DEMI CINTA

DEMI CINTA
Guru Fisika kemarang


__ADS_3

Hari ini Maria berlari karena ia kesiangan.Tadi pagi Maria terbangun jam empat pagi Ia harus memasak nasi dengan cepat hingga ia berangkat sekolah siang.


Maria berlari untuk secepatnya sampai ke sekolahnya.Ia berlari dengan tergesa-gesa sesampainya di gerbang sekolah ia membulatkan kedua matanya melihat gerbang sekolah sudah di tutup.Ia mengerutkan dahinya dan melihat ke sana kemari berharap ada petugas sekolah terlihat. Tidak ada yang bisa ia perbuat untuk masuk ke sekolah.Ia berjalan mengelilingi sekolah. Maria berhenti di pagar besi sekolah dan tersenyum.


"Syukur deh aku masih ada harapan"gumam Maria.


Maria mencoba untuk naik le atas pagar besi sekolah saat di tengah pagar ia akan turun Maria menginjakan pijakannya ke dalam lubang yang membuatnya hampir terjatuh.Tapi tertahan saat sebuah tangan menariknya agar tidak terjatuh.


Maria melihat sesosok mata indah dengan senyuman di bibirnya.Maria terkejut saat deru nafasnya dengan pria itu sangat dekat.Maria mencoba bangun dari pijakan pria itu.Dengan perasaan salah tingkahnya.


"Makasih sudah menolongku"ucap Maria.


"Hmmm anak gadis nekad sekali naik di pagar setinggi ini"ucapnya.


"Iya aku kesiangan gerbangnya juga sudah di tutup nih"jawab Maria.


"Hmmm"ucap pria itu.


Mria berjalan untuk meninggalkan pria itu.Tapi tangan pria itu masih memegang tangan Maria.Ia berbalik dan mengerutkan dahinya.


Pria itu tersenyum pada Maria.


"Aku Lafi kamu anak mana kls berapa?"tanya Lafi.


"Aku ...."ucapan Maria terhenti karena sudah terdengar lonceng berbunyi tanda kelas sudah masuk.


"Aku pergi dulu ya sudah bel oh iya aku Mariaaaa"teriak Maria sudah berlari meninggalkan Lafi yang tersenyum padanya.


Maria berlari meninggalkan Lafi yang tersenyum memandangnya.Ia berlari ke kelasnya yang ternyata sudah ada guru Fisika pak Ade yang sedang menulis di papan tulis.Ia guru terkenal dengan bicaranya yang manis tapi tersirat kekejamannya.Ia terkenal dengan sebutan guru kemarang"Kemayu garang" bagi siswa yang tidak mengikuti pelajarannya.


"Astagfirullooh apa ini jawaban aku yang kesiangan aku harap pak Ade tidak mwlihatku"gumam Maria.


Ani yang sekarang duduk di sampingku.Ia berpindah tempat sesuka hatinya.Ani berteriak memanggil namaku dengan nyaring dan membuyarkan guru fisika yang sedang menulis di papan tulis melihat ke arah Maria termasuk siswa sekelasnya menatap ke arah Maria.


"Huh kurang asem si Ani muka genap ini kenapa juga dia berada di tempat duduku sih kan aku jadi terjebak oleh suasana kesianganku deh"gumam Maria.


Guru Fisika yang sedang menatapku mengisyaratkan pada Maria dengan menggerakan jari tangannya agar Maria menghadapinya.

__ADS_1


Maria berjalan perlahan menghampiri guru Fisika.Saat Maria berada di hadapannya terlihat teman sekelas Maria tersenyum tertahan meledek Maria.


"Kamu kenapa baru masuk?"tanya guru Fisika.


"Saya kesiangan pak maaf"jawab Maria.


"Hmm baiklah tidak apa-apa"ucap guru Fisika.


"Syukurlah aku tidak di hukum guru Fisika tidak seperti yang di bicarakan kebanyakan siswa"batin Mari melihat guru Fisikanya tersenyum.


"Kamu berdiri menghadap bendera dan menghormatinya"ucap guru Fisika.


Perkataan guru Fisika pada Maria membuat teman sekelas Maria bergemuruh membicarakan Maria. Maria yang mendengar ucapan gurunya ia terkejut dan menundukan kepalanya.Ia berbalik keluar kelas menyimpan tasnya dan keluar menuju ke lapangan.Kini Maria berdiri di depan tiang bendera dengan tangan menghormat ke atas.


Kebetulan matahari sangat trik pagi ini.Membuat kulit putih Maria bersinar di penglihatan setiap orang yang melihatnya.Ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan senyum di wajahnya.


"Gadis yang lucu tapi kenapa dia mau saja di hukum begitu bukankah sekarang sudah tidak ada lagi hukuman fisik"gumam Lafi yang melihat Maria dari kantor Kepsek.


"Itu karena di sekolah kami menerapkan hukuman untuk mendidik bukan untuk kekerasan fisik seperti memukul hormat pada bendera negara sendirikan bagus"jawab seorang guru kepada Lafi yang duduk di hadapannya.


"Sangat di sayangkan jika kulit semulus itu berada di bawah trik matahari saat ini"gumam Lafi.


"Kamu berikan saja dia payung untuk menutupi dirinya"ucap guru kembali.


Lafi masih tersenyum untuk menanggapi ucapan gurunya itu.Ia tetap melihat ke arah Maria yangmasih dengan hukumannya untuk memberi hormat ke tiang bendera.


Lafi keluar dari ruangan pendaftaran dan mengikuti guru tersenut berjalan menelusuri setiap ruangan.Pandangan Lafi masih menatap Maria yang masih menatap ke tiang benderanya.


Maria yang melihat pria yang tadi menolongnya ia tersenyum menganggukan kepalnya ke atas tanda ia menyapa Lafi.


Lafi yang melihat Maria menyapanya ia tersenyum mengangguk.Ia menatap Maria hingga berakhir dari pandangannya karena ia sudah sampai di depan kelas barunya.


Lafi adalah siswa pindahan baru.Hari pertama ia masuk sekolah sudah bertemu dengan seorang gadis yang keberaniannya melebihi gadis biasa.Ia bahkan berani menaiki pagar dan melompat tidak takut akan bahaya yang akan menimpanya jika seorang gadis melakukan hal itu.


Setelah pelajaran Fisika berakhir Maria kini masuk ke kelasnya dan duduk di kursinya.Ia menundukan kepalanya dan tertidur karena jam sekolah sedang istirahat.


Boyan yang duduk di hadapannya berbalik melihat ke arah Maria.Ia tersenyum memainkan rambutnya. Tingkah Boyan membuat Maria kesal ia mengangkat kepalanya dan memegang tangan Boyan yang dari tadi memainkan rambutnya.

__ADS_1


Dengan tatapan kesalnya Maria menekan tangan Boyan.


"Kamu ini yan sodara durhaka bukannya meredakan aku malah menjahili aku dari tadi"bentak Maria.


"Hahaha sejak kapan sodara jadi durhaka pada keponakannya?"tawa Boyan.


"Sejak kamu selalu menggangguku" jawab Maria.


"Baiklah maaf nih kamu makan coklat ini akan menambah ke manisanmu sodariku"ucap Boyan.


"Huh aku yakin ini bukan gratis apa maumu"tanya Maria.


"Hahaha kamu pintar sekali Maria sudah tau apa maksudku"tawa Boyan.


"Tentu saja aku tahu mana mungkin kamu yang pelit ini memberi sesuatu yang gratis pada orang lain"ledek Maria.


"Hahaha kamu memang saudariku... Aku mau kelas bahasa inggris nanti aku kasih uang untukmu"ucap Boyan.


"Huh kamu sodara asliku bahkan tahu kelemahanku"cetus Maria.


"Haha gimana?"tanya Boyan.


"Baiklah nanti jangan salahkan aku jika nilainya tidak seperti keinginanmu ya..Aku tidak tahu akan konsen atau tidak soalnya otaku sudah meleleh gara-gara kena panas tadi"jawab Maria.


"Yaaa setidaknya ada yang bereskan gak mungkin nol semua?"ucap Boyan.


"Hmm mungkin"ucap Maria malas.


Setelah berbicara dengan Maria Boyan pergi meninggalkan Maria yang tertidur kembali.Boyan tidak akan mengganggu Maria untuk kelangsungan nilai bahasa inggrisnya untuk hari ini agar otak Maria bisa secanggih biasanya.Boyan sempat khawatir ketika Maria yang memang habis panas-panasan karena di hukum guru Fisika tadi.Ada rasa takut saat mengingat siapapun itu jika kena panas berlama-lama tidak akan bisa fokus dalam berpikir.


Maria yang menundukan kepalanya kembali di atas meja memejamkan matanya.Ia bahkan tidak mengetahui bahwa di sampingnya sudah ada seorang pria yang menatapnya.


Sampai lonceng berbunyi Maria masih tertidur dengan lelapnya.


"Ia cepat bangun ada guru bahasa inggris "ucap Ani membangunkan Maria.


Maria masih tertidur dengan lelapnya di pagi hari.Ia memang tidak bisa tidur ketika keluarga ibunya sedang ada di rumahnya selalu mencari cara untuk mengejek Maria.maka dari itu ia hanya bisa tidur beberapa jam saja tidak untuk kebanyakan orang anaknya bahkan tidak di persilahkan tidur karenanya.

__ADS_1


__ADS_2