya saat ini membuatnya semakin takut jika suatu saat nanti ia tak bisa memiliki waktu untuk anak nya.
"Mami....." panggil nyan saat membuka matanya.
"Anak mami,sudah bangun..." ucap Vania.Ia langsung mengangkat tubuh Hyuna dan memangkunya.Mencium seluruh wajah Hyuna.Hatinya begitu sesak jika harus mengingat semua yang terjadi padanya.Dan hanya Hyuna yang bisa mengobatinya.
"Mami nanis napa..?" tanya Hyuna setelah kesadaranya terkumpul.
"Gapapa sayang.Mami cuma kangen sama Hyuna." jawab Vania setelah menghapus air matanya.Ia terus memeluk Hyuna,sampai terdengar suara pintu terbuka dan Vano keluar dari kamar mandi.
"Hyuna,kita mandi dulu yuk sayang.Setelah itu kita ke bawah.Yang lain pasti sudah menunggu Hyuna." ucap mami Vania.Hyuna menganggukan kepalanya,ia dan maminya langsung turun dari tempat tidur.
"Emm...Mas,aku mandiin Hyuna sebentar ya." ucap Vania sambil menundukan kepalanya.
"Iya." jawab Vano dengan singkat.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.