
KINI Kasus Rangga sudah selesai dan kini tugas ibu Susi sebagai kepala polisi sudah merasakan kelegaan dalam tugas nya itu. semua orang yang ada diruangan itu sebelum nya masing-masing sudah pulang kembali setelah mereka saling bersalaman dengan damai. Karina kini berada di dalam mobil nya Rehan bersama ibu nya juga. paman Wahyu dan bibi Mega sudah pulang kembali ke rumah nya dan begitupun dengan Nikita yang bersama Piko dan kedua orang tua nya. setelah kasus Rangga itu selesai, semua yang terlibat sekarang sudah kembali ke dalam kehidupan nya masing-masing.
Tujuan Rehan ingin mengantar pulang ibu nya Karina ke kampung itu, karena Rehan ingin melihat suasana dikampung itu seperti apa. karena seumur hidup nya ia tak pernah sama sekali pergi ke kampung dan merasakan bagaimana suasana keadaan disana. didalam perjalanan menuju kampung tempat ibu nya Karina tinggal, mereka pun berbincang-bincang dan dimulai dari Rehan yang bertanya.
"bagaimana perasaan mu ketika orang yang sudah menyakiti mu itu meninggal dunia???"
"aku tak mengerti dengan perasaanku ini ketika aku melihat jelas seseorang yang telah menyakiti ku itu meninggal dunia."
"mengapa begitu??? apakah kau tak merasakan kesedihan yang mendalam???" tanya Rehan lagi kepada Karina dan ibu nya Karina yang duduk dibelakang pun sejak tadi masih terdiam mendengarkan muda-mudi itu berbincang.
"sedih memang ada, tetapi kesedihanku itu bukan untuk kematian Rangga. tetapi untuk perjuangan cinta ku yang ia sia-siakan itulah kesedihan ku yang mendalam." Rehan hanya manggut-manggut saja mendengar ucapan dari Karina tersebut.
Kemudian Karina pun bertanya kepada Rehan,
"memang nya apa kamu tak merasakan kejanggalan dari kematian nya Rangga itu sayang???"
"aku merasakan nya sayang, tapi menurutku hal itu tak perlu kita pikirkan. mama ku bilang bahwa penyebab kematian Rangga adalah atas ulah nya sendiri, jadi menurutku hukuman setimpal bagi Rangga adalah kematian."
"benar apa yang dikatakan nak Rehan ini, Karina. padahal jika Rangga dari awal mengaku salah dan mau bertobat untuk tidak melakukan kesalahan nya lagi. maka hidup nya tak akan berakhir dengan penyesalan di dalam kematian nya itu." ucapan ibu nya Karina itu pun didengarkan baik-baik oleh Rehan dan Karina.
Perjalanan mereka sebentar lagi tiba dikampung tempat tinggal Karina, pada saat mobil tersebut melintasi jalan pinggiran pematang sawah yang mulai menguning, ibu nya Karina pun berkata lagi.
"lihatlah disamping kiri, disana ada tugu dan tiang listrik. disanalah Karina yang setiap pagi nya selalu berada di tempat itu."
"untuk apa Karina berada di tempat itu bu?" tanya Rehan penasaran dan Karina yang menjawabnya.
"dulu aku sering berada ditempat itu karena aku berniat ingin pergi ke kota untuk mencari Rangga. berhari-hari setiap pagi aku selalu disana menunggu kedatangan Rangga yang berjanji akan datang ke kampung ku lagi dan telah berjanji juga ingin menikahi ku."
"lalu apa kau nekat untuk pergi ke kota???"
"hampir nak Rehan, jika ibu tak segera menyusul nya. mungkin Karina sudah dibawa orang yang tak dikenal dan entah bagaimana nasib Karina sekarang." ujar ibu nya Karina dan membuat Karina pun berkata,
"jika ingat akan hal itu, aku selalu merasakan kesalahan terhadap ibu."
__ADS_1
"ibu sudah memaafkan kesalahan mu itu sayang." ujar ibu nya Karina dan Karina pun berkata terima kasih kepada ibu nya.
"hmm padahal cinta mu tulus dan begitu besar terhadap Rangga sampai-sampai kehormatan mu pun diberikan nya. tetapi ternyata kamu salah memilih orang sayang dan..."
"dan sekarang aku sudah menemukan yang tepat untuk aku jadikan pasangan hidup." ucap Karina memotong ucapan Rehan dan Rehan serta ibu nya Karina hanya begumam dalam tawa saja.
Sinar senja cahaya sore mulai nampak membias di puncak gunung menuju kampung tempat tinggal ibu nya Karina berada. Rehan nampak terpukau melihat matahari senja yang mulai tenggelam di ufuk barat itu.
"cantik sekali cahaya senja temaram itu."
"apakah kau baru pertama kali melihat cahaya senja terbenam di ufuk barat???"
"sering kalau aku sedang liburan ke pantai, tetapi baru kali ini aku melihat matahari terbenam di ufuk barat."
"hmm begitu, lalu kapan kau akan mengajak ku liburan sayang???" Rehan pun menatap wajah Karina dan kemudian menatap wajah ibu nya Karina yang ada dibelakang.
Karina masih menunggu jawaban dari Rehan dan kemudian Rehan berkata,
"kapan sayang??? bukankah kau pernah berkata akan menikahi ku setelah aku sembuh???"
"memang benar sayang, tapi apa ibu mu mau merestui kita???"
"ibu merestui hubungan kalian berdua jauh semenjak kalian berdua berpacaran." Rehan dan Karina saling tatap, kemudian ibu nya Karina berkata lagi.
"jadi ibu merestui pernikahan kami nanti???"
"iya ibu merestui nya. tapi apakah ibu mu juga merestui rencana pernikahan kalian itu???"
"sudah pasti ibu nya Rehan akan merestui nya bu, sebab ibu nya Rehan lebih sayang terhadap Karina dibanding anak nya sendiri."
"hehehe bisa saja kamu sayang." ujar Rehan dan membuat Karina serta ibu nya tertawa juga.
Kini mobil Rehan sudah tiba didepan rumah nya Karina dan para warga pada saat itu menatap heran dan takjub ketika melihat mobil mewah berwarna putih itu. ibu nya Karina dan Karina pun keluar dari dalam mobil tersebut, membuat para tetangga rumah mereka heboh dibuat nya. ditambah lagi Rehan yang berwajah tampan itu keluar dari dalam mobil tersebut, semakin membuat tetangga rumah ibu nya Karina heboh dan mulai saling bertanya-tanya ke sesama tetangga nya.
__ADS_1
Ibu nya Karina dan Karina segera mengajak Rehan untuk masuk ke dalam tersebut dan Rehan pun berkata,
"rumah ini luas juga, tetapi mengapa hanya ibu dan Karina saja yang mengisi nya???"
"karena ibu hanya memiliki saudara kandung paman Wahyu saja, nak Rehan."
"oh begitu..." ujar Rehan manggut-manggut dan kemudian Rehan pun segera diajak berkeliling rumah itu oleh Karina karena Rehan ingin tahu seperti apa rumah orang yang ada dikampung itu.
Ibu nya Karina sudah pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian dan Rehan serta Karina saat itu sedang berada dibelakang rumah Karina yang disana ada kolam ikan seperti empang dan persawahan luas nan jauh disana. didekat empang itu ada gubuk kecil tempat para petani bersinggah sesudah melakukan pekerjaan nya itu, disana Dua Sejoli itu duduk berdampingan seraya menatap ke arah empat dan persawahan luas itu sambil berbincang-bincang.
"indah sekali pemandangan di sini, jika aku disuruh memilih untuk tinggal disini apa dikota. lebih baik aku tinggal disini bersama mu sayang."
"apa alasan nya sayang???" tanya Karina penasaran.
"apa ya??? seperti nya alasan ku berkata begitu karena aku merasakan kedamaian jika berduaan dengan mu ditempat seperti ini."
"oh jadi begitu.., lalu apa beda nya dengan berada dirumah mu?"
"sudah jelas berbeda sayang, karena disini ada dua pemandangan yang membuatku terpana dibuat nya."
"pemandangan apa saja itu???" tanya Karina lagi semakin penasaran.
"pemandangan alam yang ada didepan kita itu dan pemandangan seorang wanita cantik yang ada disampingku ini, hehehe."
"ahhh dasar gombal! rayuan mu persis dengan si Rangga itu!"
"hust! orang sudah meninggal jangan dibawa-bawa sayang." ujar Rehan menasehati.
"maaf aku lupa sayang." ujar Karina lagi dan membuat Rehan segera mencubit dagu Karina dengan gemas.
...*...
...* *...
__ADS_1