
Satu bulan kemudian...
Hari adalah hari persidangan terakhir dari proses perceraian Derra dan juga Rafi.Setelah ini,keduanya akan resmi bercerai dan Derra akan menyandang status sebagai janda.Sedangkan Rafi,akan langsung mendaftarkan pernikahanya dengan Sheina setelah akte cerainya keluar.
"Gimana perasaan elo Der...?" tanya Firly.Saat ini keduanya sedang di rumah Derra untuk menunggu hasil putusan pengadilan.
"Ya,gitulah Fir.Sebenarnya campur aduk.Antara senang,sedih.Entahlah." jawab nya sambil mengedikan bahu.
"Yang sabar ya Der.Ada abang gue,yang siap gantiin posisinya Rafi." ucap Firly dengan bercanda.Membuat Derra terkekeh.
"Elo,ada saja.Abang elo sudah ada kak Vania,Fir.Jangan ngerusak hubungan orang elo." kata Derra.
"Abang gue dah putus sama kak Vania Der.Udah sebulan." kata Firly.
"What! Putus..?kok bisa?bukanya mereka baru jadian..?" tanya Derra terkejut.
"Ya,mungkin bukan jodohnya abang gue." jawabnya santai.
"Apa itu semua karena gue Fir..?" tanya Derra yang tiba-tiba merasa hubungan Ryu dan Vania berakhir karena Ryu yang selama ini memang sering membantunya.
"Ya bisa jadi.Tapi,kak Vania menyadarinya Der,kalau elo itu cinta pertamanya bang Ryu.Dan dia juga sadar kalau abang gue gak bisa lepas dari bayang-bayang elo." jawab Firly.Derra terdiam.Mencerna semua ucapan Firly.
#Apa mungkin bang Ryu masih mencintaiku sampai sekarang..?# tanya Derra dalam hatinya.
"Der,gue boleh nanya gak..?"
"Tanya apa..?"
"Kalau abang gue ngajak elo nikah,elo mau gak..?" tanya Firly dengan mode serius.
"Enggak...." jawab Derra cepat,Firly mengerutkan keningnya.Heran dengan jawaban sahabatnya.
"Why...?" tanya Firly.
"Akan banyak pertimbangan Fir.Gue butuh waktu, kalau harus memulai hubungan yang serius lagi." jawab Derra sambil menatap lurus ke depan.
"Berarti elo sudah gak cinta sama abang gue...?"
"Mekipun bang Ryu cinta pertama gue.Tapi dia adalah masa lalu gue Fir.Gue gak tau perasaan itu akan ada lagi atau.....entahlah.Yang pasti,untuk saat ini gue cuma mau fokus sama kehidupan gue dan karir gue saja dulu.Selebihnya,serahkan saja pada yang di Atas." tutur Derra panjang lebar.
******
📤Villia Sari \=> Vania,gimana sama loker kerjanya weh..?Elo nih guwe udah nunggu satu abad keles,kagak ada kabarnya deh sampai sekarang.
📥Vania \=> Iya-iya sory Van.Bos gue lagi sibuk, jadi mana sempet gue tanya sama doi.Nanti ya gue tanyain.
📤Villi Sari \=> Bener ya,awas samapi kagak elo tanyain.
📥Villia \=> Iya...iya...
Vania meletakkan ponselnya dan mulai membereskan kertas-kertas di mejanya dan bersiap untuk istirahat.
__ADS_1
"Nunna...." panggil Mark sambil berjalan ke arahnya.Membuat Vania mendongakkan kepalanya.
"Ya...!" jawab Vania.
"Ayo,kita makan.Hari ini kita di trakhir oleh Niko hyung." ucap Mark dengan semangat.
"Terus,...kemana manusia kulkas itu..?" tanya Vania yang memang menjuluki Niko dengan manusia kulkas,karena sikap Niko yang begitu dingin padanya.Jangankan padanya,ke semua pegawai di kantor dan orang yang tidak dekat denganya juga.
"Apasih Nunna....namanya Niko,bukan kulkas." Mark memutar bola matanya setiap Vania mengatai Niko dengan sebutan manusia kulkas.
"Iya deh iya...mana hyung kesayanganmu itu...?" tanya Vania.
"Ada di dalam ruanganya Ryu hyung." jawab Mark.
"Oke,kita tunggu."
Tak berapa lama kemudian Ryu dan Niko keluar dan langsung mengajak Mark dan Vania untuk makan siang.Dan tujuan ketiganya kali ini adalah restoran milik Ryu.Sepanjang perjalanan menuju parkiran mobil,Niko hanya berbicara dengan Ryu dan Mark.Jarang sekali dan mungkin hampir tidak pernah mengajak Vania berbicara jika itu tidak penting.
#Nasib banget,tiap makan gue di kacangin sama manusia es ini#
"Pak bos..." panggil Vania pada Ryu.Membuat si empunya menoleh.
"Hemmm....."
"Di kantor ada loker gak..?" tanya Vania.Ryu mengerutkan keningnya.
"Ngapain kakak nanya gitu..?" tanya Ryu yang memang sudah merubah panggilanya pada Vania.Jika di kantor dia akan berubah menjadi bos yang tegas,tetapi,jika di luar jam kerja,ia akan kembali menghormati Vania yang memang umurnya lebih tua dari nya.
"Villia pingin kerja di kantor.Jadi dia nanya deh." jawab Vania dengan santai.
"Serius..?" tanya Vania dengan melebarkan matanya.
"Serius lah,Niko kan belum punya asisten.Dia bisa jadi asisten nya Niko." jawab Ryu.
"Gue gak mau sama orang lain.Gue maunya sama Vania." jawab Niko seketika membuat Vania tersedak minumannya.
"Kenapa harus aku...?" tanya Vania terkejut.
"Kenapa...?kamu gak suka..?" tanya Niko dengan menatap Vania dengan intens.Melihat tatapan yang di berikan Niko membuat Vania menjadi salah tingkah dan membuang mukanya ke sembarang arah.
"Elo mau Vania jadi asisten di perusahaan baru kita Nik...?" tanya Ryu
"Hemm...." jawab Niko menganggukan kepalanya.
"Tapi aku gak mau." jawab Vania cepat.Membuat Ryu langsung menoleh.Begitu juga dengan Mark.Sedangkan Niko terlihat biasa dan cuek dengan tolakan Vania.
"Kenapa gak mau..?" tanya Ryu.
"Kalau aku jadi asistenya es kutub,eh salah." Vania menutup mulutnya dengan telapak tanganya karena reflek mengatai Niko dengan sebutan es kutub.
"Maksudnya,kalau aku jadi asistenya Niko,lalu kamu gimana..?" tanya Vania.
__ADS_1
"Kan aku ada Mark.Dia bisa bantuin aku kan." jawab Ryu santai.
"Lagian....sebentar lagi Derra akan memulai karirnya lagi.Jadi kemungkinan aku bakal mengajaknya berkerja." lanjutnya lagi dan seketika membuat hari Vania merubah komuk wajahnya menjadi datar.Meski saat ini dirinya sudah tidak memliki hubungan yang serius dengan Ryu.Tetapi,jika mendengar nama Derra,hatinya akan selalu sakit.Karena Ryu yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang cinta pertamanya yang akhirnya membuatnya mundur.
"Owh....ya sudah." jawab nya dengan singkat,padat dan jelas.Setelah menjawab Vania langsung terdiam seribu bahasa.Malas jika harus bercanda lagi setelah Ryu membicarakan nama Derra.
"Aku gak setuju hyung kalau nunna di ganti sama Derra." kata Mark menentang jawaban Ryu.
"Kenapa kamu gak setuju...?" tanya Ryu.
"Nunna sudah menemani hyung dari awal hyung merintis perusahaan sampai sekarang,bahkan sampai hyung akan membangun perusahaan kedua.Masak iya,mentang-mentang sudah sesukses ini,nunna mau di pindah tugas sama Niko hyung." jelasnya panjang lebar dan sedikit rasa tak sukanya pada ucapan Ryu yang akan menggantikan posisi Vania dengan Derra.
"Justru itu Mark,hyung ingin kak Vania itu membantu Niko di perusahaan kita yang baru,biar perusahaan kita juga bisa sesukses perusahaan yang sekarang ini." ucap Ryu mencoba memberi pengertian kepada Mark.
"Iya! tapi Mark gak setuju kalau posisi nunna Vania di gantikan sama nunna Derra." jawabnya lagi.
"Kenapa memangnya...?kamu gak suka sama Derra...?" tanya Ryu.
"Enggak.!" jawab Mark dengan singkat,padat,dan jelas.
"Tapi hyung suka,gimana dong...?" tanya Ryu mencoba menggoda Mark.
"Ya sudah.Kalau gitu Mark kerja sama Niko hyung sajalah."
"Oke fine.Kamu kerja sama Niko.Biar hyung kerja sama Kai." ucap Ryu dengan santai.Membuat Niko dan Mark langsung menatapnya dengan penuh selidik.
"Maksud hyung....?Kai hyung mau ke kerja di sini...?" tanya Mark dan di angguki Ryu.
"Sejak kapan elo ngajakin Kai kerja Ryu...?" kini giliran Niko bertanya.
"Seminggu yang lalu sih.Dia mau ikut kerja bareng kita." jawab Ryu.
"Lalu...?"
"Ya gue terima lah.Jadi kita bisa kumpul lagi kan."
"Gak sekalian Reyhan elo ajakin juga..?" tanya Niko lagi dan membuat Ryu tersenyum penuh arti.
"Sudah gue tawarin.Dan dia sih maunya kita kerjasama sama perusahaan nya di Jerman." jawab Ryu.
"Owh....." Niko mengangguk-anggukan kepalanya.
Setelah makan siang selesai.Ryu dan yang lain langsung kembali ke kantor untuk bekerja.
.
.
.
.
__ADS_1
maaf ya Author baru sempet up.Itupun hanya satu eps.karena author lagi sibuk sekali di dunia real.
Mohon di maklumin ya🙏