
Kediaman Adhitama.
Sama halnya dengan keluarga Vano.Keluarga Opa Reno dan mama Icha juga sedang menikmati sarapan mereka.
"Bagaimana kemarin..?lancar kenalan nya.?" tanya Opa Reno pada cucu nya.
"Lancar Opa." jawab Queen dengan singkat.
"Elo beneran mau sama dia Queen..?" tanya Neo yang baru tahu jika ternyata Queen di jodohkan oleh Daddy nya.
"Entahlah.Kan aku belum terlalu dekat sama dia.Jadi ya di jalani sajalah.Untuk sekarang,kita sepakat buat mengenal satu sama lain dulu.Selebihnya...urusan nanti lah." jawab Queen.
"Kalau elo gak suka dan gak nyaman gak usah di lanjutin Queen.Elo tuh udah terlalu banyak berkorban buat masa depan elo dan jangan mau berkorban lagi.Mental elo tuh jagain." ucap Neo menasehati Queen dan sekaligus menyindir Om nya yang dengan tega sudah menjodohkan Queen dengan orang lain.
"Iya...iya...pak ustad yang baik dan budiman seantero jagat maya" ledeknya pada Neo sambil terkekeh.
"Dasar ya..." Neo mengacak gemas rambut Queen.Dan semua perlakuan keduanya tak luput dari pandangan Clay.Ingin sekali rasanya ia menggoda adik nya seperti saudaranya yang lain yang suka sekali menggoda Queen.Tatapi,Clay masih malu untuk melakukan nya.
"Sayang,kamu gapapa.." tanya Lisa pada suaminya yang sedari tadi hanya diam dan tak menyendok makanan nya sama sekali.
"Aku gapapa." jawab Clay yang kemudian berdiri dari duduk nya dan pergi meninggalkan ruang makan.
"Apa di kantor sedang ada masalah L..?" tanya papa Reno.
"Gak ada pah." jawab Lino.
"Lalu kenapa dengan Clay...?apa dia ada masalah...?"
"Ya mungkim dia capek pah.Pekerjaan di kantor kan sedang banyak,apalagi di studio sedang sibuk-sibuk nya merekrut model baru." jawab Lino.
"Oh ya, papa hampir saja lupa.Jangan lupa kamu kasih tau Chan dan yang lain ya.Nanti malam papa mau ngadain makan malam di rumah.Ada yang mau papa sampaikan sama kalian." ucap papa Reno.Membuat mata Lino langsung memicing.Penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh papa nya itu.
"Papa mau sampaein apa sih..?kenapa gak sekarang saja...?" tanya Lino.
"Nanti malam saja.Kalau sekarang kan kaluarga kita gak lengkap.Neo,kamu kasih tahu mommy kamu ya nanti."
"Siap Opa." jawab Neo dengan memberi hormat.
"Permisi tuan,Nyoya.Di luar ada tamu," kata bibik dengan tiba-tiba.
"Tamu...?siapa bik.?" tanya Oma Icha.
"Itu nyonya besar,katanya temen nya nona Queen." jawab bibik.
"Hah..?siapa bik..? Arjuna..?" tanya Queen penasaran.
"Bukan non.Aduh,bibik lupa nanya namanya lagi." bibik menepuk keningnya karena melupakan nama si tamu.
"Ya sudah,Queen temuim dulu tamu nya ya,sekalian mau berangkat sekolah juga." ucap nya yang kemudian berdiri dari duduk nya dan hendak pergi menemui tamunya.
"Kamu berangkat sekolah sama siapa Queen..?" tanya tante Monica.
"Sama supir saja lah tante." jawab Queen yang kemudiam pergi keluar dapur.
__ADS_1
Queen berjalan menuju ruang tamu dan saat sudah sampai ia melihat abang nya yang ternyata sudah menemani tamu tersebut yang tak lain adalah Zio yang memang datang ke rumah untuk menjemputnya.
"Zio...." ucap Queen ketika melihat Zio.
"Hai,pagi." sapa Zio kepada Queen.
"Kamu!ngapain ke sini..?" tanya Queen.
"Ya mau jemput kamu lah.Ya masak iya gue mau jemput pak Clay,kan gak mungkin." jawab Zio.
"Owh...ya sudah,ayo berangkat."
"Sudah selesai sarapan nya kamu..?" tiba-tiba Clay bertanya.Membuatnya tertegun dan sedikit kaget.
"QUEEN!!" Zio memanggil Queen,membuatnya langsung tersadar.
"Hah...apaan Zio!"
"Elo ditanya noh sama abang elo."
"Maaf bang,Queen hanya kaget,soalnya abang baru pertama kali nanyain Queen." jawab Queen,dan kali ini berganti Zio yang terkejut dengan ucapan yang Queen lontarkan.
#What...?pak Clay cuma nanya gitu doang dia terkejut..?haish,jadi penasaran banget gue sama nih cewek#
"Queen berangkat dulu ya bang." ucap Queen sembari mencium tangan abang nya.
"Hemm...belajar yang rajin." jawab Clay sambil mengelus pucuk rambut adik nya.
"Iya..." Queen menatap Clay dengan mata berkaca-kaca.Ingin sekali rasanya ia memeluk Clay.Abang yang selama ini ia rindukan kehadiran nya.
Clay tersenyum lalu menganggukan kepalanya sembari merentangkan kedua tangan nya,siap menyambut pelukan sangan adik.Mulai sekarang ia akan berusaha melupakan semua masa lalunya.Menerima semua apa yang di gariskan Tuhan.Memang benar,Queen tidak seharusnya mendapat kebencian darinya dan Daddy nya.Semua sudah takdir Tuhan dan ia harus berlapang dada menerima semuanya.
GREP....
Dengan penuh keriduan,akhirnya Queen bisa memeluk abang nya.Orang yang selama ini sangat ia rindukan.
"Hiks...hiks...hiks...terima kasih...hiks...maaf,kalau hiks..selama ini hiks...Queen sudah hiks...buat salah hiks...sama abang hiks.." Queen menangis tersedu-sedu.Akhirnya ia bisa meluapkan semua uneg-uneg nya pada kakak nya.Ia berharap setelah ini kakak nya akan lebih menyayanginya dan akan terus menyayanginya.
Clay melepas pelukan adik nya dan manghapus air mata di pipinya.Mencium kening adik nya begitu dalam,seakan ia juga ingin melepas semua kerinduan nya pada Queen.
"Maafin abang juga ya,maaf kalau sudah meninggalkanmu begitu lama." ucap Clay sambil menatap adik nya dengan menahan air matanya agar tak jatuh.
"Hiks...hiks...hiks...hiks..." mendengar kata maaf dari mulut abang nya membuat Queen semakin histeris,Hati nya benar-benar bahagia karena pada akhirnya abang nya mau meminta maaf dan mau menerimanya kembali.Kesabaran nya selama ini sedikit demi sesikit membuahkan hasil yang indah.
Clay menarik adik nya ke dalam pelukan nya dan kembali menenangkan nya.
"Ssst...sudah jangan nangis.Malu ada Zio." ucap Clay dengan lembut.
"Hiks..biarin." jawab Queen semakin memeluk erat abang nya.Membuat Clay tersenyum dan membiarkan Queen berada di pelukan nya.Dan tanpa mereka sadari semua keluarga nya sudah menyaksikan keduanyadengan tangis haru.Opa Reno dan Oma Icha akhinya bisa bernafas lega karena pada akhinya keduanya bisa melihat cucunya berbahagia.Begitu juga dengan tante Monica,Lisa san juga Aiden yang juga ikut merasakan kebahagiaan di pagi ini.Hanya Lino yang masih tetap pada keegoisan nya.
"Ayo Queen,nanti kita telat." ucap Zio pada akhirnya mengajak Queen untuk pergi ke sekolah.
"Iya..." jawab Queen,ia melepas pelukan nya dan berpamitan lagi dengan abang nya.
__ADS_1
"Queen berangkat dulu ya bang."
"Iya..." jawab Clay.Keduanya pun akhirnya pergi meninggalkan rumah.Di dalam mobil,Queen kembali merapikan penampilan nya dan mulai membenarnya makeup nya lagi.
"Gak usah make up kenapa sih Queen..!" pinta Zio sambil menghidupkan mesin mobilnya.
"Kenapa emangnya...?" tanya Queen keheranan.
"Elo udah cantik tanpa makeup.Jadi gak usah lah pake gitu-gituan." jawab Zio.
"jadi kamu lebih suka aku tanpa makeup gitu..?" tanya Queen.
"Ya suka sih tapi gak usah menor-menor lah.Jijay tau gak lihatnya Queen.Dah kayak emak-emak tauk!" jawab Zio seketika membuat Queen cemberut.
"Jadi maksud kamu aku kayak emak-emak gitu..?" tanya nya kali ini menatap Zio dengan tajam.
"Bu-bukan gitu..." Zio gelagapan.Belum juga sehari tapi ia sudah mulai kebingungan jika harus menghadapi Queen yang sedang marah.
"Terus tadi apa..?kamu bilang aku kayak emak-emak!"
"Bukan gitu Queena...maksud aku,kamu make up nya gak usah tebel-tebel.Pake sunscreen aja udah cantik,gak usah pake bedak segala." jawab Zio.
"Owh...oke." Queen pun memasukan bedaknya ke dalam tas dan hanya membenarkan lip crem di bibirnya saja.
"Sudah...?" tanya Queen menghadap ke arah Zio
"Hemm..." jawab Zio menganggukan kepalanya setelah melihat sekilas wajah cantik Queen.
#Astaga...kenapa gue jadi merhatiin penampilanya dia sih..?Lah gue kan gak suka sama dia ogeb# Zio bergumam dalam hati nya.Entah mengapa,saat tadi ia melihat Clay dan Queen berbaikan membuat dirinya merasa terharu dan tersentuh.Ia memang belum mengetahui apapun tentang Queen.Tapi ia bisa melihat betapa rindunya Queen kepada abang nya tersebut.Seperti keduanya sudah sangat lama tak pernah bertemu.
"Nanti pulang sekolah temenin gue ya." pinta Zio.
"Kemana..?" tanya Queen.
"Studio.Gue ada pemotretan bentar.Setelah itu ikut gue.Ada yang mau gue tanyain sama elo." jawab Zio.
"Bisa gak sih gak gue elo Zio,risih tahu aku dengernya." ucap Queen greget dengan sapaan Zio padanya.
"Ribet banget sih elo."
"Ya bodo'.Kalau kamu gak mau ya sudah,kita gak usah pergi."
"Ya sudah,siapa juga yang mau pergi sama elo.
"Dih,mendadak amnesia dia." gumam Queen dengan pelan.Queen tak menanggapi Zio lagi dan memilih untuk diam.
.
.
.
.
__ADS_1
.