DEMI CINTA

DEMI CINTA
Bunga beracun


__ADS_3

Maria yang kesal dengan penghianatan Ina teman sebangkunya ia duduk kembali di kursinya,ia menatap Ina yang tertunduk setelah Maria marahi.


"Aku tidak tau bahwa teman sebangkuku bunga beracun"ucap Maria.


Atikah yang melihat dan menyaksikan kemarahan Maria,ia menoleh ke arah Maria.


"Sudah pernah aku bilang dia mencurigakan"ucap Atikah.


"Biarkanlah aku malas membahasnya" ucap Maria.


Maria terdiam ia beradu dengan pikiranya sendiri.


"Astaga bagaimana caranya aku bertemu si Nana itu lagi ,aku pasti malu banget lagian si Ina itu masa bikin surat cinta atas namaku kan jadi bingung aku ntar kalo ketemu dia"batin Maria.


"Maria cepetan kita udah mau mulai nih kan kita mau lomba"teriak Lena ketua tim putri.


Maria terbangun dari duduknya,ia mengangguk dan bergegas keluar kelas.


Maria menatap Ina dengan tajam juga ada Dede yang melihat ke arahnya.


"Huh dasar cewek miskin,belagu"ucap Dede.


Maria kini sudah ada di tengah lapangan,bermain dengan baik di teamnya.


Maria menggunakan tangan kananya, yang masih terasa perih bekas air panasnya,terkadang ia meringis dan mengibaskan tanganya.


##


Nana yang sedang terduduk di bangku halaman sekolah ia termenung dengan pikiranya,ia melihat buku tulis milik Maria,membolak balik bukunya melihat tulisan Maria.


"Tulisanya bahkan berbeda,apa dia memang tidak menulis suratnya,tapi sepertinya dari sifatnya dia tidak mungkin seperti itu."ucap Nana.


"Apa aku harus bicara padanya?gumam Nana.


Terdengar sorakan di lapangan.


Nana melihatnya ia melihat Maria yang sedang bermain voli,ia melihat Maria yang meringis dan mengibaskan tanganya.


"Gadis ceroboh sudah sakit tapi masih saja main,bagaimana kalo tambah parah?gumam Nana.


Nana melihat permainan team Maria. terutama Maria terkadang ia tersenyum melihat gadis itu,kadang ia geram dengan tingkah gadis itu yang menahan sakit di tanganya.


Permainan kini sudah selesai, permainan di menangkan sekolahan team Maria,Nana melihat Maria yang terduduk di bawah pohon ia menghampiri Maria dan duduk di sampingnya,Maria tampak tidak sadar ada Nana duduk di sampingnya.


"Apa tanganmu sakit?tanya Nana.


Maria terkejut melihat ke arah sampingnya yang ternyata ada Nana,ia hendak berdiri tapi di tahan Nana.


"Jangan pergi duduklah aku akan bicara"pinta Nana.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan " ucap Maria.


"Sebentar saja"ucap Nana.


Maria duduk kembali ia mencoba mendengarkan apa yang akan Nana bicarakan.


"Kamu cape?tanya Nana.


"Sebenarnya ada apa?tanya Maria.


"Kalaupun itu tulisanmu aku akan senang ko"ucap Nana memandang Maria ia tersenyum.


"Maksudmu?tanya Maria heran.


"Aku bilang kalau itu yang kamu tulispun aku akan senang juga suka" tambah Nana.


"Tapi itu bukan tulisanku"teriak Maria.


"Aku berharap itu tulisanmu"ucap Nana tersenyum.


"Terserahlah"ucap Maria.


"Kita pacaran"ucap Nana tersenyum.


"Hah apa ini maksudnya dia nembak ya?batin Maria.


Maria terdiam dengan pikiran yang semeraut Maria tidak menjawab ataupun menggeleng.


"Jadi?"tanya Nana tersenyum.


"Aku kenapa aku?"tanya Maria.


"Memang kenapa?"ucap Nana.


"Tapi aku seperti ini kamu taukan, maksudku?ucap Maria.


"Aku tidak perduli kamu pacarku" tegas Nana.


Nana tersenyum ia memandang Maria yang masih terdiam,ia pamit untuk kembali dengan tersenyum,lain dengan Maria ia bahkan tidak mengerti apa yang terjadi.


"Aaah terserahlah aku pusing lebih baik cepat beres-beres pulang"ucap Maria.


"Maria ini"teriak Lena memberikan amplop putih.


"Apa ini?tanya Maria.


"Itu bonus bukan surat cinta,aku balik ya"ucap Lena tersenyum.


"Waaah gajian nih"ucap Atikah.


"Apanya yang gajih ini cuman uang 35rb Tikah, jajan yu?" Ajak Maria.


Saat pulang seperti biasa Nana menunggu di gerbang sekolah.


"Aku antar pulang"ajak Nana.


"Tidak usah aku pulang ya by Nana"teriak Maria berlari pergi.


Maria sampai rumah tepat waktu.


Maria melihat adiknya Lia sedang mengenakan pakaian yang baru ibu beli.Maria menghampiri mereka.


"Ngapain kamu disitu sana masak" teriak ibu Maria.


"Bu apa aku bisa beli seragam sekolah baru?tanya Maria.

__ADS_1


"Kakakmu kan juga sekolah di sana pakai punya kakakmu saja, katanya baju kakakmu kecil jadi dia harus ganti,kamukan bisa pakai punya kakakmu"ucap ibu Maria.


"Tapi bu setidaknya ada yang baru aku pakai"ucap Maria.


"Kamu jangan banyak maunya,masih untung bisa sekolah ada seragam juga"bentak ibu Maria.


"Baik bu"ucap Maria..


"Bu apa ibu akan datang saat kumpul orang tua murid?"tanya Maria.


"Bapakmu kesana nanti"jawab ibu Maria.


Maria tersenyum bahagia,selama ini orangtuanya tidak pernah mau datang kalau ada kumpulan orangtua, Hari ini Maria tersenyum karna akhirnya ada yang datang atas nama Maria.


Maria masak sayur asam malam ini, ia menggoreng ikan asin dan sambal.


Maria mengambil setiap makanan ke tengah rumah,untuk makan keluarganya.


"Apa ini kenapa ikan asinya gak kerasa asin?" tanya ibu Maria.


"Karna ikan ini berasal dari laut bu"ucap Lia.


"Laut apanya dari mana kamu tahu?tanya ibu Maria.


"Dari ka Maria"ucap Lia.


"Huh kakakmu itu bodoh jangan kamu dengarkan ,laut aja dia tidak tau apa lagi ikannya huh"ucap ibu Maria.


Maria yang mendengar itu ia tak menghiraukanya,ia tetap makan walau ia tak satu kerumunan dengan keluarganya.


Malam ini Maria tidak bisa tidur,ia berguling-guling di atas kasurnya.


"Masa iyah aku pacar dia,akukan kata orang bukan cewek haha"ucap Maria.


"Tidur jangan berisik"teriak ibu Maria.


Maria yang mendengar teriakan ibunya,ia tertidur dan tidak bersuara lagi.


Sepertiga malam Maria sudah terbangun,ia masak nasi dan air.


Paginya ia mandi dan bersiap karna hari ini pembagian kelulusan para orangtua murid akan hadir.


Maria sedang duduk di halaman sekolah dengan Atikah yang membaca buku.


"Kau yakin bapakmu akan datang?tanya Atikah.


"Semoga saja"jawab Maria.


Nana dan teman-temanya lewat di hadapan Maria,Nana tersenyum mengangguk,begitupun Maria mengangguk dan tersenyum.


"Ada apa kau berbaikan denganya setelah apa yang terjadi?tanya Atikah.


"Memang apa salah dia dan aku, bukankah yang bermasalah itu dia"ucap Maria menunjuk seorang gadis yang duduk di kejauhan sendiri.


"Huh bahkan tidak ada yang mau berteman denganya karna dia yang so suci"ucap Atikah.


"Wah wah kau ada kemajuan ya sudah bisa memaki orang"ucap Maria.


"Itu karna aku berteman dengan singa"jawab Atikah malas.


"Hahaha,berarti aku berkahmu donk"ucap Maria tertawa.


"Woow aku baru tau senyumu sangat menawan kawan"ucap Maria tertawa kembali.


"Diamlah mana bapakmu acara bahkan sudah selesai,kau ambil saja surat kelulusanmu sendiri gih aku tunggu disini"ucap Atikah.


"Hmmm baiklah aku ke pak Nasum dulu deh kali aja di kasih"ucap Maria lemas.


Maria memang tidak terlalu berharap orangtuanya datang mengambil kelulusanya,karna memang dari dulu tidak pernah ada yang mau datang karnanya.


Maria menghampiri wali kelasnya.


"Niiih punya mu nanti lusa kamu bawa ini ya dan temui bapak di sana besok, bapak sudah mendaftarkanmu disana" ucap pak Nasum.


"Baik pa makasih ya pak, bapak memang yang terbaik"ucap Maria.


Maria keluar dengan membawa surat kelulusan di tanganya,sudah ada Atikah yang menunggunya di halaman sekolah ia memeluk temanya itu dan tersenyum bahagia.


Nana menghampiri Maria ia tersenyum, Maria mempunyai sahabat yang baik.


"Ini sudah waktunya pulang boleh aku pinjam Maria?ucap Nana.


"Untuk apa?tanya Maria.


"Aku pulang duluan ya ingat harus cepat pulang kalau tidak akan ada badai nanti"ucap Atikah berdiri dan pergi meninggalkan Maria dan Nana.


Nana menarik tangan Maria ke belakang sekolah mereka duduk berdua,sekolah sudah bubar jadi tidaak akan ada yang mengganggu mereka.


"Ada apa?"tanya Maria.


"Ini untukmu pakailah"ucap Nana memberikan dan memasangkan cincin di jari manis Maria.


"Inii"ucapan Maria terhenti karna Nana menggenggam tangan Maria erat.


"Aku tidak tau bagaimana hariku tanpamu Maria"ucap Nana.


"Akuuu"Maria masih tidak menyelesaikan perkataanya.


"Tapi aku akan segera padamu nanti, jadi tunggulah aku"ucap Nana tersenyum pada Maria.


"Dasar bodoh sekolah tidak jauh kalau mau bertemu ya tinggal bertemu"ucap Maria.


"Apa kamu akan menungguku?tanya Nana.


"Kalaupun aku tidak menunggu nanti juga kamu akan kesanakan"ucap Maria.


"Apa kamu suka aku?tanya Nana.


"Hah?Maria terkejut.


"Aku suka kamu"ucap Nana.


"Aku"Maria terbata.


"Aku akan menemuimu nanti bila aku kesana"ucap Nana.

__ADS_1


Maria terdiam dan Nana mencium pipi Maria,hingga membuat Maria terkejut, Nana menarik tangan Maria.


"Ayo pulang katanya takut ada badai"


ucap Nana tersenyum.


Maria berjalan dengan Nana menuntunya,jantungnya bahkan berdetak lebih kencan,Mereka berhenti di prapatan jalan.


"Sana pulang aku pasti rindu kamu yang galak"ucap Nana tersenyum.


Maria menganggukan kepalanya dan tersenyum,ia berjalan dengan Nana melihatnya,Maria menghentikan langkahnya ia berbalik dan berteriak.


"Nana aku suka"teriak Maria tersenyum menunjukan cincin yang Nana berikan untuknya.


Nana tersenyum melihat tingkah Maria yang menggemaskan juga melambaikan tanganya.


Maria berjalan pulang dengan wajah tersenyum sepanjang jalan,mengingat


Nana yang memasangkan cincin di jarinya.


"Walau ini palsu tapi aku tau kamu tidak palsu Nana"gumam Maria tersenyum.


Maria memasak di dapur dengan bersenandung,ia tampak bahagia membersihkan sayuran.


"Jangan nyanyi-nyanyi kalo lagi masak"ucap Nenek Maria menghampiri Maria.


Maria mengangguk dan terdiam melanjutkan aktivitas masaknya.


"Kalo sudah selesai ke dapur Nenek nanti masak di rumah nenek sekalian lauknya"pinta nenek Maria.


"Iya"jawab Maria.


"Cepetan nenek sudah lapar"ucapnya kembali.


Sebenarnya ada dua cucu perempuan di rumah Neneknya Maria,tapi mereka sangat di manja olehnya tidak boleh masak ataupun bersih-bersih,mereka khusus sekolah makan main saja.


Dari ketiga Cucu perempuanya Maria paling muda di usianya,tapi paling di pergunakan tenaganya,rumah Nenek Mari hanya berjarak beberapa langkah dari rumah Maria.


Maria membawa Suhwan si bungsu ke rumah Neneknya,ia duduk di teras tengah dan Maria masak di dapur.


"Ya ampun Maria kamu ini sialan nih si bungsumu ngompol ini tuh baru saja di pel kamu harua pel lagi"teriak Nenek Maria.


Maria yang melihat itu ia mengangguk dan membersihkanya,Maria juga mengepel teras rumah Nenek yang cucu nenek bernama Imas sedang duduk di sofa cuek.


"Hmmm si bungsuku kamu ya berani sekali ngompol di tempat ini hah nanti kakak cium kamu yaa"ucap Maria pada si bungsu yang tertawa di cium dan di glitik kakaknya.


Setelah beres di rumah neneknya, Maria kembali dengan membawa uang 5rb dari neneknya tadi.


"Kamu mau apa dek jajan yu?ajak Maria pada si bungsu.


Maria jajan jajanan anak-anak yang banyak ia membawanya dan memakanya dengan semua adik-adiknya.


"Hmmm karna sudah habis jajananya yu kita mandi nanti kakak yang mandikan yaa"ajak Maria.


Mereka mengangguk dan ke empat adiknya ikut ke sumur umum yang biasa Maria datangi.


Saat Maria datang ke sumur umum, sudah banyak orang yang mengantri disana.


"Diiih anak gadis kucel banget jelek item lagi banyak debunya"ucap seorang pria anak tetangga Maria.


"Hati-hati entar lu suka lagi itu masih bocah biasanya kalo udah gede suka berubah jadi cantik brow"ucap temanya.


"Huh gak bakalan kalo gedenya cantikpun udah pasti keliatan dari sekarang"tambah pria itu.


"Kualat lu"ucap temanya.


Maria yang mendengar itu ia tak menghiraukanya,ia menghampirinya karna sudah giliranya menimba air.


"Cih jangan dekat-dekat"ucap pria itu lagi.


"Kamu tau aku anak siapa?tanya Maria.


"Emang anak siapa?tanya pria itu.


"Ingat ya aku anaknya bapak Janab jika kamu datang kerumahnya dan mencoba mendekati anak gadisnya kamu sudah pasti di tolak mentah-mentah"tegas Maria.


"Mimpi lu"ucap pria itu.


"Minggir"bentak Maria.


"Udah jelek galak lagi"cetus pria itu.


"Aku juga gak berselera cowok sekampung norak"timbal Maria.


"Hahahaha makan tuh lu di semprot ma bocah"ucap temanya.


Mereka pulang duluan dengan kesal karna Maria.


Maria yang sedang menimba air sampai penuh,ia melihat ka Amran datang dengan maksud mau mandi sambil membawa air.


"Kak udah pulang?tanya Maria.


"Iya ,udah mandi belum?tanya Amran.


"Belum kak"jawab Maria.


"Sana mandi nanti kakak tambah kalo kurang airnya"ucap Amran.


Maria masuk ke kamar mandi ia mandi duluan baru memandikan adik-adiknya.


Maria melihat kakaknya sudah lelah menimba airnya,ia tidak jadi pulang,


Maria menghampiri kakaknya.


"Sana kakak mandi biar Maria yang nimba airnya giliran"ucap Maria.


"Gak usah tuh lihat adik-adik kedinginan belum di baju sana pulang"ucap Amran.


"Baiklah kakak cepetan pulang ya nanti makan"ucap Maria tersenyum.


Amran tersenyum, Maria membawa ke empat adiknya pulang dan memakaikan pakaian mereka.


"Nanti kakak juga sama kaya kak Amran sekolah smp donk"ucap Maria.


"Terus Lia gak akan di antar lagi donk"ucap Lia.

__ADS_1


"Yang nganter Lia tetap ka Amran Lia emang siapa?ucap Maria .


Maria bermain dan bercanda dengan ke empat adiknya di sore hari.


__ADS_2