
Di Bandung,Ryu dan Derra saat ini sudah berada di depan rumah sang mempelai,yaitu Rafi dan Sheina.Meski perceraian keduanya masih terhitung beberapa hari,Namun Derra sudah ikhlas menerima semuanya.Baginya,mungkin Rafi bukanlah jodoh yang di takdirkan Tuhan untuk nya.
"Gak sakit hati kan dek..?" tanya Ryu sambil menggenggam tangan Derra.
"Gak lah.Kan sudah ada abang." jawabnya dengan bercanda.Membuat Ryu terkekeh.
"Ya sudah,ayo masuk.Jangan lupa amplopnya ya." jawabnya yang membalas candaan Derra.Keduanya pun masuk ke dalam halaman rumah Sheina.Saat masuk ke dalam,banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya.Pasalnya mereka sama sekali tak mengenali Ryu dan juga Derra.
Tanpa duduk dan mencicipi hidangan yang ada.Ryu dan Derra langsung berjalan menuju atas pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.Rafi,sedikit terkejut saat malihat Derra dan Ryu datang ke pasta pernikahanya dengan Sheina.
"Selamat ya Raf.Semoga kalian bahagia." ucap Derra sambil menyalami tangan Rafi.Sedangkan Ryu memilih cuek dan enggan untuk bersalaman dengan siapapun.
"Makasih kamu sudah datang." jawab nya dengan sedikit tersenyum.
"Selamat ya Sheina,semoga kamu menjadi istri yang terbaik untuk Rafi." ucap Derra yang juga memberi selamat kepada Sheina.
"Tarima kasih." jawab Sheina dengan singkat.Setelah memberi selamat kepada keduanya,Derra juga memberi selamat kepada mantan mertua dan juga ke dua orang tua Sheina.Jika orang tua Sheina menyambut baik kedatangan Derra,berbeda dengan ibu dari Rafi yang justru memperlihatkan rasaa tak sukanya pada Derra dan Ryu.
"Ayo kita pulang,sudah selesaikan memberi ucapan nya." kata Ryu mengajak Derra untuk pulang.
"Iya,abang tadi kenapa gak memberi selamat sama mereka sih..?" tanya Derra.
"Ogah banget.!" jawab Ryu dengan sedikit rasa jijiknya.
"Jahat banget sih,aku saja sudah ikhlas dengan semuanya.Masak abang enggak sih.?"
"Siapa saja yang sudah bikin kamu sakit hati,jangan harap abang akan baik sama dia.Masih untung abang gak hancurin semuanya." jawaban Ryu membuat Derra langsung terdiam dengan penuh tanda tanya di hatinya.
#Apa sebegitu cintanya abang sama aku ya..?# tanya nya dalam hati
"Dah ah,ayok pulang." ucap Derra yang langsung menarik lengan Ryu dan membawanya ke parkiran mobil.
"Sekarang mau ke mana..?" tanya Ryu.
"Terserah abang deh.Mau langsung pulang juga boleh."
"Jalan-jalan aja dulu ya.Kita ke puncak" kata Ryu dan di angguki Derra.Ryu melajukan mobilnya dan membawa Derra pergi ke dalah satu cafe yang cukup terkenal di daerah puncak.
"Btw,yang menggantikan abang di kantor siapa..?" tanya Derra.
"Ada Niko sama Mark,mereka sudah biasa menangani perusahaan." jawab Ryu tanpa menoleh dan fokus pada setir mobilnya.
"Kamu mau gak dek bantuin abang kerja di kantor..?jadi sekretaris abang..?" kali ini Ryu bertanya pada Derra.
"Kalau aku bantuin abang,kak Vania gimana..?"
"Sepertinya abang bakal pecat dia deh.Abang udah ngerasa gak cocok sama dia." jawab Ryu.Mendengar jawaban dari Ryu,Derra langsung terkejut.
__ADS_1
"Kenapa di pecat bang..?bukan nya selama ini gak ada masalah ya sama kerjanya kak Vania..?"
"Iya sih,tapi entahlah.Sejak kejadian kemarin,abang jadi hilang respect sama dia.Jadi sedikit gak suka."
"Gak boleh gitu bang.Lagian kan semalam kak Niko juga sudah cerita kan,kalau kak Vania gak ngajakin kak Syeril,tapi kak Syeril sendiri yang mau ikut." tutur Derra menjelaskan.
"Taulah.Pokoknya abang dah ngerasa gak nyaman sama dia dek.Kamu aja yang gantiin dia di kantor deh,mau ya..?" tanya Ryu menoleh sebentar pada Derra.
"Derra pikir-pikir dulu lah." jawab nya memberi keputusan.
Setengah jam kemudia mobil mulik Ryu sampai di salah satu cafe di daerah puncak.Ia keluar dari mobil dan mengajak Derra masuk ke dalam cafe.
"Mau pesan apa.?" tanya Ryu sambil melihat-lihat menu makanan.
"Ada nasi goreng gak sih..?Derra laper bang.Kan tadi di acaranya Rafi gak makan..?" tanya nya membuat Ryu terkekeh,pasalnya memang karena dirinyalah Derra memilih langsung meninggalkan rumah Rafi setelah mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
"Ya sudah,kita pesan nasi goreng saja ya." jawab Ryu.Ia pun langsung memanggil weiters dan mulai memesan beberapa makanan.
******
"Hyung,Ryu hyung kemana sih...?kok gak ke kantor." tanya Mark yang saat ini sedang duduk bersama dengan Niko dan juga Vania di salah satu restoran yang tak jauh dari kantor.
"Gak tau!" jawab Niko cuek dan lebih fokus pada makanan nya.
"Mark,kamu hutang penjelasan sama nunna.Tadi kamu mau bicara apa..?" tanya Vania.
"Apasih Mark,kamu bicara gak jelas deh.?" tanya Vania.
"Jangan di dengarkan.Dia masih kecil,mana tau masalah orang tua." jawab Niko.
"Yee,Mark sudah besar Hyung,sudah punya pacar." ucapnya seketika membuat Niko dan Vania menyemburkan minuman masing-masing.Kaget karena ucapan Mark.
"Kamu sudah punya pacar Mark..?" tanya Vania dan di angguki Mark.
"Cewek mana yang mau sama kamu Mark..?kayaknya mata tuh cewek minus deh." ejek Niko dengan bercanda.
"Dih,apaan sih hyung.Mark memang sudah punya pacar kok,tapi....." ucapan Mark terpotong.
"Tapi apa..?" tanya Vania.Mark diam,bingung harus menjawab sepergi apa.
"Emm...itu....emm... Duh,bingung deh harus jawab apa." Mark menggaruk rambutnya sambil cengengesan.
"Apa pacarmu melarangmu bicara?" tanya Niko yang seperti sudah mengerti dengan pikiran Mark.
"Ya seperti itulah hyung," jawab Mark dengan lesu.
"Kenapa memangnya Mark..?bukanya sebuah hubungan itu lebih baik di publik ya daripada diam-diam.Takutnya ada yang berkhianat,kita kan gak akan tahu Mark, isi hati seseorang seperti apa..?" kata Vania menasehati Mark.
__ADS_1
"Iya sih nuna,tapi masalahanya, pacar aku ini umurnya jauh di bawah aku."
"Hah!!kamu pedofil ya..?" cibir Niko sekali lagi dengan bercanda,membuat Vania tertawa.Sungguh senang sekali melihat keduanya selalu berdebat.
"Enak saja,Kami memang saling menciantai Hyung,hanya saja dia masih takut untuk membuka hubungan kita ke publik," jawab Mark.
"Menurut nuna,apa yang harus aku lakukan..?" tanya Mark.
"Ya mana nuna tau Mark,yang manjalani kan kalian berdua,kalian tahu mana yang baik dan buruknya dalah sebuah hubungan.Kamu ingat ya Mark,dalam sebuah hubungan, yang paling penting adalah rasa kepercayaan.Kalau kalian masih gak bisa percayaan sama pasangan kalian ya susah untuk bertahan Mark."
"Kalau sudah percaya tapi berkhianat gimana..?" tanya Niko.
"Ya itu sih memang salah satu dari kalian saja yang sakit." jawab Vania santai.
"Termasuk Ryu..?" tanya Niko sekali lagi sambil menaikan satu alisnya.
"Bukan aku yang bicara ya,tapi kamu yang bicara." jawab Vania.Niko menyunggingkan senyumnya.
ting.....
Satu pesan masuk dari ponsel milik Niko.
📥Ryu \=> Elo dimana..?
📤Niko \=> Lagi makan di restoran depan.
📥Ryu \=> Gue tunggu di kantor!
"Balik yuk,bos kalian sudah datang." ucap Niko sambil berdiri dari duduknya.
"Ryu sudah di kantor..?" tanya Vania dan di angguki Mark.
"Ya sudah,ayo kita balik." kata Vania yang juga ikut berdiri begitu juga dengan Mark.Ketiganya pun akhirnya keluar dari restoran dan kembali ke kantor.
.
.
.
.
.
.
Mau lanjut lagi gak guys...ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1
Tunggu ya,doain author bisa up tiap hari ya,meski hanya satu episode.😄😄