
Esok paginya.Hyuna sudah bersiap untuk pergi ke rumah Oma Icha.Pagi tadi mami Vania memang sudah memberitahu Hyuna dan anak nya itu sangat senang karena akan bertemu Appa nya.
"Mami,papi.Ella berangkat dulu ya.Uncle Mark sudah nunggu di luar." ucap Ella sambil mencium ounggung tangan kedua orang tuanya.
"Gercep sekali Mark." mami Vania membeo.
"Assalamualaikum.." ucap Ella berpamitan.
"Waalaikumsalam..."
"Wacalamikum..." balas Hyuna.
"Eh...Waalaikumsalam nak.Bukan wacalamikum."
"Tama aja mami."
"Tumben sudah cantik...?mau kemana anak papi nih..?" tanya papi Vano.
"Nau te lumah Oma." jawab Hyuna.
"Owh...kangen sama Appa...?" tanya papi Vano lagi.
"Endak,Yuna tanen na tama dunda caja,butan Appa." jawab Hyuna.
"Kemapa gak kangen Appa..?"
"Talena Appa dak cayan Yuna.Dadi Yuna ya dak cayan lah." mendengar jawaban Hyuna.Vano langsung menatap istrinya.Sedangkan Vania hanya bisa mengedikan bahunya,tanda ia tak mengerti apa-apa.
"Ya sudah,berangkat sama papi,nanti pulang papi jemput lagi." kata papi Vano sambil menyendok makanan dan memasukan ke mulutnya
"Derra pingin Hyuna nginep di sana, mas.Katanya dia kesepian gak ada Hyuna." jawab Vania.
"Kan ada Neo,Clay sama Jessy." kata Vano.
"Nelo lagi di rumah oma nya.Clay san Jessy kan kalau pagi sekolah.Derra sendirian gak ada temen nya.Makanya dia pingin Hyuna nginep di sana." jawabnyan menjelaskan.
"Owh,begitu ya."
"Ya sudah,nanti aku jemput kamu saja."
"Gak usah,aku bi-"
"Dak ada bantahan..!" Vano menyela ucapan istrinya dan menatap dingin padanya.
"Huft...iya deh.Kalau gitu aku ke distrik cafe saja ya.Nemenin Villia.Mas Vano jemput di sana saja gimana..?" tanya Vania.
"Terserah kamu,asal nanti pulangnya sama saya." jawab Vano.
"Iya..."
Setelah makan,ketiganya langsung berangkat.Vano mengantar Hyuna terlebih dulu menuju rumah tante Icha.Dan setelah itu,ia mengantar Vania menuju cafe milik Syeril.Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam tanpa percakapan sama sekali.Meski Vano sudah bersikap baik dan bertanggung jawab.Tetapi,keduanya masih belum terlalu int-im.Vano dan Vania sama-sama bersiap biasa saja.Sampai sekarang pun keduanya masih belum menikmati masa-masa indah sebagai pengantin baru.
__ADS_1
Vania juga cukup mengerti dengan keadaan suaminya saat ini.Dulu ia pernah membuatnya kecewa,dan ia tak akan meminta lebih dari suaminya.Vania cukup bersyukur dengan suaminya yang menerima Hyuna dan dirinya dengan keadaan saat ini.Ia tak akan meminta lebih lagi.
"Mas,nanti gak kerumah sakit..?" tanya Vania.
"Lihat nanti saja.Kamu mau ikut...?" tanya balik Vano.
"Kalau boleh.Apa gak ngrepotin kalau harus jemput Vania dulu,jadi bolak-balik.?"
"Gapapa.Nanti pulang kerja aku jemput saja.Kalau ada waktu kita mampir kerumah sakit.Takutnya Mas banyak kerjaan di kantor " jawab Vano tersenyum sambil menatap Vania.
"Oke..." Vania mengacungkan jempolnya.
*********
Kediaman Ahitama...
Saat ini Derra sedang bermain bersama Hyuna di ruang tengah.Mama Icha dan Celline sedang di butik.Syeril pergi tempat usahanya.Jadilah dia di rumah sendiri bersama dengan Hyuna.
"Dunda ini bimana..." tanya Hyuna saat ia tidak mengerti bagaimana cara merangkai mainan nya.
"Sini,bunda bantu." jawab Derra mulai membantu Hyuna.Keduanya menikmati hari bermain mereka hingga siang hari saat mama Icha dan yang lain nya pulang untuk makan siang.
"Hyuna kapan ke sininya Aunty...?" tanya Jessy.Ia senang karena bisa bertemu lagi dengan Hyuna.
"Tadi pagi,di antar sama mami dan papinya." jawab Derra.
"Hyuna nginep sini ya..?" tanya Clay.
"Iya,di suluh tama dunda." jawab Hyuna.
"Boleh..." jawab om Lino dengan menganggukan kepalanya.
"Quenn itut." katanya sambil mengacungkan tangan nya.
"Ya sudah nanti kita makan malam nya di mall saja.Ga,sekalian kamu ajak abang kamu kalau dia gak ada acara." ucap papa Reno meminta Saga untuk menghubungi Vano.
"Iya,nanti Saga tanya sama bang Vano." jawab Saga.
"Bang,Ryu gak balik kantor ya.Mau tidur dulu capek." ucap Ryu dengan tiba-tiba dan setelah itu ia langsung berdiri dan pergi meninggalkan ruang makan.
"Suami kamu kenapa Der...?" tanya Lino.
"Gak tau bang.Bentar ya Derra ke atas dulu." pamitnya yang kemudian pergi menyusul Ryu.
Sampai di kamar,Derra menunggu suaminya yang sedang berada di kamar mandi.Derra menunggu dengan harap-harap cemas.Takut terjadi sesuatu pada suaminya.Tak berapa lama kemudian Ryu keluar dari kamar mandi dan hanyan memakai handuk sepinggang sambil menggosok rambutnya yang basah.
"Yank...." panggil Derra.Membuat si empunya mendongak.
"Kenapa...?" tanya Ryu dingin.
"Apa kakak ada masalah....? akhir-akhir ini,Derra lihat kakak suka diem saja.?" tanya Derra dengan hati-hati.Ia takut menyinggung perasaan suaminya.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa.Aku gak papa kok.Cuma capek saja sama pekerjaan.Akhir-akhir ini pekerjaan ku banyak." jawab Ryu sambil berjalan melewati nya.Ia mengikuti suaminya ke kamar ganti.
"Apa Derra ada buat salah sama kakak...?" tanya Derra.Sebenarnya matanya sudah berkaca-kaca.Hatinya begitu sakit ketika melihat suaminya yang sedikit berubah.Dulu saat belum bertemu Vania dan Hyuna.Suaminya begitu perhatian dan sangat menyayanginya.Manja dengan nya juga.Tetapi,semenjak bertemu Hyuna,entah mengapa ia merasa suaminya sudah berubah.Dan ia sama sekali tahu mengapa dan kenapa suaminya berubah.
"Gak ada.Kamu gak salah apa-apa.Kan tadi aku bilang,aku capek mau istirahat." jawab Ryu sambil terus memakai pakaian nya.
Cup.....
Ryu mencium kening Derra lalu keluar dari kamar ganti dan naik ke atas tempat tidur.
"Sini deh,aku kangen sama kamu." pinta Ryu sambil menepuk tempat kosong di sebelahnya.Derra pun menurut,ia naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping suaminya.
"Perasaan tiap hati ketemu deh." jawab Derra sambil senyum-senyum.Ryu tidur di pangkuan istrinya dan menatapnya dari bawah.
"Maaf ya akhir-akhir ini kakak sering nyuekin kamu.Pekerjaan di kantor banyak,Sekretaris kakak yang baru masih belum terlalu mengerti, jadi kakak harus bantuin dia juga." ucap Ryu menjelaskan mengapa dirinya sedikit berubah.
"Sekretarisnya cewek aoa cowok..?" tanya Derra.
"Cowok.Masih muda,baru lulus kuliah." jawab Ryu.
"Owh...iya...." Derra mengangguk-anggukan kepalanya.
"Emm..kak,!apa aku boleh bertanya...?" tanya Derra sambil terus menyisir rambut suaminya.
"Apa..?"
"Apa kakak bahagia menikah denganku..?" tanya Derra.Ryu yang semula menutup matanya langsung membukanya karena mendengar pertanyaan istrinya.
"Kenapa nanya begitu...?" tanya Ryu.
"Derra cuma takut kakak menyesal menikah sama Derra," jawab nya dengan menundukkan kepalanya.
"Gak usah mikir aneh-aneh.Kalau kakak gak cinta,gak sayang sama kamu.Mana mungkin kakak nikahin kamu.Mending kakak nikahin Vania kan." jawab Ryu.
"Ya,memang.Kakak pingin punya anak.Tapi gak harus memaksa juga kan.Kalau belum di kasih sama Tuhan,masak iya kakak harus ngotot.Enggak kan." tambahnya lagi.
"Hiks....hiks...hiks..." Derra tiba-tiba menangis sesenggukan.Ia benar-benar takut kehilangan Ryu.Perceraian nya dengan Rafi saja sudah membuatnya sedih.Dan ia tidak ingin mengulang untuk ke dua kalianya.Ia menerima Ryu karena dirinya percaya Ryu bukanlah laki-laki brengsek seperti Rafi yang tega mengkhianati pernikahan mereka dulu.
Melihat istrinya yang menangis,Ryu langsung bangun dan meneluknya.Memberinya ketenangan dengan menciumi seluruh wajah istrinya.
"Sudah dong,jangan nangis.Kalau Hyuna ke sini,gak malu apa di lihatin anak nya.?" Ryu terus menenangkan istrinya.
"Hiks...Derra cuma takut kakak ninggalin aku hiks..." jawab nya lagi masih sesenggukan.
"Sampai kapanpun kakak gak akan ninggalin kamu.Sudah ya jangan nangis lagi.Kakak tambah pusing nanti.Kakak pulang tuh mau istirahat sayang,gak mau lihat kamu nangis kayak gini." ucapnya masih terus menenangkan istrinya.
"Hiks...maaf." Derra manghapus air matanya.Mencoba untuk tenang dan tidak berfikiran aneh-aneh.
"Ya sudah,kakak mau tidur ya.Nanti bangunin pas mau ke mall ya..?" pinta Ryu dan Derra menganggukan kepalanya.Ia pun meninggalkan suaminya yang sedang beristirahat di kamar lalu turun ke bawah.Menyusul Hyuna yang sedari tadi ia tinggal.
.
__ADS_1
.
.