
Queen mengerjapkan matanya.Melihat jam dinding yang ternyata masih jam tiga sore.Merenggangkan otot-ototnya terlebih dulu hingga kesadaranya terkumpul.Ia turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dulu.Selesai mandi dan berganti pakaian,Queen langsung keluar dari kamarnya.Seperti biasa,setiap sore ia akan duduk bersantai di ayunan belakang rumah.Sambil menikmati suasana pada sore hari.Tetapi sebelum itu,Queen berjalan menuju dapur untuk membuat minuman terlebih dulu.
"Sore bibik..." sapanya pada ART yang kebetulan sedang memasak untuk makan malam.
"Sore non Queen.Nona mau apa...?biar bibik bantu.?" tanya bibik.
"Mau buat minuman bik.Biasa Queen mau duduk bersantai di ayunan,baca novel.Sambil nunggu magrib." jawab Queen.Ia mengambil gelas dan mulai membuat minuman kesukaannya.
"Owh...ya sudah non,bibik mau lanjut masak ya."
"Oke bik."
Bruk....
"PAPA....!!!!!" oma Icha berteriak.Membuat semuanya terkejut dan langsung berlari menuju ke arah sumber suara.
"OPA..!!" Queen begitu teekejut ketika melihat Opa Reno yang sudah tergeletak di lantai dengan kepalanya yang sudah berada di pangkuan Oma Icha.Tak hanya dirinya,Om Ryu dan tante Derra juga ikut terkejut
"Oma,Opa kenapa...?" tanya Queen dengan air matannya yang sudah mengalir.
"Oma gak tau sayang." jawan Oma Icha yang juga ikut menangis.
"Mah,kita bawa papa ke rumah sakit." ucap Ryu yang langsung mengangkat tubuh papanya di bantu dengan pak satpam dan juga tukang kebun yang bekerja si rumahnya.
"Queen ikut ke rumah sakit om" ucap Queen yang langsung menyusul Om Ryu nya bersama dengan oma Icha.Ia membantu Oma Icha berjalan menuju mobil.
"Queen,kamu hubungi Om Dafin ya atau gak Tante Firly." perintah Om Ryu.
"Baik Om." jawan Queen yang langsung menelfon Om Dafin dan memintanya untuk ke rumah sakit bersama dengan Tante Firly.
"Sampai di rumah sakit,papa Reno langsung di bawa ke UGD agar mendapatkan penanganan secepatnya.
"Mohon urus administrasinya agar bisa di tangani segera." ucap sang perawat.
"Biar Queen yang mengurus Om.Om Ryu temani Oma saja." ucap nya.Om Ryu menganggukan kepala dan nenemani mama Icha.
"Papa kenapa Ryu..hiks..?padahal tadi baik-baik saja.?" tanya Mama Icha sambil memeluk anak nya.
"Mama sabar ya.Papa gapapa kok.Mungkin hanya kecapek an saja.Kita berdoa ya buat papa." ucap Ryu menenangkan mama Icha.
Sedangkan Queen sedang berjalan menuju loket administrasi untuk mengurus semua kebutuhan Opa nya selama di rumah sakit.
Bruk....
"Awsh....." ringis anak laki-laki yang tak sengaja bertabrakan dengan Queen.
"Astagfirullah...Maaf dek..maaf,kakak gak sengaja." ucap Queen meminta maaf.Ia membantu anak tersebut berdiri
"Iya kak gapapa,harusnya Aiden yang minta maaf,Aiden jalan gak lihat-lihat." laki-laki terebut menundukan sedikit kepalanya.
"Kamu kenapa lari-lari di rumah sakit...?" tanya Queen.
"Aiden kebelet kak,mau ke kamar mandi.Sudah dulu ya kak bye kakak cantik." jawab nya yang langsung berlari lagi meninggalkan Queen.
"Aish..dasar anak-anak." Queen menggeleng-gelengkan kepalanya.Ia melanjutkan berjalan menuju loket administrasi.
"Permisi mbak,saya mau mengurus keperluan pasien yang bernama Reno Adhitama." ucap Queen.
"Owh,iya mbak ini total semua keperluan yang di butuhkan oleh Pak Reno." jawab petugas tersebut sambil memberikan secarik kertas.Setelah membayar semuanya,Queen berbalik dan hendak kembali ke ruangan Opa nyan di tangani.Tetapi,lagi dan lagi ia bertabrakan dengan seseorang.Dan kali ini dirinya yang terjatuh hingga kepalanya terpentok kursi tunggu yang kebetulan ada di sana.
"Awshh...." Queen meringis karena kepalanya yang sedikit sakit.
__ADS_1
"Haish...kalau jalan-jalan lihat-lihat dong,!" ucap seorang laki-laki memarahi Queen.
Deg...
Queen menatap laki-laki tersebut,dan entah mengapa hatinya langsung berdenyut ngilu.Jantung nya berdegup.
#Kenapa wajahnya gak asing ya# ucap nya dalam hati.Tiba-tiba matanya berkaca-kaca ketika melihat laki-laki tersebut.
"M-maaf,Queen gak sengaja." jawab nya tergugup.Ia menundukkan kelanya.Entah mengaoa Queen benar-benae ingin menangis.Padahal laki-laki tersebut hanya menegurnya biasa saja.
"Aish...kenapa tiba-tiba nangis sih Queen...cuma kepentok saja" ucap nya berbicara sendiri sambil mengusap air matanya.
"Astaga...apa ada yang sakit...?" seorang perempuan mendekati Queen,ketika melihat Queen dengan matanya yang sudah berembun.
"Eh...." Queen pura-pura mengusap pipi nya.
"Maafin aku ya,gak sengaja nabrak kamu.Ini kamu berdarah,kita obatin ya..?" tanya perempuan tersebut.
"Gak usah Eonni.Nanti aku minta sama Oma saja.Kebetulan Omaku dokter di sini.Kalau begitu aku pergi dulu Eonni,sekali lagi aku minta maaf." jawab Queen yang langsung pergi menuju ruangan Oma Clara.
Tok..tok..tok..
Ceklek...
"Oma....." Queen membuka pintu ruangan Oma Clara.
"Queen...." Oma Clara menoleh kebelakang.Melihat Queen dengan pelipisnya yang berdarah.
"Astaga Queen....ini,kenapa pelipisnya berdarah sayang...?" tanya Oma Clara
"Kamu ini,kenapa bisa jatuh sih..?" tanya Oma Clara mulai mengibati luka Queen.
"Queen di tabrak sama Eonni-eonni Oma." jawab Queen.
"Kok bisa..?"
"Gak tau.Tapi malah Queen yang di marah sama pacarnya." jawab Queen memberenggut.
"Kenapa gak di lawan?kamu kan preman." kata Oma Clara sambil terkekeh.
"Aish,oma nih.Tapi Oma,tadi wajah pacarnya gak asing lo Oma.Kayak kak Clay Oma." ucap Queen kembali membayangkan wajah laki-laki tersebut.Oma Queen menatap dalam mata hazel milik Queen.Beliau dapat melihat raut kerinduan di wajahnya yang tertutup oleh kecerian nya.
"Memangnya kamu ingat wajah Oppa kamu..?" tanya Oma Clara mengajak Queen bercanda.
"Ya ingat lah Oma.Oppa ganteng Oma.Kayak Appa." jawab Queen.Oma Clara tersenyum.Cucu dari adik nya ini benar-benar begitu sabar dalam menghadapi semua masalah yang menimpanya.
"Sabar ya,Oma yakin.Nanti kamu pasti ketemu sama Appa." ucap Oma Clara sambil mengusap rambut Queen.
"Iya Oma." jawabnya membalas senyuman Oma Clara.
Drrt...drrt...drrt....
☎Calling is Om Korea.
"Yaak...Om Ryu telfon Oma.Pasti nyariin Queen deh." ucap Queen sambil terkekeh,lalu menekan tombol hijau pada ponselnya.
☎[Hallo Om...] jawab Queen.
☎[Kamu di mana Queen...?Oma nyariin..?] tanya Om Ryu.
__ADS_1
☎[Di ruangan Oma Clara] jawab Queen.
☎[Ngapain..?kamu mau periksa kehamilan..?] goda Om Ryu.Membuat Queen langsung mendelik.
☎[Om Ryu!!mau hamil sama kucing apa.] jawab Queen.Membuat Om Ryu tertawa.
☎[Dah ah,Queen masih mau di sini dulu.]
☎[Ya sudah kalau begitu, nanti kalau Opa sadah Om kasih tau kamu]
☎[Oke Om.]
"Opa kamu sudah sadar Queen..?" tanya Oma Clara.
"Belum Oma.Kira-kira Opa kenapa ya Oma.?padahal sebelumya Opa gak pernah seperti ini.?" tanya Queen
"Ya kan Opa juga manusia sayang.Punya capek.Opa kamu itu sudah berumur,sudah waktunya beristirahat di rumah,bukan nya kerja trus." jawab Oma Clara.
"Ya tapi kan kalau Opa gak kerja nanti kantornya bangkrut,gimana Oma..?"
"Ya kamu dong terjun ke perusahaan Opa.Bantuin Opa kamu." kata Oma Clara memeberi saran.
"Kalaupun boleh,pasti Queen mau Oma.Masalah nya sama Opa gak boleh.Queen baru boleh kerja kalau sudah lulus sekolah." jawan Queen.
"Padahal dulu daddy kamu,Om Ryu,tante Firly masih sekolah sudah pada kerja loh."
"Emang iya Oma..?" tanya Queen.
"Iyalah sayang.Om Chan juga,Om Felix." jawab Oma lagi.
"Waaahh....mereka itu hebat-hebat ya Oma.Masih sekolah sudah kerja semua." puji Queen.
Setelah agak lama,Queen memilih kembali ke ruangan Opa nya di rawat karena Oma Clara harus kembali bekerja dan kebetulan Opa Reno juga sudab sadar dan terus mencarinya.
🦉🦉🦉
"Ryu,apa bang Saga sudah sampai..?" tanya Papa Reno.
"Katanya sih nanti sore." jawab Ryu.
"Kalau bang L...?" tanya mama Icha.
"Sebenanrya bang L sudah sampai mah,Cuma mereka pulang ke apartemen.." jawab Ryu.Mama Icha melototkan matanya ketika mendengar jika anak nya memilih menginap di apartemen di banding di rumah utama.
"Kenapa gak pulang saja..?Apa abang kamu masih gak mau bertemu dengan Queen..?" tanya mama Icha mulai marah.
"Mana Ryu tau mah.Coba mama telfon saja abang L.Suruh dia pulang ke rumah." kata Ryu.
"Mah,apa sampai sekarang Queen belum mengetahui jika daddy nya sudah menikah dan mempunyai anak lagi..?" tanya Firly.
"Belum.Mama belum sempat memberitahu dia.Mama masih takut dia akan sedih." jawab mama Icha.
"Kira-kira Queen setuju gak ya mah kalau daddynya menikah lagi...?" tanya Ryu.Dan tanpa nereka sadari,sedari tadi Queen sudah mendengar semuanya dari balik pintu saat ia akan masuk.
.
.
.
.
Yang minta up hari ini jangan lupa coment ya😉
__ADS_1