Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 73


__ADS_3

Malam hari


Mark dan Ella sudah kembali dari Mall.Dan saat, ini keduanya sudah berada di rumah Vano.Tak hanya keduanya.Niko dan Villia juga berada di sana.Dan saat ini Villia dan Vania sedang menyiapkan daging untuk acara BbQ.


"Van,telfon Syeril gih,biar dia kesini.Gak lengkap kali kalau gak ada dia." kata Villia.


"Gimana ya,gue takut kalau suami gue gak ijinin Vil.Ini saja tadi yang ijin Mark loh,buakan gue." jawab Vania tak enak hati.


"Lah,Lino kan sepupunya ege...ya masak kagak boleh sih..?"


"Elo gak tau Vil.Suami gue seperti apa.Dia itu kalau satu ya satu.Dua ya dua.Bukan satu dua." jawab Vania.Membuat Villia bingung dengan uacapan sahabatnya.


"Deh,maksud loe apa sih,gak ngerti gue Van."


"Gimana ya,susah sih jelasin nya.Gue coba deh tanya suami gue ya.Kalau boleh gue langsung telfon Syeril." kata Vania.Ia pun berbalik dan hendak pergi,tetapi tidak jadi karena ternyata Syeril dan Derra yang sudah berada di depan nya.


"Syeril...Derra.!kok kalian di sini....?" tanya Vania kaget.


"Iya,tadi bang Vano ngabarin kalau kalian mau BBQ an.Jadi kita ke sini deh." jawab Derra.Ia berjalan mendekati Villia dan membantunya.


"Owh...Clay di mana Syer..?" tanya Vania.


"Clay sama Quenn gak ikut Van.Sama mama gak boleh." jawab Syeril.Ia dan Vania pun duduk di meja makan sambil menunggu Villia dan Derra menyelesaikan pekerjaan mereka


"Van,are you oke.?" tanya Syeril memegang tangan Vania.


"Kenapa kamu nanya gitu Syer...?" tanya balik Vania.Ia tahu saat ini sahabatnya itu tengah mengkhawatirkan dirinya.


"Aku khawatir sama kamu Van.Aku takut bang Vano tidak memperlakukan kamu dengan baik." jawab Syeril.Vania tersenyum.Ia bersyukur,di saat keluarganya sudah tidak memperhatikan nya lagi,ia masih mempunyai sahabat yang sangat menyayanginya bahkan selalu mengkhawatirkan keadaan nya.


"Kamu gak usah khawatir Syer.Alhamdulilah,mas Vano memperlakukan ku dengan baik kok.Dia juga sayang sama Hyuna." jawab Vania dengan tersenyum.


"Alhamdulillah kalau begitu Van.Aku ikut bahagia." ucap Syeril.


Setelah semuanya selesai,kini para istri pergi menuju taman belakang.Dimana para suami sedang menyiapkan panggangan untuk daging.Dari jauh,Vania melihat Hyuna yang ternyata sudah tidur di pangkuan Vano.


"Hyuna di pindah di kamar saja mas,kasihan di sini dingin." ucap Vania hendak mengambil Hyuna, tetapi sudah di larang oleh Vano yang langsung berdiri dari duduk nya dan membawa Hyuna masuk ke dalam.


"Aku susulin mas Vano bentar ya." ucap Vania yang kemudian mengikuti suaminya.


"Alhamdulillah,akhirnya Vania bisa mendapatkan SUAMI yang tepat.yang sayang sama dia dan Hyuna." ucap Villia sambil menekan kan kata SUAMI.Sampai sekarang Villia memang masih sakit hati dengan Ryu karena kejadian beberapa tahun lalu yang membuat sahabatnya itu pergi meninggalkan nya.


"Semoga dia selalu bahagia ya Vil." kata Syeril.


"Amiin...."


*****


Di kamar...


"Mas,kamu ngasih tahu Syeril ya..?" tanya Vania.


"Enggak,tapi aku ngasih tahu Lino sih." jawab Vano sambil terkekeh.


"Issh....sama sajalah mas.Kan mereka satu paket." kata Vania.Vano berjalan mendekati Vania dan menatap intens mata hazel istrinya.

__ADS_1


"Kenapa...?" tanya Vano.


"Gapapa.Kaget saja.Kok bisa dia ada di sini.Kan kamu gak begitu suka acara ginian.Tadi saja aku mau ijin dulu sama kamu." jawab Vania.Vano tersenyum.Masih saja perempuan yang sudah menjadi istrinya ini mengingat apa yang di suakai dan tidak di sukainya.


Ia mengacak gemas rambut istrinya yang hitam dan panjang."Ayo keluar,gak baik kalau mereka nunggu kita lama-lama." ucap nya yang kemudian mengajak Vania turun.Meninggalkan Hyuna yang sudah tertidur dengan pulas.


Sambil menuruni tangga,Vano mencoba menggoda istrinya. "Ada Ryu di sana,sudah di sapa belum...?" tanya Vano.


"Belum lah.Kan aku dari tadi di dalam sama Villia dan yang lain." jawab Vania.


"Lagian,gak ada perlu juga,ngapain di sapa." tambahnya kagi


"Ya kali saja mau ngomongin Hyuna gitu."


Vania tersenyum kecut." Kehadiran Hyuna saja dia gak percaya,jadi buat apa dia tanya soal Hyuna." jawab Vania,seketika menghentikan langkah Vano.


"Maksud kamu...?" kini Vano menatap serius pada istrinya.


Vania menarik nafas terlebih dulu sebelum akhirnya menjawab.Ia pun menceritakan di mana saat di Italia,Ryu tidak mau bertemu dengan Hyuna,bahkan ia meminta Hyuna untuk tes DNA.Dan itu membuatnya sangat marah dan kecewa.


"Dari semenjak itu,aku dah gak mau tau sama dia.Mau dia mengakui Hyuna atau tidak aku sudah tidak perduli.Tanpa Ryu,aku bisa hidup bahagia bersama Hyuna." jawab nya mengakhiri cerita.


"Kalau suatu saat Ryu nekat tes DNA bagimana..?"


"Saat itu juga aku akan memutus hubungan anak dan ayah antara dirinya dan Hyuna.Aku akan membuat Hyuna membenci Ryu." jawab Vania enteng.


"Jahat sekali kamu." ucap Vano sambil mencubit gemas hidung mancung Vania.


"Biarin,!"


"Dasar..." ucap Vania.Tanpa di duga dan tanpa sengaja,ia langsung menarik lengan suaminya dan membawanya kembali ke taman belakang.Bergabung bersama yang lain nya.


Dan tanpa mereka sadari,sedari tadi Ryu sudah mendengar semua yang di bicarakan Vania dan Vano.Meski menerima kehadiran Hyuna,tetapi,sampai saat ini Ryu juga masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Hyuna memang anak nya.Sangat sulit untuk dia mempercayai nya.Dan sampai saat ini pula,Ryu masih berusaha untuk mencari cara agar dia bisa mengambil DNA Hyuna.


*******


"Gimana bang....?elo udah mulai jatuh cinta gak sama Vania...?" tanya Lino yang kini sedang duduk berdua di ayunan dengan Vano.


Vano menyunggingkan senyumnya."Kamu fikir jatuh cinta mudah apa..?" tanya nya balik.


"Abang hanya berusaha untuk menjadi suami dan orang tua yang baik saja.Gak lebih." tambahnya lagi.


"Berarti,abang masih belum mencintai Vania..?"


"Susah El,menumbuhkan rasa yang pernah hilang karena sebuah kekecewaan.Dulu,demi Zein dia nolak abang.Tapi nyatanya malah Zein yang nyakitin dia.Dan sekarang,Tuhan malah menjodohkan kita berdua setelah apa yang dia alami bersama Ryu." jawab Vano panjang lebar.


"Jadi,apa yang bakal abang lakuin...?"


"Yah,mengalir saja.Berjalan sesuai apa yang di gariskan Tuhan.Tetap menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab untuk mereka." jawab Vano.


"Gue doain suatu saat elo bahagia bang.Entah itu dengan Vania atau enggak." Lino menepuk pundak Vano.


"Aamiin...BTW,kamu ngajak Ryu ke sini..?"


"Enggak.Mereka berdua emang rencana mau ke sini.Pingin jemput Hyuna." jawab Lino.Vano menoleh dan menatap Lino dengan dahi berkerut.

__ADS_1


"Jemput Hyuna...?" tanya nya bingung.


"Iya.Derra kesepian di rumah.Firly kan lagi di rumah mertuanya.Calvin sama Jessy sekolah.Jadi Derra sendirian di rumah.Bosen, dia pingin ada temen nya." jawab Lino.


"Belum hamil juga dia..?" tanya Vano lagi.


"Belum bang." jawab Lino dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gak konsultasi saja sih..?siapa tahu ada kendala gitu."


"Sudah kok.Kata dokternya semuanya normal.Ya mungkin memang belum rejeki mereka lah." jawab Lino.


"Iya juga sih.Sekalipun berusaha kalau belum rezeki ya gimana."


Tak berapa lama kemudian daging pun selesai di panggang.Semua orang menikmatinya sambil bercengkrama satu sama lain.Lino,Van,Mark dan Niko lebih memilih membicarakan tentang perusahaan, Ryu memilih diam dan sibuk dengan ponselnya.Sedangkan para wanita membiacarakan yang lain.


"Kak,aku boleh bawa Hyuna pulang gak..?aku kangen sama Hyuna..?" tanya Derra meminta izin.


"Boleh aja sih,tapi kan Hyuna sudah tidur. Gimana kalau besok saja aku anterin dia ke rumah..?" tanya balik Vania.


"Beneran boleh..?" tanya Derra lagi dan Vania menganggukan kepalanya.


"Der,suami kamu kenapa..?kok tumben sendirian terus dari tadi.Biasanya juga banyak omong.?" tanya Syeril yang memang sedari tadi melihat Ryu sibuk dengan ponselnya di banding gabung dengan yang lain.


"Gak tahu kak.Akhir-akhir ini kak Ryu emang sering sendiri.Dia betah banget di ruang kerja.Padahal gak ngapa-ngapain." jawab Derra.


"Kamu gak curiga Der...?" tanya Villia.


"Curiga...?maksudnya..?" tanya Derra balik.


"Ya kali aja dia punya selingkuhan." jawab Villia ngasal.


"Hus....Villia!mulut kamu ya kalau ngomong." Vania menatap tajam pada Villia.


"Ya kan aku ngomong apa adanya Van."


"Apa adanya kepalamu itu.Gak baik doain yang jelek itu.Apa yang kau tanam itu yang kau tuai Villia.Jadi jangan sekali-kali ngomong aneh deh." ucap Vania menasehati Villia.


"Apa yang kau tanam,itu yang kau tuai..?jadi maksdunya sekarang Ryu sedang menuai tanaman nya...?" tanya Villia lagi dengan berpura-pura bego,padahal memang sebenanrya Villia terus berusaha menyindir Ryu yang sangat tidak bertanggung jawab oada Hyuna.


"Villia...stop!!" Vania menempelkan jari telunjuknya di bibir Villia agar sahabatnya itu diam.Sedangkan Derra sedari tadi sudah sangat mengerti apa yang di katana Villia.


Sedih,itulah yang ia rasakan saat ini.Semenjak bertemu Vania dan Hyuna,ia merasa suaminya sedikit berubah.Sering berdiam diri di ruangan kerja.Bahkan Ryu pernah ketiduran di ruang kerja.


"Emm...kak,aku pamit pulang duluan ya.Takutnya kak Ryu gak nyaman di sini.Soalnya dari tadi dia diem saja." ucap Derra.


"Der,maafin Villia ya,Dia gak bermaksud seperti itu kok." kata Vania tidak enak hati.


"Gapapa kak.Ya sudah,Derra ajak kak Ryu dulu ya." jawab nya yang kemudian berjalan mendekati suaminya dan mengajaknya untuk pulang.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2