
Suasanya yang tadinya adem ayem dengan hanya Niko,Mark dan Vania.Kini menjadi tegang karena ada Ryu dan Derra di tambah lagi sebuah keputusan yang Ryu ambil begitu saja tanpa alasan yang jelas.
"Baiklah,kalau begitu aku beres-beres meja kerjaku dulu ya." ucap Vania yang kemudian pergi meninggalkan ruangan.
"Hyung!kenapa hyung lakuin ini sama nunna sih..?Kinerja dia sangat bagus,kenapa hyung malah memecatnya tanpa alasan yang jelas.?" tanya Mark yang begitu marah pada Ryu karena dengan seenaknya Ryu memecat Vania.Ya,Tadi saat kembali dari Bandung dan saat Niko,Mark dan Vania mendatanginya di kantor,Ryu langsung menyampaikan keinginanya untuk memecat Vania dan menjadikan Derra sebagai pengganti Vania.
Keputusan sepihak yang cukup membuat ketiganya syok.Apalagi Vania,meski terlihat biasa saja.Namun,saat ini dirinya benar-benar merasa kecewa dengan keputusan Ryu.
"Hyung sudah kurang cocok sama dia Mark." jawab Ryu dengan sekenanya.
"Ya kurang cocok nya dari mana..?bukanya selama ini nuna tidak pernah mengecewakanmu..?" tanya nya sekali lagi dan kali ini Ryu terdiam karena tak memiliki alasan yang tepat lagi.
"Sudahlah Mark,ini perusahaanya kan,biarkan saja dia berulah sesuka hatinya.Kita ini hanya bawahan nya,jadi cukup diam dan jadi penonton saja." jawab Niko yang kemudian pergi meninggalkan ruangan Ryu.Dengan kecewanya,Mark pun menhikuti Niko dan berjalan mendekati Vania yang sedang memberekan meja kerjanya.
"Nunna,jangan pergi dong,kalau nunna pergi,siapa yang ngajarin Mark nanti..?siapa yang akan bantuin Mark..?" Mark merengek seperti anak kecil.Berusaha membujuk Vania agar tak meninggalkan kantor.
"Gak bisa Mark,Ryu sudah memecat nuna,jadi nuna harus pergi." jawab Vania tanpa menatap Mark dan juga Niko.Setelah selesai membereskan barang-barangnya,Vania langsung pamit untuk pulang.
#Aku gak menyangka kamu akan berbuat seperti ini Ryu.Aku fikir kamu adalah laki-laki terbaik yang pernah aku kenal.Tapi ternyata kamu jauh lebih menyakitkan di bandingkan dengan yang lain.#
Dengan berderai air mata,Vania terus berjalan meninggalkan kantor.Sedangkan di dalam ruang kerjanya,Ryu masih diam dan memilih fokus pada laptop di depan nya.Sedangkan Derra memilih duduk di sofa.
"Bang masih lama gak..?" tanya Derra.Ryu mendongak,menatap Derra.
"Kenapa..?kamu mau pulang..?" tanya balik Ryu.
"Iya,Derra ngantuk,pingin istirahat." jawab Derra.
"Tidur saja di sana." jawab Ryu sambil menunjuk pintu yang ada di ruangan nya.
"Gak mau ah,Derra mau pulang saja.Atau gak,Derra naik taksi saja gapapa bang.".
"Ya jangan dong sayang,Ayo,abang anterin saja." ucap Ryu yang kemudian berdiri dari duduk nya dan berjalan mendekati Derra.
"Bang,apa gapapa tadi..?kasian kak Vania.kenapa abang seperti itu sama dia sih..?" tanya Derra.Sebenarnya tadi dirinya juga sedikit terkejut dengan ucapan Ryu yang benar-benar memecat Vania.Tetapi,dirinya juga tak bisa melawan apa yang sudah menjadi keputusan Ryu.
__ADS_1
"Sudah jangan di bahas.Katanya kamu mau pulang,jadi gak..?"
"Ya jadilah." jawab Derra.Keduanya pun akhirnya meninggalkan ruangan.Dan ketika melewati meja sekretaris,Ryu melihat meja Vania yang ternyata sudah bersih dan juga kosong.
#Apa dia sudah pergi..?# tanya Ryu dalah hatinya.Ia juga tidak melihat Mark dan juga Niko.
"Kamu turun duluan dek ya,abang mau ke ruangan nya Niko dulu." ucap Ryu dan di angguki Derra.
Ryu membuka pintu dan masuk ke dalam.Melihat Niko yang sibuk dengan berkas-berkas di depan nya.
"Nik,Mark kemana..?" tanya Ryu karena tak melihat Mark.
"Lagi tidur di kamar." jawab Niko tanpa menatap Ryu.
"Tidur..?apa pekerjaanya sudah selesai..?" tanya Ryu.Niko berdiri dan berjalan mendekati Ryu sambil membawa laporan pekerjaan yang sudah di selesaikan oleh Mark dan juga Vania.
"Elo bisa cek semuanya,kalau ada yang salah,elo bisa bilang sama gue." jawab nya yang langsung berbalik dan berjalan kembali menuju meja kerjanya.
Ryu menaruh map yang berisi laporan di atas meja.Tak jadi melihat lapotan tersebut.
"Hmmm...." jawab Niko hanya berdehem.Ryu meninggalkan ruangan dan pergi menyusul Derra.
*****
Vania sudah sampai di rumahnya dan langsung mengeluarkan barang-barangnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.Setelah itu,ia kembali lagi masuk ke dalam mobilnya dan pergi lagi meninggalkan rumahnya.
Ia akan pergi mengunjungi Villia yang sedang sibuk di cafe milik Syeril.Meski saat ini perasaanya sedang tak karuan.Namun,ia akan mencoba untuk menerima semua itu.
"Siang Vil." sapanya saat sudah di cafe.
"Loh Van!kok elo di sini..?ini kan masih jam kerja..?" tanya Villia.Vania tersenyum kecut lalu duduk di kursi.
"Gue di pecat sama Ryu." jawab nya dengan mata berkaca-kaca.
"WHAT!!" Villia begitu terkejut dengan jawaban Vania.Ia pun turun dari meja kasir dan berjalan mendekati Villia.
__ADS_1
"Maksud elo di pecat..?"
"Ya gue di pecat Vil.Tapi gak tau alasanya apa." jawab Vania.
"Elo gak nanya Van..?"tanya Villia dan Vania menggelengkan kepalanya.
" Entahlah,gue ngerasa Ryu kurang suka sama gue Vil."
"Kok bisa...?memamgnya kalian ada masalah..?"
"Setahu gue sih enggak,tapi tadi Mark sempat bilang,kalau semalam Niko berantem sama Ryu gara-gara Niko belain gue.Tapi gue gak tahu dia belain gue karena apa." jelas Vania.
"Aneh..,apa jangan-jangan karena dia pingin balikan sama Derra ya,elo jadi si pecat.?"
"Apa hubunganya Villia,dia mau balik sama Derra mah urusanya kali.Gue juga gak perduli." jawab Vania sambil menyeruput minuman yang tadi sempat ia pesan.
"Lalu..?apa yang akan elo lakuin sekarang..?" tanya Villia.
"Gak tau.Mungkin gue mau bantu di sini saja deh." jawab Vania.Villia mengangguk - angguk kan kepalanya.
"Ya sudah,kita kerja sama-sama saja Van.Berhubung elo udah resain,jadi ya gue gak ada minat lah buat kerja di sana lagi." ucap Villia.
"Lah,kenapa bisa begitu..?"
"Ya elo kagak ada,males lah gue.Di tambah sama sikap nya Ryu yang seenaknya sendiri sama elo.Jadi tambah males lah gue." jawab Villia.
"Ya sudah,terserah elo saja Vil.Kita kerja yuk." ucap Vania yang kemudian mengajak Villia kembali bekerja.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....