Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 71


__ADS_3

"Ini..." Vano memberikan es crim kepada Hyuna dan Vania.Saat ini keduanya sedang menemani Hyuna bermain di taman yang letaknya tak jauh dari area kompleks.Taman bermain yang cukup aman untuk anak-anak.


"Makasih." ucap Hyuna berterima kasih.


"Hemm...." jawab Vano


"Boleh aku tanya sesuatu...?" tanya Vano mengawali pembicaraan.


"Boleh." jawab Vania.


"Bagaimana hubungamu dengan Ryu..?" tanya Vano.


"Gak ada hubungan apa-apa mas." jawab Vania.


"Aku masih mencoba berusaha melupakan Ryu." tambahnya lagi.


"Soal Hyuna,bagaimana...?" tanya nya lagi.


"Aku serahkan semuanya pada Tuhan.Aku gak tau suatu saat perlakuan kalian bagiamana ke Hyuna,tapi yang pasti, aku akan selalu menyayangi Hyuna dan akan selalu melindunginya dari siapa saja yang mencoba menyakitinya." jawab Vania lagi.Dan kali ini ia merasa lega karena bisa mengutarakan uneg-unegnya pada Vano.


"Kenapa kamu tiba-tiba ke Kanada,padahal kamu dan Ryu sudah...." Vano menghentikan kata-katanya karena takut menyinggung perasaan Vania.


"Waktu itu,aku sudah memberinya waktu untuk memilih di antara aku dan Derra.Aku pikir dia akan memih ku.Tapi,sampai waktu itu tiba.Ryu gak ada kabar sama sekali.Bahkan setelah kita melakukan itu,dia tidak pernah menghubungiku." jelas Vania dengan mata berkaca-kaca setiap kali ia menjelaskan masa lalu nya yang kelam.


Sedangkan Vano yang mendengar penjelasan dari Vania,sedari tadi sudah menahan amarahnya.Ia tak menyangka jika Ryu bisa melakukan hal yang seperti ini.Dulu ia mengira Chan adalah laki-laki yang tidak bertanggung jawab,sehingga bisa meninggalkan Salsa.Tetapi,ternyata Ryu jauh lebih baji-ngan dari Chan.


"Emm...Mas.Aku minta maaf karena dulu sudah pernah menyakitimu." ucap Vania dengan menudukan kepalanya.


"Sudahlah,lupakan semuanya.Kita mulai dari awal.Meski aku belum bisa melupakan Dilla.Aku akan selalu menghargai pernikahan kita.Jadi kamu juga harus bisa menghargai pernikahan kita dan juga menghargaiku sebagai suamimu.Kamu pernah mengenalku,jadi pasti kamu sudah tahu kan karakterku seperti apa.?" tanya Vano, dan Vania menjawab dengan menganggukan kepalanya saja.


"Bagus" Vano menepuk pelan kepala Vania.


"Ayo kita pulang.Aku harus mengerjakan pekerjaan kantorku di rumah." ajak nya yang kemudian berdiri dari duduk nya.Vani menurut,ia berjalan mendekati Hyuna dan mengajaknya untuk pulang bersama.


*******


Satu minggu kemudian.


Semuanya sudah kembali berjalan seperti biasanya.Vania dan Hyuna sudah tinggal di rumah Vano karena permintaan Vano.Sebenanrya mama Icha ingin Hyuna tinggal bersamanyan,tetapi Vano melarang dan meminta agar Hyuna tetap tinggal bersama.


Keadaan Arjuna juga masih tetap seperti kemarin dan belum ada perubahan sama sekali,dan itu membuat Vano sedih.Setiap hari selepas pulang kerja,ia selalu pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi anak nya.Dan untungnya ayah dan ibu mertuanya adalah seorang dokter,sehingga ia sedikit lebih tenang karena ada keluarganya yang terus memantau perkembangan anaknya.


"[Maaf kak,aku gak bisa keluar hari ini.Besok saja ya..?]" tanya seseorang sambil terus menempelkan benda pipih di telinganya

__ADS_1


"[............]"


"[Iya,nanti aku coba ijin sama papi ya.Nanti aku kabarin kakak.]"


"[...........]"


"[Iya,Waalaikumsalam]"


Setelah mematikan ponselanya ia langsung berbalik dan betapa terkejutnya saat melihat papi nya ada di belakangnya.


"Astagfirullah...Papi!mulai kapan di sini...?" tanya nya sambil terus memegang dadanya.


"Sejak kamu bilang mau ijin papi.Memangnya mau ijin kemana..?" tanya papi Vano yang ternyata sedari tadi sudah menguping pembicaraan anak nya dengan seseorang di telfon.


"Emm....itu Pih.Boleh gak Ella ke toko buku.?" tanya nya meminta izin.


"Sama siapa...?Mark..?" tebak papi Vano.Membuat Ella langsung melebarkan matanya karena tebakan papinya yang memang benar adanya.


"Papi tahu dari mana..?" tanya Ella terkejut.


"Nebak saja.Iya apa tidak..?" tanya Papi Vano.


"Iya sih.Boleh gak...?" tanya nya lagi.


"Uncle Mark kan temena nya mami ya.Pasti juga di ijinin." ucal Ella berbicara sendiri lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Vano berjalan ke dapur.Menemui istrinya yang memang sedang sibuk di dapur.


"Lagi apa..?" tanya Vano dengan tiba-tiba.Membuat Vania langsung menoleh.


"Mas Vano sudah pulang..?" tanya nya menyambut Vano.


"Maaf ya,gak menyambut kepulangan mas Vano.Tadi aku lagi bikin puding buat persediaan di rumah." ucap Vania meminta maaf sambil mencium tangan suaminya.Membuat Vano tersenyum karena melihat perlakuan Vania yang begitu menghormatinya.


"Hyuna di mana..?" tanya Vano.


"Dia baru saja tidur.Makanya aku langsung bikin puding.Gimana keadaan Arjuna mas..?" tanya Vania balik.


"Masih sama." jawab Vano sendu.


"Yang sabar ya.Kita berdoa terus ya biar Juna cepat sembuh." ucap Vania terus memberi dukungan pada suaminya.


"Makasih ya." jawab Vano dengan tersenyum.

__ADS_1


"Aku ke atas dulu,mau mandi." pamitnya yang kemudian berdiri dari duduknya.


"Iya,bentar lagi aku siapin baju ganti buat mas Vano.Aku masukin ini dulu ke kulkas ya."


"Iya..." Vano berjalan meninggalkan istrinya.Sedangkan Vania meletakan puding yang sudah ia buat ke dalam lemari es.Setelah itu ia menyusul suaminya keatas.


"Mami..." panggil Ella saat melihat mami Vania hendak naik ke atas tangga.


"Ya,kenapa sayang...?" tanya mami Vania.


"Ella boleh gak pergi ke toko buku sama uncle Mark.?" tanya nya meminta ijin.Mami Vania mengerutkan dahinya dan juga memicingkan matanya.


"Sama Uncle Mark..?" tanya mami Vania sekali lagi dan Ella menganggukan kepalanya.


"Kamu pacaran ya sama uncle..?" tebak mami Vania menggoda Ella.


"Mami....enggak kok." jawab Ella dengan malu-malu.


"Masak sih..?kalau enggak kenapa itu pipinya merah..?"


"Mami ih....boleh gak nih..?"


"Sudah ijin papi belum..?"


"Sudah,kata papi suruh ijin mami." jawab Ella.


"Ya sudah,tapi jangan pulang malam-malam ya.Jam tujuh harus sudah di rumah.Kalau enggak, mami dan papi akan nyusulin kamu." kata mami Vania dengan memberikan sedikit ancaman pada Ella.


"Yee...makasih mami.Iya janji jam tujuh sudah pulang kok." jawab nya girang.


Cup...


"Love you mami." ucapnya setelah mencium pipi Vania.Dan setelah itu Ella berlari ke atas,menuju kamarnya.Dari bawah,Vania menatap kepergian Ella dengan bahagia.Ia bersyukur karena suami dan anak nya bisa menerima nya meskipun belum sepenuhnya.


"Kok bisa sih mereka berdua pacaran..?dan bagaimana mas Vano mengijinkanya...?" Vania terus bertanya-tanya dalam dirinya.


"Jadi kangen sama kamu bontot." ucap Vania bermonolog sendiri.Sejak kembali ke Indonesia, Vania memang belum bertemu dengan Mark,Villia dan juga Niko.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2