Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 30


__ADS_3

Pagi harinya,saat Vania selesai bersiap dan hendak pergi, tiba-tiba ia melihat Niko yang sudah duduk santai di depan rumahnya.Membuat dirinya terkaget.


"Niko...!kamu ngapain di sini...?" tanya Vania sambil memegang dadanya.


"Nungguin kamu." jawabnya dengan santai.


"What!!sejak kapan.?"


"Gak lama kok.Sekitar jam tujuh." jawab Niko membuat mata Vania melotot.Pasalnya saat ini jam sudah menunjukkan pukul sembilan,itu artinya Niko sudah menunggunya sekitar dua jam.


"Kenapa gak pencet bel rumah.Kan aku bisa bukain pintu.?"


"Aku gak mau mengganggu waktu bersiapmu." jawab Niko santai.Ia lantas berdiri dan menatap Vania.


"Ayo,aku mau ikut ke Mall." ucapnya sekali lagi.


"Hah...ikut ke mall..?ngapain..?aku sama Villia lho.?"


"Gapapa.Aku temenin kalian.Sekalian aku mau belanja bulanan buat di apartemen.Nanti tolong kamu belanjakan." pinta Niko membuat mulut Vania menganga.Tak percaya dengan apa yang Niko bicarakan.Ia pun dengan reflek langsung menempelkan punggung tanganya pada kening Niko.Membuat si empunya mengerutkan dahinya.


"Apa ada yang salah..?" tanya Niko.


"Aneh aja.Ini beneran kamu kan..?si es kutub..?" tanya Vania tanpa sadar.Niko mendekatkan wajahnya hingga jarak di antara mereka sedekat mungkin.Menatap Vania tanpa berkedip.Begitu juga Vania yang juga menatap Niko tanpa berkedip.


"Menurutmu aku siapa...?Ryu kah..?yang sudah menyakitimu..?" tanya Niko membuat Vania langsung sadar dan menjauhkan dirinya.


"Apaan sih Niko." ucap Vania.


"Aku memang sahabat baik Ryu.Bahkan mungkin sahabat dekat.Tetapi,aku sangat tidak menyukai wataknya yang suka menyakiti perempuan." ucap Niko sambil berjalan terlebih dulu menuju mobilnya.


"Apa di Korea dulu dia seperti itu...?" tanya Vania penasaran.


"Ya.Dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita.Managernya sendiri.Tapi entahlah,hubungan yang seperti apa aku juga gak tau.Karena managernya tiba-tiba mengkhianatinya." jawab Niko.


"Jadi,dia pernah di khianati oleh managernya sendiri..?" tanya Vania dan di angguki Ryu.Niko mulai menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Vania.Keduanya akan menjemput Villia terlebih dulu sebelum akhirnya pergi menuju salah satu Mall di Jakarta.


"Apa yang terjadi saat Ryu di khianati oleh kekasihnya di Korea..?" tanya Vania meneruskan pembicaraanya dengan Niko.


"Ya biasa aja sih.Dia lebih menghindari dan langsung mengganti managernya.Aku sedikit lupa sih karena aku juga gak terlalu mau ikut campur sama urusan pribadinya Ryu." jawab Niko.


"Owh...." Vania mengangguk-anggukan kepalanya.


"Tapi memang sih.Dia itu gak akan bisa lepas dari bayang-bayang cinta pertamanya.Sepertinya sudah melekat sekali di hatinya dan hati keluarganya." ucap Niko.


"Dan aku lihat,mereka juga sepertinya bahagia dengan perpisahan Derra dan juga suaminya.Gak ada raut kesedihan sama sekali." lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Sok tau kamu.Mana tau Derra itu sebenarya sedih,tapi dia sembunyikan."


"Ya kalau itu aku gak tau." jawab Niko dengan mengedikan bahunya.Di saat keduanya sedang asyik berbicara tiba-tiba ponsel Ryu berdering dan ternyata panggilan masuk dari Ryu.


"Tolong jawabin dong,dan di loudspeak juga." pintanya dan Vania menganggukan kepalanya.


[Hallo Ryu] jawab Niko.


[Elo di mana..?] tanya Ryu.


[Di jalan.Emang kenapa..] tanya Niko balik.


[Di jalan..?mau kemana elo..?gue mau ke CFD,mau ikut gak..?]


[Gak deh.Gue mau ke Mall sana Vania.] jawab Niko.


[What!!elo jadian sama kak Vania..?] tanya Ryu dan membuat Vania membulatkan matanya karena mendengar ucapan Ryu


[Suka ngaco nih orang kalau ngomong.Gue mau belanja.Sekalian minta bantuan Vania.] jelas Niko tanpa teralihkan fokusnya dari menyetir mobil karena ponselnya yang memang di pegang Vania.


[Kenapa gak minta temenin gue elo..?]


[Heh....!kayak gue gak hafal sama elo aja.Dah lah puas-puasin kencan sama Derra.Jangan lupa si bontot jajanin juga.] kata Niko seketika membuat Ryu menggelakan tawanya.Sungguh sahabatnya yang satu ini sangatlah tahu isi pikiranya saat ini.


[Elo emang sahabat best guelah.Okelah lanjutin kencanya sama Vania ya.Gue juga mau kencan sama Derra.] jawab Ryu yang kemudian memutus panggilanya begitu saja.


Setelah sampai di rumah Villia ketiganya langsung pergi menuju Mall.Di perjalanan tak lupa Vania memperkenalkan Niko kepada Villia.Begitu juga dengan sebaliknya.Ia juga mengenalkan Niko pada Villia.


*******


Di sisi lain,Ryu juga sudah bersiap untuk mengajak Mark dan juga Derra ke acara CFD.Mark yang notabenya suka sekali berkuliner,langsung berkeliling dan mencari makanan yang membuatnya ngiler.Sedangkan Ryu dan Derra hanya mengikutinya dari belakang.


"Kak Niko kok gak diajak bang..?" tanya Derra.


"Dia lagi kencan sama Vania." jawab Ryu.


"Hah..!kencan.?mereka jadian..?" tanya Derra dan Ryu hanya mengedikkan bahunya.


"Abang gak cemburu..?" tanya Derra.Membuat Ryu terkekeh.


"Ngapain cemburu dek,suka-suka dialah mau pacaran sama siapa saja.Bukan urusan abang." jawab Ryu tanpa beban.


"Tapi kan abang baru putus sama kak Vania."


"Sudhalah,jangan di bahas.Sudah masa lalu.Kamu mau beli sesuatu gak..?" tanya Ryu sengaja mengalihkan pembicaraanya karena dirinya tak mau lagi membahas masalalunya dengan Vania yang menurutnya itu adalah kesalahanya.

__ADS_1


"Emm...kita cari ketoprak yuk,aku laper." jawabnya dan di angguki Ryu.Keduanya pun mencari penjual ketoprak dan tak lupa mengajak serta Mark.


Di saat ketiganya sedang menikmati makanan masing-masing.Tiba-tiba,dari arah belakang,ada yang memanggil.Membuat dirinya,Ryu dan


Mark langsung menoleh ke belakang.


"Derra..." panggil seseorang dari belakang.


"Ilham...." ucap Derra ketika nelihat sahabat lamanya sedang berada di tempat yang sama dengan dirinya.


"Hai...elo di sini juga..?" tanya Ilham setelah berada di dekat Derra dan yang lain nya.


"Iya.Gue sama bang R dan Mark." jawab Derra dengan sedikit senyum.


"Hai bang,apa kabar..?" tanya Ilham sambil menjabat tangan Ryu dan Mark secara bergantian.


"Alhamdulillah baik." jawab Ryu singkat dan kembali meneruskan makan nya.Begitu juga dengan Mark.Sedangkan Derra sedikit canggung dengan adanya Ilham di antara dirinya,Mark dan juga Ryu.Derra sangat ingat dulu saat Ryu pernah cemburu karena dirinya yang begitu dekat dengan Ilham.


"Apa aku boleh gabung di sini...?" tanya Ilham.


"Emm....i-iya boleh." jawab Derra dengan pasrah,karena menolak pun dia tak mampu karena memang posisi saat ini begitu banyak orang.


"Btw.Suamimu mana Der..?kok kamu ke sini sama bang R dan dia..?" tanya Ilham menunjuk Ryu dan Mark dengan dagunya.


"Gue udah pisah sama suami gue Ham." jawab Derra.Cukup membuat Ilham terkejut.Ia tak menyangka jika Derra bisa berpisah dengan Rafi.Padahal dari pandanganya dulu keduanya adalah pasangan yang sangat serasi dan saling mencintai.Namun,siapa sangka,jika ternyata keduanya saat ini sudah berpisah dan memilih jalan sendiri-sendiri.


"Sorry ya Der.Gue gak tau." ucap Ilham tak enak hati.


"Iya,gapapa Ham."


"Lalu,selanjutnya..?apa yang akan kamu lakukan..?apa kamu mau kembali ke dunia model..?" tanya Ilham.


"Dia akan kerja sama gue." Ryu tiba-tiba menjawab pertanyaan Ilham.Membuat Derra langsung menoleh.Sedikit bingung dengan jawaban Ryu.


"Owh...begitu ya.Gue kira elo bakal balik ke dunia model." kata Ilham.


"Masih gue pikirin Ham.Mau balik ke model apa bantuin bang R." jawab Derra.


Setelah menyelesaikan makan nya


Ryu dan Mark memilih untuk pulang.Begitu juga dengan Derra.Ia juga tak lupa berpamitan dengan Ilham.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2