
Malam harinya,sesuai janjinya.Ryu mengantar Derra ke Bandung.Kembali mencari keberadaan Rafi.
"Apa sudah dapat alamatnya..?" tanya Ryu saat masih di mobil.
"Sudah kak.Aku dapat alamat tempat usahanya dari teman kantornya." jawab Derra.Sepanjang perjalanan keduanya saling bercerita.Ryu selalu bisa membuat Derra tersenyum,begitupun sebaliknya.
"Oh ya,abang sudah ijin kak Vania belum kalau pergi sama Derra." tanya nuan di sela-sela pembicaraanya.Membuat Ryu terdiam dan mengingat Vania.
"Kenapa nanya Vania..?" tanya Ryu balik.
"Ya kan Derra gak enak bang." jawab Derra.
"Apa kamu cemburu..?" tanya Ryu sekali lagi dan kali ini membuat Derra tertawa.
"Ahahaha...mana ada bang.Derra kan punya suami.Mana mungkin Derra cemburu." jawabnya masih dengan tawanya.
"Ah,padahal abang berharapnya kamu cemburu." jawab Ryu dengan santai.
"Haah..?maksud abang..?" tanya Derra tak paham.
"Sudahlah,lupakan."
"Dih.Selalu deh seperti itu." ucap Derra mulai mengerucutkan bibirnya.
#Seandainya kamu tahu dek,aku melakukan ini semua karena hanya ingin melupakanmu# kata Ryu dalam hatinya.
Setelah dua jam, akhirnya keduanya sampai di Bandung.Ryu langsung mencari di mana alamat usaha Rafi berada.
Tak membutuhkan waktu lama.Ryu pun menemukan tempat tersebut.Derra dan Ryu keluar dari mobil dan langsung berjalan masuk ke dalam tempat tersebut.
"Selamat malam kak,ada yang bisa saya bantu..?" tanya pelayan toko.
"Mbak,saya mau tanya.Apa benar ini distro milik bapak Rafi Atmaja..?ini orangnya..?" tanya Derra sambil menunjukan foto Rafi.
"Owh,iya kak ini distro milik pak Rafi,tetapi beliau gak ada di sini.Sudah pulang sedari sore tadi." jawab pelayan toko tersebut.
"Kalau boleh saya tahu,alamat rumahnya di mana ya mbak..?" tanya Derra.Tanpa rada curiga pelayan tersebut memberikan alamat di mana Rafi tinggal.
"Ini kak alamatnya." ucap pelayan tersebut memberi Derra selembar kertas.
"Makasih ya." jawab Derra tersenyum.
"Iya kak sama-sama.Btw kakak gak mau beli baju di sini..?" tanya nya dengan tersenyum malu-malu.
"Boleh,kamu bungkusin semua kaos ini ya." Ryu yang berada di belakang Derra langsung menjawab.Ia menunjuk deretan kaos yang tergantung dengan rapi.
"Seriusan kak...?" tanya nya tak percaya.
"Iya," jawabnya menganggukan kepala.Membuat pelayan tersebut tersenyum senang lalu mengambil kaos yang tergantung dan mulai membungkusnya.
"Abang serius beli ini semua..?" tanya Deera.
"Serius lah.Ya itung-itung bonus karena dia udah ngasih alamat tinggal suami kamu." jawab Ryu.
__ADS_1
Setelah semuanya selesai.Ryu dan Derra langsung pergi ke alamat yang tertulis dan ternyata jarak tempuh lumayan jauh.Hampir lima belas menit,keduanya pun sampai.Derra nampak melihat rumah minimalis dengan bangunan yang lumayan besar.
"Suami kamu punya rumah sebesar ini gak bilang sama kamu Dek..?" tanya Ryu.
"Enggak bang." jawab Derra.Ryu menyunggingkan senyumnya.Entah mengapa dia merasa ada yang tidak beres dengan suami Derra.
"Sampai abang lihat lagi kamu di sakiti Rafi,abang gak akan segan-segan buat hancurin dia,dan kalau sampai kamu masih maafin dia,abang gak akan bantu kamu lagi untuk selanjutnya." ancam Ryu dengan nada suaranya yang begitu tenang.
"Jahatnya...udah ayo masuk." jawab Derra yang memilih mengajak Ryu masuk ke dalam.
Ting...tong...
Derra menekan bel rumah dan menunggu pintu di buka.Tak berapa lama pintu terbuka.Derra dan Ryu melihat seorang ART yang ternyata membuka pintu tersebut.
"Iya Non,mau cari siapa..?" tanya Art tersebut.
"Maaf,apa benar ini rumahnya pak Rafi Atmaja..?" tanya Derra.
"Iya betul."
"Emm..apa saya bisa bertemu dengan pak Rafi..?
"Tuan lagi keluar non,sama nyonya dan nyonya besar." jawab sang Art.Membuat kening Derra berkerut.
#Nyonya dan nyonya besar..?maksdnya apa ya..?# tanyanya dalam hati.
"Kira-kira pulangnya jam berapa ya bi..?" tanya Derra.
"Ibu mertua..?ke Jakarta..?" tanya Ryu.
"Bukan den,rumahnya deket kok dari sini.Paling cuma sepuluh menit sampai." jawab art tersebut.
Deg...deg...
Mendengar penuturan art tersebut membuat jantung Derra berpacu cepat.Kakinya melemas seketika.Perasaanya tak enak.Tubuhnya hampir terhuyung ke belakang dan matanya berkaca-kaca.
"Non tidak apa-apa..?" tanya art tersebut ketika melihat wajah Derra yang pucat.
"Saya gapapa bik." jawab Derra.
"Bik,kalau boleh,kita mau nunggu di sini gapapa kan..?" tanya Ryu.
"Aduh,tapi gimana ya den,bibik gak tau tuan dan nyonya pulangnya jam berapa..?" jawab art tersebut sedikit takut.
"Bibik gak usah khawatir.Kita nunggu di sini kok.Di luar." jawab Ryu seakan mengerti dengan situasi pembantu tersebut.
"Maaf ya den,bibik gak bisa nyuruh aden sama nona masuk." ucap bibik tak enak hati.
"Gapapa bik,kami mengerti kok.Ya sudah,bibik tutup kembali saja pintunya." titah Ryu dan bibik pun menganggukan kepalanya.Menutup kembali pintu rumah Rafi.
"Ayo duduk dek." Ryu menyuruh Derra untuk duduk.
"Bang,apa Derra gak salah dengar...?" tanya Derra dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Entah,kita tunggu dia datang." jawab Ryu.Ia memilih untuk duduk dan mengeluarkan ponselnya.Ryu baru ingat bahwa dia belum menghubungi keluarganya sama sekali.Saat membuka ponselnya,ia melihat satu pesan yang belum terbaca yang ternyata dari Vania.
#Ya Tuhan,aku lupa mangabarinya# ucapnya dalam hati.Ia pun mencoba menghubungi Vania namun panggilanya tak di jawab.
#Kemana dia..?apa dia sudah tidur..?#
"Sudahlah,biarkan saja." ucapnya berbicara sendiri.
"Kenapa bang..?" tanya Derra membuat Ryu kaget.
"Gapapa.Ini,mau telfon orang rumah dulu." jawab Ryu yang langsung menghubungi mamanya dan memberitahu keberadanya.Setelah itu keduanya kembali terdiam.Menunggu Rafi yang belum juga datang.
******
Satu jam kemudian...
Brum...bru...brum...
Suara mesin mobil membuat Derra dan Ryu langsung tesentak kaget.Keduanya langsung berdiri dari duduknya dan siap menyambut tuan rumah.
"Mobil siapa ini Raf..?apa ada tamu..?" tanya seorang wanita.
"Bang,itu suara ibunya Rafi." kata Derra saat mengenali suara ibu mertuanya.
"Apa kamu ada tamu yank..?" tanya seseorang lagi dengan lembut.
"Enggak ada kok." jawabnya seketika membuat jantung Derra kembali berpacu cepat.Dadanya mulai sesak saat mendengar dua suara yang sangat ia kenali.
"R-Rafi..." ucap Derra terbata.Ia langsung berjalan keluar.Melihat langsung apa yang sedari tadi ia dengar.
"RAFI!" pekiknya membuat Rafi langsung menoleh dan kaget.
"Derra..." jawabnya terkejut.Ia tak menyangka jika ada Derra di rumahnya.Rafi hendak berjalan mendekati Derra,Tetapi di cegah oleh tangan seorang wanita yang bersamanya dan itu tak luput dari pandangan Derra dan juga Ryu yang berada di belakangnya.
"Bisa kamu jelaskan ini semua Raf..?" tanya Derra berusaha untuk tenang.
"Biar ibu yang menjelaskan Raf." ibu Sintia hendak menjawab pertanyaan Derra.Tetapi tangan Derra sudah mencegahnya.
"Aku mau suami ku sendiri yang menjelaskanya.!" katanya dengan tegas sambil menatap nyalang mertuanya.Membuat sang mertua langsung terdiam.
#Kenapa dia menakutkan sekali.#ucap mertuanya ketika melihat tatapan tajam dari Derra.
"Maafkan aku Der." hanya itu yang bisa di ucapkan Rafi.
"Aku tidak butuh maaf dari mu.Yang aku butuhkan hanya penjelasan.!" jawabnya lagi-lagi dengan tegas.Ryu yang berada tak jauh dari mereka hanya diam dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.Sebenarnya dirinya sudah memiliki firasat buruk pada rumah tangga Derra saat pembantu rumah mengatakan Rafi pergi bersama nyonya dan nyonya besar.Di tambh lagi ketika pembantu tersebut mengatakan jika Rafi berkunjung ke rumah mertuanya.Membuatnya semakin yakin jika sebenarnya Rafi sudah mengkhianati Derra.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1