
Di tempat lain, tepatnya di rumah papa Reno.Saat ini,Syeril sedang merayu suaminya agar di ijinkan pergi menyusul dua sahabatnya yaitu Vania dan Villia yang saat ini sedang berada di Mall.
"Sayang...ayolah.Boleh ya aku pergi nyusulin Vania sama Villia..?" rengeknya dengan manja.
"Gak!!kalau kamu pergi,ya sama aku dan Calvin." jawab Lino yang justru memberi tawaran pada istrinya.
"Gak mau!aku kan mau pergi bertiga.Kalau sama kamu,nanti gak bisa lama.Pasti kamu buru-buru ngajakin pulang." jawabnya dengan bibir dimajukan.Membuat Lino terkekeh.
"Ya itu sudah jelas.Kamu gak lihat apa keadaan kamu saat ini..?perut kamu udah besar yank dan kamu mau minta ke mall berapa jam..?orang kamu jalan-jalan di kompleks saja sudah cepat sekali lelahnya.Apalagi keliling Mall sayang." jawab Lino sedikit memberi pengertian pada istrinya.Tetapi,bukanya mengerti,justru Syeril bertambah cemberut karena suaminya yang kekeh melarangnya pergi menyusul Vania dan Villia.
"Ya sudah,kalau begitu aku gak mau makan.!" ancamnya sambil melipat tanganya di dada.
"Jangan mengada-mengada yank.Gak lucu tau." jawab Lino.
"Aku serius.Kalau kamu gak ijinin aku ke Mall.Ya sudah.Aku gak akan makan." jawabnya lagi.
"Oke!kita ke mall.Tapi perginya sama aku.Kalau gak mau ya sudah.Aku bakal aduin kamu sama mama ataupun Gibran." ucap Lino yang akhirnya menuruti permintaan istrinya,namun tetap dengan sedikit ancaman.
"Ya sudah iya.Ke mall nya sama kamu saja." jawab Syeril nurut.Ia pun langsung menghubungi Vania dan menanyakan lokasinya saat ini.
Selesai menghubungi Vania.Syeril dan Lino mulai bersiap.Keduanya juga akan mengajak Clay ke mall.
"Calvin,mom dan dad mau ke mall,nyusulin anty Vania.Mau ikut gak..?" tanya Syeril.
"Gak deh mom.Calvin mau di rumah saja sama Jessy dan Kenzo." jawab Clay yang memang saat ini sedang bermain game dengan Jessy dan juga Kenzo.Akhirnya Lino dan Syeril pergi hanya berdua saja.Syeril sangat bahagia akhirnya bisa pergi bertiga bersama Vania.Karena semenjak kehamilanya yang ke dua ini,dirinya jarang sekali berkumpul dengan Vania dan Villia.
Sampai di mall,Syeril dan Lino langsung menyusul Vania dan Villia yang sudah menunggunya di lantai tiga.
"Vania...Villia..." panggil Syeril ketika meliha dua sahabatnya.Vania yang melihat Syeril langsung berjalan mendekatinya dan langsung menggandeng lengan nya.
"Elo kenapa nekat ke sini sih Ril..?perut elo udah besar ini.Harusnya elo istirahat di rumah saja.Jangan keluyuran gini." cerocos Vania panjang lebar.
"Gue kangen sama kalian.Sebentar lagi kan kita sudah gak bisa ketemu lagi.Jadi sekarang gue mau habisin waktu gue sama kalian." jawab Syeril.Membuat Vania sedikit bertanya-tanya.
"Memanya elo mau kemana Syeril..?sampai gak bakalan ketemu kita lagi..?elo mau pindah rumah apa..?" tanya Villia dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Sepertinya begitu." jawab Syeril dengan tersenyum simpul.
"Ambigu banget ucapan elo Ril." celetuk Vania.Tak mau memeperpanjang lagi pertanyaanya.Vania dan Villia langsung mengajak Syeril masuk ke dalam supermarket.Sedangkan Lino dan Niko memilih menunggu di luar sambil nenbiacarakan pekerjaan.
"Gimana kerja sama Ryu,Nik..?" tanya Lino.
"Sejauh ini sih baik bang" jawab Niko.
"Lalu..?bagaimana dengan perusahaan yang baru..?apa belum selesai..?"
"Sudah kok bang.Kemungkinan dua minggu lagi sudah beroperasi." jawab Niko.
"Baguslah.Semoga perusahaan kalian semakin sukses ya." ucap Lino sambil menepuk pundak Niko.Tak berapa lama kemudian Syeril,Vania dan Villia sudah selesai berbelanja.Ketiganya langsung berjalan ke arah Lino dan juga Niko dengan pelan-pelan karena menyeimbangi jalan Syeril.
Dengan memegangi perutnya yang sudah berusia delapan bulan.Syeril berjalan pelan kearah suaminya.Dari kejauhan Lino melihat istrinya yang berjalan dengan tertatih-tatih dan sesekali melihat istrinya meringis.Seperti menahan sakit.
"Sayang...kamu gapapa kan..?" tanya Lino khawatir.Tak hanya Lino,Villia dan Vania juga merasa khawatir dengan keadaan Syeril.
"Aku gapapa kok.Capek dikit." jawab Syeril dengan nafasnya sedikit tersengal.
"Aku ikut." ucap Niko yang kemudian jalan terlebih dulu.
"Ril,sebaiknya elo pulang saja deh sama suami elo.Cukup sampai sini saja kita jalan-jalan nya.Nanti kita jalan-jalan lagi kalau elo sudah lahiran ya." kata Villia.
"Maafimln gue ya Vi,sudah merusak acara jalan-jalan kita." Syeril menundukkan kepalanya dan tiba-tiba menangis.Membuat Lino dan Villia menjadi kelabakan karena Syeril menangis cukup keras.
"Eh...eh...Ril..ssst...sudah jangan nangis.Elo gak ngerusak acara kita Syeril.Hanya saja elo harus istirahat Syeril.Gak baik buat kandungan kalau elo maksain jalan-jalan lagi kan." jawab Villia mencoba memberi pengertian.
"Kenapa Syeril nangis...?" tanya Vania yang baru saja datang sambil membawa minuman di tangan nya.
"Dia merasa bersalah.karena keadaanya,kita gak jadi jalan-jalan." jawab Villia.
"Apaan deh elo Ril.Sudah,ini minun dulu.Habis itu kita pulang saja.Gue juga mau pulang kok." jawab Vania sambil memberikan minuman pada Syeril.Setelah itu Vania mengajak semuanya untuk pulang.Dan karena Syeril meminta untuk di temani Vania,alhasil Villia terpaksa pulang sendiri dengan di antar oleh Niko.
Sampai di rumah,Lino dan Vania langsung membantu Syeril berjalan dan membawanya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Syeril kenapa El..?" tanya mama Icha saat melihat wajah pucat Syeril.
"Gapapa ma,dia cuma kelelahan habis jalan-jalan di mall." jawab Lino.Ia dan Vania mendudukan Syeril di sofa.
"Kenapa kamu ijinin istri kamu ke mall sih L.Kan kata bunda Syeril harus bedrest di rumah." ucap mama Icha malah memarahi Lino.Mendengar karahan mama Icha,membuat Vania merasa bersalah karena tidak bisa menjaga sahabatmya.
"Tante,maafin Vania karena sudah membiarkan Syeril ikut jalan-jalan bersama tadi." ucap Vania menundukkan kepalanya.
"Vania,tante mohon,mulai sekarang jangan mengajak Syeril dulu ya sampai anak nya lahir." pinta mama Icha dengan lembut.
"Iya tante.Vania gak akan ijinin Syeril lagi kalau mau ikut jalan-jalan.Kalau begitu,Vania pamit pulang ya Tante,biar Syeril bisa isyirahat." ucapnya yang kemudian berpamitan.
"Iya.Maaf ya sayang,kalau tante sedikit tegas sama kamu." mama Icha mengelus rambut Vania.
"Iya tante tidak apa-apa.Vania pulang ya tante." Vania mencium punggung tangan mama Icha dan setelah itu meninggalkan rumah Adhitama.
"Mas,kamu anterin Vania ya,kasihan dia pulang sendirian." pinta Syeril pada suaminya.
"Kok aku yank,terus kamu gimana.? Biar di antar supir saja ya.?" tanya nya dan Syeril menggelengkan kepalanya.
"Gak mau.Aku maunya kamu yang mengantarnya." jawab Syeril.
"Ya sudah iya.Kalau gitu aku pergi dulu ya ngenterin Vania.Mah,L titip Syeril ya."
"Iya,hati-hati." jawab mama Icha.
.
.
.
.
Berdambung....
__ADS_1