Delayed Mate

Delayed Mate
Chapter 50


__ADS_3

Sesuai janjinya.Malam ini Saga mengajak serta istri dan anaknya untuk jalan-jalan di salah satu Mall yang ada di Itali.Jessy yang memang belum pernah ke Negara Itali merasa sangat senang dan antusias.


"Mah,nanti Jeje beli sesuatu ya di sana." ucap nya dari jok belakang mobil.


"Jeje mau beli apa memangnya..?" tanya mama Celline.


"Ya mau beli perlengkapan sekolah lah.Kan Jeje belum punya." jawab Jessy.Mama Celline dan papa Saga saling pandang dan kemudian tersenyum.Keduanya merasa lega akhirnya anaknya tak marah lagi karena harus tinggal sementara di Itali.Dan memang mama Celline bisa menebak,hanya suaminyalah yang bisa membujuk Jessy ketika sedang dalam mode marah.


"Kamu kasih apa dia pah..?kok sudah gak marah..?" tanya mama Celline.


"Gak di kasih apa-apa." jawab papa Saga dengan santai.


"Dasar.Memang,Jeje tuh memang anak kamu ya.Bukan anak aku." kata mama Celline dengan cemberut.


"Makanya bikin lagi yang cowok,biar jadi anak kamu mah." jawab papa Saga sambil terkekeh.


Setengah jam perjalanan,akhirnya Saga dan keluarga kecilnya sampai di Mall.Setelah masuk,Jessy langsung mengajak ke dua orang tuanya jalan-jalan.Mengitari seluruh Mall.


"Jeje katanya mau beli perlengkapan sekolah..?" tanya mama Celline.


"Ow iya,Jeje hampir lupa." jawabnya sambil menepuk kening.Ia pun berjalan menuju mencari toko penjual alat tulis dan perlengkapan sekolah.


Selesai membeli perlengkapan sekolahnya,Jessy kembali mengajak kedua orang tuanya jalan-jalan berkeliling Mall.Saga dan Calline dapat melihat anaknya yang begitu senang.Apapun yang anaknya mau akan di turuti oleh Saga,agar supaya anaknya betah tinggal di sini


"Bahagia sekali anak kita ya Pah." ucap Mama Celline dengan tersenyum sambil terus menatap Jessy yang tengah berjalan jauh.


"Ya,mudah-mudahan saja." jawab papa Saga.


"Makan yuk mah,papa laper." kata papa Saga sambil mengusap perutnya.


"Jeje...." teriak mama Celline.Membuat si empunya menoleh.


"Ya Ma..!?"


"Ayo makan sayang,papa laper katanya." jawab mama Celline.Jessy pun menganggukan kepalanya.Dan kemudian berlari kecil mendekati kedua orang tuanya.


"Mau makan di mana..?" tanya Jessy.


"Sepertinya di depan ada restoran deh Pah.Gimana kalau kita ke sana saja." jawab mama Celline.Akhirnya Papa Saga mengajak Jessy dan istrinya menuju restoran yang ada di depan Mall.


Sampai di sana,mereka langsung memesan makanan.Dan karena mereka berada di restoran Itali dan menu makanan serba Itali,membuat Jessy sedikit bingung karena dirinya baru pertama kali ke negara tersebut.


"Mama..!ini makanan apa..?" tanya nya saat ada hidangan di atas meja.



(penampakan makanan yang di pesan Jessy)


"Itu Rissoto sayang....kan Jeje sendiri yang pesan." jawab mama Celline.


"Aku kira soto daging." ucapnya seketika membuat papa Saga terkekeh.


"Je...mana ada soto sayang.Di sini semua maknan Itali nak.Gak ada soto." ucap papa Saga.


"Yaah....Jeje kira soto.Tapi ini...Jeje gak suka Pah.Benyek-benyek,kayak bubur." ungkapnya sambil menyingkirkan makanan tersebut.


"Ya sudah,gimana kalau papa pesankan spageti saja,Jeje mau..?" tanya papa Saga.


"Boleh deh pah.Emmm...ada tortilla gak pah...?" tanya Jessy.


"Gak ada sayang.Di sini semua masakan khas Itali.Kalau Jeje mau tortila,besok papa belikan ya." jawab papa Saga.


"Ya deh.Gapapa,spageti saja yang carbonara ya pah." ucap Jessy.


"Iya.."


******

__ADS_1


Lain di Itali,lain lagi dengan di Kanada.Saat ini Ryu dan Derra sedang menikmati masa-masa indah keduanya.Ryu benar-benar menghabiskan waktunya hanya bersama Derra di dalam kamar hotel.Keduanya masih belum memutuskan untuk jalan-jalan,karena Ryu yang masing enggan ke mana-mana.Apalagi terkadang istrinya itu mengajaknya mencari Vani.Dan itu membuatnya sedikit bingung.Karena sampai sekarang Ryu masih belum siap untuk bertemu Vania dengan keadaanya yang sudah menikah.


"Yank...keluar yuk...?" ajak Derra yang sudah siap dengan penampilanya.


"Mager yank.. " jawab Ryu yang malah kembali memeluk giling di sampingnya.


"Issh...ya sudah!kalau kamu gak mau aku pergi sendiri." ucap Derra seketika membuat Ryu langsung bangun dari tidurnya.


"Jangan dong.Ya sudah tunggu,aku mandi dulu." jawab Ryu.Ia turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


"Mau jalan kemana..?" tanya Ryu saat sudah di mobil.


"Terserah kamu deh.Ke Mall juga boleh.Atau...jalan-jalan di taman juga gak papa." jawab Derra.


"Gimana kalau ke Old Quebec..?" tanya Ryu.


"Boleh deh." jawab Derra sambil menganggukan kepalanya.


Drrt...drrt...


"Yank,ada telfon dari kak Niko." ucal Derra memberikan poselnya pada suaminya.


["Hallo Nik...ada apa...?"]tanya Ryu.


["Berkas meeting dengan client Dubai di mana...?"]tanya Niko.


["Astaga...gue lupa bege,ada di apartemen."] jawab Ryu sambil menepuk keningnya.Ia benar-benar melupakan berkas yang seharusnya ia berikan pada Mark beberapa minggu yang lalu.


["Haish....ogeb lo Ryu.Ya dah,gue ambil."] ucap Niko yang langsung memutus sepihak panggilanya.


"Suek ah!malah di matiin.Dasar s3tan!" ucapnya mengatai Niko.Membuat Derra langsung menoleh.


"Apasih...kok pake nyebut s3tan-set4n..?" tanya Derra.


"Niko nih yank,main matiin gitu aja telfonya.Mana gak pamit lagi." jawabnya dengan kesal.


"Ya udah sih kak,maklumin aja.Kan kamu juga yang salah." ucap Derra sambil menenangkan suaminya.


"Ini kita jadi pergi apa bahas kak Niko...?" tanya Derra mengalihkan pembicaraan.Karena dirinya sangat tahu,jika di teruskan makan suaminya itu tak akan berhenti membahas masalah tersebut.


"Ya udah iya.Kita jalan." jawab Ryu yang kemudian meghidupkan mesin mobilnya dan melayu meninggalkan area parkir.


******


"MAMIIIIIIII......" teriak gadis kecil cantik dan menggemaskan.Umurnya baru setahun.Tetapi,kemampuan bicaranya jangan di ragukan lagi.IQ nya yang tinggi membuatnya sangat lancar berbicara,meskipun masih sedikit cadel pada pengucapan huruf R.


"MAMAIIIIII....!" teriaknya lagi memanggil sang ibu yang tak kunjung datang.


"Astaga Hyuna...." ucap sang ibu ketika sudah sampai di kamar anak nya.



(HYUNA A FEDERICA)


(taulah ya ini anak siapa)


"Kenapa sayang...?" tanya Ibu Hyuna yang ternyata adalah Vania.Mantan dari Ryu.Sudah hampir dua tahun Vania berada di Kanada.Mulai dari hamil,melahirkan, merawat Hyuna hingga saat ini batita kecil tersebut sudah berumur satu tahun.


"Batu Yuna beles-beles.Tanana mau pindah lumah." jawab Hyuna dengan mode aigonya.


"Kan sudah di beresin sayang sama Mami,apa masih kurang...?" tanya mami Vania.


"Tulang mami,incesna beyum di bawak." jawab Hyuna sekali lagi.


"Ya sudah,incesnya kamu bawa saja gak usah di masukin ke dalam tas." kata mami Vania.


"Owh....ote deh.Ya dah ayo peldi mami.Antik petawatna kebulu telbang jauh tindi tetempat kau belada......" jawab Hyuna yang malah menggabungkan kata-katanya dengan nyanyian.Membuat mama Vania geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Kenapa jadi nyanyian sih Hyuna.Itu kan lagu untuk bintang kecil,bukan pesawat terbang." kata mama Vania sungguh gemash dengan anak nya.


"Ndak papa Mi,ndak da yan lalang."


"Ya sudab,ayo!Hyuna sarapan dulu sama mami.Habis itu kita naik taxi dan pergi ke Italy." ajak mama Vania yang kemudian menggandeng tangan anak nya.


"Naik petawat mami,butan taci." celetuk Hyuna.


"Iya...iya...pesawat." jawab mami Vania akhirnya mengalah.


Setelah selesai sarapan.Mami Vania dan Hyuna langsung pergi menuju bandara.Setelah dua tahun berada di Kanada.Vania memutuskan untuk berpindah dan akan menetap di Itali.Mengapa Itali,karena Vania akan memulai pekerjaanya di Itali.


Sampai di bandara,Vania dan Hyuna sudah di tunggu oleh seseorang.Seseorang yang selama ini sudah menemani mereka selama di Kanada.


"APPAAAA......" teriak Hyuna sambil berlari menghampiri laki-laki dewasa tersebut.


"Hyuna...jangan lari-lari sayang." peringat mami Vania.


Hup.....


"Dapat...." ucap laki-laki tersebut setelah berhasil menangkap Hyuna lalu menggendongnya.



Ialah Dokter Daniel Exander.Dokter spesialis kandungan yang selama ini sudah merawat Vania mulai dari hamil hingga melahirkan.Sama halnya Vania yang memilih hidup sendiri di Kanada.Daniel juga memilih hidup sendiri,maka dari itu,setelah bertemu Vania dan mengetahui kisah hidupnya,ia langsung mengangkat Vania sebagai adik angkatnya,meski umur mereka tak beda jauh,hanya terpaut dua tahun.Namun,sifat dan sikap Vania membuat Daniel memilih untuk menjadikanya saudara angkat dari pada harus menjadikanya seorang istri karena ia sendiri juga sudah memiliki calon istri yang bernama Ayana.


"Appa napa dak jenput Yuna...?" tanya Hyuna sambil memanyunkan bibirnya.Sampai sekarang Hyuna mengira Daniel adalah papanya.Vania sendiri juga belum mau mengungkap siapa ayah yang sebenanrya karena dirinya takut jika nanti Ryu tidak bisa menerima kehadiran Hyuna.


"Maaf sayang....tadi Appa ada pekerjaan,jadi gak bisa jemput Hyuna deh." ucap nya meminta maaf.


"Eonni mana Oppa..?" tanya Vania pada laki-laki tersebut.


"Ada kok.Lagi beli minuman." jawabnya dengan tersenyum.


"Mami...hyuna au uniman." pinta Hyuna.Membuat dahi laki-laki tersebut berkerut.


"Apa itu uniman..?" tanya nya penasaran.


"Minuman Oppa." jawab Vania.


"Astaga...kenapa harus ngomong di bolak balik sih." kata laki-laki tersebut sambil menepuk keningnya.


"Kalian sudah datang...?" tanya seorang wanita cantik dengan perutnya yang sedikit membuncit karena hamil.



Ayana Exander.Istri dari dokter Daniel,yang kini tengah mengandung anak pertama dari buah cinta keduanya.


"Eomma ninta cucu boyeh..?" tanya Hyuna ketika melihat Ayana sedang memegang susu.


"Hyuna mau ini..?" tunjuk Ayana dan di angguki Hyuna.


"Oke,tapi janji ya,gak boleh nakal kalau di sana nanti ya...kasian Mami." ucap eomma Ayana menasehati Hyuna.


"Ciap Eomma...." jawab nya dengan sikap hormatnya.


"Pesawat jam berapa dek..?" tanya Daniel.


"Jam sepuluh oppa." jawab Vania.


"Hemmm...." sambil menunggu boarding pas,Deniel mengajak Hyuna jalan-jalan terlebih dulu.Sedangkan Vania dan Ayana memilih untuk duduk di kursi tunggu.Ketiganya memang akan pergi naik pesawat bersama,hanya saja dengan tujuan yang berbeda, namun dengan jam yang sama.Daniel dan Ayana akan pergi ke Dubai,karena Daniel yang sedang ada pekerjaan,sedangkan Vania menuju Itali yang juga akan memulai pekerjaan nya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2