
DIWAKTU Dan tempat yang berbeda dan didalam sebuah kamar hotel, Rangga baru saja terbangun dari tidur nya. ia mendapati keadaan diri nya yang hanya seorang diri dikamar tersebut. ternyata, wanita penghibur itu sudah pergi. Rehan melihat ponsel nya, waktu kala itu jam empat sore dan ia pun tak kaget karena keadaan nya yang mabuk semalam bercinta dengan wanita penghibur itu dan bangun tidur nya pun kebablasan.
"kemana pergi nya wanita bule itu? mengapa dia tak membangunkan ku!?" ujar nya menggerutu sendirian.
Rangga segera bangun dan memakai pakaian nya. setelah ia mengemas barang nya dan membayar biaya sewa kamar itu, Rangga pergi ke apartemen hotel yang sudah ia beli sebelum kedatangan nya ke tempat klub malam tersebut. pada saat yang bersamaan, Nikita sedang berada diteras rumah nya dan keadaan nya duduk dikursi roda. ia beberapa kali menghubungi nomor nya Rangga dan berulang kali mendapati panggilan telepon nya itu tak mendapat jawaban.
"mengapa Rangga susah dihubungi!? apakah dia sudah mengganti nomor ponsel nya???" ujar batin Nikita dan ia kini terlihat tak bersemangat seperti biasa nya.
Ia membayangkan ketika kebersamaan nya dengan Rangga, walaupun hanya beberapa bulan saja, tetapi itu menurut nya sudah sangat berkesan.
"andai dulu aku tak memiliki hasrat tertarik akan ketampanan mu, mungkin saat ini aku dan Rehan masih bersama. cincin pertunangan yang Rehan berikan untuk ku, malah aku lepas dan tak memakai nya selama aku bersama dengan Rangga. ah sudahlah! lama-lama aku bisa gila jika terus memikirkan kejadian yang sudah terjadi ini!" ucap nya mulai kesal dan pada saat itu pak satpam penjaga gerbang rumah nya Nikita pun mendatangi Nikita yang ada diteras rumah nya.
"permisi non, ada seseorang yang ingin bertemu dengan non Nikita."
"siapa orang itu???" tanya Nikita penasaran, lalu pak satpam menjelaskan nya.
"kata nya orang itu adalah anak dari teman ayah non Nikita."
"hah!? serius pak???" tanya Nikita tercengang kaget, dan pak satpam pun meyakinkan nya dengan anggukan.
Nikita pada saat itu juga membatin dalam hati nya.
"mengapa ayah tak menceritakan nya kepada ku bahwa lelaki itu akan datang kemari???" lalu ucapan nya berkata lain,
"tunggu disini pak, aku akan panggil ayah dulu." lalu Nikita masuk ke dalam rumah nya untuk menemui ayah nya.
Pada saat itu ayah nya sedang menonton televisi bersama ibu nya dan kedatangan Nikita itu membuat ayah dan ibu nya heran.
"mengapa ayah tak memberitahuku bahwa anak nya teman ayah akan datang kemari???" pertanyaan tersebut segera dijawab oleh ayah nya.
__ADS_1
"oh soal itu, maaf ayah tak memberitahumu nak."
"mengapa begitu ayah!?" tanya Nikita lagi meminta penjelasan dan ibu nya yang sudah tahu rencana suami nya pun ikut berkata,
"kalau ayah memberitahukan nya kepada mu, nanti kamu akan menolak nya dan tak mau mengikuti saran ayah."
"tapi ayah!? aku malu dengan keadaan ku ini!? lihatlah keadaan ku yang seperti ini ayah, ibu???" ibu nya Nikita segera bangun dan memeluk anak nya yang sedih itu.
Ayah nya Nikita segera berkata kepada Nikita,
"jangan merendah seperti itu sayang, anak teman ayah sudah tahu keadaan mu saat ini. ia datang kemari sebenar nya ingin bertemu dengan mu karena ia adalah teman masa kecil mu." Nikita masih diam menunduk sedih dan ia mulai mengerti akan ucapan ayah nya itu. kala itu ayah nya Nikita segera pergi keluar rumah karena ia mendapat panggilan telepon dari anak teman nya itu.
Setelah ayah nya Nikita pergi, ibu nya Nikita berkata kepada anak nya.
"sudah jangan sedih sayang, ayah mu bukan bermaksud untuk menjodohkan anak itu dengan mu."
"maksud ibu???" tanya Nikita agak bingung.
"Piko!? oh iya aku ingat ibu!" ujar Nikita dan membuat ibu nya tersenyum sembari bertanya.
"apakah kamu tak mau menemui Teman Masa Kecil mu itu sayang???"
"sebenar nya Nikita sudah sangat lupa akan Piko yang dulu, tetapi entah kenapa sekarang Nikita malah malu jika bertemu dengan nya lagi."
"sudah tak perlu malu sayang, percaya diri saja dan biarkan keadaan yang menentukan bagaimana hubungan kalian nanti."
"baiklah ibu." ujar Nikita mulai tersenyum dan Kemudian ibu nya memeluk anak nya.
Nikita dan ibu nya kemudian dipanggil oleh ayah nya Nikita diruangan tamu dan ibu serta anak itu segera pergi ke tempat itu. disana sudah ada ayah nya Nikita dan seorang lelaki tampan berambut pendek diponi memakai pakaian bagus dan rapi. Nikita tercengang dalam hati nya karena ia adalah wanita yang memandang laki-laki dari rupa nya terlebih dahulu.
__ADS_1
"ya ampun tampan sekali dia sekarang! lebih tampan ini daripada Rangga dan Rehan!" ujar nya dalam hati, tapi mulut nya tetap bungkam dan ia malah memamerkan senyum keramahan nya saja.
Lelaki tersebut pun memandang Nikita dengan senyum khas nya juga dan ia segera bangun dari duduk nya untuk bersalaman dengan ibu nya Nikita dan Nikita nya sendiri.
"apakabar kamu sekarang nak Piko? kelihatan nya kamu makin ganteng saja." ujar ibu nya Nikita yang kini sudah duduk berdekatan dengan anak nya yang duduk dikursi roda.
"baik tante, terima kasih pujian nya." jawab piko tersenyum ramah dan Nikita yang sejak tadi memandang Piko hanya menunduk pura-pura malu.
Lalu ayah nya Nikita yang berada didekat nya Piko pun berkata,
"apa kamu masih ingat akan anak om itu nak???"
"aku masih ingat om. tetapi entah Nikita masih ingat aku atau tidak." pada saat itu Nikita segera menyahut.
"aku masih ingat kok, nama mu Piko. teman masa kecil ku yang super jahil."
"hehehe, kamu juga si super cerewet." jawab Piko dan membuat ibu dan ayah nya Nikita tersenyum senang melihat Nikita dan Piko sudah saling mengenal lagi.
Kini mereka mengobrol membahas tentang pekerjaan Piko yang diluar negeri dan ia pun menceritakan kedua orang tua nya juga kepada ayah dan ibu nya Nikita. sesekali mereka membasah masa lalu Nikita dan Piko yang sejak kecil berteman baik dan mereka pun sesekali tertawa bercanda juga. pada saat Piko ditanya soal pasangan oleh ayah nya Nikita, Piko pun menatap Nikita dengan lekat-lekat sembari berkata menjawab pertanyaan ayah nya Nikita.
"aku belum mempunyai pasangan om. mungkin karena seringkali sibuk nya bekerja, aku jadi tak terlalu memikirkan soal pasangan." pada saat itu juga Nikita langsung berkata,
"apakah kamu tak tertarik sekalipun terhadap perempuan, Piko???" ujar Nikita mulai curiga akan kepribadian Piko.
Piko yang ditanya seperti itu menunduk dan tertawa pelan, lalu ia menjawab pertanyaan Nikita tadi.
"tak usah mencurigai ku sebagai lelaki yang tak normal, Niki. melihat kecantikan mu saat ini pun, sudah membuat ku tertarik terhadap mu." ucapan Piko tersebut membuat Nikita menjadi salah tingkah dan wajah nya memerah karena ia merasakan indah nya disanjung seperti itu. ayah dan ibu nya Nikita sudah memahami bahwa kedatangan Piko ke rumah itu memang tak sekedar untuk main-main saja.
...*...
__ADS_1
...* *...