Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 45


__ADS_3

Ryu membuka matanya dan melihat sekitarnya.Merasakan pusing di area kepalanya karena tidurnya yang lumayan lama.Melihat jam yang melingkar di pergelangan tanganya yang ternyata sudah menunjukan pukul empat sore.


"Astaga....aku tidur apa pingsan ya" gumamnya dengan pelan.Ia pun turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar tamu.Tetapi,sebelum itu ia membuka ponselnya dan melihat beberapa pesan yang di kirim oleh Derra,Mark dan juga Niko.


📨Derra \=> Abang di mana kok gak balik ke kantor..? Abang gapapa kan..?


📨Mark \=> Hyung...?lagi di mana sih..?nunna khawatir sana kamu hyung.


📨Niko \=> Bang-ke elo,rapat penting di batalin gitu aja!


Ryu sedikit terkekeh kala membaca pesan dari Niko,karena gara-gara dia, rapat dengan salah satu client dari KL harus di batalkan.


"Sory Nik,nanti setelah permasalahan gue selesai,gue bakal gantiin kerjaan elo." kata Ryu berbicara sendiri.Ia keluar kamar dan melihat suasana rumah yang nampak sepi.


"Kemana semua orang,kok sepi sih.?" tanya nya kebingungan.Ia pun mencoba memanggil mama dan papa nya namun nihil,tak ada jawaban sama sekali,yang ada hanya pembantu rumah tangga yang malah muncul dari arah dapur.


"Kenapa aden..?ada yang bisa bibik bantu..?" tanya bi Minah.


"Kok sepi bik..?kemana semuanya..?" tanya Ryu.


"Katanya ke rumah tuan Dimas.Oh ya bibik hampir lupa.Kalau aden sudah bangun katanya suruh nyusul." jawab bibik yang juga menyampaikan amanah dari Papa Reno.


"Ke rumah Om Dimas..?ngapain..?"


"Maaf Den,bibik kurang tau." jawab bik Minah.


"Ya sudah,terima kasih ya." ucap Ryu yang kemudian berjalan kearah tangga dan pergi ke kamarnya.


Sedangkan di rumah Om Dimas.Papa Reno dan keluarganya memang sedang berkunjung dan sekalian melamar Derra untuk Ryu.


"Ryu kemana sih Ren..?masak tidur sampai jam segini belum bangun..?kebo banget anak kamu itu." kata Om Dimas meledek papa Reno.


"Biarkan saja,nanti kalau bangun dia juga ke sini Dim." jawab Papa Reno.


"Derra,mama mau bicara sama kamu.Boleh kan sayang.?" tanya mama Icha dengan lembut.


"Boleh tan.Tante mau bicara apa..?" tanya Derra.Mama Icha dan papa Reno saling pandang dan papa Reno menganggukan kepalanya.Tanda ia mengijinkan istrinya untuk bicara.


"Kita ke sana ya sayang," ajak mama Icha menuju ke taman belakang.


"Memangnya Icha mau bicara apa sih Ren..?penting banget.?" tanya Om Dimas mendadak penasaran.


"Opa nanya...Opa bertanya-tanya....?" celetuk Clay yang seketika membuat Saga,dan yang lain terkekeh.


"Calvin..?kok bicara gitu sih sama Opa Dim.?" Syeril menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Cucu kamu sudah kena virus tok-tok." kata Om Dimas.Papa Reno tersenyum sesaat,setelah itu kembali serius dan akan memulai pembicaraan dengan Om Dimas.


"Mah,kamu ajak anak-anak main gih ke belakang." pinta Saga kepada istrinya.Karena dirinya tidak mau anak-anak mendengar obrolan para orang dewasa.


"Ayo Ril,kita ajak anak-anak main." ucap Celline dan di angguki Syeril.Setelah semuanya pergi,dan sekarang hanya tinggal para orang tua.Dan pada akhirnya Papa Reno mulai bicara dan menceritakan permasalahan Ryu.

__ADS_1


"Sekarang aku serahkan sama kamu dan keluarga kamu Dim,Apa masih mau menerima Ryu atau menolak,semua terserah kamu." ucap Papa Reno setelah menceritakan semuanya pada Om Dimas.


"Kalau ternyata dia punya anak dari Ryu,gimana Ren..?" tanya Om Dimas.


"Kalau soal itu,kita gak bisa menolak Dim.Karena anak kecil gak mengerti apa-apa.Dan mungkin aku bisa menerimanya.Tetapi untuk menjadikan mereka bersama aku gak akan setuju jika akhirnya Derra menerima lamaran ini." jawab Papa Reno.


"Kalau kata Syeril,Vania gak akan minta pertanggung jawaban dari Ryu,kecuali Ryu sendiri yang minta." ucap Lino.Om Dimas memicingkan matanya,sedikit bingung dengan pernyataan Lino.


"Maksud kamu..?pertanggung jawaban dalam bentuk apa...?" tanya Om Dimas.


"Mungkin dia gak akan meminta anaknya di akui sebelum Ryu sendiri yang minta." jawab Lino.


"Huuh...kita dengar keputusanya dari Derra saja Ren.Aku juga gak bisa memutuskan.Semuanya aku serahkan sama Derra." ungkap Om Dimas yang juga ikut fruatasi dengan keadaan saat ini.


"Assalamualaikum..." ucap Felix dan keluarganya.


"Waalaikunsalam...." jawab papa Reno dan yang lain.


"Daddy,,,,Queenn mana..?" tanya Raisa.


"Ada di belakang,sama yang lain.Kamu susulin gih,ajak ke dalam ya." pinta Lino.


"Asiyap...." jawab Raisa memberi hormat,lalu pergi berlari ke taman belakang.


"Tamu utamanya mana..?kok gak ada..?" tanya Felix yang tak melihat Ryu.


"Bentar lagi juga ke sini." jawab Saga.Dan benar saja,Ryu datang dengan penampilanya yang sudah rapi.Hanya memakai celana panjang dan kemerja pendek berwarna navi.


"Asslamualiakum." ucap Ryu.


"Sudah siuman kamu..?" tanya Saga.


"Sudah bang." jawab Ryu dengan pelan.


"Ryu!duduk sini." titah On Dimas menyuruh Ryu duduk di dekatnya.


Deg...deg...deg..


Jantung Ryu berdegup kencang.Takut,Malu.Itulah yang ia rasakan saat ini.Ia menatap Lino sekilas,lalu menundukan kepalanya lagi.


#Kira-kira bang L sudah cerita belum ya?# tanya nya dalam hati.Dirinya sangat tahu abang nya itu seperti apa.Semarah-marahnya Lino pada dirinya.Abangnya itu pasti akan jadi penolong untuk keluarganya.Masalah Chan saja dia bisa mengatasi.Apalagi masalahnya kali ini.Sudah di pastikan,Lino menceritakan semuanya pada keluarganya.


"Bagaimana tidurnya..?enak..?" tanya Om Dimas memulai bicara.


"Pusing Om.Ryu tidur sudah kayak kebo." jawab Ryu sedikit kikuk dan malu.


Tak berapa lama kemudian Mama Icha kembali bersama Derra dan juga yang lain nya.Ryu melihat Derra yang berjalan mendekat dengan matanya yang sedikit sembab.Mama Icha mendudukan Derra di tengah-tengah antara beliau dan juga papa Reno.Persis seperti Ryu yang duduk di antara Om Dimas dan tante Diva.


"Gimana dek..?di terima apa gak lamaranya Ryu..?" tanya Om Dimas dengan tiba-tiba.Membuat mata Ryu langsung membola karena kaget.


"LAMARAN..?" Ryu membeo.

__ADS_1


"Kenapa?kamu gak mau nikah sama Derra..?" tanya Papa Reno.


"Kalau kamu nolak juga gapapa Dek,kamu bisa nikah sama Niko.Dia juga ganteng kok baik lagi." celetuk Felix.


"Gak!! Derra gak boleh nikah sama Niko.Dek,kamu harus terima lamaran abang ya..?" tanya Ryu kali ini sudah merasa was-was.Takut jika Derra akan menolaknya.


"Kalau Derra terima abang.Lalu,kak Vania bagaimana..?" tanya Derra mencoba mengetes Ryu.


Deg....


Lagi dan lagi Ryu tersentak kaget dengan pertanyaan Derra.


"Emmm...itu...." Ryu gelagapan,bingung harus menjawab apa.


"Derra tunggu lima menit,kalau abang gak ngasih jawaban.Maka lamaran ini Derra tolak." ucapnya yang membuat Ryu langsung melototkan matanya.


"Abang gak akan pernah menikahi Vania, Dek.!" jawab Ryu dengan tegas dan mantap.


"Hanya saja..." ucap Ryu menggantung.


"Hanya apa bang..?" tanya Derra dengan memicingkan matanya.


"Setelah kejadian itu,Abang gak tau lagi apa yang terjadi pada Vania,karena dia memilih mundur dan menghilang.Abang hanya takut hal yang ada dalam pikiran abang itu terjadi." ucap Ryu terjeda.Ia mengambil nafasnya lagi sebelum melanjutkan perkataanya.


"Abang hanya takut,kalau ternyata Vania memiliki anak dari abang." lanjutnya lagi dengan pelan.


Sakit...itulah yang di rasakan Derra saat ini.Kala mengetahui jika ternyata Ryu sudah pernah meniduri orang yang dari dulu kurang ia sukai,yaitu Vania.


#Apa ini karma yang harus aku terima karena aku dulu pernah menyakitimu bang# tanya Derra dalam hati sambil menahan tangisnya.


Suasana rumah Om Dimas menjadi tegang.Tak hanya Derra.Mama Icha dan tante Diva juga sama-sama menahan tangis masing-masing.Mama Icha tak menyangka jika Ryu tega melakukan ini pada Derra dan keluarganya.Begitu juga dengan tante Diva yang meratapi nasib anak nya.Mulai di selingkuhi mantan suaminya dahulu dan sekarang kembali di khianati Ryu.


#Tuhan...kalau memang Derra berjodoh dengan Ryu,aku harap suatu saat nanti Ryu tidak akan mengkhianatinya lagi seperti sekarang ini.Cukup ini saja pengkhianatan dari Ryu.Jangan ada lagi pengkhianatan yang lain yang terjadi di kemudian hari# doa tante Diva dalam hati.


Ryu berdiri dan berjalan mendekati Derra.duduk berjongkok di depanya dan dengan di saksikan oleh seluruh keluarganya.Terkecuali Syeril dan Qila yang sedang menemani anak-anak bermain di kamar atas.


"Abang tau abang sudah melakukan kesalahan yang fatal.Abang minta maaf,abang khilaf.Tapi abang janji,setelah ini.Abang gak akan lagi mengkhianati kamu.Abang akan selalu menjadi suami yang baik untuk kamu." ucap Ryu dengan hati-hati.


"Kalau abang ternyata punya anak dari kak Vania bagimana..?" tanya Derra.


"Abang harus bertanggung jawab dek,karena dia gak salah.Yang salah abang dan Vania.Mungkin abang akan meminta ijin sama kamu untuk merawatnya juga." jawab Ryu.Dan kali ini dia sudah pasrah menerima semua keputusan Derra.


"Will you marry me,Derra Andreana...?" tanya Ryu dengan mengeluarkan kotak kecil yang berisi cincin pertunangan.


"Yes I Will..." jawab Derra dengan mantab.Derra tak lagi memikirkan keputusanya.Karena dia sudah cukup lama mengenal Ryu.Meski Ryu beja,Tetapi dia yakin,setelah ini Ryu akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan gak akan mengkhianatinya,karena dirinya sangat tahu apa jadinya jika di keluarga Adhitama ada yang berkhianat.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2